Kuis Dangdut

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kuis Dangdut
Format Kuis
Pembuat Ernst Katoppo
Pembawa acara Jaja Mihardja
Negara Bendera Indonesia Indonesia
Jumlah musim 3
Jumlah episode 800+
Produksi
Durasi 60 menit (dengan iklan)
Rumah produksi Tiaravisi Suryamandiri
PT Pradsindo Auvikreasi
Siaran
Stasiun televisi TPI
Siaran sejak 3 September 1994  Juni 2006
Kronologi
Tayangan terkait Tak Dut (Indosiar, 2006)

Kuis Dangdut adalah sebuah program acara televisi berbasis kuis dengan konten utama dangdut pertama di Indonesia. Kuis ini pernah tayang selama lebih dari 12 tahun di TPI (Sekarang MNCTV) dengan berbagai macam konsep dan juga waktu tayang yang sering berganti-ganti. Namun demikian, pembawa acaranya tetap tidak berubah, yakni Jaja Mihardja.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kuis Dangdut ini ditayangkan perdana di TPI pada tanggal 3 September 1994, pada saat sudah banyak kuis yang ditayangkan di stasiun televisi, baik di TVRI atau stasiun televisi swasta. Pro-kontra acara ini ditekankan pada sisi visi dan misi TPI yang mengusung tema pendidikan dalam konten acaranya, sedangkan musik dangdut ini tidak berkaitan dalam pendidikan. Namun pro-kontra itu tidak berlangsung lama, ketika Kuis Dangdut ini masuk ke dalam salah satu program acara terbaik TPI dengan konsep pengenalan dangdut kepada publik yang lebih baik dan tidak cenderung membosankan[1]. Kuis Dangdut sendiri juga memiliki identitas sendiri yakni Apaan Tuuuh! yang sering diucapkan pembawa acara menjelang jeda iklan.

Ide Program[sunting | sunting sumber]

Musik dangdut pada saat itu memang banyak digemari, hal yang diutarakan oleh Ernst Katoppo selaku penggagas Kuis Dangdut dari Tiaravisi Suryamandiri. Namun ada kala dimana beberapa lapisan masyarakat jengah dengan pengemasan program dangdut. Dan pada saat itu, Jaja Mihardja mengaku masih gugup dalam membawakan acara yang perdana dibawakannya. Konsep Kuis Dangdut ini juga hampir mirip dengan kuis Berpacu Dalam Melodi yang disiarkan TVRI kala itu, namun perbedaannya hanya di lagu, karena Kuis Dangdut hanya difokuskan pada lagu dangdut[2]

Mekanisme Permainan[sunting | sunting sumber]

Meski selama 12 tahun Kuis Dangdut seringkali berubah format, namun mekanisme permainan Kuis Dangdut tidak berubah dari sejak perdana ditayangkan. Enam peserta yang terbagi atas dua kelompok, masing masing kelompok DANG dan kelompok DUT. Babak pertama dan kedua diberikan skor 10 hingga 20, dengan soal yang dijawab secara rebutan. Yang membedakan Babak pertama dan kedua, yakni pada pengenalan lagu dangdut. Babak Pertama dikenal dengan Goda Dangdut, yakni setiap peserta menjawab pertanyaan dari pembawa acara, dan jika jawabannya benar, peserta diwajibkan untuk menyanyikan lagu tersebut. Sementara babak kedua, dikenal dengan Makna Bernyanyi, di mana peserta menebak cuplikan lagu dangdut yang diputar secara acak. Semakin banyak lagu yang dijawab, maka skor tertinggi dapat dicapai. Sementara babak terakhir, yakni Lomba Joget, di mana dua kelompok peserta harus berjoget dan memikat tiga dewan juri yang akan menilainya. Namun pada babak ketiga ini, konsepnya sengaja dikemas kocak dan lucu, di mana peserta juga wajib berhenti berjoget jika musik dangdutnya dihentikan mendadak. Peserta dilarang tersenyum ataupun tertawa saat musiknya dihentikan, meski pembawa acara mondar-mandir menggoda peserta agar tertawa. Jika gagal, peserta dianggap gugur dan tidak mendapatkan skor.

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Kuis Dangdut memeroleh penghargaan dari Museum Rekor Indonesia dengan predikat kuis terlama tayang di Indonesia. Pada saat diberikan penghargaan, Kuis Dangdut memasuki usia ke-8 tahun[3].

Kemudian, setelah kuis Dangdut di TPI, kuis bertema dangdut kembali dibuat oleh Indosiar dengan nama Tak Dut pada tahun 2005-2006 yang dibawakan oleh Saipul Jamil dan Liza Natalia, kemudian kuis D'Quiz pada 2014 yang dibawakan oleh Saipul Jamil dan Ivan Gunawan

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ http://www.tabloidbintang.com/articles/extra/nostalgia/6335-menengok-lagi-kuis-dangdut-era-1990an-di-tpi-apaaaan-tuh
  2. ^ Majalah Vista, Edisi No.3 Tahun II, Oktober 1994 : Dibalik Layar Kaca, Kuis Dangdut. Mengangkat yang Jengah.
  3. ^ http://www.suaramerdeka.com/harian/0208/15/bud1.htm