Kerajaan Langobardi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kerajaan Langobardi
Regnum Langobardorum
Regnum totius Italiae
568–814
Kerajaan Langobardi (biru) pada puncak kejayaannya pada masa Raja Aistulf (749–756)
Ibu kota Pavia
Bahasa Latin Vulgar
Langobardi
Agama Paganisme Jermanik (beberapa elit pada awalnya)
Kekristenan (umum)
Bentuk pemerintahan Monarki elektif feudal
Raja
 -  565–572 Alboin (pertama)
 -  774–814 Karel yang Agung (terakhir)
Era sejarah Abad Pertengahan
 -  Migrasi Langobardi 568
 -  Serangan bangsa Franka Juni 774
 -  Kematian Karel yang Agung 814
Mata uang Tremissis
Pendahulu
Pengganti
Simple Labarum.svg Kekaisaran Romawi Suci
Kerajaan Italia (Kekaisaran Romawi Suci)
Kadipaten Benevento Image missing
Negara Gereja CoA Pontifical States 02.svg

Kerajaan Langobardi (bahasa Latin: Regnum Langobardorum) adalah sebuah negara yang didirikan oleh suku Jermanik yang disebut Langobardi di wilayah Semenanjung Italia pada akhir abad ke-6. Raja-rajanya dipilih oleh bangsawan-bangsawan tertinggi Langobardi, yaitu adipati. Beberapa upaya untuk mendirikan dinasti di kerajaan ini telah mengalami kegagalan. Kerajaan Langobardi terbagi menjadi beberapa kadipaten yang dikuasai oleh adipati-adipati semi otonom. Setiap kadipaten lalu dibagi menjadi beberapa gastaldates di tingkatan kotapraja. Ibukota kerajaan ini terletak di Pavia.

Kekuasaan Langobardi di Italia ditentang oleh Kekaisaran Romawi Timur yang menguasai sebagian wilayah Italia hingga pertengahan abad ke-8. Selama sejarah Kerajaan Langobardi, Romawi Timur menguasai Eksarkatus Ravenna dan Kadipaten Roma.

Seiring berjalannya waktu, orang-orang Langobardi mulai mengikuti tradisi Romawi dan menggunakan gelar dan nama mereka. Pada masa ketika Paulus Diakonus menulis karyanya pada akhir abad ke-8, bahasa Langobardi beserta gaya rambut dan berpakaiannya telah hilang ditelan sejarah.[1] Pada awalnya orang-orang Langobardi menganut aliran Arianisme dan bersitegang dengan Paus, tetapi semenjak akhir abad ke-7 mereka sudah menjadi Katolik. Meskipun begitu, konflik melawan Paus masih berlanjut dan mengakibatkan melemahnya kerajaan. Kelemahan ini dimanfaatkan oleh suku Franka dan mereka menaklukkan kerajaan ini pada tahun 774. Raja Franka Karel yang Agung lalu mengambil gelar "Raja Orang-Orang Langobardi", walaupun ia tidak dapat menguasai Kadipaten Benevento yang merupakan kadipaten Langobardi paling selatan.

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "The New Cambridge Medieval History: c. 500-c. 700" oleh Paul Fouracre dan Rosamond McKitterick (halaman 8)

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]