Kapal jung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kapal Jung

Kapal Jung adalah sejenis kapal layar, yang banyak terdapat di perairan Asia Tenggara sampai ke pantai timur Afrika.

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Terdapat pandangan berbeda tentang apakah asal namanya itu dari dialek Tionghoa, atau dari kata Jawa. Kata jong, jung atau junk dapat berasal dari kata Tionghoa untuk kapal (船),[1][2] tadinya diucapkan sebagai ɦljon di bahasa Tionghoa kuno. Namun, Paul Pelliot dan Waruno Mahdi menolak asal Tionghoa untuk nama itu.[3][4]:38 Yang lebih mendekati adalah "jong" dalam bahasa Jawa yang artinya kapal. Kata jong dapat ditemukan dalam prasasti Jawa kuno abad ke 9.[5][6] Kata ini masuk bahasa Melayu dan bahasa Tionghoa pada abad ke-15, ketika daftar catatan kata-kata China mengidentifikasikannya sebagai kata Melayu untuk kapal,[7] dengan demikian secara praktis menolak asal kata Tionghoa untuk nama itu.[5] Undang-undang laut Melayu yang disusun pada akhir abad ke-15 sering menggunakan kata jung untuk menyebut kapal pengangkut barang.[7]

Asal kata "junk" dalam bahasa Inggris, dapat ditelusuri ke kata Portugis "junco", yang diterjemahkan dari kata Arab j-n-k (جنك). Kata ini berasal dari fakta bahwa aksara Arab tidak dapat mewakili digraf "ng".[4]:37 Kata itu dulunya digunakan untuk menunjukkan baik kapal Jawa / Melayu (jong) dan kapal Tiongkok (chuán), meskipun keduanya merupakan kapal yang sangat berbeda. Setelah hilangnya jong pada abad ke-17, makna kata "junk" (dan kata-kata serupa lainnya dalam bahasa Eropa), yang sampai saat itu digunakan sebagai transkripsi kata "jong" dalam bahasa Melayu dan Jawa, berubah artinya menjadi hanya merujuk kapal Tiongkok saja.[8][4]:222

Perkataan "jung" juga boleh diperkatakan berasal dari bahasa Tionghoa, yaitu Teow Chew dan Hokkien yang berasal dari selatan China. Dalam bahasa Teow Chew kapal jung disebut "jung" dan dalam bahasa hokkien disebut sebagai "jun". Teknologi perkapalan China mempunyai sejarah yang lama sejak Dinasti Han (220 SM-200 M), tetapi pada saat ini masih berupa kapal-kapal pengarung sungai, bukan pengarung samudera. Untuk mengarungi samudera, orang China pada waktu itu justru lebih suka menumpang kapal-kapal negeri "K'un-lun", yang merujuk pada Jawa dan Sumatra.[1] Orang-orang Nusantara biasanya menyebut kapal China yang besar sebagai "wangkang", sedangkan yang kecil sebagai "top".[9] Ada juga sebutan dalam bahasa Melayu "cunea", "cunia", dan "cunya" yang berasal dari dialek Amoy China 船仔 (tsûn-á), yang merujuk pada kapal China sepanjang 10-20 m.[10][11]

Kata "djong" sendiri adalah penulisan Belanda untuk jong, karena fonem [d͡ʒ] ditulis sebagai /dj/, sedangkan pada penulisan di Indonesia digunakan kata jong.[12]

Lihat Pula[sunting | sunting sumber]

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Coelho, P. (2002). Collins Compact Dictionary. HarperCollins. p. 483. ISBN 0-00-710984-9
  2. ^ Junk, Online Etymology Dictionary .
  3. ^ Pelliot, P. (1933). Les grands voyages maritimes chinois au début du XVe siècle. T'oung Pao, 30(3/5), second series, 237-452. Retrieved from http://www.jstor.org/stable/4527050
  4. ^ a b c Mahdi, Waruno (2007). Malay Words and Malay Things: Lexical Souvenirs from an Exotic Archipelago in German Publications Before 1700. Otto Harrassowitz Verlag. ISBN 9783447054928. 
  5. ^ a b Manguin, Pierre-Yves (1993). Trading Ships of the South China Sea. Journal of the Economic and Social History of the Orient. 253-280.
  6. ^ Zoetmulder, P. J. (1982). Old Javanese-English dictionary. The Hague: Martinus Nijhoff. ISBN 9024761786. 
  7. ^ a b Reid, Anthony (2000). Charting the Shape of Early Modern Southeast Asia. Silkworm Books. ISBN 9747551063. 
  8. ^ 'The Vanishing Jong: Insular Southeast Asian Fleets in Trade and War (Fifteenth to Seventeenth Centuries)', in Anthony Reid (ed.), Southeast Asia in the Early Modern Era (Ithaca: Cornell University Press), 197-213.
  9. ^ Crawfurd, John (1856). A Descriptive Dictionary of the Indian Islands and Adjacent Countries. Bradbury and Evans. 
  10. ^ Pramono, Djoko (2005). Budaya bahari. Gramedia Pustaka Utama. hlm. 112. ISBN 9789792213515. 
  11. ^ Jones, Russel (2007). Loan-Words in Indonesian and Malay. Yayasan Pustaka Obor Indonesia. hlm. 51. 
  12. ^ Illustrated Oxford Dictionary. London: DK. 1998. 


Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  1. Ancient Technology
  2. The Jung Ship