Lompat ke isi

Jalur trem Blimbing–Tumpang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jalur trem Blimbing–Tumpang
Peta jalur trem KSM, MS, MSM, dan OJS. Untuk peta jalur MS diberi garis merah.
Ikhtisar
JenisJalur trem lintas cabang
SistemJalur trem perkotaan
StatusTidak beroperasi
LokalKota Malang
TerminusBlimbing
Tumpang
Operasi
Dibangun olehMalang Stoomtram Maatschappij
Dibuka27 April 1901
Ditutup1968
PemilikPT Kereta Api Indonesia (pemilik aset stasiun)
OperatorWilayah Aset VIII Surabaya
Karakteristik lintasLintas dataran tinggi
DepoMalang Kotalama (MLK)
Data teknis
Panjang rel16,675 Km
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasi20 s.d. 50 km/jam
Peta rute

elev (M)
atau panjang (m)
dalam meter
MLK–BMG–SNG
Blimbing MS
Left arrow Singosari  Malang Jagalan Right arrow
Jembatan Wendit
WDT
Wendit
BUS
Bugis
BNT
Bunut (Malang)
PKS 1
Pakis I
PKS 2
Pakis II
PIR
Pasir
CKO
Cokro
JRU
Jeru
TMP
Tumpang



 
elev (M)
atau panjang (m)
dalam meter
Sinyal mekanik tipe Alkmaar menuju ke arah Stasiun Blimbing MS. Dipotret saat penelusuran bersama antara Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) dengan Komunitas Sahabat Kereta.

Jalur trem Blimbing–Tumpang adalah salah satu jalur trem uap nonaktif di Jawa Timur yang berada di Kota Malang. Jalur ini seluruhnya termasuk dalam Wilayah Aset VIII Surabaya dan memiliki panjang 16,675 km.

Jalur ini dibangun oleh Malang Stoomtram Maatschappij (MS), difungsikan untuk menghubungkan daerah Tumpang dengan Blimbing, Malang yang dekat dengan jalan raya mengingat dahulu aksesnya sangat sukar. Pembangunan jalur ini sepaket dengan jalur Blimbing–Singosari, dibuka pada tanggal 27 April 1901.[1]

Sisa jembatan jalur KA Blimbing-Tumpang di kawasan Wendit, Kota Malang. Dipotret saat penelusuran bersama antara Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) dengan Komunitas Sahabat Kereta.

Secara total, jalur trem ini merupakan bagian dari jalur trem rute Malang Kotalama–Jagalan–Alun-alun Malang–Kayutangan–Celaket–Lowokwaru–Blimbing. Dari Blimbing bercabang dua, satu menuju Singosari, satunya lagi menuju Tumpang. Untuk menunjang operasional dibangun stasiun antarmoda dengan kereta api rel berat milik Staatsspoorwegen. Ada empat stasiun antarmoda yang dibangun oleh MS, yaitu Stasiun Malang Kotalama, Blimbing, Singosari MS, dan Kepanjen MS. Stasiun Malang Jagalan ditetapkan sebagai stasiun utama untuk MS.[2][3]

Jalur ini ditutup lebih awal, yaitu pada tahun 1968 karena akses jalan menuju Blimbing yang semakin mudah tanpa perlu trem lagi. Sisa-sisanya relatif mudah ditemukan, baik itu bangunan stasiun maupun kondisi rel dan bantalan yang masih utuh.

Kini seluruh aset di jalur kereta api ini dikuasai oleh PT Kereta Api Indonesia.

Jalur terhubung

[sunting | sunting sumber]

Lintas aktif

[sunting | sunting sumber]

Lintas nonaktif

[sunting | sunting sumber]

Daftar stasiun

[sunting | sunting sumber]
NomorNama stasiunSingkatanAlamatLetakKetinggianStatusFoto
Lintas Malang Raya
Segmen Blimbing–Tumpang
Diresmikan pada tanggal 27 April 1901
oleh Malang Stoomtram Maatschappij
Termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya
5101 Blimbing BMGJalan Stasiun Blimbing, Purwodadi, Blimbing, Malangkm 5+881 lintas Malang JagalanBlimbingSingosari MS
km 44+946 lintas BangilBlitarKertosono
km 0+000 lintas BlimbingTumpang
+460 mTidak beroperasi
5331 Wendit WDTkm 3+730Tidak beroperasi
Bugis BUSkm 5+123Tidak beroperasi
Bunut (Malang) BNTkm 6+475Tidak beroperasi
5334 Pakis I PKS 1Jalan Raya Malang–Tumpang, Pakiskembar, Pakis, Malangkm 8+650Tidak beroperasi
Pakis II PKS 2km 9+485Tidak beroperasi
Pasir PIRkm 11+516Tidak beroperasi
Cokro CKOkm 12+786Tidak beroperasi
Jeru JRUkm 14+469Tidak beroperasi
5341 Tumpang TMPJalan Stasiun Tumpang, Tumpang, Tumpang, Malangkm 16+675Tidak beroperasi

Keterangan:

  • Stasiun yang dicetak tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang dicetak miring merupakan stasiun nonaktif.

Referensi:

  • Letak stasiun: [4][5]
  • Pengidentifikasi stasiun: [6]
  • Tanggal pembukaan jalur: [7]:106–124

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. van Dirxland, Baron van der Goes; Martens, C.L.J. (1907). Gedenkboek samengesteld ter gelegenheid van het Vijf en Twintig-Jarig Bestaan der Samarang-Joana Stoomtram Maatschappij. Den Haag: Koninklijke Nederlandse-Boek en Kunsthandel van M.M. Couvee.
  2. "Malang - Merdeka.com | Jalur Tram yang menghubungkan wilayah Malang Raya di masa lalu". Merdeka.com. Diakses tanggal 2018-12-12.
  3. Widodo, D.I. (2006). Malang tempo doeloe. Malang: Bayumedia.
  4. Subdirektorat Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). ;
  5. Perusahaan Umum Kereta Api (1992). Ikhtisar Lintas Jawa.
  6. Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia
  7. Reitsma, S.A. (1928). Korte Geschiedenis der Nederlandsch-Indische Spoor- en Tramwegen. Weltevreden: G. Kolff & Co.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]