Hasan al-Bashri
| Biografi | |
|---|---|
| Kelahiran | 642 (Kalender Masehi Gregorius) Madinah |
| Kematian | 728 (Kalender Masehi Gregorius) Basra |
| Data pribadi | |
| Agama | Islam dan Islam Sunni |
| Kegiatan | |
| Spesialisasi | Ulum hadis dan Qira'at al-Qur'an |
| Pekerjaan | muhaddits, Qadi, Qari' |
| Murid dari | Anas bin Malik |
| Murid | Qatadah bin Da'amah, Wasil bin Atha', Ayyub as-Sikhtiyani dan Q12246896 |
Al-Hasan Al-Bashri (bahasa Arab:الحسن بن أبي الحسن البصري ; Abu Sa'id al-Hasan ibn Abil-Hasan Yasar al-Bashri) (Madinah, 642 - 10 Oktober 728) adalah ulama dan cendekiawan muslim yang hidup pada masa awal kekhalifahan Umayyah.
Biografi
[sunting | sunting sumber]Al-Hasan adalah Maula Al-Anshari. Ibunya bernama Khairah, budak Ummu Salamah, istri Nabi Muhammad yang dimerdekakan, dikatakan Ibnu Sa’ad dalam kitab tabaqat Hasan adalah seorang alim yang luas dan tinggi ilmunya, tepercaya, seorang hamba yang ahli ibadah dan fasih bicaranya. Bapaknya bernama Pirouz (kemudian dikenal sebagai Abul Hasan), yang menjadi budak pada zaman pemerintahan Khalifah Umar bin Al-Khattab. Dari kampungnya Pirouz kemudian dibawa ke Madinah sebagai seorang tawanan. Pirouz dan seorang perempuan dari kampungnya, diberikan kepada Ummu Salamah. Lalu Ummu Salamah memberikan mereka berdua kepada saudara terdekat dia dan keduanya lantas menikah dengan tuan mereka dan dibebaskan.
Hasan al-Basri dilahirkan di Madinah pada tahun 21 Hijrah (642 Masehi), 2 tahun terakhir masa Khalifah Umar bin Khatab[1]. Dia pernah menyusu dengan Ummu Salamah. Pada usia 14 bulan, Al-Hasan pindah ke kota Basrah, Irak, dan menetap di sana. Dari sinilah Al-Hasan mulai dikenal dengan sebutan Hasan Al-Bashri. Hasan kemudian dikategorikan sebagai seorang Tabi'in (generasi setelah sahabat). Hasan al-Basri juga pernah berguru kepada beberapa orang sahabat Rasulullah. sehingga dia muncul sebagai Ulama terkemuka dalam peradaban Islam.
Hasan Al Bashri berguru pada para sahabat Nabi, antara lain: Utsman bin Affan, Abdullah bin Abbas, Ali bin Abi Talib, Abu Musa Al-Asy'ari, Anas bin Malik, Jabir bin Abdullah and Abdullah bin Umar. Al-Hasan menjadi guru di Basrah, (Iraq) dan mendirikan madrasah di sana. Di antara para pengikutnya yang terkenal adalah Amr ibn Ubaid dan Wasil ibn Atha.
Dia salah seorang fuqaha yang berani berkata benar dan menyeru kepada kebenaran di hadapan para pembesar negeri dan seorang yang sukar diperoleh tolak bandingnya dalam soal ibadah. Dia menerima hadits dari Abu Bakrah, Imran bin Husein, Jundub, Al Bajali, Muawiyah, Anas, Jabir dan meriwayatkan hadits dari beberapa sahabat diantaranya ‘Ubay bin Ka’ab, Saad bin Ubadah, Umar bin Khattab walaupun tidak bertemu dengan mereka atau tidak mendengar langsung dari mereka. Dan kemudian hadits-haditsnya diriwayatkan oleh Jarir bin Abi Hazim, Humail At Thawil, Yazid bin Abi Maryam, Abu Al Asyhab, Sammak bin Harb, Atha bin Abi Al Saib, Hisyam bin Hasan dan lain-lain.
Keberanian pidato Hasan dalam menyinggung penguasa Umayah membuatnya dipanggil Gubernur Irak, Hajjaj yang terkenal kejam, yang bersiap membunuhnya, namun setelah menghadap dan berdoa, Hajjaj berubah sikap menghormati Hasan membuat orang-orang di sekitarnya menjadi kagum dan bertanya apa doanya. Hasan menjawab, aku hanya mengucapkan doa, "Wahai Yang Maha Melindungi dan tempatku bersandar dalam kesulitan, jadikanlah amarahnya menjadi dingin dan menjadi keselamatan bagiku sebagaimana Engkau jadikan api menjadi dingin dan keselamatan bagi Ibrahim."[2]
Pemberontakan Ibnu al-Asy'at mencoba mengajak Hasan bergabung, namun Hasan menolak, Hajjaj berhasil mengalahkan pasukan Ibnu Asy'at hingga banyak yang terbunuh. Hajjaj yang mengira Hasan terlibat sempat mencari Hasan yang sedang berada di tepi sungai, tetapi ia menceburkan diri sehingga lepas dari pengejaran Hajjaj.[3]

Ketika Khalifah Umar bin Abdul Aziz wafat digantikan Yazid bin Abdul Malik, lalu Yazid menunjuk Umar bin Hubairah sebagai Gubernur Irak. Umar lalu mengundang asy-Sya'bi dan Hasan untuk berdiskusi dan meminta nasihat mengenai pidato mereka yang sering mengkritik penguasa. Hasan lalu memberi nasihat yang membuat Umar menangis agar takut pada Allah bukan pada Yazid,"Karena diminta berbicara, maka Hasan al-Bashri pun berkata, "Wahai Ibnu Hubairah, takutlah kepada Allah atas Yazid dan jangan takut kepada Yazid karena Allah. Sebab ketahuilah bahwa Allah bisa menyelamatkanmu dari Yazid, sedangkan Yazid tak mampu menyelamatkanmu dari murka Allah. Wahai Ibnu Hubairah, aku khawatir akan datang kepadamu malaikat maut yang keras dan tak pernah menentang perintah Rabb-nya lalu memindahkanmu dari istana yang luas ini menuju liang kubur yang sempit. Di situ engkau tidak akan bertemu dengan Yazid. Yang kau jumpai hanyalah amalmu yang tidak sesuai dengan perintah Rabb-mu dan Rabb Yazid."[2]
Kematian
[sunting | sunting sumber]Hasan al-Basri meninggal dunia di Basrah, Iraq, pada hari jum'at 5 Rajab 110 Hijrah[1] (728 Masehi), pada umur 89 tahun, ribuan penduduk Basrah berdesak-desakan mensolatkannya hingga waktu ashar.[3]
Hasan adalah pendukung kuat nilai tradisional dan cara hidup zuhud, kehidupan dunia hanyalah perjalanan untuk ke akhirat, dan kesenangan dinafikan untuk mengendalikan nafsu. Khutbah-khutbah dia dianggap sebagi contoh terbaik dan terawal sastra Arab.[4]
Rujukan
[sunting | sunting sumber]- 1 2 Affani, Syukron (2019-03-04). Tafsir Al-Qur'an dalam Sejarah Perkembangannya. Kencana. hlm. 127. ISBN 978-602-422-704-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- 1 2 Muhibbuddin, Muhammad (2020-03-11). PESAN-PESAN CINTA ULAMA KLASIK DUNIA Menyelami Hakikat Cinta Sejati Para Sufi. Araska Publisher. hlm. 35. ISBN 978-623-7537-78-6. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- 1 2 Mustofa, Imron (2017-11-06). Sejarah Hidup Para Penyambung Lidah Nabi. LAKSANA. hlm. 208. ISBN 978-602-407-215-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ John Esposito, The Oxford Dictionary of Islam, 2003
Bacaan Lanjutan
[sunting | sunting sumber]- Reinhart Dozy, Essai sur l'histoire de l'islamisme, m.s. 201 sqq. (Leiden dan Paris, 1879)
- Alfred von Kremer, Culturgeschichtliche Streifzüge auf dem Gebiete des Islams, m.s. 5 seq.
- Reynold Alleyne Nicholson, Sejarah kesusasteraan orang-orang Arab, m.s. 225-227 (London, 1907).
- Riwayat hidup Hasan al-Bashri ditemukan dalam Kamus Biografi Imam Nawawi (ed. F. Wüstenfeld, Göttingen, 1842-1847).
- Siyar al-A'lam an-Nubala karya ad-Dzahabi
- az-Zuhd karya Ahmad bin Hambal
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- biografi Hasan Bashri Diarsipkan 2023-05-28 di Wayback Machine.
- Biografi Hasan al-Bashri dan Kata-Kata Bijaknya Diarsipkan 2022-05-27 di Wayback Machine.