Glosarium Islam

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Daftar berikut ini meliputi konsep-konsep penting yang disadur dari disiplin ilmu Islam dan tradisi Arab yang kebanyakan diungkapkan dalam bahasa Arab. Memisahkan konsep-konsep dalam Islam dari konsep-konsep khas budaya atau bahasa Arab sangat tidak mudah. Tujuan utama dari daftar ini adalah untuk memperjelas beragam ejaan, mencatat ejaan-ejaan yang tidak lagi digunakan untuk konsep-konsep tersebut, mendefinisikan konsep dalam satu-dua baris, mempermudah pembaca untuk menemukan dan langsung memahami konsep-konsep spesifik, dan menyediakan petunjuk untuk sebuah konsep khusus dalam Islam, semuanya dalam satu tempat.

Teks Arab tetap ditulis dalam abjadnya tersendiri, dengan huruf, simbol, dan konvensi-konvensi ortografi yang tidak setara dengan Abjad Latin (lihat Abjad Arab). Banyak item dalam daftar juga disediakan ejaan dalam bahasa Arabnya.

A[sunting | sunting sumber]

adab (أدب)
aturan perilaku dalam Islam.[1]
Abbasiyah (عباسية)
Lihat Kekhalifahan Abbasiyah.
akhirat (الآخرة)

al-khamsah (الخمسة)
lima; yaitu empat pengarang kitab kumpulan hadis (sunan): Abu Dawud, An-Nasa'i, At-Tirmidzi, Ibnu Majah; dan Imam Ahmad, salah satu pengarang kitab kumpulan sanad (musnad).
Al-Qur'an (القرآن)

Allahu a'lam (الله أعلم)

Allahu akbar (الله أكبر)
Lihat takbir.
Alquran
Lihat Al-Qur'an.

B[sunting | sunting sumber]

bid'ah (بدعة)
ajaran yang tidak dicontohkan oleh Nabi Muhammad.
buka puasa

D[sunting | sunting sumber]

dha'if
Lihat hadis dha'if.
dosa

H[sunting | sunting sumber]

hadis (حديث)

hadis dha'if (حديث ضعيف)
artinya, “hadis lemah.” Sebuah hadis Nabi Muhammad masuk ke status lemah apabila terdapat kelemahan dalam rantai narator hadis, misal karena terputusnya rantai narator atau karena ada narator yang memiliki hafalan yang buruk.
haji (الحج)

hijrah (هجرة)
migrasi dari sebuah wilayah yang mayoritas penduduknya kafir ke wilayah Islam.

I[sunting | sunting sumber]

iftar (إفطار)
Lihat buka puasa.

K[sunting | sunting sumber]

Kekhalifahan Abbasiyah (الخلافة العباسية)

P[sunting | sunting sumber]

puasa

R[sunting | sunting sumber]

radhiyallahu ‘anhu (رضي الله عنه)

S[sunting | sunting sumber]

sahur (سحور)
makan dan minum lewat tengah malam sebelum memulai berpuasa.
salat (صلاة)

SAW
Lihat shallallahu 'alaihi wasallam.
shalat
Lihat salat.
shalawat (صلوات)
kalimat doa yang seringnya ditujukan untuk mendoakan Nabi Muhammad. Ungkapan yang sering dipakai adalah shallallahu 'alaihi wasallam.
shallallahu 'alaihi wasallam (صلى الله عليه وسلم)

T[sunting | sunting sumber]

takbir (تكبير)
pengagungan; pengucapan lafaz الله أكبر (transliterasi: Allāh[u] akbar) “Allah Mahabesar.”
taqrir (تقرير)
pembolehan oleh Nabi Muhammad mengenai suatu perbuatan. Apabila suatu perbuatan dilakukan oleh sahabat Nabi, belum pernah diperintahkan atau dilarang oleh Nabi, Nabi mengetahui terjadinya, dan Nabi mendiamkannya atau tidak mengingkarinya, maka perbuatan tersebut diperbolehkan dan menjadi hukum. Perilaku diamnya Nabi atau tidak ingkarnya itulah yang disebut taqrir.

W[sunting | sunting sumber]

wallahu a'lam (والله أعلم)
Lihat Allahu a'lam.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Philips 2006.
  2. ^ Philips 2006.

Daftar pustaka

  • Philips, Abu Ameenah Bilal, Dr. (2006). The Evolution of Fiqh (Islamic Law and the Madh-habs) (dalam bahasa Inggris). Riyadh: International Islamic Publishing House. ISBN 9960-9533-3-5.