Geosite Sipinsur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Geosite Sipinsur
Sipinsur Geopark Sign.jpg
Geosite Sipinsur di Humbang Hasundutan
Informasi
Lokasi Desa Pearung, Kecamatan Paranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatra Utara
Negara Indonesia Indonesia
Pengelola Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan
Jenis objek wisata Wisata alam
Gaya Hutan bebas
Luas 0,002 km2
Fasilitas Toilet umum, pondok, lahan parkir, tempat bermain anak, dan tempat sampah

Geosite Sipinsur adalah sebuah taman atau kawasan wisata alam di tepian Danau Toba, tepatnya di desa Pearung, kecamatan Paranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan, provinsi Sumatra Utara, Indonesia.[1] Di Geosite Sipinsur ini, pengunjung dapat melihat sekitar Danau Toba.[2] Geosite Sipinsur berada di ketinggian 1.213 mdpl, tepat di punggung Bukit Barisan.[3]

Lokasi[sunting | sunting sumber]

Geosite Sipinsur berada di desa Pearung, kecamatan Paranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan, provinsi Sumatra Utara. Jarak ke objek wisata ini sekitar 18 kilometer dari Bandara Silangit, di Siborongborong, Tapanuli Utara.[4] Bandara Silangit adalah pintu masuk utama melalui udara menuju kawasan wisata Danau Toba. Dan Danau Toba menjadi salah satu dari lima kawasan wisata prioritas Indonesia, sesuai arahan presiden Indonesia, Joko Widodo.

Situs geologi[sunting | sunting sumber]

Tempat kuliner di Geosite Sipinsur

Pada tahun 2019, presiden Indonesia Joko Widodo, melakukan kunjungan ke kawasan Geosite Sipinsur. Bulan Agustus tahun 2019, Danau Toba menjadi anggota UNESCO Global Geopark (UGG). Sehingga menjelang peresmian menjadi anggota UGG pada April 2020 di kota Paris Prancis, pemerintah fokus mengembangkan 16 kawasan geosite Danau Toba, salah satunya adalah Geosite Sipinsur. Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT) fokus mengembangkan 16 situs geologi tersebut. Pengembangan kawasan termasuk perbaikan infrastruktur, pembangunan tempat kuliner, serta memperbanyak agenda seni budaya di kawasan Geosite Sipinsur.[5]

Fasilitas[sunting | sunting sumber]

Pemandangan Danau Toba dari Geosite Sipinsur, dan terlihat pula kecamatan Muara, Tapanuli Utara.

Geosite Sipinsur dikelilingi oleh pepohonan Pinus, sehingga tempat ini cukup rindang, dan udara di kawasan ini juga tergolong lembab. Posisi Sipinsur berada di ketinggian 1.213 mdpl, sehingga melalui tempat ini, bisa melihat sekitar kawasan Danau Toba, dan juga bisa melihat dua Pulau Sibanding, yang ada di Danau Toba. Kawasan wisata Muara di Kabupaten Tapanuli Utara juga bisa terlihat dari Geosite Sipinsur.[3]

Setelah dilakukan pengembangan dan revitalisasi, berbagai fasilitas di Geosite Sipinsur dapat mendukung kebutuhan wisatawan yang datang ke tempat ini. Beberapa fasilitas yang dikembangkan adalah tersedianya pusat jajanan dengan konsep tiny house atau rumah kecil. Tersedia juga peralatan tenda untuk wisatawan yang ingin camping, dan juga ada taman bermain untuk anak-anak.[4][3] Pada akhir tahun 2018, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika, layanan Wi-Fi gratis telah tersedia di tempat ini. Pengadaan Wifi gratis ini juga meningkatkan jumlah wisatawan ke Geosite Sipinsur.[6]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Napitupulu, Masdalena (21 Desember 2021). "Wisata Geosite Sipinsur, Info Rute dan Daya Tarik". sumut.idntimes.com. Diakses tanggal 5 Februari 2022. 
  2. ^ Rasyid, Muhammad Anil (26 Januari 2022). Ayu Prasandi, ed. "Geosite Sipinsur Wisata Hits di Humbang Hasundutan, Biaya Masuk Hanya Rp 1.000". www.medan.tribunnews.com. Diakses tanggal 5 Februari 2022. 
  3. ^ a b c "Taman Wisata Sipinsur Geosite Sipinsur - Humbahas". www.pariwisatasumut.net. Pariwisata Sumut. 9 Maret 2019. Diakses tanggal 5 Februari 2022. 
  4. ^ a b "Geosite Sipinsur". northsumatrainvest.id. Diakses tanggal 5 Februari 2022. 
  5. ^ "Kembangkan 16 Situs Geologi". p3tb.pu.go.id. 23 Februari 2020. Diakses tanggal 5 Februari 2022. 
  6. ^ "Tersedia Wifi Gratis, Pengunjung Geosite Sipinsur Meroket 500 Persen". sumut.idntimes.com. Diakses tanggal 5 Februari 2022.