Elly Sugigi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Elly Sugigi
Nama lahir Elly Suhari
Lahir 16 Oktober 1971 (umur 48)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Pekerjaan Pelawak, aktris
Tahun aktif 2006 - sekarang
Pasangan Arifin (k. 1993; c. 2005)
Bagus (k. 2010; c. 2010)
Aldo Rossi (k. 2013; c. 2013)
Ferry Anggara (k. 2015; c. 2017)
Anak Yoga
Ulfi Damayanti

Elly Suhari atau yang dikenal dengan Ely Sugigi (lahir di Jakarta, 16 Oktober 1971; umur 48 tahun) adalah pelawak dan aktris berkebangsaan Indonesia yang dikenal karena perannya sebagai Kiyem di Anugerah Cinta, Sumi di Berkah Cinta dan Janet di Jodoh Wasiat Bapak.

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Pernikahan dengan Arifin[sunting | sunting sumber]

Tetapi pada tahun 1993 terpaksa kabur dari rumah orang tua dan kemudian menikah dengan seorang pengamen bernama Arifin yang 5 tahun lebih muda darinya (kelahiran 1976).Ely berdagang jualan kue disekitar kantor wali kota Jaktim, Ketika dagangan mulai laku Ely sakit usus buntu dan terpaksa berutang cukup banyak. Ditambah suaminya yang telah mendapat pekerjaan juga mengalami musibah kontrak kerjanya tidak diperpanjang lagi Perjalanan hidup akhirnya mengantarkannya menjadi pembantu rumah tangga untuk menutupi biaya hidup dan menutup hutang.

Tahun 2004 Elly mengidap penyakit paru-paru dan membuatnya makin banyak berutang. Suatu saat hutangnya sudah cukup besar dan kesulitan untuk membayarnya sampai sempat dikejar-kejar oleh pengutangnya. Dari kesulitan itulah Elly mencoba untuk mencari uang dengan mengikuti audisi acara televisi yaitu Extravaganza bersama anaknya, tetapi acara sudah ditutup akhirnya Elly menonton acara lenong nyok dan dibayar Rp.10.000 sebagai penonton. Karena membuat suasana ramai maka Elly disuruh datang lagi esok harinya. Tahun 2005 ia bercerai dengan Arifin .

Pernikahan dengan Bagus[sunting | sunting sumber]

Ia menikah dengan seorang pria bernama Bagus yang beda 15 tahun darinya (kelahiran 1986) pada tahun 2010—secara resmi, yang hanya bertahan 6 bulan—karena ada masalah besar, Bagus adalah seorang homoseksual/gay (cowok suka cowok).

Pernikahan dengan Aldo Rossi[sunting | sunting sumber]

Hidup Ely berubah dengan mempunyai penghasilan dari usaha sendiri dan sekarang Elly Sugigi perbulan bisa meraih keuntungan Sekitar 25 s/d 35 Juta. Angka ini di dapat dari fee Rp 5000 per penonton. Penonton sendiri dibayar sekitar 25 - 35 ribu. Rupanya berkecimpung di dunia TV membuat Elly suka ditawarin ikut mengisi acara sebagai bintang tamu sehingga penghasilnnya semakin besar dan mampu membeli sebuah mobil sedan berkelas dan punya banyak kontrakan.

Bisnis Elly kemudian melebar menjadi manajemen talent iklan dan video klip. Nah dari sinilah Elly Sugigi bertemu dengan Aldo Rossi. Pertama bertemu bulan Desember 2012 kemudian mereka saling curhat dan akhirnya mereka menikah pada Februari 2013. Mulanya Elly ragu dengan pernikahan ini apalagi Aldo berwajah tampan dan usia terpaut jauh sekitar 18 tahun dimana Elly berusia 42 tahun sedangkan Aldo Rosy 24 tahun. Tetapi Aldo mengenalkan Ely pada keluarga dan teman-temannya sehingga Elly Sugigi merasa yakin dengan Aldo.

Saat menikah Elly sendiri berstatus sebagai janda dengan 2 orang anak (ia bercerai dari suaminya karena menurut Elly suaminya suka berlaku kasar), sementara Aldo sendiri masih mempunyai istri, jadi Elly saat menikah adalah istri kedua Aldo. Pernikahan mereka terendus beberapa hari lalu saat diawawancara oleh sebuah stasiun TV, publik masih menunggu apakah Elly dan Aldo akan langgeng atau hanya dijadikan alasan untuk Aldo mendongkrak kariernya sebagai artis. Saat ini Aldo adalah artis baru iklan dan video klip dengan Elly sebagai manajernya. Aldo Rossi sendiri segera akan menginjak dunia akting sinetron. Elly Sugigi atau Elly Suhari terkenal dengan penampakan gigi atasnya yang menonjol keluar, dahulu gigi seperti ini sering disebut gigi boneng, nama seorang aktor senior. Nah Elly ini mempunyai kisah hidup biasa saja dari kecil sampai menyelesaikan SMA setelah itu kemudian menikah, dari sanalah mulai mengalami kesulitan hidup. Akhirnya jalan hidup membawa Ely Sugigi menjadi pembatu rumah tangga. Gajinya yang kecil sebagai PRT membuatnya terpaksa berhutang semakin banyak.[1] Suatu saat Elly menemukan HP tergeletak begitu saja di lokasi syuting. kemudian Elly membawanya. Timbullah gejolak antara mengembalikan atau membawa HP itu mengingat dia sedang punya utang. Tetapi akhirnya kebaikan menang dan Elly mengembalikan HP kepada satpam lalu ke resepsionis.

Ternyata HP itu adalah milik seorang produser di stasiun TV tersebut. Setelah bertemu dengan sang produser dan ngobrol-ngobrol akhirnya Elly Sugigi ditawari untuk mengurus para penonton acara TV dengan istilah agen penonton atau manajemen penonton. Suatu bidang pekerjaan yang masih asing. Mulanya Elly ragu karena tidak punya pengalaman dan modal. Akhirnya Ely nekad mengambil tawaran itu dan meminjam uang kepada salah karyawan trans TV yaitu mas Nurhadi sebesar 500 ribu.

Eli menikah dengan Aldo tahun 2013, Aldo 18 tahun lebih muda darinya (lahir 1989). Namun pada tahun 2013 juga Elly dan Aldo telah bercerai.[2][3]

Pernikahan dengan Ferry Anggara[sunting | sunting sumber]

Ely kembali menikah dengan Ferry Anggara, pria yang 19 tahun lebih muda darinya pada 8 November 2015.[4] Namun sayangnya Elly kembali harus menjadi janda untuk yang keempat kalinya setelah hakim mengetuk palu perceraian di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, pada Rabu, 10 Mei 2017.[5]

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Film[sunting | sunting sumber]

Tahun Judul Peran Produksi
2016 Maju Kena Mundur Kena Returns MVP Pictures

Sinetron[sunting | sunting sumber]

Tahun Judul Peran Produksi
2015 Vampire MD Entertainment
Centini SinemArt
2016–2017 Anugerah Cinta Kiyem
2017 Berkah Cinta Sumi
Gali Lobang Tutup Lobang Suli
Rahmat Cinta Rosidah
2018 Jodoh Wasiat Bapak Janet Tobali Putra Productions

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Tahun Penghargaan Kategori Ket. Hasil
2016 Silet Awards Peran Pembantu Sinetron Tersilet dalam sinetron Anugerah Cinta Nominasi

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]