Lompat ke isi

Dokter spesialis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Dokter spesialis adalah dokter (dr.) atau dokter gigi (drg.) yang menempuh pendidikan lanjutan untuk mendalami bidang tertentu dalam ilmu kedokteran atau kedokteran gigi. Untuk memperoleh gelar spesialis, seorang dokter atau dokter gigi harus menyelesaikan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) atau Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS). PPDS dan PPDGS merupakan jenjang pendidikan lanjutan setelah program profesi dokter atau dokter gigi. Sebelum memasuki program ini, peserta wajib lulus Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) atau Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter Gigi (UKMP2DG), serta menyelesaikan masa internship (magang) di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.[1][2]

Program pendidikan dokter spesialis di Indonesia diselenggarakan oleh fakultas kedokteran dan fakultas kedokteran gigi di universitas negeri. Lama pendidikan bervariasi antarspesialis, umumnya antara 6 hingga 11 semester untuk PPDS dan 6 hingga 12 semester untuk PPDGS. Peserta program ini disebut residen.

Daftar spesialisasi kedokteran di Indonesia

[sunting | sunting sumber]

Di bawah ini adalah daftar spesialisasi kedokteran, beserta gelar, masa studi, dan organisasi penaung.[3][4][5]

Spesialisasi GelarLama Studi

(semester)

Organisasi Penaung
Akupunktur Medik Sp.Ak

Sp.Akp

6 Perhimpunan Dokter Spesialis Akupunktur Medik Indonesia (PDAI)
Anak Sp.A8 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Andrologi Sp.And8 Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia (PERSANDI)
Anestesiologi dan Terapi Intensif Sp.An

Sp.An-TI

8 Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN)
Bedah Sp.B10 Persatuan Dokter Spesialis Bedah Umum Indonesia (PABI)
Bedah Anak Sp.BA10 Persatuan Dokter Spesialis Bedah Anak Indonesia (PERBANI)
Bedah Plastik, Rekonstruksi, dan Estetik Sp.BP-RE10 Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Indonesia (PERAPI)
Bedah Saraf Sp.BS11 Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Saraf Indonesia (PERSPEBSI)
Bedah Toraks dan Kardiovaskular Sp.BTKV10 (Lulusan Dokter Umum)

7 (Lulusan Spesialis Bedah/Sp.B)

Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular Indonesia (HBTKVI)
Dermatologi, Venereologi, dan Estetika Sp.KK

Sp.DV

Sp.DVE

7 Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI)
Emergency Medicine (Kegawatdaruratan Medik) Sp.EM8 Perhimpunan Dokter Ahli Emergensi Indonesia (PERDAMSI)
Farmakologi Klinik Sp.FK6 Perhimpunan Dokter Spesialis Farmakologi Klinik Indonesia (PERDAFKI)
Forensik dan Medikolegal Sp.F

Sp.FM

6 Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI)
Gizi Klinik Sp.GK6 Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI)
Jantung dan Pembuluh Darah Sp.JP10 Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI)
Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Sp.KFR8 Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia (PERDOSRI)
Kedokteran Jiwa Sp.KJ8 Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI)
Kedokteran Kelautan Sp.KL 7 Perhimpunan Kedokteran Kelautan (PERDOKLA)
Kedokteran Keluarga Layanan Primer Sp.KKLP6-7 Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI)
Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler Sp.KN

Sp.KN-TM

8 Perhimpunan Kedokteran Nuklir Indonesia (PKNI)
Kedokteran Okupasi Sp.Ok6 (Lulusan Dokter Umum), 4 (Lulusan Magister Kedokteran Kerja) Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (PERDOKI)
Kedokteran Olahraga Sp.KO7 Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO)
Kedokteran Penerbangan Sp.KP9 Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Penerbangan Indonesia (PERDOSPI)
Mikrobiologi Klinik Sp.MK7 Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI)
Neurologi Sp.S

Sp.N

8 Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI)
Obstetri dan Ginekologi Sp.OG9 Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI)
Oftalmologi Sp.M7 Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI)
Onkologi Radiasi Sp.Onk.Rad7 Perhimpunan Dokter Spesialis Onkologi Radiasi Indonesia (PORI)
Orthopaedi dan Traumatologi Sp.OT9 Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Orthopedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI)
Parasitologi Klinik Sp.Par.K6 Perhimpunan Dokter Spesialis Parasitologi Klinik Indonesia (PDS PARKI)
Patologi Anatomi Sp.PA6 Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)
Patologi Klinik Sp.PK8 Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia (PDS PATKLIN)
Penyakit Dalam Sp.PD9 Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI)
Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Sp.P

Sp.PKR

7 Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)
Radiologi Sp.Rad7 Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Indonesia (PDSRI)
Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher Sp.THT

Sp.THT-KL

Sp.THT-BKL

8 Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher Indonesia (PERHATI-KL)
Urologi Sp.U10 Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI)

Subspesialis (Konsultan) dan Fellowship

[sunting | sunting sumber]

Sebagian dokter spesialis melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu pendidikan dokter subspesialis (Sp2), yang juga dikenal dengan sebutan dokter konsultan. Program ini bertujuan memperdalam keahlian dalam cabang tertentu dari suatu bidang spesialisasi. Lama pendidikan subspesialis umumnya antara empat hingga enam semester, bergantung pada bidang keahlian dan ketentuan masing-masing kolegium. Penulisan gelar subspesialis dapat bervariasi. Secara umum, gelar ditulis dengan menambahkan huruf (K) di belakang gelar spesialis, yang berarti konsultan. Namun, terdapat beberapa subspesialis dengan gaya penulisan yang berbeda.[6]

Selain pendidikan subspesialis, terdapat pula jenjang pelatihan lainnya yang dikenal sebagai fellowship. Program ini diikuti oleh dokter yang telah menyelesaikan pendidikan spesialis dan ingin memperdalam kompetensi di bidang tertentu. Fellowship dapat ditempuh oleh dokter dari berbagai cabang spesialisasi, seperti jantung dan pembuluh darah, penyakit dalam, bedah, kegawatdaruratan medik, paru, kulit dan kelamin, serta seksologi.

Dalam konteks internasional, fellow merujuk pada dokter yang telah menyelesaikan pendidikan kedokteran dan masa pendidikan dokter spesialis, kemudian memilih untuk memperdalam suatu bidang subspesialisasi melalui program pelatihan lanjutan yang diakui oleh lembaga akreditasi. Lama pelatihan fellowship umumnya berlangsung antara satu hingga tiga tahun, tergantung pada bidang keahliannya.[7][8]

Tidak semua dokter menjalani program fellowship, karena pelatihan ini bersifat opsional dan ditujukan bagi mereka yang ingin memperluas kompetensi profesional di bidang tertentu. Dalam beberapa kasus, gelar fellow juga menunjukkan keanggotaan dalam organisasi profesi tertentu, dengan persyaratan khusus yang harus dipenuhi sebelum memperoleh status tersebut. Perlu dicatat bahwa, walaupun gelar fellowship biasanya terasosiasi dengan bidang spesialis tertentu, tidak menutup kemungkinan dokter dari disiplin lain dapat mengikuti fellowship tersebut, terutama apabila bidang ilmunya memiliki area yang saling tumpang tindih.

Akupunktur Medik

[sunting | sunting sumber]

Gelar subspesialis Akupunktur Medik (Sp.Ak atau Sp.Akp) mencakup beberapa bidang peminatan,[9][10] antara lain:

  • Akupunktur Medik, Analgesia, dan Anestesia — Sp.Ak, Subsp.Ak-AA(K); atau Sp.Ak, Subsp.AA(K)
  • Akupunktur Medik Geriatri — Sp.Ak, Subsp.G(K)

Gelar subspesialis Ilmu Kesehatan Anak (Sp.A) mencakup beberapa bidang peminatan,[11][12] antara lain:

  • Alergi, Imunologi, dan Reumatologi — Sp.A, Subsp.A.Im(K)
  • Emergensi dan Terapi Intensif Anak (ETIA) — Sp.A, Subsp.ETIA(K)
  • Endokrinologi — Sp.A, Subsp.Endo(K)
  • Gastroenterologi dan Hepatologi — Sp.A, Subsp.GH(K)
  • Hematologi dan Onkologi — Sp.A, Subsp.H.Onk(K)
  • Infeksi dan Penyakit Tropis — Sp.A, Subsp.Inf.PT(K)
  • Kardiologi — Sp.A, Subsp.Kardio(K)
  • Neonatalogi — Sp.A, Subsp.Neo(K)
  • Neurologi — Sp.A, Subsp.Neuro(K)
  • Nutrisi dan Penyakit Metabolik — Sp.A, Subsp.NPM(K)
  • Pencitraan — Sp.A, Subsp.Pct(K)
  • Respirologi — Sp.A, Subsp.Respi(K)
  • Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial — Sp.A, Subsp.TKPS(K)

Adapun beberapa contoh fellowship yang dapat diambil oleh dokter spesialis anak, antara lain:

  • Fellow of the American Academy of Pediatrics (FAAP)
  • Fellow of the Indonesian Pediatric Society (FIPS)
  • Fellow of the Royal College of Paediatrics and Child Health (FRCPCH)
  • Fellow of the Asian Society for Pediatric Research (FASPR)

Andrologi

[sunting | sunting sumber]

Gelar subspesialis Andrologi (Sp.And) mencakup beberapa bidang peminatan,[13] antara lain:

  • Fertilitas dan Endokrinologi Reproduksi — Sp.And, Subsp.FER(K)
  • Seksologi dan Pengobatan Anti-Penuaan — Sp.And, Subsp.SPAP(K)

Adapun beberapa contoh fellowship yang dapat diambil oleh dokter seksologi atau andrologi, antara lain:

  • Fellow of the European Academy of Andrology (FEAA)
  • Fellow of the European Committee of Sexual Medicine (FECSM)
  • Fellow of the Indonesian Andrological Society (FIAS)
  • Fellow of the International Society for Sexual Medicine (FISSM)

Anestesiologi dan Terapi Intensif

[sunting | sunting sumber]

Gelar subspesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif (atau Anestesiologi dan Reanimasi)[14] mencakup beberapa bidang peminatan,[15][16][17][18][19] antara lain:

  • Anestesi Kardiovaskular dan Critical Care — Sp.An-TI, Subsp.An.Kv(K); Sp.An-TI, Subsp.AKV(K); atau Sp.An-TI, KAKV
  • Anestesi Obstetri dan Critical Care — Sp.An-TI, Subsp.An.O(K); atau Sp.An-TI, KAO
  • Anestesi Pediatri dan Critical Care — Sp.An-TI, Subsp.An.Ped(K); atau Sp.An-TI, KAP
  • Anestesi Regional — Sp.An-TI, Subsp.An.R(K); atau Sp.An-TI, KAR
  • Manajemen Nyeri — Sp.An-TI, Subsp.M.N(K); atau Sp.An-TI, KMN
  • Neuroanestesi dan Critical Care — Sp.An-TI, Subsp.N.An(K); Sp.An-TI, KNA; atau Sp.An-TI, NCC
  • Terapi Intensif (Intensive Care) — Sp.An-TI, Subsp.TI(K); Sp.An-TI, Subsp.IT(K); atau Sp.An-TI, KIC

Penulisan gelar subspesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif dapat bervariasi tergantung pada kebijakan institusi pendidikan masing-masing. Sebagian dokter spesialis anestesi menuliskan gelar dengan awalan “Subsp.” di belakang gelar spesialis, sedangkan yang lain menggunakan huruf “K” yang diikuti bidang peminatannya sebagai singkatan dari konsultan. Sebagai contoh, Sp.An-TI, KAKV merujuk pada Dokter Spesialis Anestesi dan Terapi Intensif, Subspesialis Anestesi, Konsultan Kardiovaskular dan Critical Care.

Gelar subspesialis Ilmu Bedah (Sp.B) mencakup beberapa bidang peminatan,[14][19][20] antara lain:

  • Bedah Digestif — Sp.B, Subsp.BD(K); atau Sp.B-KBD[21]
  • Bedah Kepala Leher — Sp.B, Subsp.BKL(K); Sp.B(K)KL;[21] atau Sp.B-KL
  • Bedah Onkologi — Sp.B, Subsp.Onk(K); Sp.B(K)Onk; atau Sp.B-Onk
  • Bedah Pediatri — Sp.B, Subsp.Ped(K)
  • Bedah Vaskular dan Endovaskular — Sp.B, Subsp.BVE(K)

Walaupun terdapat beberapa subspesialis dalam Ilmu Bedah yang memiliki area keahlian yang saling bertumpang tindih dengan spesialis lain, misalnya subspesialis Bedah Pediatri dengan Spesialis Bedah Anak (Sp.BA), atau subspesialis Bedah Vaskular dan Endovaskular dengan Bedah Toraks dan Kardiovaskular (Sp.BTKV), keduanya tetap merupakan gelar yang terpisah, dengan jalur pendidikan, kurikulum, dan kewenangan praktik yang berbeda.[21]

Adapun beberapa contoh fellowship yang dapat diambil oleh dokter spesialis bedah, termasuk dokter spesialis bedah lainnya (Sp.BA, Sp.BPRE, Sp.BTKV. Sp.BS, hingga Sp.OG dan Sp.U), antara lain:

  • Fellow of the American College of Surgeons (FACS)
  • Fellow of the Royal College of Surgeons (FRCS)
  • Fellow of the Royal College of Surgeons of Canada (FRCSC)
  • Fellow of the Royal Australasian College of Surgeons (FRACS)
  • Fellow of the European Board of Surgeons (FEBS)
  • Fellow of the International College of Surgeons (FICS)
  • Fellow of the International College of Robotic Surgeons (FICRS)
  • Fellow of the Indonesian College of Surgeons (FINACS)
  • Fellowship in Advanced Laparoscopic Surgery (FALS)
  • Fellowship in Advanced Minimally Invasive Laparoscopic Surgery (FAML)

Bedah Anak

[sunting | sunting sumber]

Gelar subspesialis Ilmu Bedah Anak (Sp.BA) mencakup beberapa bidang peminatan, antara lain:

  • Bedah Digestif Anak — Sp.BA, Subsp.DA(K)
  • Bedah Urogenital Anak — Sp.BA, Subsp.UA(K)

Bedah Plastik, Rekonstruksi, dan Estetik

[sunting | sunting sumber]

Gelar subspesialis Bedah Plastik, Rekonstruksi, dan Estetik (Sp.BP; Sp.BP-RE; atau Sp.BPRE) mencakup beberapa bidang peminatan,[22] antara lain:

  • Bedah Estetik Lanjut — Sp.BPRE, Subsp.EL(K)
  • Bedah Tangan — Sp.BPRE, Subsp.T(K)
  • Genitalia Eksterna — Sp.BPRE, Subsp.GE(K)
  • Kraniomaksilofasial — Sp.BPRE, Subsp.KF(K)
  • Luka Bakar dan Luka — Sp.BPRE, Subsp.LBL(K)
  • Rekonstruksi Bedah Mikro dan Onkoplasti — Sp.BPRE, Subsp.MO(K)Adapun fellowship yang dapat diambil oleh dokter spesialis Bedah Plastik, Rekonstruksi, dan Estetik, selain yang dinyatakan pada bagian Bedah, antara lain:
  • Fellow of the International Confederation of Plastic, Reconstructive and Aesthetic Surgery (FIPRAS)
  • Fellow of the International Society of Aesthetic Plastic Surgery (FISAPS)

Bedah Saraf

[sunting | sunting sumber]

Gelar subspesialis dalam Ilmu Bedah Saraf (Sp.BS) mencakup beberapa bidang peminatan,[23][24] antara lain:

  • Bedah Saraf Fungsional — Sp.BS, Subsp.NF
  • Neuroonkologi — Sp.BS, Subsp.N-Onk
  • Neuropediatri — Sp.BS, Subsp.N-Ped
  • Neurotrauma — Sp.BS, Subsp.N-Tr
  • Neurovaskular — Sp.BS, Subsp.N-Vas
  • Tulang Belakang — Sp.BS, Subsp.TB

Adapun fellowship yang dapat diambil oleh dokter spesialis Bedah Saraf, selain yang dinyatakan pada bagian Bedah, antara lain:

  • Fellow of Indonesia Neurospine Society (FINSS)

Bedah Toraks dan Kardiovaskular

[sunting | sunting sumber]

Gelar subspesialis dalam Bedah Toraks dan Kardiovaskular (Sp.BTKV) mencakup beberapa bidang peminatan,[25] antara lain:

  • Bedah Jantung Dewasa — Sp.BTKV, Subsp.JD(K)
  • Bedah Jantung Pediatrik dan Kongenital — Sp.BTKV, Subsp.JPK(K)
  • Bedah Toraks — Sp.BTKV, Subsp.T(K)
  • Bedah Vaskular dan Endovaskular — Sp.BTKV, Subsp.VE(K)

Adapun fellowship yang dapat diambil oleh dokter spesialis Bedah Toraks dan Kardiovaskular, selain yang dinyatakan pada bagian Bedah, antara lain:

  • Fellow of the Indonesian Association of Thoracic, Cardiac and Vascular Surgeons (FIATCVS)
  • Fellow of the Asian Society for Cardiovascular and Thoracic Surgery (FASCVTS)
  • Fellow of the Indonesian Neurosurgical Pain Society (FINPS)

Dermatologi, Venereologi, dan Estetika

[sunting | sunting sumber]

Gelar subspesialis dalam Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin (Sp.KK, Sp.DV, atau SP.DVE) mencakup beberapa bidang peminatan,[14][19] antara lain:

  • Dermatologi Alergi dan Imunologi — Sp.DVE, Subsp.DAI
  • Dermatologi Anak — Sp.DVE, Subsp.DA
  • Dermatologi Dermatologi Tropis — Sp.DVE, Subsp.DT
  • Dermatologi Kosmetik dan Estetika — Sp.DVE, Subsp.DKE
  • Onkologi dan Bedah Kulit — Sp.DVE, Subsp.OBK
  • Venereologi — Sp.DVE, Subsp.Ven

Adapun beberapa contoh fellowship yang dapat diambil oleh dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika, antara lain:

  • Fellow of the Asian Academy of Dermatology and Venereology (FAADV)
  • Fellow of the Indonesian Society of Dermatology and Venereology (FINSDV)
  • Fellow of the International Society for Dermatologic Surgery (FISDS)

Emergency Medicine (Kegawatdaruratan Medik)

[sunting | sunting sumber]

Gelar subspesialis dalam Emergency Medicine (SP.Em) mencakup beberapa bidang peminatan,[26][27] antara lain:

  • Konsultan Disaster Medicine — Sp.Em, KDM
  • Konsultan Emergency Care — Sp.Em, KEC
  • Konsultan Emergency Toxicology — Sp.Em, K.Tox
  • Konsultan Prehospital Emergency Care — Sp.Em, KPEC

Adapun beberapa contoh fellowship yang dapat diambil oleh dokter spesialis emergency medicine, antara lain:

  • Fellow of the American Academy of Emergency Medicine (FAAEM)
  • Fellow of the American College of Emergency Physicians (FACEP)
  • Fellow of the Indonesian College of Emergency Physicians (FICEP)

Forensik dan Medikolegal

[sunting | sunting sumber]

Gelar subspesialis dalam Ilmu Forensik dan Studi Medikolegal (Sp.F atau Sp.FM) mencakup beberapa bidang peminatan, antara lain:

  • Etika dan Medikolegal — Sp.FM, Subsp.EM(K)
  • Forensik Klinik — Sp.FM, Subsp.FK(K)
  • Genetika Forensik — Sp.FM, Subsp.GF(K)
  • Patologi Forensik — Sp.FM, Subsp.PF(K)
  • Sero-biologi Molekuler — Sp.FM, Subsp.SBM(K)

Gizi Klinik

[sunting | sunting sumber]

Gelar subspesialis dalam Gizi Klinik (Sp.GK) mencakup beberapa bidang peminatan, antara lain:

  • Kelainan Metabolisme Gizi — Sp.GK, Subsp.KM
  • Penyakit Kritis — Sp.GK, Subsp.PK

Jantung dan Pembuluh Darah

[sunting | sunting sumber]

Gelar subspesialis dalam Jantung dan Pembuluh Darah (Sp.JP) mencakup beberapa bidang peminatan,[19][21] antara lain:

  • Aritmia — Sp.JP, Subsp.Ar(K)
  • Ekokardiografi — Sp.JP, Subsp.Eko(K)
  • Kardiologi Intervensi — Sp.JP, Subsp.KI(K)
  • Kardiologi Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan — Sp.JP, Subsp.K.PedPJB(K)
  • Kedokteran Vaskular — Sp.JP, Subsp.Vas(K)
  • Pencitraan Kardiovaskular — Sp.JP, Subsp.PKv(K)
  • Perawatan Intensif dan Kegawatan Kardiovaskular — Sp.JP, Subsp.KIKv(K)
  • Prevensi dan Rehabilitasi Kardiovaskular — Sp.JP, Subsp.PRKv(K)

Adapun beberapa contoh fellowship yang dapat diambil oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, antara lain:

  • Fellow of the American College of Cardiologists (FACC)
  • Fellow of the European Society of Cardiologists (FESC)
  • Fellow of the ASEAN College of Cardiologists (FAsCC)
  • Fellow of the Asian Pacific Society of Interventional Cardiologists (FAPSIC)
  • Fellow of the Asian Pacific Society of Cardiologists (FAPSC)
  • Fellow of the Indonesian Heart Association (FIHA)
  • Fellow of the Society for Cardiovascular Angiography and Interventions (FSCAI)
  • Fellow of the Heart Failure Association (FHFA)
  • Fellow of the Indonesian Association of Thoracic, Cardiac and Vascular Surgeons (FIATCVS)

Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi

[sunting | sunting sumber]

Gelar subspesialis dalam Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Sp.KFR) mencakup beberapa bidang peminatan, antara lain:

  • Muskuloskeletal — Sp.KFR, Subsp.MS(K)
  • Neuromuskular — Sp.KFR, Subsp.NM(K)
  • Geriatri — Sp.KFR, Subsp.Ger(K)
  • Pediatri — Sp.KFR, Subsp.Ped(K)
  • Kardiorespirasi — Sp.KFR, Subsp.KR(K)
  • Rehabilitasi Robotik dan Prostetik — Sp.KFR, Subsp.RP(K)

Kedokteran Jiwa

[sunting | sunting sumber]

Gelar subspesialis dalam Ilmu Kedokteran Jiwa (Sp.KJ) mencakup beberapa bidang peminatan,[14][19] antara lain:

  • Psikiatri Adiksi — Sp.KJ, Subsp.Ad(K)
  • Psikiatri Anak dan Remaja — Sp.KJ, Subsp.AR(K)
  • Psikiatri Biologi dan Psikofarmakologi — Sp.KJ, Subsp.BP(K)
  • Psikiatri Forensik — Sp.KJ, Subsp.For(K)
  • Psikiatri Geriatri — Sp.KJ, Subsp.Ger(K)
  • Psikiatri Komunitas — Sp.KJ, Subsp.Kom(K)
  • Psikiatri Konsultasi dan Liaison — Sp.KJ, Subsp.KL(K)
  • Psikiatri Psikoseksual dan Marital — Sp.KJ, Subsp.Psi.Mar(K)
  • Psikoterapi Kedokteran — Sp.KJ, Subsp.PK(K)

Kedokteran Kelautan

[sunting | sunting sumber]

Gelar subspesialis dalam Kedokteran Kelautan (Sp.KL) mencakup beberapa bidang peminatan, antara lain:

  • Kepelautan dan Transportasi Air — Sp.KL, Subsp.KT(K)
  • Penyelaman dan Hiperbarik — Sp.KL, Subsp.PH(K)
  • Pelabuhan dan Pesisir — Sp.KL, Subsp.PP(K)

Kedokteran Nuklir dan Teranostik

[sunting | sunting sumber]

Gelar subspesialis dalam Kedokteran Nuklir dan Teranostik (Sp.KN atau Sp.KNTM) mencakup beberapa bidang peminatan,[28] antara lain:

  • Diagnostik Molekuler — Sp.KNTM, Subsp.DM(K)
  • Kardiovaskular — Sp.KNTM, Subsp.KV(K)
  • Onkologi — Sp.KNTM, Subsp.Onk(K)
  • Pediatri — Sp.KNTM, Subsp.Ped(K)
  • Teranostik dan Terapi Nuklir — Sp.KNTM, Subsp.TTN(K)

Adapun contoh fellowship yang dapat diambil oleh dokter spesialis Kedokteran Nuklir dan Teranostik, antara lain:

  • Fellow of the Asian Nuclear Medicine Board (FANMB)

Kedokteran Okupasi

[sunting | sunting sumber]

Gelar subspesialis dalam Kedokteran Okupasi (Sp.Ok) mencakup beberapa bidang peminatan, antara lain:

  • Epidemiologi Okupasi — Sp.Ok, Subsp.EO(K)
  • Kesehatan Industri dan Lingkungan Kerja — Sp.Ok, Subsp.KIL(K)

Kedokteran Olahraga

[sunting | sunting sumber]

Gelar subspesialis dalam Kedokteran Olahraga (Sp.KO) mencakup beberapa bidang peminatan, antara lain:

  • Asuhan Pelatihan dan Kompetisi — Sp.KO, Subsp.ALK(K)
  • Asuhan Pasien dan Komunitas — Sp.KO, Subsp.APK(K)

Kedokteran Penerbangan

[sunting | sunting sumber]

Gelar subspesialis dalam Kedokteran Penerbangan (Sp.KP) mencakup beberapa bidang peminatan, antara lain:

  • Fisiologi Penerbangan — Sp.KP, Subsp.FP(K)
  • Kesehatan Kru dan Lingkungan Kabin — Sp.KP, Subsp.KKK(K)

Mikrobiologi Klinik

[sunting | sunting sumber]

Gelar subspesialis dalam Mikrobiologi Klinik (Sp.MK) mencakup beberapa bidang peminatan, antara lain:

  • Mikrobiologi Klinik Bakteriologi — Sp.MK, Subsp.Bakt(K)
  • Mikrobiologi Klinik Mikologi — Sp.MK, Subsp.Mik(K)
  • Mikrobiologi Klinik Virologi — Sp.MK, Subsp.Vir(K)

Neurologi

[sunting | sunting sumber]

Gelar subspesialis dalam Ilmu Penyakit Saraf atau Neurologi (Sp.N) mencakup beberapa bidang peminatan, antara lain:

  • Epilepsi dan Neurofisiologi Klinis — Sp.N, Subsp.NNET(K)
  • Neurodegeneratif — Sp.N, Subsp.NGD(K)
  • Neurokritikal dan Intensif — Sp.N, Subsp.NIITCC(K)
  • Neurologi Nyeri — Sp.N, Subsp.NNNK(K)
  • Neuroonkologi — Sp.N, Subsp.N-Onk(K)
  • Neuropediatri — Sp.N, Subsp.Ped(K)
  • Neurorestorasi dan Neuro-engineering — Sp.N, Subsp.NRE(K)
  • Neurovaskular, Intervensi, Imaging Otologi, Oftalmologi — Sp.N, Subsp.NIIOO(K)

Adapun contoh fellowship yang dapat diambil oleh dokter spesialis Neurologi, antara lain:

  • Fellow of the Indonesian Neurosurgical Pain Society (FINPS)
  • Fellow in Interventional Neurology and Stroke (FINS)

Obstetri dan Ginekologi

[sunting | sunting sumber]

Gelar subspesialis dalam Ilmu Obstetri dan Ginekologi (Sp.OG) mencakup beberapa bidang peminatan,[19][21] antara lain:

  • Uroginekologi dan Bedah Rekonstruksi Panggul— Sp.OG, Subsp.Urogin.RE
  • Fetomaternal — Sp.OG, Subsp.K.FM
  • Onkologi Ginekologi — Sp.OG, Subsp.Onk
  • Obstetri dan Ginekologi Sosial — Sp.OG, Subsp.Obginsos
  • Fertilitas dan Endokrinologi Reproduksi — Sp.OG, Subsp.FER

Adapun contoh fellowship yang dapat diambil oleh dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi, antara lain:

  • Fellow of the Royal College of Obstetricians and Gynaecologists (FRCOG)

Oftalmologi

[sunting | sunting sumber]

Gelar subspesialis dalam Ilmu Kesehatan Mata (Sp.M) mencakup beberapa bidang peminatan,[19] antara lain:

  • Glaukoma — Sp.M, Subsp.G
  • Infeksi dan Imunologi — Sp.M, Subsp.II
  • Katarak dan Bedah Refraktif — Sp.M, Subsp.KBR
  • Neuro-oftalmologi — Sp.M, Subsp.N
  • Oftalmologi Komunitas — Sp.M, Subsp.OK
  • Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus — Sp.M, Subsp.POS
  • Refraksi dan Optimasi Visual — Sp.M, Subsp.ROV
  • Rekonstruksi, Okuloplasti, dan Onkologi — Sp.M, Subsp.ROO
  • Vitreoretina — Sp.M, Subsp.Vit

Onkologi Radiasi

[sunting | sunting sumber]

Gelar subspesialis dalam Kedokteran Onkologi Radiasi (Sp.Onk.Rad) mencakup beberapa bidang peminatan, antara lain:

  • Keganasan Abdomino-pelviks — Sp.Onk.Rad, Subsp.AP(K)
  • Keganasan Kepala, Leher, dan Sistem Saraf Pusat — Sp.Onk.Rad, Subsp.KLSSP(K)
  • Keganasan Toraks, Pediatrik, dan Limfo-muskuloskeletal — Sp.Onk.Rad, Subsp.TPL(K)

Ortopedi dan Traumatologi

[sunting | sunting sumber]

Gelar subspesialis dalam Ortopedi dan Traumatologi (Sp.OT; juga ditulis: Orthopaedi dan Traumatologi) mencakup beberapa bidang peminatan,[19][21] antara lain:

  • Cedera Olahraga — Sp.OT, Subsp.CO
  • Kaki dan Pergelangan Kaki — Sp.OT, Subsp.KP
  • Onkologi Ortopedi dan Rekonstruksi — Sp.OT, Subsp.Onk.Ort.R
  • Ortopedi Anak — Sp.OT, Subsp.A
  • Ortopedi Bahu dan Siku — Sp.OT, Subsp.OBS
  • Ortopedi Tulang Belakang — Sp.OT, Subsp.OTB
  • Panggul dan Lutut — Sp.OT, Subsp.PL
  • Tangan, Lengan, dan Bedah Mikro — Sp.OT, Subsp.TLBM
  • Trauma Ortopedi Lanjutan — Sp.OT, Subsp.TL

Adapun contoh fellowship yang dapat diambil oleh dokter spesialis ortopedi dan traumatologi, antara lain:

  • Fellow of the Indonesian Orthopaedic Association (FIOA)
  • Fellow of the American Academy of Orthopaedic Surgeons (FAAOS)
  • Fellow of the Indonesian College of Surgeons (FINACS)

Parasitologi Klinik

[sunting | sunting sumber]

Gelar subspesialis dalam Kedokteran Parasitologi Klinik (Sp.Par.K) mencakup beberapa bidang peminatan, antara lain:

  • Penyakit Protozoa — Sp.Par.K, Subsp.PP(K)
  • Penyakit Mikosis — Sp.Par.K, Subsp.Miko(K)

Patologi Anatomi

[sunting | sunting sumber]

Gelar subspesialis dalam Patologi Anatomi (Sp.PA) mencakup beberapa bidang peminatan,[29] antara lain:

  • Digestif dan Hepatobilier — Sp.PA, Subsp.DHB(K)
  • Hematolimfoid dan Endokrin — Sp.PA, Subsp.HLE(K)
  • Kardiovaskular Respirasi dan Mediastinum — Sp.PA, Subsp.KVRM(K)
  • Kulit dan Adneksa — Sp.PA, Subsp.KA(K)
  • Muskuloskeletal — Sp.PA, Subsp.MS(K)
  • Obstetri, Ginekologi dan Payudara— Sp.PA, Subsp.OGP(K)
  • Saraf dan Mata — Sp.PA, Subsp.SM(K)
  • Sitopatologi — Sp.PA, Subsp.SP(K)
  • Uropatologi Reproduksi Laki-laki — Sp.PA, Subsp.URL(K)

Patologi Klinik

[sunting | sunting sumber]

Gelar subspesialis dalam Kedokteran Patologi Klinik (Sp.PK) mencakup beberapa bidang peminatan,[30][31] antara lain:

  • Bank Darah dan Kedokteran Transfusi — Sp.PK, Subsp.BDKT(K)
  • Endokrinologi dan Metabolisme — Sp.PK, Subsp.EM(K)
  • Gastroenterohepatologi — Sp.PK, Subsp.GEH(K)
  • Hematologi Klinik — Sp.PK, Subsp.HK(K)
  • Imunologi Klinik — Sp.PK, Subsp.IK(K)
  • Kardioserebrovaskular — Sp.PK, Subsp.KV(K)
  • Nefrologi dan Respirasi — Sp.PK, Subsp.NR(K)
  • Onkologi Klinik — Sp.PK, Subsp.Onk.K(K)
  • Penyakit Infeksi — Sp.PK, Subsp.PI(K)

Penyakit Dalam

[sunting | sunting sumber]

Gelar subspesialis dalam Ilmu Penyakit Dalam (Sp.PD) mencakup beberapa bidang peminatan,[21][32] antara lain:

  • Alergi dan Imunologi Klinik — Sp.PD-KAI; atau Sp.PD, K-AI
  • Endokrin, Metabolik, dan Diabetes — Sp.PD-KEMD; atau Sp.PD, K-EMD
  • Gastroenterologihepatologi — Sp.PD-KGEH; atau Sp.PD, K-GEH
  • Geriatri — Sp.PD-KGer; atau Sp.PD, K-Ger
  • Ginjal dan Hipertensi — Sp.PD-KGH; atau Sp.PD, K-GH
  • Hematologi dan Onkologi Medik — Sp.PD-KHOM; atau Sp.PD, K-HOM
  • Kardiovaskular — Sp.PD-KKV; atau Sp.PD, K-KV
  • Penyakit Tropik dan Infeksi — Sp.PD-KPTI; atau Sp.PD, K-PTI
  • Psikosomatik dan Paliatif Medik — Sp.PD-KPPM; atau Sp.PD, K-Psi
  • Pulmonologi (dan Medik Kritis) — Sp.PD-KP; Sp.PD-KPMK; atau Sp.PD, K-PMK
  • Reumatologi — Sp.PD-KR; atau Sp.PD, K-R

Penulisan gelar subspesialis dalam Ilmu Penyakit Dalam dapat bervariasi, namun umumnya ditulis dengan format Sp.PD-K diikuti bidang subspesialisnya, misalnya Sp.PD-KEMD untuk Endokrin, Metabolik, dan Diabetes. Dalam beberapa kasus, penulisan dapat menggunakan variasi lain seperti Sp.PD, K-EMD atau Sp.PD, KEMD, bahkan ada yang menuliskannya dengan tambahan Subsp. seperti Sp.PD, Subsp.EMD.[33] Variasi ini biasanya digunakan oleh rumah sakit atau institusi tertentu untuk memperjelas bidang keahlian subspesialis dokter tersebut.

Adapun beberapa contoh fellowship yang dapat diambil oleh dokter spesialis penyakit dalam, antara lain:

  • Fellow of the American College of Physicians (FACP)
  • Fellow of the American College of Endocrinologists (FACE)
  • Fellow of the American College of Gastroenterologists (FACG)
  • Fellow of the American Society of Nephrologists (FASN)
  • Fellow of the Indonesian Society of Internal Medicine (FINASIM)

Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi

[sunting | sunting sumber]

Gelar subspesialis dalam Ilmu Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru) mencakup beberapa bidang peminatan, antara lain:

  • Infeksi Paru — Sp.PKR, Subsp.IP
  • Onkologi Toraks — Sp.PKR, Subsp.Onk.T
  • Asma dan PPOK — Sp.PKR, Subsp.APPOK
  • Pulmonologi Intervensi dan Gawat Darurat Napas — Sp.PKR, Subsp.PIKN
  • Paru Kerja dan Lingkungan — Sp.PKR, Subsp.PKL
  • Imunologi dan Penyakit Paru Interstisial — Sp.PKR, Subsp.IPPI

Adapun beberapa contoh fellowship yang dapat diambil oleh dokter spesialis pulmonologi dan kedokteran respirasi, antara lain:

  • Fellow of the American College of Chest Physicians (FCCP)
  • Fellow of the Asian Pacific Society of Respirologists (FAPSR)
  • Fellow of the Indonesian Society of Respirologists (FISR)

Radiologi

[sunting | sunting sumber]

Gelar subspesialis dalam Ilmu Radiologi mencakup beberapa bidang peminatan, antara lain:

  • Radiologi Anak — Sp.Rad, Subsp.RA(K)
  • Radiologi Thoraks — Sp.Rad, Subsp.TR(K)
  • Radiologi Muskuloskeletal — Sp.Rad, Subsp.MSK(K)
  • Radiologi Intervensional — Sp.Rad, Subsp.RI(K)
  • Radiologi Abdomen — Sp.Rad, Subsp.Abd(K)
  • Neuroradiologi dan Kepala Leher — Sp.Rad, Subsp.NKL(K)
  • Radiologi Payudara dan Reproduksi Perempuan — Sp.Rad, Subsp.PRP(K)
  • Radiologi Nuklir dan Pencitraan Molekular — Sp.Rad, Subsp.RNPM(K)

Adapun contoh fellowship yang dapat diambil oleh dokter spesialis radiologi, antara lain:

  • Fellow of the Royal College of Radiologists (FRCR)

Telinga Hidung Tenggorok dan Bedah Kepala Leher

[sunting | sunting sumber]

Gelar subspesialis dalam Ilmu THT-BKL mencakup beberapa bidang peminatan, antara lain:

  • Otologi — Sp.THTBKL, Subsp.Oto(K)
  • Neurotologi — Sp.THTBKL, Subsp.NO(K)
  • Rinologi — Sp.THTBKL, Subsp.Rino(K)
  • Laringo-Faringologi — Sp.THTBKL, Subsp.LF(K)
  • Onkologi Kepala Leher — Sp.THTBKL, Subsp.Onk(K)
  • Plastik Rekonstruksi — Sp.THTBKL, Subsp.FPR(K)
  • Bronkoesofagologi — Sp.THTBKL, Subsp.BE(K)
  • Alergi Imunologi — Sp.THTBKL, Subsp.AI(K)
  • THT Komunitas — Sp.THTBKL, Subsp.Kom(K)

Gelar subspesialis dalam Urologi mencakup beberapa bidang peminatan,[19] antara lain:

  • Onkologi Urologi — Sp.U, Subsp.Onk(K)
  • Urologi Andrologi — Sp.U, Subsp.And(K)
  • Urologi Functional, Female, and Neurourology — Sp.U, Subsp.FFN(K)
  • Urologi Pediatri — Sp.U, Subsp.Ped(K)
  • Urologi Rekonstruksi — Sp.U, Subsp.TRK
  • Urologi Transplantasi — Sp.U, Subsp.Trans(K)

Adapun contoh fellowship yang dapat diambil oleh dokter spesialis urologi, antara lain:

  • Fellow of the Indonesian Association of Urologists (FIAU)
  • Fellow of the European Board of Urology (FEBU)

Daftar spesialisasi kedokteran gigi di Indonesia

[sunting | sunting sumber]

Di bawah ini adalah daftar spesialisasi kedokteran, beserta gelar, masa studi, dan organisasi penaung.[3][4][5][34]

Spesialisasi GelarLama Studi (semester) Organisasi Penaung
Bedah Mulut dan Maksilofasial (Dokter Gigi) Sp.BM

Sp.BMM Sp.BMMF

12 Persatuan Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial Indonesia (PABMI)
Kedokteran Gigi Anak (Dokter Gigi) Sp.KGA 6 Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia (IDGAI)
Konservasi Gigi (Dokter Gigi) Sp.KG 8 Ikatan Konservasi Gigi Indonesia (IKORGI)
Odontologi Forensik (Dokter Gigi) Sp.OF 6 (Lulusan Dokter Gigi Umum)

4 (Lulusan Magister Kedokteran Gigi Forensik)

Ikatan Odontologi Forensik Indonesia (IOFI)
Ortodonsia (Dokter Gigi) Sp.Ort 6 Ikatan Ortodontis Indonesia (IKORTI)
Patologi Mulut dan Maksilofasial (Dokter Gigi) Sp.PMMF n/a Ikatan Spesialisasi Patologi Mulut dan Maksilofasial Indonesia (ISPaMMI)
Penyakit Mulut (Dokter Gigi) Sp.PM 6 Ikatan Spesialis Penyakit Mulut Indonesia (ISPMI)
Periodonsia (Dokter Gigi) Sp.Perio n/a Ikatan Periodontologi Indonesia (IPERI)
Prostodonsia (Dokter Gigi) Sp.Pros 6 Ikatan Prostodonsia Indonesia (IPROSI)
Radiologi Kedokteran Gigi (Dokter Gigi) Sp.Rad.OM

Sp.RKG

n/a Ikatan Radiologi Kedokteran Gigi Indonesia (IKARGI)

Subspesialis

[sunting | sunting sumber]
  • Sub-spesialis dalam Bedah Mulut dan Maksilofasial (Dokter Gigi), antara lain:
    • Bedah Ortognati dan Osteodistraksi (Sp.BMMF, Subsp.Ortognan-D(K))
    • Bedah Celah Oral dan Maksilofasial (Sp.BMMF, Subsp.COMF(K))
    • Bedah Trauma Maksilofasial dan Kelainan Sendi Temporo Mandibular Joint (Sp.BMMF, Subsp.TMF-TMJ(K))
    • Bedah Dental Implan dan Maksilofasial (Sp.BMMF, Subsp.IDMF(K))
    • Bedah Pediatrik Oral dan Maksilofasial (Sp.BMMF, Subsp.Ped.OMF(K))
  • Sub-spesialis dalam Ilmu Kedokteran Gigi Anak (Dokter Gigi), antara lain:
    • Anak dan Individu Berkebutuhan Khusus (Sp.KGA, Subsp.AIBK(K))
    • Penyakit dan Kelainan Anak (Sp.KGA, Subsp.PKA(K))
    • Kompleks Kraniofasial (Sp.KGA, Subsp.KKA(K))
  • Sub-spesialis dalam Ilmu Konservasi Gigi (Dokter Gigi), antara lain:
    • Restorasi Dental (Sp.KG, Subsp.KR(K))
    • Perawatan Saluran Akar dan Bedah Endodontik (Sp.KG, Subsp.KE(K))
  • Sub-spesialis dalam Ortodonsia (Dokter Gigi), antara lain:
    • Tumbuh Kembang Dentofasial (Sp.Ort, Subsp.TK(K))
    • Ortodonsia Dewasa (Sp.Ort, Subsp.OD(K))
  • Sub-spesialis dalam Odontologi Forensik (Dokter Gigi), antara lain:
    • Odontologi Forensik Klinik (Sp.OF, Subsp.OFK(K))
    • Identifikasi Odontologi Forensik (Sp.OF, Subsp.IOF(K))
  • Sub-spesialis dalam Patologi Mulut dan Maksilofasial (Dokter Gigi), antara lain:
    • Penyakit Infeksi (Sp.PMMF, Subsp.Inf(K))
    • Kista dan Neoplasma (Sp.PMMF, Subsp.KKN(K))
  • Sub-spesialis dalam Ilmu Penyakit Mulut (Dokter Gigi), antara lain:
    • Penyakit Mulut dan Maksilofasial Infeksi (Sp.PM, Subsp.Inf(K))
    • Penyakit Mulut dan Maksilofasial Non Infeksi (Sp.PM, Subsp.Noninf(K))
  • Sub-spesialis dalam Periodonsia (Dokter Gigi), antara lain:
    • Pengobatan Periodontal (Sp.Perio, Subsp.PP(K))
    • Bedah-Rekontruksi Periodontal dan Dental Implan (Sp.Perio, Subsp.RPID(K))
  • Sub-spesialis dalam Prostodonsia (Dokter Gigi), antara lain:
    • Nyeri Orofasial dan Gangguan Sendi Temporomandibula (Sp.Pros, Subsp.OGST(K))
    • Prostodonsia Kompleks dan Implan Kedokteran Gigi (Sp.Pros, Subsp.PKIKG(K))
    • Prostetik Maksilofasial (Sp.Pros, Subsp.PMF(K))
  • Sub-spesialis dalam Radiologi Kedokteran Gigi (Dokter Gigi), antara lain:
    • Radiopatologi Kedokteran Gigi (Sp.RKG, Subsp.Rad.P(K))
    • Radiodiagnostik Pencitraan Kedokteran Gigi (Sp.RKG, Subsp.Rad.D(K))

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (2025-06-23). "Komitmen Kemdiktisaintek bagi Lulusan Pendidikan Kedokteran yang Berkualitas: Solusi yang Adil, Akuntabel dan Berbasis Regulasi". Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Diakses tanggal 2025-10-23. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  2. Kolegium Dokter Gigi (2025). "Uji Kompetensi". Kolegium Dokter Gigi. Diakses tanggal 2025-10-23.
  3. 1 2 Farianti, Yuli (2024-01). "Laporan Kinerja 2023 Sekretaris Konsil Kedokteran Indonesia" (PDF). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses tanggal 2025-10-23.
  4. 1 2 "Surat Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi No. 5245/I2/JM.01.02/2021 Perihal Surat Balasan Mengenai Penamaan Program Studi Subspesialis" (PDF). InfoDrg. 14 Desember 2021. Diakses tanggal 1 Mei 2023.
  5. 1 2 "Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi No. 163/E/KPT/2022 Tentang Nama Program Studi pada Jenis Pendidikan Akademik dan Pendidikan Profesi" (PDF). LL Dikti 3 Kemdikbud Ristek. 18 Juli 2022. Diakses tanggal 12 Oktober 2023.
  6. Elysabeth, Sari Rotuah (2023-06-21). "Perbedaan Dokter Spesialis dan Sub Spesialis berdasarkan Perannya". Hermina Hospitals. Diakses tanggal 2025-10-23.
  7. Torres, Callie (2023-11-15). "What is a Fellow in Medicine?" [Apa itu Fellow dalam Kedokteran?]. University of Medicine and Health Sciences (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-23.
  8. Kolegium Penyakit Dalam (2021). "Fellowship Dokter Spesialis Penyakit Dalam". Kolegium Penyakit Dalam. Diakses tanggal 2025-10-23.
  9. Rumah Sakit Universitas Indonesia (2025). "dr. Susi Andriani, Sp.Ak, Subsp.Ak-AA(K)". Rumah Sakit Universitas Indonesia. Diakses tanggal 2025-10-23.
  10. Rumah Sakit Pondok Indah. "Dr. dr. Adiningsih Srilestari, M.Epid, M.Kes, Sp. Akp, Subsp. G. (K)". Rumah Sakit Pondok Indah Group. Diakses tanggal 2025-10-23.
  11. Ikatan Dokter Anak Indonesia (2019). "Unit Kerja Koordinasi". Ikatan Dokter Anak Indonesia. Diakses tanggal 2025-10-23.
  12. Tim Penulis Ibu & Balita (2022-09-02). "17 Sub Spesialis Dokter Anak yang Perlu Ibu Ketahui". Ibu & Balita. Diakses tanggal 2025-10-23.
  13. Adrian, Kevin (2024-11-07). "Mengenal Seputar Dokter Kandungan Ahli Fertilitas dan Peran yang Dimilikinya". Alodokter. Diakses tanggal 2025-23-10.
  14. 1 2 3 4 Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (2024). "Program Studi Subspesialisasi 2". Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Diakses tanggal 2025-10-23.
  15. PERDATIN (2024). "INASIA 2024". PERDATIN. Diakses tanggal 2025-10-23.
  16. Fakultas Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Kedokteran Universitas Gajah Mada (2021). "Program Pendidikan Dokter Spesialis 2 (Subspesialis)". Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Kedokteran Universitas Gajah Mada. Diakses tanggal 2025-10-23. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  17. RS Sardjito (2025). "Sub Spesialis Anestesi". Kemenkes RS Sardjito. Diakses tanggal 2025-10-23.
  18. Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (2024). "Program Studi Subspesialis Ilmu Anestesiologi dan Terapi Intensif". Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran. Diakses tanggal 2025-10-23.
  19. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (2024). "Program Studi Subspesialis". Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Diakses tanggal 2025-10-23.
  20. RS Sardjito (2025). "Sub Spesialis Bedah". RS Sardjito. Diakses tanggal 2025-10-23.
  21. 1 2 3 4 5 6 7 Direktorat Pendidikan Universitas Airlangga (2022). "Gelar Akademik". https://pendidikan.unair.ac.id/v2/index.php/gelar-akademik/. Diakses tanggal 2025-10-23.
  22. Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (2024). "Departemen Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik". https://fk.unair.ac.id/departemen-bedah-plastik-rekonstruksi-dan-estetik/. Diakses tanggal Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. ;
  23. RS Sardjito (2025). "Sub Spesialis Bedah Saraf". Kemenkes RS Sardjito. Diakses tanggal 2025-10-23.
  24. Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (2024). "Departemen Ilmu Bedah Saraf". Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Diakses tanggal 2025-10-23.
  25. Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (2024). "Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga". Program Studi Spesialis Bedah Toraks, Kardiak & Vaskular. Diakses tanggal 2025-10-23.
  26. Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (2025). "Sekilas". Kedokteran Emergensi Program Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Universitas Brawijaya. Diakses tanggal 2025-10-23.
  27. Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (2025). "Struktur Organisasi". Kedokteran Emergensi Program Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Universitas Brawijaya. Diakses tanggal 2025-10-23.
  28. Perhimpunan Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler Indonesia (2023). "Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler". Perhimpunan Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler Indonesia. Diakses tanggal 2025-10-23.
  29. RS Sardjito (2024). "Sub Spesialis Patologi Anatomi". Kemenkes RS Sardjito. Diakses tanggal 2025-10-23.
  30. Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (2024). "Program Studi Subspesialis Patologi Klinik". Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Diakses tanggal 2025-10-23.
  31. RS Sardjito (2024). "Sub Spesialis Patologi Klinik". Kemenkes RS Sardjito. Diakses tanggal 2025-10-23.
  32. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (2012). "Program Pendidikan Dokter Subspesialis Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM". Interna Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
  33. Rumah Sakit Pondok Indah (2025). "Prof. Dr. dr. Suhendro, Sp. P.D, Subsp. P.T.I. (K)". Rumah Sakit Pondok Indah Group. Diakses tanggal 2025-10-23.
  34. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama :3