Lompat ke isi

Bahasa Blackfoot

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Bahasa Siksika
Siksiká (ᓱᖽᐧᖿ)
Frances Densmore dalam sesi perekamannya dengan ketua Blackfoot, yaitu Mountain Chief, pada tahun 1916
Dituturkan diKanada,
Amerika Serikat
Wilayah
EtnisBlackfoot
Penutur
Sekitar 2,900 penutur (2016)
Dialek
Siksiká (Blackfoot),
Kainai (Blood, Many Chiefs),
Aapátohsipikani (Piegan Utara),
Aamsskáápipikani (Piegan Selatan)
Silabus Blackfoot,
Alfabet Latin
Kode bahasa
ISO 639-2bla
ISO 639-3bla
Glottologsiks1238[1]
IETFbla
ELPNiitsipowahsin
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
Terancam

CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
Aman

NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
ICHEL Red Book: Definitely Endangered
Siksika diklasifikasikan sebagai bahasa terancam punah (DE) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan
C10
Kategori 10
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa telah punah (Extinct)
C9
Kategori 9
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa sudah ditinggalkan dan hanya segelintir yang menuturkannya (Dormant)
C8b
Kategori 8b
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa hampir punah (Nearly extinct)
C8a
Kategori 8a
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa sangat sedikit dituturkan dan terancam berat untuk punah (Moribund)
C7
Kategori 7
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mulai mengalami penurunan ataupun penutur mulai berpindah menggunakan bahasa lain (Shifting)
C6b
Kategori 6b
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mulai terancam (Threatened)
C6a
Kategori 6a
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa masih cukup banyak dituturkan (Vigorous)
C5
Kategori 5
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mengalami pertumbuhan populasi penutur (Developing)
C4
Kategori 4
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan dalam institusi pendidikan (Educational)
C3
Kategori 3
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan cukup luas (Wider Communication)
C2
Kategori 2
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan di berbagai wilayah (Provincial)
C1
Kategori 1
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa nasional maupun bahasa resmi dari suatu negara (National)
C0
Kategori 0
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa merupakan bahasa pengantar internasional ataupun bahasa yang digunakan pada kancah antar bangsa (International)
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
EGIDS SIL Ethnologue: C7 Shifting
Bahasa Blackfoot dikategorikan sebagai C7 Shifting menurut SIL Ethnologue, artinya sebagian atau kebanyakan penutur mulai beralih menuturkan bahasa lain dalam kesehariannya atau bahasa ini telah tergeser oleh bahasa besar lainnya
Referensi: [2][3][4]
Lokasi penuturan
Bahasa Blacfoot diklasifikasikan sebagai bahasa yang sangat rentan akan kepunahan oleh UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger
Artikel ini mengandung simbol fonetik IPA. Tanpa bantuan render yang baik, Anda akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan karakter Unicode. Untuk pengenalan mengenai simbol IPA, lihat Bantuan:IPA.
 Portal Bahasa
L B PW   
 Uji coba Wikipedia bahasa IbanSunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat

Bahasa Blackfoot (/ˈblækˌfʊt/[5]) atau Siksiká (Silabus Blackfoot: ᓱᖽᐧᖿ) adalah bahasa Algonquia yang dituturkan oleh orang-orang Blackfoot atau Niitsitapi, yang saat ini tinggal di dataran barat laut Amerika Utara.

Nama Blackfoot kemungkinan besar berasal dari sebutan lain untuk orang-orang penutur bahasa ini, dikarenakan orang-orang tersebut sering menggunakan sol sepatu kulit yang menghitam.[6]

Bahasa ini terbagi menjadi empat dialek, tiga di antaranya ditututurkan di Alberta, dan yang satunya lagi dituturkan di Amerika Serikat, Dialek-dialek tersebut adalah:

  • Siksiká (Blackfoot), di sebelah tenggara Kalgari, Alberta
  • Kainai (Blood, Many Chiefs), dituturkan di antara Kardston dan Lethbridge, Alberta
  • Aapátohsipikani (Piegan Utara), di sebelah barat Fort MacLeod tepat pada Brocket (Piikani)
  • Aamsskáápipikani (Piegan Selatan), di barat laut Montana.[7]

Bahasa Blackfoot memiliki 12 konsonan, yang jumlahnya bisa berubah menjadi 20 apabila pengucapan panjangnya juga dihitung. Konsonan /ʔ/, /x/, /j/ dan /w/ tidak memiliki pengucapan yang panjang dalam bahasa ini.[8][9]

Dwibibir Rongga-gigi Langit belakang Celah suara
Sengau m n
Letup p t k ʔ
Afrikat t͡s t͡sː k͡s k͡sː
Tiup s x
Hampiran w j

Bahasa Blackfoot mempunyai 3 vokal yang terdiri dari /i/, /o/, dan /a/. Masing-masing vokal memiliki pengucapan yang panjang, sehingga Bahasa Blackfoot akan mempunyai 6 vokal jika vokal panjangnya juga dihitung [8][9][10]

Depan Tengah Belakang
Tertutup i o
Terbuka a

Fonem vokal dalam bahasa ini dapat menunjukkan perubahan alofonik. Vokal /a/ dan /o/ dapat dinaikkan pengucapannya menjadi [ʌ] dan [ʊ] apabila diikuti oleh konsonan panjang. Vokal /i/ juga dapat berubah pengucapannya menjadi [ɪ] pada suku kata tertutup.[10]

Terdapat tiga diftong dalam bahasa Blackfoot, yaitu ai, ao, dan oi.

Sama seperti vokal, diftong dalam bahasa ini juga memiliki perubahan alofonik. Misalnya, diftong ai diucapkan sebagai [ɛ] bila sebelumnya bertemu dengan konsonan panjang, atau diucapkan sebagai [ei] maupun [ai] bila sebelumnya bertemu dengan vokal /i/ maupun konsonan /ʔ/ pada dialek siksÍka, atau bisa saja diucapkan sebagai [æ] dalam dialek Blood. Diftong ao diucapkan sebagai [au] bila sebelumnya bertemu dengan konsonan /ʔ/ maupun vokal [ɔ] di beberapa dialek. Diftong oi diucapkan sebagai [y] bila sebelumnya bertemu dengan konsonan panjang di beberapa dialek.[11]

Durasi fonem

[sunting | sunting sumber]

Bahasa Blackfoot memiliki fonem konsonan dan vokal yang dapat diucapkan dengan durasi yang panjang.[12]

Contoh vokal panjang dalam bahasa Blackfoot adalah:

áakokaawa 'dia akan mengikat'
áakookaawa 'dia akan menyokong tarian matahari'

Selain vokal, bahasa Blackfoot juga memiliki Konsonan panjang (tkecuali konsonan /ʔ/, /x/, /j/ dan /w/). Contoh konsonan panjang dalam bahasa ini adalah:

kiipíppo 'seratus'
nna 'ayahku'
sokáʼpssiwa 'dia baik'

Aksen nada

[sunting | sunting sumber]

Bahasa Blackfoot adalah bahasa yang beraksen tinggi. jumlah aksen bisa saja lebih dari satu dalam suatu kata. nada tinggi yang digunakan lebih relatif terhadap suku kata yang berdekatan. Aksen dalam bahasa blackfoot sering diilustrasikan dalam ortografi berbasis Latin dengan aksen akut.[12]

ápssiwa 'itu anak panah'
apssíwa 'itu buah ara'
máátaissikópiiwa 'dia tidak beristirahat'

Aturan fonologis

[sunting | sunting sumber]

Blackfoot kaya akan perubahan morfo-fonologis. Di bawah ini merupakan beberapa contoh dari aturan fonologis.

Hilangnya konsonan semi-vokal

[sunting | sunting sumber]

Konsonan semi-vokal akan dihilangkan apabila sebelumnya terdapat konsonan lain, kecuali hentian glottal, atau kondisi terntentu yang membuat konsonan semi-vokalnya tetap dipertahankan.[13]

hilangnya /w/

poos-wa

poos-wa

kucing-SDT.TNGL

póósa

póósa

'Kucing'

hilangnya /y/

óóhkotok-yi

óóhkotok-yi

batu-DLMSDT.TNGL

óóhkotoki

óóhkotoki

'batu'

pada awal kalimat

w-ókoʼsi

w-ókoʼsi

3.TNGL.POSS-anak

ókoʼsi

ókoʼsi

'anaknya'

Penyebaran aksen

[sunting | sunting sumber]

Aksen akan menyebar dari vokal beraksen ke vokal berikutnya melintasi batas morfem.[14]

á-okskaʼsiwa áókskaʼsiwa 'dia berlari'
atsikí-istsi atsikíístsi 'sepatu'

Pengnirsuaraan vokal

[sunting | sunting sumber]

Di akhir kata, vokal yang tidak beraksen/bernada tinggi akan diucapkan dengan samar-samar, walaupun itu merupakan vokal panjang.[15]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Siksika". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
  2. "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  3. "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
  4. "Bahasa Blackfoot". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
  5. https://www.dictionary.com/browse/blackfoot
  6. Gibson 2003
  7. Frantz "The Blackfoot Language"
  8. 1 2 "Blackfoot Pronunciation and Spelling Guide". Native-Languages.org. Diakses tanggal 2007-04-10.
  9. 1 2 Frantz 1999
  10. 1 2 Frantz 2017, pp. 1–2
  11. Frantz 2017, p. 2
  12. 1 2 Frantz 2017, p. 3
  13. Frantz 2017, p. 155
  14. Frantz 2017, p. 157
  15. Frantz 2017, p. 5

Bibliografi

[sunting | sunting sumber]

Bacaan lebih lanjut

[sunting | sunting sumber]
  • Aikhenvald, Alexandra Y. 2007. "Typological distinctions in word-formation." Language Typology and Syntactic Description: Vol 3, ed. by T. Shopen, 1–65. Cambridge: Cambridge University Press (dalam bahasa Inggris).
  • Armoskaite, Solveiga. 2011. The destiny of roots in Blackfoot and Lithuanian. PhD Dissertation, University of British Columbia.
  • Bortolin, Leah and Sean McLennan (1995). "Blackfoot". University of Calgary, Alberta (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-04-16.
  • Frantz, Donald G. "The Blackfoot Language". Lethbridge, Alberta, University of Lethbridge (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2015-01-10. Diakses tanggal 2017-04-16.
  • Frantz, Donald G. (1999). "The Sounds of Blackfoot". Lethbridge, Alberta, University of Lethbridge (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2007-05-23. Diakses tanggal 2007-04-11.
  • Gibson, Karen B. (2003). The Blackfeet: People of the Dark Moccasins (dalam bahasa Inggris). Mankato, Minnesota: Bridgestone Books. ISBN 978-0736815659. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • Hammarström, Harald; Robert Forkel; Martin Haspelmath, ed. (2017). "Glottolog 3.0" (dalam bahasa Inggris). Jena, Germany: Max Planck Institute for the Science of Human History.
  • Thomason, Sarah Grey (2015). Endangered Languages: An Introduction (dalam bahasa Inggris). Vol. 166. Cambridge: Cambridge University Press. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]