Aqua (air mineral)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
AQUA
Logo Air Mineral Aqua.png
Jenis produkAir minum dalam kemasan
PemilikGroup Danone
Produsen
  • PT Tirta Investama
  • PT Aqua Golden Mississippi
  • PT Tirta Sibayakindo
Negara Indonesia
Diluncurkan1973
Merek terkaitMizone
PasarSeluruh dunia
Merek dagang terdaftar di Indonesia
JargonTerlindungi untuk Melindungimu
Situs webwww.sehataqua.co.id

AQUA (atau disebut juga Danone-AQUA) adalah merek air minum dalam kemasan (AMDK) yang diproduksi oleh AQUA Group sejak tahun 1973. Selain di Indonesia, AQUA juga melayani penjualan produk di Malaysia, Singapura dan Brunei. Sebagai pelopor AMDK di Indonesia, AQUA telah menjadi merek generik di kalangan produk AMDK.[butuh rujukan]

Produk AQUA berasal dari sumber air pegunungan di Indonesia yang diklaim pemilihannya melalui penelitian lebih dari 1 tahun. AQUA juga berfokus pada upaya memelihara keberlanjutan sumber air dengan melindungi ekosistem dan menjaga kemurnian kandungan mineralnya.

Danone-AQUA atau AQUA Group merujuk pada tiga badan hukum yang bergerak di bidang air minum dalam kemasan yaitu PT Tirta Investama, PT AQUA Golden Mississipi, dan PT Tirta Sibayakindo. AQUA mengoperasikan 21 pabrik yang tersebar di Jawa, Bali, Sumatra, dan Sulawesi. Seluruh operasi bisnis dan produksi AQUA dikoordinasikan oleh kantor pusat yang terletak di Cyber 2 Tower, Jl. H. R. Rasuna Said No.13, RT.7/RW.2, Kuningan, Jakarta Selatan 12950.[butuh rujukan]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pendirian awal AQUA dimulai saat Tirto Utomo keluar dari pekerjaannya yang sebagai pegawai Pertamina. Dahulu, saat bekerja di perusahaan migas tersebut, air yang disajikan pada tamunya merupakan air kran, sehingga pernah membuat mereka terkena diare. Hal ini membuat Tirto sadar pentingnya membuat air minum yang higienis.[1] Tirto mulai mempelajari cara memproses air menjadi air minum siap konsumsi. Tirto meminta sang adik, yaitu Slamet Utomo untuk bekerja secara magang pada pabrik Air Mineral Dalam Kemasan "Polaris" di Thailand, yang saat itu telah berproduksi selama lebih dari 15 tahun lamanya.

Tirto bersama anak buahnya Willy Sidharta kemudian mendirikan perusahaan bernama PT Golden Mississippi (awalnya juga direncanakan bernama Golden Colorado) pada 23 Februari 1973 untuk memproduksi air minum ini.[2] Pabriknya sendiri kemudian didirikan di Pondok Ungu, Bekasi.[3] Produk yang dikeluarkan perusahaan saat itu bernama Puritas (singkatan dari Pure Artesian Water, berlogo daun semanggi dan bermakna air yang pure/murni) dan menggunakan kemasan dalam botol. Baik Puritas maupun PT Golden Mississippi memang dibuat agak "kebarat-baratan" untuk menyesuaikan target pasar ekspatriat.[3] Untuk menggampangkan pengucapan produk ini, seorang desainer yang direkrut Tirto bernama Eulindra Lim, menyarankan untuk mengganti nama dengan nama AQUA.[3] AQUA sendiri berasal dari bahasa Latin yang berarti air, meskipun ada pendapat yang menyebut bahwa nama tersebut diambil dari nama penanya saat menjadi wartawan atau diambil dari nama aslinya, (A)-Kwa Sien Biauw.[4] Produk ini hampir menyerupai produk tempat adik Tirto magang, dan merupakan air minum dalam kemasan pertama di Indonesia.

Produksi komersial PT Golden Mississippi dimulai sejak tanggal 1 Oktober 1974, dengan kapasitas produksi 6 juta liter/tahun. Tirto saat itu berpikir bahwa jika ada 10% orang Indonesia yang mengonsumsi air produksinya, maka kapasitas produksi tersebut akan mencukupi.[3] Produk pertamanya adalah botol kaca Aqua 950 ml yang kemudian disusul dengan kemasan AQUA galon 20 liter, yang pada waktu itu juga masih terbuat dari kaca. Dengan kemasan botol kaca, AQUA dijual dengan harga yang dirasa cukup mahal untuk masyarakat saat itu, menyesuaikan pasarnya yang hanya fokus pada ekspatriat. Produk yang dikeluarkan pertama adalah air mineral 950 ml, air ini dijual dengan harga Rp 75 rupiah, dibandingkan harga bahan bakar bensin yang saat itu Rp 46 rupiah, masyarakat semakin enggan untuk membelinya. Tirto sempat dianggap aneh karena memasarkan produk yang tidak biasa, terutama bagi masyarakat lokal.[3] Bahkan, dalam tiga tahun, AQUA hampir tutup dan sempat merugi.[5]

Pada tahun 1973 AQUA mulai mencari mata air sebagai bahan baku utama produksi air mineral AQUA. Awalnya sumber bahan baku AQUA menggunakan air tanah (artesian).[3][5] Kemudian, sejak 1982 sumber bahan baku utama AQUA ditetapkan dari air pegunungan, awalnya di sebuah pegunungan daerah Jonggol, Bogor yang kebetulan masuk dalam zona riset USAID, namun saat ini berasal dari kaki Gunung Salak. Air kemasan AQUA kemudian berkembang peminatnya, setelah produk tersebut yang ditargetkan untuk para ekspatriat, mulai dikonsumsi juga oleh pekerja lokal serta dipasarkan lewat berbagai medium. Willy Sidharta, rekan Tirto, ikut membantu memasarkan produk ini dari door-to-door.[3] Mulai tahun 1978, PT Golden Mississippi sudah mencapai titik impas-nya. Dari awalnya dengan botol saja, AQUA mulai muncul dalam banyak varian, seperti gelas (1985) dan botol plastik (1978).[6] AQUA kemudian juga mulai mengekspor hasil produksinya di beberapa negara dan memliki pabrik air minum di Brunei Darussalam.[7] Pada tahun 1984, pabrik AQUA kedua didirikan di Pandaan, Pasuruan sebagai upaya mendekatkan diri pada konsumen yang berada di wilayah tersebut.

Dalam rangka menyesuaikan perkembangan usaha yang makin pesat pada 25 Juli 1989 nama PT Golden Mississippi diubah menjadi PT AQUA Golden Mississippi. Sampai tahun 1990 kapasitas produksi AQUA meningkat 5 kali lipat dibandingkan tahun 1985 dari hanya sebesar 38,23 juta liter menjadi 188,7 juta liter.[8] Mulai 1 Maret 1990, PT AQUA Golden Mississippi telah menjadi perusahaan publik dengan melepas 6 juta sahamnya di Bursa Efek Jakarta dengan harga penawaran Rp 7.500/lembar.[9] Produksi AQUA kemudian ditingkatkan dengan produksi in-line di pabrik Mekarsari mulai tahun 1995, yang mengemas air dalam satu line produksi sehingga lebih higienis. Pada 28 September 1998, AQUA resmi diakuisisi 40% sahamnya oleh kelompok usaha asal Prancis, Grup Danone; sebelumnya, janda Tirto, Lisa Tirto Utomo memegang saham mayoritas, meskipun ia masih menjadi pengendali pasca-akuisisi. Akuisisi ini disebabkan munculnya pesaing baru, dan diharapkan kerjasama dengan Danone salah satu sebagai produsen air minum terbesar di dunia bisa meningkatkan kinerjanya. Belakangan, Danone meningkatkan kepemilikannya menjadi 74% pada Maret 2001[7] dan 90% pada 2002,[2] menjadikannya saham pengendali. Logo Danone pun sempat kemudian dilekatkan pada logo AQUA, dimulai pada 2000.[10][11] Mulai 1 April 2011, PT AQUA Golden Mississippi Tbk telah menjadi perusahaan tertutup kembali setelah melakukan voluntary delisting,[12] dimana saham terakhir milik publik (5,65%) dibeli seharga Rp 500.000/lembar.[13]

Produk[sunting | sunting sumber]

AQUA[sunting | sunting sumber]

Air minum dalam kemasan (AMDK) dengan merek AQUA dikemas dengan proses higienis dalam beberapa ukuran kemasan botol plastik; 330 ml, 450 ml, 600 ml, 750 ml dan 1500 ml serta kemasan gelas plastik ukuran 240 ml dan kemasan galon 19 liter.[butuh rujukan]

Mizone[sunting | sunting sumber]

Mizone White Isotonic adalah minuman isotonik yang tersedia dalam empat rasa yaitu lychee lemon, cranberry, star fruit, dan cherry blossom.

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Beberapa contoh penghargaan yang diperoleh oleh Danone-AQUA:[butuh rujukan]

  • Pada tahun 2018, Danone-AQUA meraih sertifikasi sebagai B-Corp, yaitu perusahaan dengan praktik terbaik dan ketaatan dengan standar tertinggi terhadap kinerja sosial dan lingkungan, serta transparansi dan akuntabilitas.
  • Tahun 2018, enam pabrik Danone-AQUA meraih Anugerah PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
  • Pada November 2019, Danone-AQUA kembali meraih penghargaan “Halal Award - Halal Top Brand 2019” dalam kategori Air Minum Dalam Kemasan oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) dan Kementerian Agama Republik Indonesia.
  • Pada Januari 2020, dua pabrik Danone-AQUA kembali menerima dua Anugerah PROPER kategori Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan (KLHK). Delapan pabrik lainnya meraih Anugerah PROPER kategori Hijau.
  • Pada Juni 2020, Danone-AQUA kembali meraih penghargaan Kinerja Pengurangan Sampah oleh produsen dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
  • Pada April 2022, Danone-AQUA kembali meraih penghargaan Top Innovation dalam ajang Top Innovation Choice Award 2022[14]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]