Abu Lu'lu'ah al-Majusi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Pīrūz Nahavandi (bahasa Persia: پیروز نهاوندی) atau yang dikenal dalam bahasa Arab sebagai 'Abu-Lū'lū'ah al-Majusi (bahasa Arab: أبو لؤلؤة المجوسي‎) atau Abu Lukluk adalah seorang prajurit Sasania yang bertugas di bawah komandan Rostam Farrokhzad, tetapi berhasil ditangkap dalam Pertempuran Qadisiyyah pada tahun 636 M ketika Sassania dikalahkan oleh tentara Muslim pimpinan Khalifah Umar bin Khattab di tepi barat Sungai Efrat. Setelah ia dibawa ke Madinah, ia berhasil membunuh sang Khalifah pada tahun ke-23 Hijriah (644-645 M).

Biografi[sunting | sunting sumber]

Setelah kejatuhan Kekaisaran Sasaniyah, ia ditawan lalu dijadikan budak yang bekerja untuk Al-Mughirah bin Syu'bah, salah seorang sahabat Rasulullah yang memimpin Basrah. Bakat seninya membuat sang majikan menyurati Khalifah Umar yang akhirnya memperbolehkan Abu Lukluk tinggal di Madinah.

Pembunuhan Umar[sunting | sunting sumber]

Pada suatu hari pada tahun ke-23 Hijriah, Abu Lukluk bersembunyi di pagi buta di dekat tempat Umar bin Khattab akan mengimami shalat Shubuh berjamaah di Masjid Nabawi. Saat Umar mulai bertakbir, Abu Lukluk tiba-tiba muncul dan menikam pusar sang Khalifah Amirul Mu'minin sebanyak tiga kali dengan sebuah belati bermata dua. Umar melaungkan kalimat "Allahuakbar" dan mencoba untuk meneruskan salat. Beberapa di antaranya mencoba mengejar Abu Lukluk dan ada juga yang kabur karena ketakutan. Setelah menikam Umar, ia mencoba menikam orang-orang yang mencoba menangkapnya. Ketika terpojok, Abu Lukluk melakukan bunuh diri.

Makam[sunting | sunting sumber]

Makam Abu Lukluk

Konon, Abu Lukluk dimakamkan di Kashan, di wilayah Iran. Makamnya dibangun pada abad ke-11 dengan arsitektur Persia-Khawarizmi. Makamnya dibangun dengan kubah berbentuk kerucut. Tanggal pembangunannya tidak diketahui sementara batu nisannya baru diletakkan pada abad ke-14.

Kontroversi[sunting | sunting sumber]

Sebagian kaum Syi'ah memberi gelar kepada Abu Lu'lu' Baba Shujauddin yang berarti Bapak Pemberani. Hari pembunuhan Umar itu diperingati pada 9 Rabiul awal sebagai djashn-e Omar koshi atau hari pembunuhan Umar yang dahulu beberapa kali dirayakan di desa-desa terpencil di pelosok Iran, sebelum akhirnya dilarang oleh pemerintah Iran yang baru naik setelah Revolusi Iran tahun 1979. Hal ini dilakukan karena beberapa kali menuai kritik dari berbagai negara Islam di seluruh dunia.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]