Pertempuran Nahawand

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Pertempuran Nahawand
Bagian dari Penaklukan Muslim
Castle Nahavend by Eugène Flandin.jpg
Lukisan Kastil Nahawand, salah satu benteng peninggalan Sasania yang tersisa.
Tanggal 642
Lokasi Nahāvand, dekat Hamadan, Iran
Hasil Kemenangan mutlak Kekhalifahan Rasyidin[1]
Keruntuhan Kekaisaran Sasania[2]
Pihak terlibat
Black flag.svg Kekhalifahan Rasyidin Derafsh Kaviani.png Kekaisaran Sasania
Tokoh dan pemimpin
Black flag.svg Sa'ad bin Abi Waqqas
Black flag.svg An-Numan bin Muqarrin [3]
Thulaihah [4]
Derafsh Kaviani.png Peroz Khosrau 
Derafsh Kaviani.png Mardanshah 
Derafsh Kaviani.png Varaztirots
Kekuatan
30.000[5] 100.000[6]-150.000 serdadu dari Kumis[7][8]
Korban
Berjumlah besar[9][10] Berjumlah besar[10][11]

Pertempuran Nahawand (Arab: معركة نهاوند‎, ma'rakah Nahawandi, juga dieja Nahāvand atau Nihāvand) adalah suatu pertempuran pada tahun 642 antara pasukan Arab Muslim melawan pasukan Kekaisaran Sasania.[12] Pertempuran berakhir dengan kemenangan mutlak bagi pihak Muslim, dan akibatnya pihak Persia kehilangan kota-kota di sekitar wilayah tersebut, termasuk kota penting Sephahan (kini Isfahan).

Jumlah pasukan[sunting | sunting sumber]

Pasukan Sassania di bawah pimpinan Peroz Khosrau yang diangkat Yazdegerd III menjadi pemimpin tertinggi berjumlah 150.000 orang [13] yang berasal dari wilayah-wilayah Media, Azerbaijan, Khurasan, Gurgan, Tabaristan, Merw, Baktria, Sistan, Kerman, dan Farsistan, yang mengambil posis bertahan di luar kota Nahawand.[14] Sedangkan di pihak Arab, Nu'man bin Muqarrin memimpin 30.000 orang pasukan,[13] yang berasal pangkalan Arab Muslim dari Irak, Khuzistan, dan Sawad.[14]

Jalannya pertempuran[sunting | sunting sumber]

Pasukan Sassania bertahan di luar kota Nahawand serta membuat parit pertahanan, dengan tujuan bertahan hingga pasukan Arab Muslim yang menyerang kehabisan makanan dan akhirnya mundur.[14] Setelah selama dua bulan gagal dalam upayanya memancing pertempuran, Nu'man bin Muqarrin mengadakan siasat penipuan dengan menyebarkan isyu bahwa Khalifah Umar meninggal dunia, dan pasukannya diminta membongkar tenda dan mundur dengan cepat.[14] Siasat ini berhasil memancing Peroz Khosrau dan pasukan Sassania untuk menyerang; namun setelah beberapa lama, dengan aba-aba Nu'man pasukan Arab Muslim yang telah bersiap dengan tiba-tiba menyerang balik dengan kekuatan penuh.[14]

Akibat serangan tersebut, pasukan Sassania mundur dengan terburu-buru dan tidak teratur, sehingga korban tewas besar di pihak mereka.[14] Nu'man yang memimpin di garis depan juga tewas, namun pemimpin pengganti yang telah disiapkan sebelumnya Hudzaifah bin al-Yaman terus memimpin pasukan Arab Muslim sehingga mencapai kemenangan di mana Peroz dan sebagian besar pasukan Sassania tewas.[15][16] Nahawand jatuh ke tangan pasukan Arab Muslim, dan juga Hamadan menyerah tidak lama kemudian.[14]

Pertempuran Nahawand berakhir dengan kekalahan telak di pihak Sassania, tewasnya Peroz dan Nu'man, serta jatuhnya Nahawand yang secara praktis mengakhiri keberadaan Kekaisaran Sassania.[13][14][15]

Kelanjutannya[sunting | sunting sumber]

Sumber-sumber non-Muslim menyebutkan bahwa Yazdegerd III yang melarikan diri, kemudian gagal mengumpulkan cukup dukungan di wilayah Persia Timur, di mana pemerintahan Sasania tidak populer bagi rakyat setempat.[17] Sumber-sumber Muslim seperti Tarikh ur-Rusul wal-Muluk dari Thabari menyebutkan bahwa provinsi Khorasan kembali memberontak terhadap kekuasaan Sasania, sebagaimana yang terjadi beberapa tahun sebelumnya tatkala mereka berpihak kepada Vistahm, yaitu paman dari Khosrau II. Ketika Yazdegerd III dinobatkan di Estakhr, sesungguhnya Persia diperintah oleh tiga pengklaim kerajaan dari wilayah-wilayah yang berbeda; Yazdegerd pada awalnya tidak langsung mendapat dukungan dari mereka.

Yazdegerd III lalu berusaha memperoleh bantuan pasukan dari Hun Putih dan suku-suku Turkik, namun sebelum terwujud ia dibunuh oleh seorang tukang roti di Marw pada tahun 651.[17][18] Setelah itu, Peroz anak Yazdegerd berupaya membangkitkan kembali Kekaisaran Sasania dalam menghadapi Kekhalifahan Rasyidin dan penerusnya Kekhalifahan Umayyah, walaupun rencananya tidak berjalan dengan baik karena Peroz akhirnya meninggal di Tiongkok.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ The Expansion of the Saracens-The East, C.H. Becker, The Cambridge Medieval History:The Rise of the Saracens and the Foundation of the Western Empire, Vol. 2, ed. John Bagnell Bury, (MacMillan Company, 1913), 348.
  2. ^ A Short History of Syriac Literature By William Wright. pg 44
  3. ^ Iran, Arab Conquest of (636-671), Adam Ali, Conflict and Conquest in the Islamic World: A Historical Encyclopedia, Vol.1, ed. Alexander Mikaberidze, (ABC-CLIO, 2011), 406.
  4. ^ Islamic desk reference, By E. J. van Donzel, pg.458
  5. ^ "Battle of Nahāvand". Encyclopædia Britannica. Diakses tanggal 2010-09-19. 
  6. ^ John Laffin, Brassey's Dictionary of Battles, (Barnes & Noble, 1995), 306.
  7. ^ The Encyclopaedia of Islam, Parts 83-84 edited by Sir H. A. R. Gibb
  8. ^ Parvaneh Pourshariati, Decline and Fall of the Sasanian Empire, (I.B.Tauris, 2009), 216.
  9. ^ Iran in the Early Islamic Period, Michael G. Morony, The Oxford Handbook of Iranian History, ed. Touraj Daryaee, (Oxford University Press, 2012), 211.
  10. ^ a b http://www.iranicaonline.org/articles/arab-ii
  11. ^ Iran in the Early Islamic Period, Michael G. Morony, The Oxford Handbook of Iranian History, 211.
  12. ^ Willem Vogelsang (2002), The Afghans, Blackwell Publishing, ISBN 0-631-19841-5 
  13. ^ a b c Sir Percy Sykes (2013). A History of Persia 1. Routledge. ISBN 1135648956, 9781135648954. 
  14. ^ a b c d e f g h George Rawlinson (2004). The Seven Great Monarchies of the Ancient Eastern World, Or: The History, Geography and Antiquities of Chaldaea, Assyria, Babylon, Media, Persia, Parthia, and Sassanian, or the New Persian Empire 3 (berilustrasi ed.). Gorgias Press LLC. p. 550-557. ISBN 1593331711, 9781593331719. 
  15. ^ a b Suresh K. Sharma, Usha Sharma, ed. (2004). Cultural and Religious Heritage of India: Zoroastrianism 7. Mittal Publications. pp. 35–41. ISBN 8170999626, 9788170999621. 
  16. ^ Parvaneh Pourshariati (2010). Vesta Sarkhosh Curtis, Sarah Stewart, ed. Decline and Fall of The Sasanian Empire. I.B.Tauris. p. 174-243. ISBN 0857711997, 9780857711991. 
  17. ^ a b The History of Iran By Elton L. Daniel, pg 67
  18. ^ History of Islamic Philosophy - With View of Greek Philosophy and Early History of Islam By I. M. N. Al-Jubouri, pg. 142

Bahan bacaan[sunting | sunting sumber]