Koefisien UEFA

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Koefisien UEFA adalah sebuah statistik yang dipergunakan untuk ranking tim di level antarklub maupun antarnegara. Koefisien dihitung oleh UEFA sendiri, sebagai otoritas yang resmi untuk sepak bola Eropa.

Koefisien ini terbagi dalam tiga jenis:

  1. Koefisien Tim Nasional: digunakan untuk ranking tim nasional, untuk menentukan status unggulan di kualifikasi dan putaran final turnamen Eropa UEFA.
  2. Koefisien liga: digunakan untuk ranking liga–liga Eropa berdasarkan performa klub asosiasi anggota, untuk menentukan jumlah klub peserta di Liga Champions UEFA dan Liga Eropa UEFA.
  3. Koefisien klub: digunakan untuk ranking individu klub, untuk menentukan status unggulan di Liga Champions UEFA dan Liga Eropa UEFA.

Koefisien tim nasional[sunting | sunting sumber]

Koefisien tim nasional UEFA berasal dari hasil masing-masing tim nasional sepak bola Eropa, dan hanya dihitung oleh UEFA setiap dua tahun sekali pada bulan November.

Tujuan dari koefisien ini adalah UEFA bisa menentukan timnas mana yang masuk status unggulan untuk undian babak kualifikasi hingga putaran final Euro. Dengan menerapkan koefisien UEFA dalam sebuah drawing, tim-tim besar akan saling menghindar di babak kualifikasi. Namun untuk Piala Dunia, koefisien UEFA tidak lagi berlaku, melainkan ranking FIFA.

Perhitungan poin[sunting | sunting sumber]

Sebelum Euro 2008, koefisien ini hanya ditentukan melalui hasil yang diraup timnas. Caranya dengan membagikan total perolehan poin yang diraih (tiga poin untuk kemenangan, satu untuk hasil seri) dengan jumlah pertandingan yang dimainkan dalam dua babak kualifikasi dari Piala Dunia atau Piala Eropa. Hasil dari babak play-off tidak dianggap. Untuk beberapa tim, hanya satu babak kualifikasi yang dianggap, apabila mereka tuan rumah dalam satu dari dua turnamen terakhir.

Metode seperti ini diubah usai Euro 2008, di mana sebuah tim memperoleh poin dari setiap pertandingan dalam lima kualifikasi turnamen terakhir atau putaran final Piala Dunia atau Piala Eropa.[1][2][3]

Berikut penentuan perolehan poin:

  1. 10.000 poin diberikan untuk setiap pertandingan yang dimainkan.
  2. Diberikan tambahan 30.000 poin untuk setiap kemenangan, 20.000 poin untuk kemenangan melalui adu penalti, dan 10.000 poin untuk hasil seri atau kalah adu penalti.
  3. Tambahan poin yang berkisar dari 6.000 hingga 38.000 diberikan untuk babak play-off atau putaran final.
  4. Setiap gol yang dicetak, 501 poin diberikan, dan 500 poin berkurang untuk setiap gol kemasukan.
  5. Jumlah poin dari semua hasil di atas dibagikan dengan jumlah pertandingan yang dimainkan timnas bersangkutan.
  6. Rumusnya sedikit berbeda untuk negara tuan rumah yang tidak mengikuti babak kualifikasi.
  7. Turnamen yang lebih baru bobotnya dua kali lebih tinggi dengan turnamen yang paling lama.

Koefisien liga[sunting | sunting sumber]

Koefisien liga digunakan untuk tujuan ranking liga-liga Eropa, sekaligus menentukan jumlah klub yang berpartisipasi di Liga Champions dan Liga Eropa. Koefisien liga dihitung berdasarkan hasil yang diraih klub dalam liga bersangkutan di Liga Champions dan Liga Europa dari lima musim terakhir.

Untuk babak-babak awal di Liga Champions dan Liga Europa, jumlah poin yang diperoleh klub-klub dari liga bersangkutan dibagi dua, dan diberikan poin bonus untuk:

  • Lolos ke babak grup Liga Champions = 4 poin tambahan
  • Lolos ke babak 16 besar Liga Champions = 5 poin tambahan
  • Lolos ke babak perempat-final, semi-final dan final Liga Champions dan Liga Europa = masing-masing 1 poin tambahan
Catatan;
Poin bonus ditambahkan ke total poin yang diraih dalam satu musim.

Koefisien klub[sunting | sunting sumber]

Koefisien klub ditentukan melalui hasil-hasil yang diraih klub di Liga Champions dan Liga Europa selama lima musim terakhir. Koefisien ini mencakup 20% koefisien liga ditambah jumlah poin yang diraih klub selama lima musim terakhir.[4][5]

Klub meraih dua poin untuk setiap kemenangan dan satu poin untuk hasil seri. Partisipasi di babak grup mendapat empat poin. Kemudian untuk setiap babak gugur yang dicapai di Liga Champions, atau perempat-final dan seterusnya di Liga Europa, diberikan tambahan satu poin.

Untuk ranking tim, hasil di babak kualifikasi tidak dianggap, dan mengikuti sistem perolehan poin sebagai berikut:[4]

Babak Perolehan poin
Liga Champions Liga Eropa
Babak 1 0.5 0.25
Babak 2 1 0.5
Babak 3 1
Babak 4 1.5
Babak grup 2
Keterangan

Poin kualifikasi di atas tidak diakumulasikan. Babak ketiga dan keempat kualifikasi Liga Champions tidak ada perolehan poin karena tim yang kalah akan masuk babak berikutnya di Liga Europa. Klub yang lolos ke babak grup Liga Champions sudah diberikan poin bonus (lihat di atas). Dua poin di babak grup Liga Europa adalah sebuah minimum dan tidak akan ditambahkan ke jumlah poin yang diraih pada babak grup. Kesimpulannya, semua tim yang berpartisipasi setidaknya mendapat poin di babak kualifikasi atau poin bonus.

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "EXCO approves new coefficient system". UEFA (dalam bahasa Inggris). 20 Mei 2008. Diakses 11 Mei 2014. 
  2. ^ "New UEFA National Team Coefficient Ranking System" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UEFA. 20 Mei 2008. Diakses 11 Mei 2014. 
  3. ^ "National Team Coefficient Ranking -Technical explanation" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UEFA. Oktober 2009. 
  4. ^ a b "UEFA Coefficients calculation method" (dalam bahasa Inggris). Bert Kassies. Diakses 11 Mei 2014. 
  5. ^ "UEFA Club Coefficients 2012-2013" (dalam bahasa Inggris). UEFA. Diakses 11 Mei 2014. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]