Khadijah dan Khalifah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Khadijah dan Khalifah
Format Sinetron
Pembuat Tripar Multivision Plus
Penulis Harry B. Arissa
Sutradara Sridhar Jetty
Pemeran Angelica Faustina
Rana Audi Marissa
Marcell Darwin
Lagu tema Pintu Taubat, Zivilia
Lagu pembuka Pintu Taubat, Zivilia
Lagu penutup Pintu Taubat, Zivilia
Komposer Laurensius Steven
Negara  Indonesia
Bahasa Bahasa Indonesia
Jumlah episode 98
Produksi
Produser Raam Punjabi
Lokasi Pondok Indah, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
Setelan kamera Ferry Santoso
Durasi 1 Jam
Siaran
Saluran asli Indosiar
Format gambar PAL 576i (SDTV)
Format audio Stereo
Dolby Digital 5.1
Siaran perdana 25 Juli 2011
Periode siaran 25 Juli 201130 Oktober 2011
Kronologi
Diawali oleh Cahaya Cinta
Dilanjutkan oleh Satria

Khadijah dan Khalifah merupakan sebuah sinetron yang ditayangkan stasiun siaran media televisi saluran asli di Indosiar dan yang diproduksi studio video production house motion pictures di Tripar Multivision Plus setiap hari Senin sampai Jumat pukul jam 19:00 dan Sabtu sampai Minggu pukul jam 18:00 WIB pada tahun 2011 mulai perdana pertama kali mengudara diluncurkan sejak pada tanggal hari Senin, 25 Juli 2011 dan akhir penutup selesai kali berhenti siaran diubarkan tamat sejak pada tanggal hari Minggu (Akhir Pekan), 30 Oktober 2011 berapa jumlah oleh 98 Episode. dengan lagu tema soundtrack yang berjudul Pintu Taubat yang dipenyanyikan vokal oleh Zivilia dan pemainnya antara lain ialah Angelica Faustina, Rana Audi Marissa dan Marcell Darwin.

Informasi[sunting | sunting sumber]

Lagu Tema (Main Theme)[sunting | sunting sumber]

  • Lagu Tema : Pintu Taubat (OST Sinetron Khadijah dan Khalifah Soundtrack)
  • Vokal : Zivilia
  • Ciptaan : Idham Akbar (gitaris dari Zivilia) & Ami (drumis dari Zivilia)
  • Genre : Religi Ramadhan
  • Durasi : 03:47
  • Album : OST Sinetron Khadijah dan Khalifah Soundtrack
  • Produksi : Nagaswara

Pemain[sunting | sunting sumber]

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Khadijah (diperankan oleh Angelica Faustina) adalah seorang gadis cantik dan sholehah. Ia merasa terbuang semenjak ibunya meninggal dunia. Dari Arab Saudi, lantas ia mencari keberadaan ayahnya di Jakarta. Namun, apa yang terjadi setelah ia bertemu ayahnya? Bukan kebahagiaan yang ia dapat, malah ayahnya tidak mau mengakuinya sebagai anak.

Harun (diperankan oleh Addy Irwandi), sang ayah ternyata di masa lalu telah menikahi tiga wanita, Rindang, Syahrini, dan Aminah. Dan menghamili dua wanitanya, Rindang dan Aminah. Dari Rindang, Harun memiliki anak cantik yang diberi nama Khadijah. Sedang dari Aminah (diperankan oleh Gita Esfandiary), Harun memiliki anak cantik yang diberi nama Khalifah (diperankan oleh Rana Audi Marissa).

Aminah yang hanya pembantu di keluarga Harun terusir saat hamil besar. Inilah yang membuat Aminah dendam. Aminah tak mau memiliki anak perempuan. Setelah melahirkan bayi perempuan, ia menukar bayinya dengan bayi laki-laki Zaitun (diperankan oleh Dewi Affandi). Ia ingin punya anak laki-laki untuk bisa balas dendam pada Harun.

Ia memberi nama Karma untuk bayi laki-laki Zaitun yang diasuhnya. Ia mendidik Karma (diperankan oleh Marcell Darwin) sebagai preman. Ia juga memiliki putra yang taat beribadah, Badai (diperankan oleh Fandy Christian). Sementara bayi perempuannya yang diasuh Zaitun telah tumbuh menjadi wanita dewasa yang cantik, Khalifah.

Khalifah baru dipecat karena bekerja mengenakan jilbab. Ia kemudian melamar pekerjaan kesana kemari. Akhirnya, ia diterima bekerja di rumah Aminah. Aminah belum menyadari bahwa Khalifah adalah putrinya yang ditukar dan diasuh oleh Zaitun. Aminah selalu memarahi Zaitun. Namun, Badai selalu membela. Aminah tak ingin Badai pacaran atau menikah dengan Khalifah. Karma selalu mengejek Badai saat Aminah marah-marah.

Istri-istri Harun tidak akur. Mereka malah saling menjatuhkan demi mendapatkan harta warisan. Istri Harun yang bernama Syahrini (diperankan oleh Maeeva Amin), memiliki putri cantik bernama Zahara (diperankan oleh Rina Diana) atau bisa dipanggil Sarah. Halimah (Arzetti Bilbina), mamanya Harun tahu rencana busuk Syahrini dan Zahara. Setiap ketemu Syahrini dan Zahara, Halimah selalu pasang tampang tidak suka.

Dengan tegas Halimah bilang, Syahrini bukan menantunya dan Zahara bukan cucu kandungnya. Satu-satunya menantu dan cucu kandung yang diakuinya hanyalah Rindang dan Khadijah. Khadijah datang ke keluarga Harun. Syahrini menghasut Harun bahwa Khadijah hanya berpura-pura. Harun termakan hasutan Syahrini. Sedang Halimah bisa merasakan ikatan batin seorang nenek dengan cucu. Konflik semakin seru.

Khadijah terpeleset dari tangga dan dilarikan ke rumah sakit. Ia membutuhkan banyak darah. Halimah meminta Harun mendonorkan darahnya. Harun mulai merasakan bahwa Khadijah putri kandungnya dari Rindang. Halimah yakin dalang dibalik kejadian yang menimpa Khadijah adalah Syahrini dan Zahara. Halimah dengan tegas bilang, tak segan-segan memasukkan Syahrini dan Zahara ke dalam penjara jika mereka berdua terbukti bersalah.

Syahrini dan Zahara yang ketakutan segera berlari meninggalkan Halimah. Syahrini dan Zahara pulang ke rumah dan membersihkan sisa minyak goreng yang ia tumpahkan di lantai. Namun, seseorang memotret bukti mereka sedang membersihkan barang bukti. Seseorang itu memperkenalkan diri sebagai pembantu baru. Pembantu tersebut bersedia diajak kerja sama asal ia mendapat keuntungan. Syahrini menyetujui.

Sementara di rumah Aminah, Badai semakin terpesona dengan kecantikan dan keshalehan Khalifah. Dengan mata melotot, Aminah menunjukkan sikap tak suka Badai dekat-dekat Khalifah. Aminah mengubah strategi setelah tahu Khadijah, wanita yang pernah dijambret Karma adalah putri kandung Harun.

Aminah meminta Karma mendekati Khadijah. Karma sempat menolak, tak mungkin ia mengencani saudaranya. Dalam hati Aminah berkata, suatu saat nanti ia akan mengungkapkan semua kebenaran bahwa Khadijah dan Karma tidak saudaraan. Bagaimanakah kisah selanjutnya?

Episode Terakhir[sunting | sunting sumber]

Sinetron Terakhir Episode Tamat menjadi Episode 98 akhir tamat selesai sejak pada tanggal Minggu (Akhir Pekan), 30 Oktober 2011

SINETRON Ramadhan Khadijah dan Khalifah (Indosiar) berakhir di episode 98 yang tayang Minggu (Akhir Pekan), 30 Oktober sejak petang ini pada pukul 18:00 WIB.

Sayangnya setelah 3 bulan tayang, penonton diberi ending yang jauh dari manis, apalagi memuaskan.

Setelah sempat menghilang, Andito (Adam Jordan) ditemukan tewas. Andito dibunuh oleh orang suruhan Wulan (Bintang Maharani). Polisi segera menahan Wulan.

Aminah (Gita Esfandiary) memberi tahu kabar duka ini pada Harun (Adi Irwandi). Mendengar kabar ini, Khadijah (Angelica Faustina) syok. Bersama Karma (Marcell Darwin) dan Sahara (Rina Diana) yang sedang hamil tua, mereka bertakziyah ke rumah Aminah.

Kesempatan ini digunakan Khadijah untuk minta maaf pada Khalifah (Rana Audi Marissa). Khalifah memaafkan, dan memeluk Khadijah. Sahara pun tak ketinggalan minta maaf pada Khalifah. Tiga gadis beda ibu 1 ayah itu terlihat rukun.

Bunga (Tiara Westlake) akhirnya membuka rahasia bahwa Saka bukan anak kandung Syahrini, tapi anak kandung Bunga. Baday (Fandy Christian) kecewa mengapa mantan istrinya itu tidak memberi tahu kalau anak mereka selamat. Tapi Bunga menjelaskan bahwa Saka adalah anak Bunga dengan Joni (Johan Morgan) dari inseminasi buatan, bukan darah daging Fandy.

Syahrini (Maeeva Amin) tidak suka melihat Khadijah cs berbaikan dengan Khalifah. Ini berarti, program cuci otak yang dilakukan Alvi (Cok Simbara) sudah tidak berfungsi.

Syahrini dan Alvi semakin panik ketika Halimah (Arzetti Bilbina) belum juga ditemukan. Curiga pada Karma, Alvi mengikuti pemuda itu ke tempat persembunyian Halimah. Alvi kembali menghipnotis Khadijah agar membunuh Halimah. Tapi kekuatan doa Halimah membuat Khadijah sadar dan tidak jadi membunuh neneknya sendiri.

Mengetahui kejahatannya terbongkar, Alvi dan Syahrini menculik Halimah dan meminta tebusan ke Harun senilai Rp 50 Miliar. Harun akhirnya tahu bahwa Alvi adalah Karim, papa kandung Syahrini yang telah melakukan face-off. Berkat usaha keras Karma dan Baday untuk mencari pinjaman, uang Rp. 50 Miliar berhasil didapatkan.

Usai menyerahkan tebusan, Karma dan Baday sukses menyelamatkan Halimah. Syahrini dan Alvi berhasil kabur, tapi polisi berhasil menemukan tempat persembunyian mereka. Keduanya dipenjara.

Tiba bagi Sahara melakukan proses persalinan. Sayang, usai seorang putri lahir dengan selamat, kondisi Sahara memburuk. Tahu umurnya tidak lama lagi, Sahara minta Khadijah menggantikan posisinya sebagai ibu dari anaknya dan istri bagi Karma. Khadijah menerima. Karma dan Khadijah menikah di depan Sahara yang sekarang. Tak lama, Sahara meninggal dunia.

Masih dibakar dendam, Syahrini kabur dari penjara. Ia berniat membunuh bayi Sahara. Tapi beberapa saat kemudian polisi datang dan meringkus Syahrini dijahatan dan bayinya kembali dipegangi oleh Sahara.

Kemudian layar televisi menjadi gelap. Ternyata masih ada tulisan, yang kurang lebih isinya seperti ini:

Setelah itu Sharini dihukum 15 tahun penjara
atas kejahatan yang dilakukan selama ini...
Dan Alvi mendapat hukuman penjara seumur hidup...
Setelah 6 bulan kemudian
Halimah sudah sembuh dan
kehidupan mereka sudah mulai normal...
TAMAT (THE END)

23-hari sepanjang slotnya pun diisi oleh Satria yang sama-sama diproduksi oleh Tripar Multivision Plus.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]