Kawin Kontrak Lagi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kawin Kontrak Lagi
Kawin Kontrak Lagi.jpg
Sutradara Ody C. Harahap
Produser Raam Punjabi
Pemeran Ricky Harun
Lukman Sardi
Cut Mini Theo
Wiwid Gunawan
Thalita Latief
Debby Ayu
Adellia Rasya
Cynthiara Alona
Musik Joseph S. Djafar
Penyunting Aline Jusria
Distributor MultiVision Plus
Negara Indonesia
Didahului oleh Kawin Kontrak

Kawin Kontrak Lagi adalah film komedi produksi MVP Pictures yang dirilis 2008 yang disutradarai oleh Ody C. Harahap dan dibintangi Ricky Harun, Lukman Sardi, Cut Mini Theo, Wiwid Gunawan, Thalita Latief, dan Debby Ayu. Film ini merupakan kelanjutan dari film Kawin Kontrak.

Plot[sunting | sunting sumber]

Jody kini sudah beranjak kuliah. Dirinya menjadi playboy dikalangan warga kampus dan menjadi panutan bagi tiga perjaka kampus, yakni Fredo, Hakim, dan Menfo. Ketiganya selalu mencoba mengikuti gaya-gaya Jody dalam menjalankan kehidupan cintanya, tetapi kurang berhasil. Selesai sebuah kuliah, Jody mendapat telepon dari Ibunya yang berkata bahwa ayah Jody terjerat kasus korupsi. Hal itu membuat Jody tidak mempunyai aset dan terpaksa mengekos di rumah kos kecil dekat kampus. Sohibnya Dika dan Rama di film pertama sudah bahagia. Dika masih marah dengan Jody yang merebut pacarnya, sedangkan Rama dan Isa akan menikah dan pindah ke Australia. Namun keduanya memberikan “sumbangan terakhir” bagi Jody.

Ketika Jody menaiki angkot, ia sadar bahwa sopir angkotnya adalah Kang Sono. Kang Sono terpaksa menyambung hidup sebagai sopir angkot setelah Desa Sukasararean digrebek karena usaha kawin kontrak yang dijalankan. Dan sebuah telepon dari Teh Euis, berkata bahwa Jody harus ke Desa Pakelonan untuk menemaninya. Kang Sono pergi kesana terlebih dahulu, ia mengutarakan maksud kawin kontrak kepada pimpinan Yayasan Penyalur Wanita Pesona Singagaung, Maung, yang menerapkan sistem militer kepada seluruh wanita yang ada dibawahnya. Setelah terjadi kesepakatan, Jody, Fredo, Hakim, dan Merfo pergi ke Desa Pekalonan untuk kawin kontrak.

Disana, rupanya beragam wanita disajikan. Fredo memilih Viva, seorang gadis penari. Hakim memilih Kokom, seorang gadis cermat. Dan Menfo memilih Sassi, seorang perawan. Malam dihabiskan Fredo dan Hakim dengan mendapat pemerasan karena selalu ditagih uang. Sementara Menfo yang mengidap ejakulasi dini, diberikan waktu oleh Sassi untuk memperbaikinya. Apabila para pria tidak mampu membayar, maka mereka akan diberikan Barandot, sebuah makhluk buas yang disimpan dibawah tanah dengan makanan manusia, Barandot adalah peliharaan Maung. Fredo dan Hakim akhirnya pergi duluan meninggalkan Desa karena tidak tahan. Sementara Menfo menyukai Sassi yang ternyata telah dijual oleh orangtuanya demi melunasi pinjaman orangtuanya kepada Maung.

Situasi menjadi pelik kala Sassi kabur dan bersembunyi di rumah Teh Euis yang tengah hamil. Teh Euis kini hidup menjadi seorang pengurus salon dengan “pelunas ngidam”nya, yaitu si Jody. Sassipun akhirnya ditangkap untuk dijadikan wanita yang akan dikirim menjadi pelacur di Jakarta. Sementara Kang Sono yang dianggap memberi bisnis baru bagi yayasan Maung, diberikan jabatan sebagai pemasok para wanita ke Jakarta yang sebelumnya dipegang oleh Fachri, penjahat yang menyengsarakan Desa Sukasararean. Karena kurang berkutik, Kang Sonopun menerimanya. Pada hari dikirimkannya para wanita ke Jakarta yang dikontrol oleh Sus Miranda, Teh Euis, Kang Sono, Jody, dan pacar Jody yang datang, Giselle, membantu membebaskan para wanita itu. Berkat trik hamil Teh Euis, Kang Sono, Jody, dan Giselle berhasil masuk. Giselle dan Jody pergi ke para penyiap baju seragam dan menghajar mereka, lalu memasukkan ulat bulu. Sementara Kang Sono pergi mencari Sassi dan Menfo yang ikut ditahan bersama Sassi karena dianggap membantu kaburnya Sassi.

Kemudian, di saat serah-terima kloter wanita oleh Maung, semua wanita gatal karena ulat bulu dan berlarian. Jeng Miranda menganggap kloter itu gagal, tapi masih menyimpan Sassi. Sassi, Menfo, Kang Sono, Giselle dan Jody yang ingin kabur tertangkap oleh anak buah Maung. Kecuali Sassi, yang lain akan dikorbankan satu-persatu ke Barandot. Lalu, Teh Euis datang dengan membawa keris kecil yang diterimanya dari seorang nenek yang ternyata memberikan kekuatan, menghancurkan seluruh anak buah Maung dan Maung dalam sekejap. Saat itu seluruh polisi yang menyamar sebagai warga mengungkapkan jati diri dan menyergap Maung dan rombongan.

Film diakhiri dengan Hakim yang kembali dari kota dan Menfo yang keluar dari lubang Barandot dan berhasil membunuhnya.Lalu Teh Euis melahirkan dan mengatakan bahwa anak dia adalah anak Kang Sono dan Jody, tapi kenyataannya anak Teh Euis kembar dan keduanya mirip dengan Abuba, yang padahal dikatakan oleh Teh Euis telah dikebiri.

Pemain[sunting | sunting sumber]

Pemain Utama

Kameo

Pranala luar[sunting | sunting sumber]