Keuskupan Agung Semarang
Lambang Uskup Mgr. Johannes Pujasumarta |
|
| Informasi | |
|---|---|
| Latin | Archidioecesis Semarangensis |
| Uskup Agung | Mgr. Johannes Pujasumarta Pr |
| Vikjen | RD FX Sukendar Wigyosumarta[1] |
| Sekretaris keuskupan | RP Yohanes Rohmadi Mulyono MSF |
| Ekonom | RP Franciscus Assisi Sugiarta SJ |
| Alamat keuskupan | Jl Pandanaran 13 Semarang 50244 Jawa Tengah |
| Pusat | Semarang |
| Sejarah | |
| Berdiri | 3 Januari 1961 |
| Sebelumnya | Vikariat Apostolik Semarang (25 Juni 1940)[2] |
| Statistik | |
| Luas wilayah | 21.200 km² |
| Jumlah umat | 504.000 (2004) |
| Website | http://www.kas.or.id |
Keuskupan Agung Semarang merupakan metropolit Provinsi Gerejani dalam kesatuan dengan tiga keuskupan sufragan di dekatnya, yaitu keuskupan Malang, keuskupan Surabaya dan keuskupan Purwokerto.[3] Keuskupan Agung Semarang sendiri meliputi 504.000 umat Katolik yang berada di Jawa Tengah bagian timur dalam suatu wilayah seluas 21.200 km2, selain kabupaten Rembang dan kabupaten Blora.
Daftar isi |
Sejarah [sunting]
Kontak awal agama Katolik di wilayah ini terjadi pada 1640 ketika dua orang imam Dominikan (OP), yaitu Manuel de St Maria OP dan Pedro de St Joseph OP mendapat sebidang tanah dari Sultan Mataram untuk tempat melayani umat Katolik yang terdiri dari para pedagang Portugis di Jepara. Tetapi komunitas awal itu cerai berai karena ditindas VOC Belanda. Pada tahun 1808 Semarang adalah suatu stasi dari Prefektur Apostolik Batavia (Jakarta) yang dilayani oleh Pastor L. Prinsen Pr. Pada 1818 Pastor L. Prinsep Pr ditarik ke Jakarta dan diangkat menjadi Prefek Apostolik Batavia. Semarang kemudian dilayani oleh dua pastor baru. Pada 1859 Ambarawa menjadi stasi baru dengan datangnya imam-imam Serikat Jesus (SJ). Pada 1865 Jogjakarta menjadi stasi baru, disusul Magelang. Pada 1904 Pastor Fransiskus Georgius J. van Lith SJ mendirikan sekolah guru di Muntilan dan penyebaran para guru selanjutnya menyebabkan Gereja Katolik berkembang lebih pesat di Jawa Tengah khususnya dan hampir secara menyeluruh di Jawa. Seminari Menengah didirikan di Muntilan pada 1911 dan nantinya pindah ke Mertoyudan. Pada 1936 didirikan Seminari Tinggi di Yogyakarta.
Vikariat Apostolik Semarang didirikan pada 1940, dan dengan berdirinya hirarki Gereja Katolik di Indonesia pada 3 Januari 1961 berubah statusnya menjadi Keuskupan Agung Semarang. Umat Katolik bertumbuh jumlahnya dari 47.000 di 23 paroki pada 1950, menjadi 204.000 pada 1970, selanjutnya 302.000 pada 1980, 424.000 di 79 paroki pada 1990 dan 483.000 di 88 paroki pada 2000. Menurut statistik 2005, umat Katolik Keuskupan Agung Semarang berjumlah 504.000 pada 2004.
Gembala [sunting]
- Vikaris Apostolik
- Mgr. Albertus Soegijapranata SJ (1940-1961)
- Uskup Agung
- Mgr. Albertus Soegijapranata SJ (1961-1963)
- Mgr. Yustinus (Kardinal) Darmojuwono (1963-1981)
- Mgr. Julius (Kardinal) Darmaatmadja SJ (1983-1996)
- Mgr. Ignatius Suharyo (1997-2009)
- Mgr. Johanes Maria Trilaksyanta Pujasumarta (2010-sekarang)
Perkembangan jumlah imam praja (diosesan) di Keuskupan Agung Semarang
- 1950: 15
- 1970: 42
- 1980: 62
- 1990: 76
- 2000: 124
- 2004: 142
Imam tarekat religius di Keuskupan Agung Semarang
- 1950: 65
- 1970: 167
- 1980: 164
- 1990: 191
- 2000: 192
- 2004: 202
Paroki [sunting]
- Paroki St Yusuf, Ambarawa (1896)
- Paroki Keluarga Kudus, Banteng (1967)
- Paroki St Yakobus Rasul, Bantul (1934)
- Paroki St Petrus dan Paulus, Babadan (1969)
- Paroki St Yosef, Baturetno (1956)
- Paroki Regina Pacis, Bedono (1966)
- Paroki St Teresia Lisieux, Boro (1864)
- Paroki St Petrus, Borobudur (1968)
- Paroki Hati Kudus Maria yang Tak Bercela, Boyolali (1961)
- Paroki St Yohanes Rasul, Delanggu (1959)
- Paroki St Mikael, Demak
- Paroki Hati Kudus Yesus, Ganjuran (1930)
- Paroki St Maria Diangkat ke Surga Dengan Mulia, Gamping (1920)
- Paroki St Stanislaus Kostka, Girisonta (1931)
- Paroki St Maria, Gubug
- Paroki St Theresia, Jombor
- Paroki St Stephanus, Jumapolo
- Paroki Maria Stella Maris, Jepara (1961)
- Paroki Kristus Raja, (Baciro) Jogja (1963)
- Paroki St Yosef, (Bintaran) Jogja (1896)
- Paroki St Albertus Magnus, (Jetis) Jogja (1965)
- Paroki St Antonius a Padua, (Kotabaru) Jogja (1933)
- Paroki St Fransiskus Xaverius, (Kidul Loji) Jogja (1812)
- Paroki Hati St Perawan Maria yang Tak Bernoda, (Kemetiran) Jogja (1945)
- Paroki Hati Yesus yang Mahakudus, (Pugeran) Jogja (1934)
- Paroki St Perawan Maria Ibu Rahmat Ilahi, Kalasan (1930)
- Paroki St Pius X, Karanganyar
- Paroki St Maria, Kartosuro
- Paroki St Perawan Maria Sakramen Mahakudus, Klaten (1923)
- Paroki St Paulus, Kleco (1980)
- Paroki St Petrus dan Paulus, Klepu (1930)
- Paroki St Yohanes Penginjil, Kudus (1939)
- Paroki St Ignatius, Magelang (1865)
- Paroki St Maria Fatima, Magelang (1971)
- Paroki St Mikael, Pancaarga, Magelang (1965)
- Paroki St Yosef, Medari (1917)
- Paroki St Yosef Pekerja, Mertoyudan (1952)
- Paroki St Aloysius Gonzaga, Mlati (1936)
- Paroki St Antonius, Muntilan (1894)
- Paroki St Perawan Maria yang Dikandung Tanpa Noda Asal, Nanggulan (1958)
- Paroki St Perawan Maria Diangkat ke surga, Pakem (1921)
- Paroki St Maria, Palur
- Paroki Keluarga Kudus, Parakan (1983)
- Paroki St Yosef, Pati (1932)
- Paroki Penampakan Perawan Maria, Promasan (1959)
- Paroki Hati Yesus Mahakudus, Purwodadi (1952)
- Paroki St Maria dan Yosef, Rowoseneng (1982)
- Paroki St Theresia, Salam (1965)
- Paroki Para Martir Jepang, Salatiga (1928)
- Paroki St Theresia Kanak-kanak Yesus, Sedayu (1930)
- Paroki Keluarga Kudus, Semarang/Atmodirono (1932)
- Paroki St Theresia, Semarang/Bongsari (1967)
- Paroki St Yosef, Semarang/Gedangan (1809)
- Paroki Hati Yesus yang Mahakudus, Semarang/Karangpanas (1915)
- Paroki St Fransiskus Xaverius, Semarang/Kebondalem (1956)
- Paroki Mater Dei, Semarang/Lampersari
- Paroki St Perawan Maria Rosario, Semarang/Randusari-Katedral, 1928
- Paroki Hati Kudus Yesus, Simo (1967)
- Paroki Yohanes Penginjil, Somohitan/Turi (1930)
- Paroki St Maria Fatima, Sragen (1961)
- Paroki Hati Kudus, Sukoharjo
- Paroki St Isidorus, Sukorejo/Weleri (1963)
- Paroki St Maria Lourdes, Sumber
- Paroki St Ignatius Loyola, Surakarta/Dirjodipuran (1972)
- Paroki St Antonius, Surakarta/Purbayan (1859)
- Paroki St Perawan Maria Permaisuri, Surakarta/Purbawardayan (1961)
- Paroki St Petrus Rasul, Surakarta/Purwosari (1940)
- Paroki Tawangmangu
- Paroki St Petrus dan Paulus, Temanggung (1937)
- Paroki Yusuf, Tumpang/Wanakersa
- Paroki Kristus Raja, Ungaran (1933)
- Paroki St Perawan Maria Bunda Penasehat, Wates (1930)
- Paroki St Martinus, Weleri (1954)
- Paroki St Perawan Maria Bunda Kristus, Wedi (1948)
- Paroki St Yohanes Rasul, Wonogiri (1967)
- Paroki St Petrus Kanisius, Wonosari (1920)
Referensi [sunting]
- ^ "SEMARANG: Vikjen Baru Keuskupan Agung Semarang". hidupkatolik.com. 2012-8-8. Diakses 2012-8-8.
- ^ (Inggris) Archdiocese of Semarang
- ^ Pembagian provinsi gerejawi di situs kawali.org
- KWI, Buku Petunjuk Gereja Katolik
- Dr. Fl. Hasto Rosariyanto SJ. 2001. Bercermin pada Wajah-wajah Keuskupan Gereja Katolik Indonesia. Kanisius
Pranala luar [sunting]
- Website resmi Keuskupan Agung Semarang
- (Inggris) (http://www.vatican.va/ Annuario Pontifico 2005)
|
||||||||||||||
|
|||||||||||

