Keuskupan Bogor

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Keuskupan Bogor
Informasi
Latin Dioecesis Bogorensis
Uskup Mgr. Paskalis Bruno Syukur, O.F.M.
Mgr. Cosmas Michael Angkur, O.F.M. (emeritus)
Vikjen RD. Benyamin Sudarto
Sekretaris keuskupan RD. Stefanus Sri Haryono Putro
Ekonom RD. Markus Lukas
Katedral St. Perawan Maria, Bogor
Alamat keuskupan Jl. Kapt. Muslihat No. 22, Bogor 16122
Pusat Bogor
Sejarah
Berdiri 3 Januari 1961
Sebelumnya Prefektur Apostolik Sukabumi (9 Desember 1948) dan Paroki Bogor
Statistik
Jumlah paroki 21[1]
Jumlah imam 56
Jumlah umat 90.000
Website http://www.keuskupanbogor.org

Keuskupan Bogor merupakan keuskupan sufragan dari Keuskupan Agung Jakarta. Wilayahnya meliputi 18.400 km2 di enam kabupaten di Provinsi Jawa Barat dan Banten, berpusat di Bogor. Umat Katolik di Keuskupan Bogor berjumlah sekitar 90.000 dan tersebar dalam 21 paroki dan dilayani oleh 56 imam.

Imam diosesan (Praja) dikembangkan sejak awal di Keuskupan Bogor dan sekarang berjumlah 42 orang. Jumlah imam dari tarekat religius 14 orang. Rata-rata setiap imam melayani keperluan rohani 1.607 orang umat.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Walaupun kontak pertama agama Katolik yang dibawa para pedagang Portugis dengan penduduk Banten yang beragama Hindu terjadi di awal abad ke-16, namun baru pada pertengahan abad ke-19 Bogor dikunjungi oleh imam dari Batavia (Jakarta) untuk merayakan Ekaristi. Pada 1885 Pastor MYD Claessens Pr menetap di Bogor. Ia juga mendirikan gereja di Sukabumi (1896) dan membangun gereja yang sekarang menjadi katedral Bogor. Pada tahun 1929 imam-imam Fransiskan Konventual (OFM Kon) mulai bekerja di Batavia (Jakarta) dan berangsur-angsur mereka membina stasi-stasi Rangkasbitung (1933), Cianjur (1933), Cicurug (1934) dan Serang (1939). Dalam perkembangan selanjutnya kemudian dibentuklah suatu Prefektur Apostolik Sukabumi dipisahkan dari Vikariat Apostolik Batavia (Jakarta) pada 9 Desember 1948, dan pembinaannya diserahkan kepada Ordo Fransiskan (OFM Kon). Dengan berdirinya hirarki Gereja Katolik mandiri di Indonesia pada 3 Januari 1961, paroki Bogor digabungkan dengan Prefektur Apostolik Sukabumi menjadi Keuskupan Bogor.

Gembala[sunting | sunting sumber]

Prefek Apostolik[sunting | sunting sumber]

Uskup[sunting | sunting sumber]

Paroki[sunting | sunting sumber]

  1. Katedral St Perawan Maria, Bogor (1889)
  2. St Fransiskus Asisi, Sukasari, Bogor (1963)
  3. Maria Bunda Segala Bangsa, Cileungsi
  4. St Petrus, Cianjur (1931)
  5. St Fransiskus, Cibadak
  6. Hati Maria Tak Bernoda, Cicurug (1951)
  7. St Andreas, Ciluar
  8. St Maria Ratu Para Malaikat, Cipanas (1948)
  9. Keluarga Kudus, Cibinong (1975)
  10. St Paulus, Depok Lama (1960)
  11. St Herkulanus, Depok Jaya
  12. St Matias, Cinere (1994)
  13. St Matius, Depok II Tengah
  14. St Markus, Depok II Timur
  15. St Thomas, Kelapa Dua Cimanggis (1991)
  16. St Maria Tak Bernoda, Rangkasbitung (1888)
  17. Kristus Raja, Serang (1950)
  18. St Joannes Baptista, Parung
  19. St Yoseph, Sukabumi (1927)
  20. St Yakobus, Megamendung (1984)
  21. St Maria Fatima, Sentul City

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ <http://www.keuskupanbogor.org Situs Keuskupan Bogor>
  • MAWI, Buku Petunjuk Gereja Katolik Indonesia 1986, hal 43-44
  • CLC, Ensiklopedi Populer Tentang Gereja Katolik di Indonesia, 1989, HAL 46-49

Pranala luar[sunting | sunting sumber]