Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah di Indonesia
Logo GSSJA.jpg
Logo Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah di Indonesia
Klasifikasi Protestan
Wilayah Penyebaran Indonesia
Perkembangan
Didirikan 1914

Gereja Sidang Sidang Jemaat Allah, disingkat GSJA, adalah salah satu sinode gereja Kristen Protestan di Indonesia yang bernaung di bawah Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI). Selain PGI, GSJA juga merupakan anggota dari Persekutuan Injili Indonesia (PII).

Latar Belakang[sunting | sunting sumber]

Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah atau Assemblies of God adalah salah satu Gereja Pentakosta terbesar di dunia. Pada 2004, Gereja ini mempunyai sekitar 15 juta orang anggota di seluruh dunia, dengan 12.100 gereja di Amerika Serikat dan 236.022 gereja dan pos penginjilan di 191 negara di seluruh dunia.

Kantor pusat Assemblies of God terletak di Springfield, Missouri, Amerika Serikat. Teologi Gereja ini ini didasarkan pada teologi Protestan yang konservatif, yang menekankan doktrin Pentakostal seperti misalnya baptisan oleh Roh Kudus, berbicara bahasa roh, dan penyembuhan ilahi.

GSJA didirikan pada 1914 di Hot Springs, Arkansas, Amerika Serikat. Wakil dari 20 negara bagian dan beberapa dari negara asing berkumpul untuk membentuk sebuah persekutuan Pentakostal. Tujuan persekutuan ini adalah melindungi dan melestarikan hasil-hasil dari kebangunan yang terjadi atas ribuan orang percaya yang mengalami baptisan Roh Kudus di Azusa Street, Los Angeles, California

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada Rapat Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia yang diadakan di Pekanbaru, 23-27 Januari 2006, GSJA resmi diterima sebagai anggota PGI.

Pengakuan Iman[sunting | sunting sumber]

Pengakuan Iman Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah di Indonesia.

  1. Alkitab adalah firman Allah yang diilhamkan dan tanpa salah; satu-satunya kaidah yang mutlak dan berwenang bagi iman dan perilaku manusia.
  2. Allah adalah esa, hadir secara kekal dalam tiga oknum: Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus.
  3. Tuhan Yesus Kristus :
    • ilahi adanya,
    • lahir dari seorang anak dara,
    • hidup tanpa dosa,
    • melakukan mujizat-mujizat,
    • menebus manusia yang berdosa melalui kematian-Nya,
    • bangkit secara badani,
    • naik ke sorga dan dimuliakan di sebelah kanan Allah Bapa,
    • akan datang kembali ke bumi dalam kuasa dan kemuliaan untuk memerintah dalam Kerajaan Seribu Tahun.
  4. Oleh pelanggaran satu orang (Adam) dosa telah masuk ke dalam dunia, dan maut oleh sebab dosa; demikianlah maut telah menimpa semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.
  5. Keampunan dan penyucian dari dosa hanyalah melalui pertobatan dan iman kepada kuasa penyucian darah Kristus.
  6. Pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus mutlak perlu bagi keselamatan seseorang.
  7. Karya penebusan Kristus di atas salib menyediakan kesembuhan bagi tubuh manusia melalui doa dan iman.
  8. Pengudusan dikerjakan oleh Roh Kudus yang mendiami orang percaya.
  9. Baptisan Roh Kudus menurut Kisah Para Rasul 2:4 dikaruniakan kepada orang beriman yang memohon kepada Allah.
  10. Pengangkatan Gereja pada waktu kedatangan Kristus di awan-awan merupakan pengharapan yang bahagia bagi orang-orang percaya.
  11. Kebangkitan tubuh bagi orang-orang percaya maupun yang tidak percaya; yang pertama untuk menerima hidup yang kekal dan yang kedua untuk menerima hukuman yang kekal.[1]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Sumber: Peraturan Pelaksanaan, tahun 2003

Pranala luar[sunting | sunting sumber]