Gereja Toraja

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Gereja Toraja
Logo Gereja Toraja.png
Logo Gereja Toraja
Klasifikasi Protestan
Pimpinan Gereja Pdt. Musa Salusu, MTh
Wilayah Penyebaran Sulawesi, Indonesia
Situs web resmi Situs Resmi Gereja Toraja
Perkembangan
Didirikan 25 Maret 1947 di Rantepao, Sulawesi Selatan
Statistik
Anggota 400.000 orang (2012)[1]

Gereja Toraja (disingkat GT) adalah salah satu kelompok gereja Protestan di Indonesia yang bermula di tanah Toraja, Sulawesi.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Gereja Toraja lahir dan tumbuh dari hasil kegiatan pekabaran injil misionaris Perhimpunan Pekabaran Injil Gereformeerd (Gereformeerde Zendingsbond-Belanda (GZB)).[2] GZB didirikan oleh satu aliran dalam tubuh Gereja Hervormd Belanda (NHK). GZB mengutus penginjil dan guru-guru sekolah di kalangan Suku Toraja. Pdt. A.A. van de Loosdrecht menjadi misionaris pertama yang tiba di Rantepao, Sulawesi Selatan, pada 7 November 1913.[2] Namun, tragis karena ia terbunuh di tempat itu.[2] Atas kerja keras dan pengorbanan mereka, terbentuklah jemaat-jemaat di berbagai tempat yang kemudian mendirikan Gereja Toraja yang berdiri sendiri.[1]

Gereja Toraja

Injil berkembang pesat hingga tahun 1938 telah terdapat 14.000 orang Kristen dari 300.000 penduduk.[2] Pada 25 Maret 1947, jemaat-jemaat sepakat membentuk suatu organisasi gereja yang bernama Gereja Toraja dalam sidang Majelis Am yang pertama di Rantepao.[3] Gereja ini menjadi anggota Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) pada tahun 1950.[1]

Gereja ini berbentuk Presbiterial Sinodal yang berarti pengaturan tata hidup dan pelayana gereja yang dilaksanakan oleh para presbiter (penatua, pendeta, dan diaken) dalam suatu jemaat dengan keterikatan dan ketaataan dalam lingkup yang lebih luas (klasis dan sinode).[3]

Pada masa pemberontakan DI/TII Kahar Muzakar, banyak anggota jemaat Gereja Toraja yang terbunuh.[2] Tahun 2000, anggota jemaatnya sebanyak 375.000 orang.[2]

Saat ini, kantor Pusat Gereja Toraja terletak di Rantepao, Sulawesi Selatan.[2] Gereja Toraja kemudian tersebar di luar Toraja, seperti Makassar, Surabaya, Jakarta, dan kota lainnya.[2]

Dalam tahun 2012-2013 Gereja Toraja menyelenggarakan acara mensyukuri 100 tahun Injil Masuk Toraja 1913-2013.[4]

Badan Pekerja Sinode[sunting | sunting sumber]

Gereja Toraja dipimpin oleh pengurus yang disebut Badan Pekerja Sinode (BPS). BPS Gereja Toraja berkedudukan di Tongkonan Sangullele Gereja Toraja, di Rantepao. BPS Gereja Toraja dipilih oleh Sidang Sinode Am yang dilaksanakan (lima) tahun sekali. Personil BPS dipilih secara langsung oleh para utusan persidangan yang datang dari 87 Klasis. BPS menjalan tugas memimpin Gereja Toraja berdasarkan mandat keputusan Sidang Sinode Am.[5]

Sejak berdiri sebagai sebuah sinode mandiri, 25 Maret 1947, Gereja Toraja sudah 23 kali melaksanakan Sidang Sinode Am. Yang terbaru adalah Sidang Sinode Am XXIII, yang berlangsung selama 8 hari, tanggal 2-9 Juli 2011. Bertindak sebagai Jemaat penghimpun dalam Sidang Sinode Am ini adalah Jemaat Tallunglipu, sementara tempat persidangan di lokasi SMK Kristen Tagari, salah satu sekolah unggulan Gereja Toraja.[5]

Dalam Sidang Sinode Am XXIII ini, ditetapkan struktur baru BPS Gereja Toraja yang terdiri atas : Ketua Umum, Ketua I (Bidang Pembinaan Warga Gereja dan Pekabaran Injil), Ketua II (Bidang Ketenagaan, Kegerejaan, Penelitian dan Pengkajian), Ketua III (Bidang Partisipasi Gereja Dalam Pembangunan bangsa (Pendidikan, Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Penatalayanan/Sarana Prasarana dan Dana), Ketua IV (Bidang OIG), Sekretaris Umum, Wakil Sekretaris Umum dan Bendahara Umum.[5]

Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja periode tahun 2011-2016 adalah sebagai berikut :[5]

  • Ketua Umum : Pdt. Musa Salusu, MTh
  • Ketua I : Pdt. DR. I.Y. Panggalo
  • Ketua II : Pdt. Daniel Rori, S.Th., M.Min
  • Ketua III : Pnt. Prof. DR. Dr. Daniel Sampepajung, Sp.PD
  • Ketua IV : Pdt. Arsiati Kabanga', M.Th
  • Sekretaris Umum : Pdt. Suleman Allolinggi, S.Th., M.Si
  • Wakil Sekretaris Umum : Pnt. Agustinus
  • Bendahara Umum : Pnt. Katrina Tombi, SE

Organisasi Intra Gerejawi[sunting | sunting sumber]

PPGT (Persekutuan Pemuda Gereja Toraja)

  • Ketua  : Feri Hendra, S.Th
  • Sekretaris : Jery Parimba, ST

PWGT (Persekutuan Wanita Gereja Toraja)

  • Ketua  : Dra. Yacolina Palimbong
  • Sekretaris : Abigael Salusu, S.PAK

SMGT (Sekolah Minggu Gereja Toraja)

  • Ketua  : Pnt. Elianus Samben
  • Sekretaris : Yunus Buana Patiku

PKBGT(Pesekutuan Kaum Bapak Gereja Toraja)

  • Ketua  : Welem Sambolangi’, SE
  • Sekretaris : Richard Ranteallo

Sekretariat[sunting | sunting sumber]

Kantor Pusat Sinode Gereja Toraja:[1]

Jl. Ahmad Yani No.45 Rantepao 91831
Tana Toraja – Sulawesi Selatan
Telp. 0423-21460; 21612; 21742; Fax. 25143; 27165
E-mail: bpsgetor@gmail.com
Situs Web: www.gerejatoraja.net

Wilayah Pelayanan[sunting | sunting sumber]

Saat Ini Gereja Toraja terbagi atas 85 klasis yang tergabung atas 4 Wilayah terdiri atas sebagai berikut:

  • Wilayah I Luwu terbagi atas 21 klasis yang meliputi wilayah Luwu Timur, Utara, Luwu, dan Kota Palopo; Ketua: Pdt. Yahya Boong, S.Th
  • Wilayah II Rantepao terbagi atas 27 klasis yang meliputi wilayah Kabupaten Toraja Utara; Ketua: Pdt. Luther Taruk, S.Th
  • Wilayah III Makale terbagi atas 23 klasis yang meliputi Kabupaten Tana Toraja; Ketua: Pdt. Jhoni Ma’dika, S.Th
  • Wilayah IV Makassar terbagi atas 12 klasis yang meliputi seluruh wilayah pelayanan luar Toraja dan Luwu; Ketua: Pdt. Duma Tonda, S.Th

Statistik[sunting | sunting sumber]

Data gereja pada tahun 2012:[1]

  • Jumlah Klasis : 85 Klasis
  • Jumlah gereja/jemaat : 1001 jemaat
  • Jumlah anggota jemaat : 400.000 orang

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e Profil Gereja Toraja di situs PGI
  2. ^ a b c d e f g h F.D.Wellem. Kamus Sejarah Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia 2009.
  3. ^ a b I.Y. Panggalo & Markus Rani. Tata Gereja: Gereja Toraja. Tana Toraja: PT SULO 2008.
  4. ^ 100 Tahun IMT
  5. ^ a b c d BPS Gereja Toraja

Pranala luar[sunting | sunting sumber]