Athanasius
| Saint Athanasius dari Aleksandria | |
|---|---|
| Icon of St Athanasius | |
| Pope of Alexandria; Confessor and Doctor of the Church | |
| Lahir | around 293, Alexandria, Egypt |
| Wafat | 2 Mei 373, Alexandria, Egypt |
| Dihormati di | Oriental Orthodoxy, Eastern Orthodoxy, Gereja Katolik, Lutheranisme, Komuni Anglikan, and among the Continuing Anglican Movement |
| Tempat ziarah utama | Saint Mark Coptic Orthodox Cathedral in Cairo, Egypt San Zaccaria, Venice, Italy |
| Hari peringatan | 15 Mei = 7 Pashons, 89 A.M. (Coptic) 2 Mei (Kristen Barat) 18 Januari (Gereja Orthodoks Timur) |
| Atribut | Bishop arguing with a pagan; bishop holding an open book; bishop standing over a defeated heretic |
Athanasius adalah seorang uskup yang dikenal sebagai uskup yang gigih dengan pandangannya tentang "Allah yang Tritunggal". [1] Semasa hidupnya, ia mempertahankan pandangan tersebut untuk melawan Arianisme, kelompok yang menentang keallahan Kristus. [2] Athanasius juga memberikan kontribusinya dalam pembuatan Kanon perjanjian baru. [3] Selain itu, beberapa karya tulisnya menjadi sumbangsi terbesar bagi gereja-gereja saat itu. [3]
Daftar isi |
[sunting] Riwayat Hidup
Athanasius lahir pada akhir Abad ke-3 Masehi.[2] Athanasius dikatakan sebagai bagian dari kelompok koptik karena saat itu, ia berbicara dengan bahasa Koptik, bahasa asli dari sebuah daerah yang berhasil ditaklukkan oleh Yunani-Romawi.[4] Atas keterangan ini, ia dikenal menjadi bagian dari kelompok Koptik. Athanasius juga tidak pernah mengklaim bahwa ia dilahirkan dari kalangan atas dan berpengalaman dalam budaya Yunani-Romawi.[4] Ia adalah bagian dari kelas bawah di Mesir. [4] Pada awal karirnya ia tinggal bersama Uskup Iskandariah dan selang beberapa waktu menjadi Diaken.[2] Athanasius mengikuti uskup Aleksandria ke Konsili Nicea. [2]Ia menjadi uskup menggantikan Uskup Aleksandria yang meninggal pada tahun 328. [2] Keuskupannya ditandai dengan tiga keprihatinan: organisasi amal selama masa kelaparan, organisasi yang hidup dalam kehidupan biara, dan memperhatikan ortodoks dan persatuan dalam periode yang diliputi dengan perselisihan antara Arius dan Athanasius. [5] Athanasius menjadi uskup selama 45 tahun dan meninggal pada tahun 373.[2]
[sunting] Ajaran
[sunting] Keallahan Kristus
Hasil perjuangan Athanasius, yaitu Gereja Kristen menyingkirkan roh Yunani yang memberikn keselamatan. [1] Hal ini membuktikan bahwa Kristus , anak Allah berbeda jauh dengan Logos filsafat Yunani yang hanya setengah zat dengan ilahi di antara Allah dan dunia. [1] Athanasius begitu gigih mempertahankan bahwa keselamatan hanya berasal dalam Yesus Kristus. [2] Tema ini dibahas dalam buku De Incarnatione Verbi.[2] Ia diperhadapkan pada tuduhan-tuduhan dari pihak Yahudi dan kafir, bahwa inkarnasi dan penyaliban Anak Allah tidak pantas dan mengurangi martabat-Nya. [2] Namun, dengan tegas ia mengatakan bahwa " dunia yang diciptakan melalui Dia hanya dapat dipulihkan oleh Dia. [2] Pemulihan ini tidak bisa terjadi, kecuali melalui salib.[2]
Gagasan "deifikasi" atau "pendewaan"(menjadi ilahi) menunjukkan pengaruh Yunani dalam pemikirannya. [2] Selain itu, Athanasius adalah orang pertama yang secara serius mempelajari status Roh Kudus. [2] Hingga pertengahan abad ke-4 perhatian tertuju kepada hubungan Allah Bapa dan Anak. [2] Sebutan singkat" Dan kepada Roh Kudus" dalam Pengakuan Iman Nicea adalah menjadi bukti kurangnya perhatian terhadap roh kudus. [2]
Sebuah Kelompok di Mesir, Tropici, mengajarkan bahwa Sang Anak adalah Allah, tetapi Roh Kudus diciptakan dari yang tidak ada. [2] Hal ini bertolak belakang dengan Pengakuan Iman Nicea serta secara tersirat dalam hal Roh kudus sejalan dengan Arinisme. [2] Mereka berselisih dengan uskup Serapion, yang meminta nasihat kepada Athanasius. [2] Ia pun menjawab dalam sejumlah Letter to Serapion(surat-surat kepada Serapion), yang di dalamnya terdapat pembahasan teologi sesungguhnya mengenai ''Ketritunggalan dengan merinci status Roh Kudus maupun Anak Allah. [2]
Berbagai usaha dilakukan untuk membuat sebuah kesepakan mengenai "trinitas" baik itu melalui konsili Nicea dan konsili lainnya yang membahas hal serupa. [6] Pada Konsili Konstantinopel (381), akhirnya dicapai sebuah kesepakatan bersama mengenai "Trinitas": Bapa, Anak, dan Roh Kudus Esa menurut(keallahannya), tetapi merupakan tiga pribadi. [6] Namun, keesaaan tidaklah terlepas dari ketigaan begitu pun dengan ketigaan tidak akan terlepas dari keesaan. [6] Rumusan Konstantinopel ini ingin memasukkan semua unsur yang terkandung dalam Alkitab. [6] Namun, ternyata rumusan ini tidak memuaskan pemikiran manusia. [6] Akan tetapi, rumusan ini tetap dihargai. [6]
[sunting] Konflik dengan Arianisme
Athanasius adalah seorang uskup yang begitu menolak ajaran Arius hingga hampir setengah abad(328-373).[6] Pertikaian kedua tokoh ini disebabkan ajaran Athanasius yang dianggap bertolak belakang dengan Alkitab.[6] Ajaran Athanasius pun dipandang berat sebelah. [6] Teologi keduanya sangat berbeda dalam mengungkapkan hubungan Kristus dan Roh kudus dengan Allah Bapa.[6] Arianisme menjadi sebuah ancaman terbesar bagi kehidupan umat Kristen saat itu. [4] Arianisme mengajarkan bahwa seseorang yang datang kepada kita yaitu, Kristus Yesus bukanlah Tuhan yang sesungguhnya melainkan makhluk yang diciptakan oleh Allah.[4]
Melihat kondisi ini, Kaisar Konstantinus mengadakan Konsili Nicea di kota Nicea(325)dan membujuk para uskup untuk menerima rumusan bahwa Kritus sehakekat dengan Allah(Yunani= homo-ousios).[6] Konstantinus tidak memaksa para uskup untuk menerima rumusan tersebut, namun hal ini telah menjadi keyakinan umat Kristiani yang telah didiskusikan selama satu abad. [6] Di lain pihak, ajaran Arius telah dikutuk. [6]
Eusebius dari Nicomedia dan pemimpin Arian menganggap Athanasius merupakan musuh mereka yang paling tangguh dan sulit dikalahkan. [4] Mereka pun mencari jalan untuk menjatuhkan Athanasius dengan mengedarkan rumor bahwa ia menjadi penganiaya atas umat Kristen di Mesir dan menggunakan ilmu sihir. [4] Menanggapi hal tersebut, Kaisar Konstantinopel memerintahkan untuk bertemu sebelum konsili di Tyre berlangsung untuk menjawab tuduhan yang diajukan kepadanya. [4] Terutama, untuk menjawab tuduhan bahwa dirinya membunuh uskup Arsenius dan memotong tangannya untuk dijadikan sebagai persembahan dalam ritus ilmu sihirnya. [4] Namun, tuduhan tersebut tidak dapat menjatuhkan Athanasius hingga ia pun dapat mengalahkan rumor tersebut. [4]
kedisiplinannya dalam biara, pengaruhnya dalam masyarakat, semangatnya yang tak pernah padam, dan keteguhannya dalam keyakinan membuatnya sulit terkalahkan. [4] Selain itu, Ia adalah tipikal orang yang sulit untuk berkompromi. [2] Sikap inilah membuatnya tidak disenangi oleh uskup dan negarawan. [2] Sekitar 17 tahun, ia menghabiskan waktunya di lima tempat pengasingan yang berlainan. [2] Athanasius dan Arius secara bergiliran dibuang oleh kaisar. [2] Masa pengasingan yang terpenting adalah ketika ia di Roma dari tahun 340 hingga 346. [2] Setelah itu, ia mengalami Dasawarsa Emas dari tahun 346 hingga 356 di Aleksandria, masa terpanjang sebagai uskup tanpa interupsi. [2]
Athanasius adalah uskup yang selalu tegar dalam menghadapi masalah demi masalah yang.[2] Pada saat itu, kelompok anti-Arianisme( Gereja Barat, kelompok Antiokhia dan Athanasius) berpendapat bahwa Allah adalah satu pribadi, sedangkan bagian terbesar kelompok Origenes di bagian Timur berpendapat bahwa Allah terdiri dari tiga pribadi. [2]
[sunting] Kontribusi Athanasius dalam Kanon Perjanjian Baru
Pada tahun 367, Athanasius menulis Surat Paskah(Easter Letter). [3] Di dalam surat tersebut terdapat 27 buku yang ada dalam Perjanjian Baru. [3] Hal ini dilakukannya untuk mencegah adanya kesalahan ajaran kepada jemaat. [3] Ia pun menyatakan bahwa tiada buku lain yang dapat dibandingkan dengan Injil Kristen walaupun ia tetap mengakui Didakhe sebagai penuntun tata ibadah, liturgy serta doa. [3] Namun, pada kenyataannya, Kanon yang dibuat oleh Athanasius tidak dapat menyelesaikan masalah. [3] Tahun 397, Konsili Kartago mensahkan daftor Kanon yang pada saat itu Gereja di Barat masih bergumul dalam penyelesaian Kanonnya. [3] Daftar Kanon yang dibuat Athanasius mendapatkan pengakuan dan menjadi awal mula Gereja di seluruh dunia untuk menggantungkan segala aturan yang dibuat sesuai dengan Kanon yang ditetapkan. [3]
[sunting] Karya Athanasius
Selain itu, karya Athanasius lainnya, yaitu Against the Gentiles and On the Incarnation of the World yang menjadi sebuah tanda dari teologinya. [4] Kedua karyanya ini, menunjukkan keyakinan yang mendalam bahwa pusat iman Kristen yang sesungguhnya adalah perwujudan Tuhan dalam Yesus Kristus. [4]
[sunting] Referensi
- ^ a b c H. Berkhof. Sejarah Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1986.
- ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z aa ab ac ad ae Tony Lane. Runtut Pijar: Sejarah Pemikiran Kristiani. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2009.
- ^ a b c d e f g h i A. Kenneth Curtis, J. Stephen Lang & Randy Petersen, 100 Peristiwa Penting dalam Sejarah Kristen, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2009.
- ^ a b c d e f g h i j k l m Justo L. Gonzalez, The Story Of Christianity vol.1, USA: HarperCollins, 1984.
- ^ Jean Comby, How to Read Church History vol.1, English: SCM Press Ltd, 1985.
- ^ a b c d e f g h i j k l m VAN Den End. Harta dalam Bejana: Sejarah Gereja Ringkas. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2010.
[sunting] Pranala Luar
- Saint Athanasius by F. A. Forbes
- The Coptic Synexarion commemorating the departure of St. Athanasius the Apostolic (7 Bashans, 89 A.M.)
- Timeline of Athanasius' life, detailing his 5 exiles. Reworked from Robinson, below.
- Athanasius Bibliography from University of Erlangen (German)
- Archibald Robinson, Athanasius: Select Letters and Works (Edinburgh 1885)
- The so-called Athanasian Creed (not written by Athanasius, see Athanasian Creed above)
- Athanasius Select Resources, Bilingual Anthology (in Greek original and English)
- Two audio lectures about Athanasius on the Deity of Christ, Dr N Needham
- Concorida Cyclopedia: Athanasius
- Christian Cyclopedia: Athanasius
- Catholic Encyclopedia: Athanasius
- Opera Omnia by Migne Patrologia Graeca with analytical indexes
- St Athanasius the Great the Archbishop of Alexandria Orthodox icon and synaxarion
- English Key to Athanasius Werke
- The Writings of Athanasius in Chronological Order
- On the Incarnation by Athanasius of Alexandria, on www.theologynetwork.org
- Introducing...Athanasius audio resource by Dr. Michael Reeves. Two lectures on www.theologynetwork.org
