Zhenren

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian


Zhenren (Hanzi=真人; pinyin=zhēnrén; Wade-Giles=chen-jen; lit.=manusia sejati) adalah sebuah sebutan oleh bangsa China yang pertama kali digunakan oleh Zhuangzi. Taoisme menempatkan zhenren pada level di bawah Xian ("transenden; abadi") dalam hierarki Surga, sementara Bhuddisme China menggunakan istilah tersebut untuk menerjemahkan arhat ("yang tercerahkan").

Zhen 真 dalam ilmu bahasa[sunting | sunting sumber]

Kata zhen 真 ("benar; sungguh; autentik") secara tata bahasa jarang digunakan. Huruf ini menggambarkan "transformasi spiritual" (salah satu tipe huruf mandarin yang paling jarang). Huruf ini pertama kali muncul dalam Daodejing dan tidak muncul pada naskah-naskah Konfusianis yang lebih awal.

Karakter[sunting | sunting sumber]

Huruf China tradisional 眞 disederhanakan menjadi 真 dalam penulisan sederhana dan huruf Kanji. Huruf modern 真 tersusun atas huruf wu 兀 "sekolah" yang diletakkan di bawah huruf zhi 直 "lurus". Namun, huruf tradisional 眞 (berasal dari Naskah Segel, abad ke-4 hingga 3 SM) tersusun atas hua 匕 (variasi dari 化) "manusia terbalik; transformasi" di atas shi 十 "10". Karakter tersebut bermula dari huruf yang ditemukan dalam naskah perunggu (karakter 匕 ditulis di atas ding 鼎 "panci memasak; mangkuk kaki tiga; periuk") dan tidak ditemukan pada naskah Tulang orakel yang muncul lebih awal.

Shuowen Jiezi (122 CE) karya Xu Shen, yang merupakan kamus huruf mandarin paling pertama, mencantumkan versi zhen 眞 dari naskah segel kecil dan Guwen, mencatat asalnya dari Taoisme. Kamus tersebut mendefinisikan 眞 sebagai "Sebuah perubahan wujud xian (Tao: "transenden; imortal") dan naik ke surga" (僊人變形而登天也), dan menginterpretasikan 眞 sebagai sebuah ideogram dengan 匕 "manusia terbalik", 目 "mata", dan ∟ "menyembunyikan" yang menggambarkan xian serta 八 yang menggambarkan kendaraan. Menurut interpretasi Coyle,

Komponen-komponen penyusunnya secara etimologi menunjukkan perubahan menuju ke sebuah karakter berlevel lebih tinggi, sehingga sejatinya diartikan sebagai perubahan mendasar, yaitu sebagai proses perubahan yang tengah berlangsung. Sementara itu, Wang Bi (226-249 M) memberikan komentar dalam Yijing, zhen merupakan "mutasi konstan." Berdasarkan bentuk huruf yang baru, tampaknya, melalui zhen, para penulis kitab Laozi dan Zhuangzi ingin membedakan karya mereka dari yang lainnya (1998:198)

Shuowen karya Duan Yucai (1815 CE) menegaskan bahwa zhen sebenarnya menggambarkan sesosok zhenren Taois dan mengalami generalisasi makna menjadi cheng 誠 "tulus hati; jujur; benar; aktual; nyata". Hal ini menjelaskan komponen ideografik Taois untuk xian, 匕 sebagai hua 化 "berubah; transformasi" dalam Huashu, 目 untuk "mata; penglihatan" dalam praktik neidan, ∟ "menyembunyikan" untuk ketidakkasatan; dan menunjukkan tiga huruf xian tradisional berangkat ke surga (serupa seperti huruf untuk qi, naga, dan qilin).

Duan membedakan dua kelompok pembedaan karakter yang tersusun atas huruf zhen 真/眞. Kelompok pertama secara mendasar memiliki makna chongshi 充實 "nyata; solid; kokoh; mengokohkan; mengisi; menguatkan".

  • tian 塡/填 "mengisi; memenuhi; penuh; merencanakan" (土 radikal "tanah")
  • tian 鎭 "beban berat; menekan; kontrol" (金 "logam")
  • tian 闐 "penuh; melimpah; suara menggelegar" (門 "gerbang; pintu")
  • zhen 瑱 "penyumbat telinga; anting-anting" (玉 "giok")
  • zhen 縝 "baik; ditenun rapat; hati-hati" (糸 "sutra")
  • cao atau shen 愼 "hati-hati; waspada; sangat berhati-hati" (心 "jantung")

Kelompok kata kedua secara mendasar memiliki arti ding 頂 "mahkota (kepala); atas; ujung; puncak; menyangga; jatuh".

  • dian 顚/顛 "puncak kepala; jatuh di atas kepala; terhuyung-huyung; jatuh" (頁 radikal "kepala")
  • dian 巓/巔"atas gunung; puncak; jatuh" (山 "gunung")
  • dian 傎 "tindih; dijatuhkan; jatuh" (人 "orang")
  • dian 蹎 "tersandung; terserimpat; jatuh" (足 "kaki")
  • dian 癲/厧 "gila; terhalusinasi; epilepsi" (疒 "penyakit")
  • zhen 槇 "puncak pohon; pohon tumbang" (木 "pohon")

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Penulisan 真 dalam latinisasi tulisan China modern adalah zhēn ("benar; nyata". Rekonstruksi dari zaman pertengahan dan kuno antara lain tyĕn < *tśyĕn (Bernhard Karlgren), tśiɪn < *tjien (Zhou Fagao), tʃiĕn < *tien (Tōdō Akiyasu), atau tśin < *tin (Axel Schuessler).

Tōdō (1964:743-745) memperkirakan bahwa ideograf "zhenren terbalik" pada mulanya menggambarkan seorang korban persembahan zhen 眞 "jatuh pada; masuk dalam" sebuah lubang pemakaman tian 塡 "diisi", dan mengajukan sebuah etimonn *TEN "penuh; berisi penuh" (merupakan penjabaran dari contoh Duan Yucai di atas).

Kamus etimologikal Schuessler (2007:610) mencatat tulisan "tʂin" dari Dinasti Ming dan Dinasti Yuan. Kamus tersebut memperkirakan adanya hubungan dengan bahasa Tibet bden-pa "benar" dan kemungkinan juga karakter China zhēn 貞 "peramalan, ilahi; tes; pembuktian; menepati janji; setia".

Arti Kata[sunting | sunting sumber]

Akar kata dari zhenren adalah zhen 真 "benar; nyata; faktual; sejati; autentik; aktual; sungguh; betul-betul; tentu", yang memiliki makna khusus Taois yang merujuk pada orang yang "benar, asli, tidak rusak".

Hanyu Da Zidian (Ringkasan Umum Huruf China) mengurutkan arti huruf berdasarkan perkembangan sejarah. Daftar tersebut memberikan 15 definisi untuk zhen:

  1. 道家称“修真得道”或“成仙”的人。 [Istilah Taois untuk seseorang yang telah "menanam kesempurnaan dan memperoleh Dao" atau "menjadi sesosok xian".
  2. 精;淳。[Jing (istilah dalam pengobatan China); esensi; spirit; kesempurnaan; kemurnian; penyederhanaan.]
  3. 本来的,固有的。[Asli; nyata; intrinsik; pembawaan halus, sifat asal.]
  4. 本原;本性。[Prinsip; sifat alamiah; insting alam; karakter alam; kualitas asal; pembawaan lahir.]
  5. 真实。[Nyata; tulen; benar; autentik.]
  6. 真诚,诚实。[Tulus; nyata; jujur; benar.]
  7. 正。[Tepat; benar; lurus.]
  8. 身。[Tubuh; orang; hidup.]
  9. 肖像。摹画的人像。[Foto; penggambaran; gambar.]
  10. 古代指实授官职为真。[Istilah kuno untuk posisi pemerintahan yang permanen (bukan sementara).]
  11. 汉字楷书的别称。[Istilah untuk tulisan biasa dalam kaligrafi mandarin.]
  12. 真切;清楚。[Hidup; jernih; beda; yakin; tidak ambigu.]
  13. 古州名。[Nama wilayah Zhen pada Dinasti Tang).]
  14. 通“填 (tián)”。[Digunakan untuk tián "memberi isi; penuh".]
  15. 姓。[Suatu nama keluarga.]

Berdasarkan kamus huruf China berdasarkan sejarah ini, zhen pertama kali muncul dalam naskah Taois. Dao De Jing mengunakan huruf ini dalam pengertian yang kedua, sementara Zhuangzi menggunakan zhen sesuai pengertian 1, 3, 4, 5, 6, dan 8.

Zhen 真 "benar; nyata" awalnya muncul sebanyak tiga kali dalam Dao De Jing (kira-kira abad IV - III SM?), sementara Coyle berkata,

[I]ni digunakan sebagai sebuah istilah khusus untuk memberi perbedaan dengan ketidakkekalan dan formalitas dangkal "buatan manusia". Pada pendekatan yang baru ini, "kesejatian" tidaklah dimengerti sebagai macam "realitas kekal" apapun, tetapi lebih pada perubahan dan "kultivasi." Pertama kali kita menemukan zhen dalam Bab-bab dalam [lihat Zhuangzi 2 di bawah] ia dimengerti dalam konteks perubahan terus-menerus dan perhubungan antara hidup dan mati, bahwa "kesejatian" merupakan sesuatu yang selalu ada, tetapi tidak memiliki hubungan apapun dengan "identitas" yang pasti. (1998:197)

Salah satu dari ketiga zhen ini mendeskripsikan Dao "Jalan" dan dua lainnya sebagai De "integritas; kebajikan".

Betapa dalam dan gelap! Namun didalamnya terdapat sebuah saripati. Saripati ini sungguh nyata; Didalamnya terdapat bukti-bukti. (21, tr. Mair 1990:85)

Sifat putih yang terhebat terlihat redup. Integritas yang luas tampak tidak mencukupi. Integritas yang kokoh tampak lesu. Kebenaran polos terlihat ternodai. (41, tr. Mair 1990:7)

Menanam dalam manusia, integritasnya nyata. Menanam dalam keluarga, integritasnya luas. Menanam dalam lingkungan, integritasnya bertahan lama. … (54, tr. Mair 1990:23)

Penggunaan zhenren 真人 oleh para Taois[sunting | sunting sumber]

Meskipun Daodejing adalah tulisan pertama yang memunculkan huruf zhen "benar; nyata; dsb.", Zhuangzi merupakan yang pertama mencatat penggunaan zhenren "manusia sejati". Selanjutnya zhenren juga ditemukan dalam naskah Buddhis dan teks-teks lain.

Zhuangzi[sunting | sunting sumber]

Naskah Zhuangzi (sekitar abad III - II SM) menampilkan zhen sebanyak 66 kali, 19 di antaranya berupa kata majemuk zhenren. Burton Watson menerjemahkannya sebagai "Manusia Sejati", dan mencatat "Sebuah istilah lain untuk menyebut orang bijak Taois, sinonim dengan Manusia Sempurna atau Manusia Suci." Bagian zhenren yang paling deskriptif mengulangnya sebanyak 9 kali.

Pada awalnya seharusnya adalah seorang Manusia Sejati sebelum bisa menjadi pengetahuan sejati. Apa maksudku dengan Manusia Sejati? Manusia Sejati pada masa lampau tidak menghindari kebutuhan, tidak berbangga di atas kelimpahan, dan tidak merencanakan urusannya. Manusia seperti ini dapat melakukan kesalahan dan tidak menyesalinya, dapat sukses dan tidak menampilkannya. Manusia seperti ini dapat mendaki tempat yang tinggi dan tidak ketakutan, dapat menyelam dalam air dan tidak menjadi basah, dapat masuk ke dalam api dan tidak terbakar. Pengetahuannya dapat mencapai Jalan seperti ini.

Manusia Sejati pada masa lampau tidur tanpa bermimpi dan bangun tanpa merasa susah; ia makan tanpa mencicipi dan napasnya berasal dari dalam. Manusia Sejati bernapas menggunakan tumitnya; manusia pada umumnya bernapas menggunakan tenggorokan. Hancur dan terikat, mereka menghembuskan kata-kata mereka seperti muntah. Jauh di dalam hasrat dan keinginan, mereka melaksanakan pekerjaan Surga.

Manusia Sejati pada masa lampau tidak tahu menahu kehidupan cinta, tidak membenci kematian. Ia datang tanpa kegembiraan; ia kembali tanpa cekcok. Ia datang dengan cepat, ia pergi dengan cepat, dan itulah semuanya. Ia tidak lupa darimana ia datang; ia tidak mencoba untuk mengetahui dimana ia akan tiba. Ia menerima sesuatu dan memperoleh kesenangan oleh karenanya; ia melupakan sesuatu itu lalu mengembalikannya lagi. Inilah yang aku sebut tidak menggunakan pikiran untuk menolak Jalan, tidak menggunakan manusia untuk menolong Surga. Inilah yang aku sebut sebagai Manusia Sejati. …

Ini adalah Manusia Sejati pada masa lampau: pembawaannya tinggi dan tidak hancur; ia terlipat seperti berkekurangan tetapi tidak menerima apa-apa; ia teguh dalam kebenarannya tetapi tidak memaksa; ia luas dalam kekosongannya tetapi tidak suka berpamer. Lembut dan riang, ia terlihat bahagia; segan, ia tidak dapat membantu melakukan beberapa hal; merasa terganggu, ia membuat perasaan tersebut tampak pada wajahnya; rileks, ia beristirahat dalam kebajikannya. Toleran, ia terlihat sebagai bagian dari dunia; berdiri sendiri, ia tidak dapat diperiksa oleh apapun; mengundurkan diri, ia terlihat lebih memilih untuk membelah dirinya sendiri; menerawang, ia lupa pada apa yang akan ia katakan. …

Namun kesukaannya adalah satu dan ketidaksukaannya adalah satu. Ia menjadi sesuatu adalah satu dan ia tidak menjadi sesuatu adalah satu. Dalam hal menjadi sesuatu, ia bertindak sebagai sekutu Surga. Dalam hal tidak menjadi sesuatu, ia bertingkah sebagai manusia. Jika manusia dan Surga tidak mengalahkan satu sama lain, maka kita dapat berkata telah memiliki Manusia Sejati. (6, 大宗師, tr. Watson 1968:77-80)

Guo Xiang (d. 312 M), editor dan komentator Zhuangzi paling awal yang diketahui, memberi penjelasan di bawah ini.

Zhenren menyatukan Surga dan manusia, dan tingkatan-tingkatan ribuan perluasan. Ribuan perluasan tersebut tidak ada yang salinh berlawanan, serta Surga dan manusia tidak saling menguasai satu sama lain. Maka menjadi luas ia adalah seseorang, menjadi gelap ia berada dimana-mana – ia secara misterius menyatukan yang lain dengan dirinya sendiri. (tr. Coyle 1998:204)

Terjemahan Watson atas gu zhi zhenren 古之真人 sebagai "Manusia Sejati pada masa lampau" dan "Manusia Sejati kuno", digunakan oleh Zhuangzi sebanyak 7 kali. Hal tersebut berbeda dengan shenren 神人 "manusia suci"

Namun Manusia Suci tidak suka melihat orang banyak datang, dan jika akhirnya tiba, ia tidak akan bersikap bersahabat; tidak bersikap bersahabat, ia secara alamiah tidak akan melakukan apapun untuk meberikan manfaat. Maka ia tidak akan terlampau dekat pada apapun, dan tidak ada pula yang jauh darinya. Merangkul kebajikan, menyatukan dengan harmoni, ia mengikuti bersama dunia – inilah yang disebut sebagai Manusia Sejati. Ia meninggalkan kebijaksanaan pada semut-semut, meletakkan petunjuknya pada ikan-ikan, meninggalkan kesengajaan pada potongan daging domba. Menggunakan mata untuk menatap mata, telinga untuk mendengarkan telinga, dan pikiran untuk mengembalikan pikiran. Lakukanlah ini dan kerataanmu akan seperti jika diukur dengan benang, transformasimu akan menjadi wujud kerelaan. Manusia Sejati pada masa lampau menggunakan Surga untuk berhubungan dengan manusia; ia tidak menggunakan manusia untuk membantunya menuju Surga. Manusia Sejati pada masa lampau memperolehnya dan hidup, kehilangannya dan meninggal; memperolehnya dan meninggal, kehilangannya dan hidup. Obat-obatan akan menjadi sebuah contoh. Terdapat monkshood, balloonflower, cockscomb, and chinaroot; masing-masing pernah menjadi pengobatan asing, meskipun kasus-kasus individual terlalu banyak untuk disebutkan. (24, tr. Watson 1968:277)

Bab Zhuangzi yang lain menampilkan zhenren sebagai penghindaran dari hukuman.

Memerintah merupakan hal yang sulit. Untuk menyebarkan bantuan kepada orang-orang tanpa pernah melupakan bahwa engkau melakukan hal demikian – ini bukanlah jalan yang digunakan Surga dalam memberi. Bahkan pedagang dan penjual tidak bersedia untuk digolongkan pada orang semacam itu; dan meskipun pekerjaan mereka terlihat menyamakan mereka seperti orang jenis itu, di dalam hati mereka tidak akan pernah setuju pengelompokan semacam itu. Hukuman luar dilakukan dengan peralatan logam dan kayu; hukuman dalam dilakukan dengan hiruk-pikuk dan pelecehan. Saat orang sirik menerikma hukuman luar, peralatan logam dan kayu akan digunakan kepadanya; jika ia memperoleh hukuman dalam, yin dan yang akan memangsanya. Untuk menghindari hukuman luar dan dalam – hanya Manusia Sejatu yang dapat melakukannya. (32, tr. Watson 1968:358)

Huainanzi[sunting | sunting sumber]

Huainanzi (Abad ke-2 SM) menyebut zhenren "manusia sejati" sebanyak 11 kali. Salah satu bab Huainanzi menggunakan zhenren untuk menjelaskan sebuah tahapan spiritual yaitu "menutup keempat indra" akan menghasilkan Jing (Hanzi=精, lit. "esensi") dan Shen (Hanzi=神; lit. "roh") seseorang kembali pada zhen (Hanzi=真; "kebenaran"), yaitu pencapaian Tao tertinggi.

Oleh sebab panca indra akan tersembunyi dalam dunia tak kasat mata, dan roh akan kembali kepada Tubuh Sempurna (atau Alam Sempurna). … Roh memenuhi mata, jadi ia akan melihat dengan jelas; ia hadir di telinga, sehingga ia mendengar dengan baik; ia berdiam di mulut, dan perkataan orang itu akan dipenuhi kebijaksanaan; ia berakumulasi di batin, sehingga pikirannya menjadi tajam. Oleh karena penutupan Keempat Indra membuat tubuh beristirahat dari masalah, dan masing-masing organ tidak sakit. Tidak ada kematian, kehidupan, kekosongan, maupun isi; pada kondisi roh tersebut, seperti intan, ia tidak akan aus; demikianlah karakteristik Manusia Sempurna. (8, tr. Morgan 1934:93)

Bab kedua menggunakan zhenren untuk menyebut Fu Xi dan Nüwa.

Terbawa arus tanpa tujuan, mereka memimpin hantu-hantu dan roh-roh serta naik menuju ke Sembilan Surga, dimana mereka hadir di hadapan Tuhan sebagai Gerbang Suci dan terdiam di hadapan Leluhur Agung. Selanjutnya, mereka tidak akan memuji kebajikan mereka sendiri, ataupun menyiarkan ketenaran mereka. [Namun], mereka menyembunyikan Tao Manusia Sejati di dalam diri mereka dan mengikuti jalur Surga dan Bumi yang tak berubah. Bagaimana hal tersebut [mungkin]? Dengan Tao dan Te mereka, mereka berkomunikasi dengan yang di atas, sehingga pengetahuan mereka tentang masalah sebenarnya dihapuskan. (6, tr. Le Blanc 1985:162-3)

Bab ketiga Huainanzi menuliskan apa yang dianggap Le Blanc sebagai "locus classicus bagi kemampuan Manusia Sejati untuk kembali ke asal mula."

Ia yang dapat kembali kepada yang menciptakan[nya] seperti ia masih belum memperoleh wujud [fisik], kami menyebutnya Manusia Sejati. Manusia Sejati masih belum membedakan dirinya dari Persatuan Agung (wei shih fen yu t'ai-yi che 未始分於太一者). (14, tr. Le Blanc 1985:114)

Le Blanc (1985:195) menjelaskan bagaimana Huainanzi mensintesis zhenren "Manusia Sejati" dari "alam-lain" dengan shengren "Nabi" di "alam ini"; "Dalam karya sebelum Han, ekspresi "chen-jen" kelihatannya hanya ditemukan dalam karya inspirasi Taois dan selalu merujuk pada kemistikan pura-pura dan untaian perenungan Taoisme." Demikianlah ia menyimpulkan.

Inti dari kedua legenda Huai-nan tzu tampaknya bahwa pada masa damai Manusia Sejati tidak menunjukkan kebesaran dirinya. Hal ini merupakan prinsip Taois yang selalu konsisten dengan Tao yang tak terlukiskan. Jadi, manusia picik dengan jangkauan dan kemampuan terbatas akan mencemooh Manusia Sejati, yang tidak terbatas dalam keahlian manapun. Namun dalam periode kekacauan yang parah (kegelapan dan terang, Yin dan Yang, saling berbenturan) Manusia Sejati tiba-tiba memunculkan kekuatan yang mengguncang dunia (resonansi universal) dan meninggalkan jauh para pencelanya. (1985:150)

Chuci[sunting | sunting sumber]

Naskah Chuci bagian selatan (abad ke-2 SM) memiliki karakteristik Taoisme meskipun bukan termasuk naskah baku Taois. Naskah ini menggunakan kata zhenren pada dua puisinya. Yuan you "Perjalanan yang jauh" membedakan istilah tersebut dengan xian.

Aku menghormati kekuatan menakjubkan dari Yang Murni,
Dan mereka yang pada masa lampau telah menjadi Imortal.
Mereka pergi dari perubahan yang terus-menerus dan menghilang dari pandangan manusia,
Meninggalkan sebuah nama termasyur yang selalu terkenang setelah mereka pergi. (tr. Hawkes 1985:194)

Shou zhi "Mengatur Ketetapan" (pada bagian Sembilan Keinginan) juga menggunakan istilah tersebut, dan diterjemahkan di sini sebagai "Imortal".

Aku mengunjungi Fu Yue, melangkahi seekor naga,
Bergabung dalam pernikahan dengan Gadis Penenun,
Mengangkat jala Surga untuk menangkap yang jahat,
Menarik Busur Surga untuk memanah kepicikan,
Mengikuti para Imortal berkibar di langit. (tr. Hawkes 1985:318)

Liezi[sunting | sunting sumber]

Seorang Taois bernama Liezi (sekitar abad ke-4 M) menggunakan zhenren dalam dua bab. Penggunaan pertama (3, tr. Giles 1912:60) merujuk pada Zhuangzi (6) menyebut zhenren tidur tanpa bermimpi.

Mimpi adalah sesuatu yang berkoneksi dengan pikiran; sebuah kejadian eksternal adalah sesuatu yang bergesekan dengan tubuh. Demikianlah perasaan kita saat siang dan mimpi kita saat malam adalah hasil dari kontak oleh pikiran atau tubuh. Hal tersebut jika kita dapat mengonsentrasikan pemisahan pikiran, perasaan kita dan mimpi kita akan menghilang dengan sendirinya. Mereka yang tergantung pada alam atas sadar tidak akan membahasnya. Mereka yang menaruh kepercayaan kepada mimpi tidak mengerti proses perubahan pada dunia nyata. "Manusia-manusia kuno yang murni melintasi keberadaan atas sadar mereka dalam penyangkalan diri, dan tidur tanpa bermimpi." Bagaimana mungkin hal ini akan dianggapkan sebagai kata-kata kosong?

Bab lainnya (8, tr. Forke 1912:47-48) membahas mengenai politikus Zi Chan 子產 (522 SM). Ia mampu mengatur wilayah Zheng tetapi tidak dapat mengatur saudara-saudaranya yang menyukai minuman keras dan wanita – tetapi secara rahasia adalah seorang zhenren. Zi Chan bertanya kepada seorang Taois Deng Xi 鄧析 mengenai bagaimana cara "menyelamatkan" mereka, tetapi salah mengertikan jawaban Deng dan menegur saudara-saudaranya dengan moralitas Konfusianis dan sogokan, "Dengarkan kata-kataku. Menyesallah di pagi hari, dan saat malam engkau akan memperoleh upah yang akan menghidupimu". Saudara-saudaranya menjawab,

Telah lama kami mengetahuinya dan membuat telah keputusan. Tidak perlu kami menunggu petunjukmu untuk mencerahkan kami. Sangat susah untuk menjaga hidup, dan lebih mudah mendatangi kematian. Namun, siapa yang akan berpikir untuk menunggu kematian, yang datang sangat mudah, dengan alasan sangat susah untuk menjaga tetap hidup? Engkau menjunjung tinggi kesopansantunan dan kebenaran agar lebih unggul daripada yang lain, dan engkau memberatkan perasaanmu dan sifat alamiah demi kemasyuran. Hal tersebut bagi kami malah lebih buruk daripada kematian. Satu-satunya kekhawatiran kami setidaknya, berharap memenuhi hasrat dengan segala keindahan dalam hidup, dan menghabiskan segala kenikmatan dalam tahun-tahun sekarang, membuat perut penuh akan menghambat kami meminum apa yang disukai oleh lidah, atau mengendurnya kekuatan kami akan menghambat kami untuk bersuka ria dengan wanita-wanita cantik. Kami tidak memiliki waktu untuk memikirkan reputasi buruk atau bahaya mental. Oleh sebab itu, argumenmu untuk kami dan mengganggu pikiran kami yang disebabkan engkau melebihi orang lain dalam kemampuan memerintah, dan mencoba serta menarik simpati kami dengan harapan akan kemuliaan dan pengangkatan jabatan, sangatlah memalukan dan menyedihkan. Namun kini kami akan menjawab pertanyaan kepadamu. Lihat sekarang. Jika siapapun tahu bagaimana cara mengatur hal-hal jasmaniah, hal-hal tersebut tidak akan menjadi teratur, dan tubuhnya masih harus bekerja dan berusaha. Namun jika siapapun mengetahui cara mengatur hal-hal rohaniah, segala seuatu akan menjadi baik, dan pikiran menjadi tenang serta beristirahat. Caramu dalam mengatur hal-hal jasmaniah hanya berlangsung dalam jangka waktu tertentu dan hanya untuk satu kerajaan, tetapi tidak harmonis dengan batin manusia, sementara metode kami dalam mengatur rohaniah dapat dikembangkan ke seluruh alam semesta, dan tidak akan ada lagi pangeran-pangeran serta menteri-menteri. Kami selalu berhasrat untuk menyebarkan doktrin kami, dan sekarang engkau mengajarkan kami ajaranmu.

Zi Chan menjadi terkejut dan terdiam, jadi ia kembali kepada Deng Xi yang selanjutnya menjelaskan, "Engkau hidup bersama dengan manusia-manusia sejati tanpa menyadarinya. Siapa yang menyuebutmu bijak? [Z]heng telah dipimpin oleh kesempatan, dan bukan karena kebajikanmu."

Wenzi[sunting | sunting sumber]

Naskah Taois Wenzi tidak terlalu dikenal. Istilah zhenren muncul sebanyak 17 kali dalam naskah ini. Contohnya, naskah ini mengulang Zhuangzi (6) dalam mendefinisikan zhenren sebagai tidur tanpa bermimpi.

Sang Jalan membentuk milyaran makhluk tetapi dirinya sendiri selamanya tidak memiliki wujud. Diam dan tdak bergerak, ia mengenal total hal-hal yang tak dikenal dan tidak dapat dibedakan. Yang tidak luas masih cukup besar untuk berada di luarnya, yang tidak kecil masih cukup kecil untuk berada di dalamnya. Ia tidak memiliki rumah tetapi melahirkan semua yang ada maupun tidak ada. Manusia sejati mewujudkannya melalui kekosongan yang terbuka, bahkan kemudahan, kebersihan yang murni, hasil yang fleksibel, kemurnian tanpa kepalsuan, dan kesederhanaan yang datar, tidak tercampur dengan berbagai hal. Kebajikan mereka yang sempurna adalah Jalan surga dan bumi, itulah sebabnya mereka disebut Manusia Sejati. Manusia sejati tahu bagaimana menganggap diri sendiri itu besar sementara dunia kecil, mereka menjunjung tinggi pengendalian diri dan merendahkan perihal mengatur orang lain. Mereka tidak membiarkan segala sesuatu mengganggu keharmonisan mereka, mereka tidak membiarkan napsu mengacaukan perasaan mereka. Menyembunyikan nama mereka, mereka bersembunyi saat sang Jalan sedang memberikan efek dan muncul saat sebaliknya. Mereka bertindak tanpa alat, bekerja tanpa bekerja keras, dan memahami tanpa mempelajari. … Oleh karena manusia sejati dengan sengaja kembali kepada esensi, menyandarkan diri pada dukungan roh, sehingga memperoleh kesempurnaan. Jadi mereka tidur tanpa bermimpi dan terbangun tanpa kegelisahan. (tr. Cleary 1991:7-8)

Naskah-naskah Taois berikutnya[sunting | sunting sumber]

Menurut Daniel Cotle,

Semenjak periode Han hingga Enam Dinasti, istilah zhenren menjadi lebih bersifat religius, menjadi salah satu pemersatu berbagai unsur dalam "Taoisme." Pergerakan alkimia, teknik memperpanjang umur, dan perjalanan mencari "keabadian" berkembang pesat, tetapi kiasan paling mistik masih tetap berakar kuat pada Zhuangzi. Dari perspektif para pelajar Zhuangzi, pengalaman religius (secara etimologi, yang terikat menjadi satu) menjadi keterpesonaan pribadi yang mengangkat seseorang dari mikrokosmis menuju perspektif mikrokosmik yang mengikat semua menjadi satu – sebuah perspektif yang menegaskan kontinyuitas sebagai bagian-bagian dari kesatuan – yang mengikat seseorang menuju eksistensi total dalam sebuah integrasi personal dan penegasan semuanya. (1998:205)

Para taois menggunakan gelar kehormatan Zhenren untuk para nabi mereka. Zhou Yishan 周義山 (sekitar 80 SM) disebut sebagai Ziyang Zhenren 紫陽真人 "Manusia Sejati Yang Ungu", sebuah nama yang selanjutnya digunakan untuk menyebut Zhang Ziyang 張紫陽, penulis naskah Wuzhen pian.

Miura (2007:1266) mencatat bahwa Taoisme religius mengasosiasikan zhenren dengan xianren "transenden; imortal" dan mengutip Ziyang zhenren neizhuan 紫陽真人內傳 "Biografi Dalam dari Manusia Sejati Yang Ungu" (Abad ke-4 M) bahwa terdapat tingkat xian atas, menengah, dan bawah, sementara zhenren terletak pada level atas dalam birokrasi langit.

Penggunaan lain Zhenren 真人[sunting | sunting sumber]

Penggunaan kata zhenren dalam naskah Taoisme secara semantik mengalami generalisasi menjadi memiliki arti arhat dan berbagai pengertian lain seperti "manusia baik".

Naskah-naskah Buddhisme[sunting | sunting sumber]

Umat Buddhis di China meminjam istilah zhenren (真人) untuk menerjemahkan arhat atau arahat "yang telah mencapai pencerahan", yang sebenarnya juga diterjemahkan menjadi aluohan (阿羅漢) dan luohan (羅漢). Umat Buddhis membedakan secara kontras antara zhenren "arhat" dengan niren 逆人 "manusia yang suka membantah; manusia yang dibenci; manusia buruk".

Contoh paling tua terdapat dalam kamus Buddhis zaman Dinasti Tang, Yiqie jing yinyi (Hanzi=切經音義; lit. "Penyebutan dan Arti di dalam Tripitaka" (Abad ke-7), diedit oleh Xuan Ying 玄應.

Aksara zhen "sejati; dll." juga digunakan untuk menerjemahkan berbagai istilah Buddhisme. Mantra "instrumen pikiran" diterjemahkan sebagai zhenyan (Hanzi=真言; "kata-kata sejati". Tathata "sedemikian, kesungguhan, tak berkondisi, realtias tak berubah" diterjemahkan menajdi zhenru (Hanzi=真如; lit. "keserupaan sejati".

Penggunaan di luar konteks religius[sunting | sunting sumber]

Para penulis China menggunakan zhenren "manusia sejati" untuk menyebut para nabi-pemimpin, orang-orang bajik, sebuah bintang, sebuah istilah evolusionari, dan nama biasa.

Zhenren dapat berarti "pemimpin yang dikirim surga". Dimulai sekitar akhir abad pertama SM, Miura (2007:1266) berkata, "ide mengenai bahwa seorang zhenren yang telah memperoleh Mandat Surga (tianming 天命) akan muncul untuk memperbaharui dunia telah tersebar." Raja Guangwu dari Han disebut Baishui Zhenren 白水真人 "Manusia Sejati Air Putih", dan Cao Cao dari Kerajaan Wei juga disebut seorang zhenren. Catatan Sejarah Agung (sekitar 100 SM) mungkin telah mendahului penggunaan istilah zhenren dalam pengertian ini. Dalam catatan tersebut ditulis bahwa sang "Kaisar Pertama" Qin Shi Huang (r. 221-210 SM) tertarik dengan Taoisme|xian keabadian dan memutuskan untuk menyebut dirinya sendiri zhenren daripada sebutan yang selama ini digunakan bagia raja-raja China untuk menyebut diri mereka sendiri, yaitu zhen 朕 "(imperial) aku, kami". Sang kaisar memanggil praktisi Tao bernama Lu Sheng (盧生) yang berkata, "Zhenren masuk ke dalam air tetapi tidak menjadi basah, masuk ke dalam api tetapi tidak terbakar, terbang di antara awan-awan, dan memiliki usia sepanjang usia Surga dan Bumi" (tr. Miura 2007:1265). Naskah Taipingjing (Hanzi=太平經; lit. "Naskah Perdamaian Agung" (abad ke-6 M) membedakan antara zhenren yang memerintah di bumi dengan shenren (Hanzi=神人; lit. "manusia ilahi") yang memerintah di surga.

Zhenren dapat berarti "manusia bajik; manusia berkelakuan baik", hampir sinonim dengan zhenren 貞人 yaitu "manusia dengan moral dan intergritas yang tinggi" dan zhengren 正人 "bajik/ loyal; manusia baik". Contoh catatan paling awal adalah Buku Han (abad ke-5 M) biografi Yang Yun 楊惲 (abad 1 SM). Arti tersebut diekspresikan dalam idiom zhengren mian qian bu shuo jia 真人面前不說假 "jangan berbicara dusta di hadapan seorang manusia sejati".

Dalam astronomi tradisional China, Zhenren 真人 digunakan untuk menyebut Gamma Ursa Mayor, dekat Rasi Gayung Besar.

Dalam istilah modern China untuk evolusi manusia, zhenren diartikan "manusia sesungguhnya" sebagai pembedaan dari primata lainnya.

Zhenren adalah nama umum untuk karakter dalam legenda Cina (misalnya Taiyi Zhenren), Mitologi Cina (Cihang Zhenren dan Chen Fu Zheng Ren), dan literatur Cina (Luo Zhenren). Dalam bahasa Jepang, zhenren diucapkan sebagai shinjin (dalam kontek Taoisme) dan Masato (misalnya Masato Shimon) atau Mahito (Mahito Tsujimura) dalam penamaan orang.

Interpretasi Zhenren[sunting | sunting sumber]

Para peneliti dari Barat selama beberapa generasi telah berjuang dalam usaha mereka untuk menerjemahkan dan menjelaskan aksara zhenren dalam ungkapan teknis Taoisme.

Terjemahan[sunting | sunting sumber]

Para penerjemah dan peneliti zhuangzi telah menyumbangkan berbagai variasi istilah zhenren 真人.

  • "Manusia Ilahi" — Frederic H. Balfour 1881
  • "manusia benar" — James Legge 1891, Yu-Lan Fung 1933, Victor H. Mair 1994
  • "manusia murni" — Herbert Giles 1926
  • "Manusia milik Tuhan" — James R. Ware 1963
  • "Manusia Sejati" — Burton Watson 1968, A.C. Graham 1981
  • "Manusia Disempurnakan" — Lee Yearley 1983
  • "Manusia Sempurna" — Toshikiko Izutsu 1984
  • "makhluk yang telah mencapai realisasi" — David McCraw 1995
  • "Manusia Asli" — Roger T. Ames 1998, James D. Sellmann 1998
  • "Manusia Sesungguhnya" — Daniel Coyle 1998

Urutan terjemahan zhenren di atas adalah berdasarkan perkembangan sejarah. Dalam bahasa China, ren 人 memiliki arti "orang; orang-orang; manusia" dan bukan "pria", yang dalam bahasa China adalah nan 男 "pria; lelaki"

Ames menjelaskan pemikirannya dalam menerjemahkan zhenren sebagai "Manusia Asli".

Terjemahan umum untuk zhenren – "Manusia Sejati" atau "Manusia Benar" – berdasarkan fakta bahwa secara etimologi zhen memiliki arti "keaslian" dan "transformasi." Bahwa, bagaimanapun keadaan manusia yang menjadi panutan, ia adalah manusia yang mampu menunjukkan integritas personal dan keunikan dalam konteks mengubah dunia. Pemilihan "asli" untuk menerjemahkan zhen sudah diperkirakan. Karena memiliki akar kata yang sama dengan "penulis," ia mencangkup keunggulan kontribusi kreatif dari orang-orang tertentu. Ia mencatat lebih lanjut kontribusi tersebut sebagai apa yang paling mendasar sebagai "benar" dan "sejati." Hal tersebut dikarenakan keunggulan "kepenulisan" dari "manusia asli" dalam menciptakan peraturan manusia bahwa "haruslah ada Manusia Asli sebelum ada pengetahuan asli." (1998:2)

Coyle lebih memilih menggunakan "sesungguhnya" daripada "asli",

Terjemahan "manusia asli" berjalan dengan baik, mengamati ide tentang "kepenulisan," tetapi ia juga mengandung arti lain "agensi manusia" yang berusaha dihindari di dalam Zhuangzi. "Manusia sesungguhnya" terlihat lebih tepat karena mengandung lebih sedikit arti secara "filosofi". Secara etimologi, "sesungguhnya" (genuine) berasal dari bahasa latin genuinus, "alami," yang sejenis dengan gignere, memperanakkan (kemungkinan merupakan sebuah perubahan dari ingenuus, pribumi, atau terlahir bebas), sehingga sesuai dengan yang dibutuhkan oleh semua intrepretasi para pengguna Zhuangzi. (1998:206)

Deskripsi[sunting | sunting sumber]

Morgan memberikan deskripsi awal untuk zhenren.

Manusia Sempurna dalam sistem Taois, selalu berlaku dalam semangat wu wei, yang kelihatannya tidak melakukan apa-apa. Ia menarik diri dari segala pekerjaan dan mengundurkan diri ke dalam pengasingan dan tidak terlibat dalam pergolakan dan kekacauan publik; tetapi, sebagaimana yang telah kita ketahui, pengaruh mereka sangat efektif. keheningan yang mereka amati membawa Tao wu wei, yang nilainya tak terkira. Namun, orang-orang yang sedikit terpelajar tidak menghargai metode ini ataupun mengerti nilai dari metode wu wei: dan mereka terlibat dalam diskusi tanpa tujuan serta kata-kata yang sia-sia. (1934:280)

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Ames, Roger T. 1998. Wandering at Ease in the Zhuangzi. State University of New York Press.
  • Cleary, Thomas, tr. 1991. Wen-tzu: Understanding the Mysteries, Further Teachings of Lao-tzu. Shambhala.
  • Coyle, Daniel. 1998. "On the Zhenren," in Ames 1998:197-210.
  • Forke, Anton, tr. 1912. Yang Chu's Garden of Pleasure. Wisdom of the East.
  • Fox, Alan. 2003. "Reflex and Reflectivity; Wuwei in the Zhuangzi," in Hiding the World in the World: Uneven Discourses on the Zhuangzi, Scott Cook, ed., State University of New York, 207-225.
  • Giles, Lionel, tr. 1912. Taoist Teachings from the Book of Lieh-Tzŭ. Wisdom of the East.
  • Hawkes, David. 1985. The Songs of the South: An Anthology of Ancient Chinese Poems by Qu Yuan and Other Poets. Penguin.
  • Izutsu Toshihiko. 1984. "The Perfect Man", in Sufism and Taoism: A Comparative Study of Key Philosophical Concepts, University of California Press, 444-456.
  • Le Blanc, Charles. 1985. Huai-nan Tzu: Philosophical Synthesis in Early Han Thought: The Idea of Resonance (Kan-Ying) With a Translation and Analysis of Chapter Six. Hong Kong University Press.
  • Mair, Victor H. 1990. Tao Te Ching: The Classic Book of Integrity and the Way, by Lao Tzu; an entirely new translation based on the recently discovered Ma-wang-tui manuscripts. Bantam Books.
  • Miura Kunio. 2007. "Zhenren 真人", in The Encyclopedia of Taoism, Fabrizio Pregadio, ed., Routledge, "1265–1266.
  • Morgan, Evan S, tr. 1934. Tao, the Great Luminant: Essays from the Huai Nan Tzu. Kelly and Walsh.
  • Sellmann, James D. 1998. "Transformational Humor in the Zhuangzi," in Ames 1998:163-174.
  • Fischer-Schreiber, Ingrid, 1996. Das Lexikon des Taoismus, Goldmann,
  • Schuessler, Axel. 2007. ABC Etymological Dictionary of Old Chinese. University of Hawaii Press.
  • (Jepang) Tōdō Akiyasu 藤堂明保. 1964. Kanji gogen jiten 漢字語源辞典 [Etymological Dictionary of Chinese Characters]. Gakutōsha.
  • Watson, Burton, tr. 1968. The Complete works of Chuang Tzu. Columbia University Press.
  • Yearley, Lee. 1983. "The Perfected Person in the Radical Chuang-tzu," in Experimental Essays on Chuang-tzu, Victor H. Mair, ed., University of Hawaii Press, 125-139.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]