Zaman Mesianik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Dalam agama-agama Abrahamik, Zaman Mesianik adalah periode mendatang dari masa di dunia dimana mesias akan memerintah dan mengirim alam semesta menuju perdamaian dan persaudaraan, tanpa kejahatan apapun. Sebagian besar orang meyakini bahwa akan datang masa semacam itu. Beberapa orang menyebutnya sebagai "kerajaan Allah" dan "dunia yang akan datang".

Yahudi[sunting | sunting sumber]

Menurut tradisi Yahudi, Zaman Mesianik akan menjadi salah satu kedamaian dan ketentraman dunia, sebuah zaman yang bebas perselisihan dan kerja keras, dan masa yang mendorong pengetahuan soal Sang Pencipta, Tema Mesias yang mengantar zaman perdamaian dunia muncul dalam dua pasal kitab suci terkenal dari Kitab Yesaya:

Mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang.

Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya. Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu. Anak yang menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak. Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya.

Dalam Mishneh Torah, Moshe ben Maimon mendeskripsikan Zaman Mesianik:

"Dan pada masa itu, tak akan ada kelaparan atau perang, tak ada iri hati atau persaingan. Kebaikan akan berlimpah, dan seluruh makanan lewat tersedia seperti debu.
Seluruh pendudukan dunia hanya akan mengetahui Allah... bangsa Israel akan menjadi kebijaksanaan besar; mereka akan melihat kebenaran esoterik dan memahami kebijaksanaan Pencipta mereka sebagaimana kemampuan manusia. Seperti yang tertulis (Yesaya 11:9): "Sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya."[1]

Menurut Talmud,[2] Midrash,[3] dan karya Kabbalistik kuno, Zohar,[4] Mesias akan datang sebelum tahun 6000 dari masa penciptaan. Dalam kepercayaan Yahudi Ortodoks, kalender Ibrani bermula dari masa penciptaan, menjadikannya bertepatan dengan tahun 2240 pada kalender Gregorian.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Mishneh Torah, Laws of Kings 12:5
  2. ^ Babylonian Talmud Rosh Hashana 31a and Sanhedrin 97a
  3. ^ Pirke De Rabbi Eliezer, Gerald Friedlander, Sepher-Hermon Press, New York, 1981, p. 141.
  4. ^ Zohar (1:117a) and Zohar Vayera 119a