Yehezkiel 16

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
pasal 15       Yehezkiel 16       pasal 17
MS. Bodl. Or. 62, fol. 59a., Ezekiel 30:13–18.

Kitab Yehezkiel 30:13–18 pada suatu naskah bahasa Inggris dari awal abad ke-13, MS. Bodl. Or. 62, fol. 59a. Teks bahasa Ibrani disalin sebagaimana dalam kodeks bahasa Latin. Terjemahan bahasa Latin ditulis di bagian marjin.
Kitab: Kitab Yehezkiel
Bagian Alkitab: Perjanjian Lama
Kitab ke- 26
Kategori: Nevi'im

Yehezkiel 16 (disingkat Yeh 16) adalah bagian dari Kitab Yehezkiel dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Berisi perkataan nabi (dan juga imam) Yehezkiel bin Busi, yang turut dibawa ke dalam pembuangan oleh Kerajaan Babilonia pada zaman raja Yoyakhin dari Kerajaan Yehuda dan raja Nebukadnezar dari Babel sekitar abad ke-6 SM.[1][2]

Teks[sunting | sunting sumber]

  • Naskah aslinya ditulis dalam bahasa Ibrani.
  • Pasal ini dibagi atas 63 ayat.
  • Berisi firman TUHAN yang diterima oleh Yehezkiel mengenai riwayat Yerusalem: persundalan, hukuman dan pendamaiannya dengan Allah.
  • Pada mulanya Yerusalem tidak memiliki keistimewaan yang dapat menjadikannya kota pilihan Allah. Tetapi Allah dalam kasih-Nya mengangkatnya, memeliharanya dan menjadikannya kota yang indah dan megah; namun dia tidak berterima kasih kepada suaminya, menjadi tidak setia dan mulai berzinah dengan siapa pun yang lewat. Karena pelacurannya ini ia akan dibunuh. Setelah Allah menghukum Yerusalem dan seluruh bangsa Israel, Ia akan mengingat kembali janji-Nya kepada Abraham (bandingkan Kejadian 17:7-8; Imamat 26:42), dan mengembalikan mereka ke tanah Kanaan dan persekutuan dengan Dia. "Perjanjian Baru" yang diucapkan oleh Yeremia (Yeremia 31:31-34) dan Yehezkiel (Yehezkiel 11:18-20; 36:26-28; 37:26-28) akan melibatkan pengorbanan dan kematian Yesus Kristus yang mendamaikan di salib.[3]

Naskah sumber utama[sunting | sunting sumber]

Struktur[sunting | sunting sumber]

Ayat 3[sunting | sunting sumber]

Dan katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada Yerusalem: Asalmu dan kelahiranmu ialah dari tanah Kanaan; ayahmu ialah orang Amori dan ibumu orang Heti.[8]

Pada mulanya Yerusalem tidak didirikan oleh orang Ibrani tetapi oleh bangsa Kanaan yang kafir (bandingkan Kejadian 14:18; Yohanes 15:63).[3]

Ayat 14[sunting | sunting sumber]

Dan namamu termasyhur di antara bangsa-bangsa karena kecantikanmu, sebab sangat sempurna adanya, oleh karena semarak perhiasan-Ku yang Kuberikan kepadamu, demikianlah firman Tuhan ALLAH.[9]

Selaku pilihan Allah, Yerusalem menerima berbagai berkat dan karunia dari Allah. Di bawah pengawasan-Nya dia bertumbuh ke arah kedewasaan penuh, dan Tuhan memberinya kecantikan luar biasa lalu menyatakannya sebagai milik-Nya. Setelah pernikahannya, namanya makin harum di seluruh dunia kuno (khususnya pada zaman pemerintahan Daud dan Salomo).[3]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ (Indonesia) Dianne Bergant dan Robert J.Karris (ed). 2002. Tafsir Alkitab Perjanjian Lama. Jogjakarta: Kanisius.
  2. ^ (Indonesia) W.S. LaSor, D.A. Hubbard, F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 2. Sastra dan Nubuat. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 1994. ISBN 9789794150431
  3. ^ a b c The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
  4. ^ Dead sea scrolls - Ezekiel
  5. ^ Timothy A. J. Jull; Douglas J. Donahue; Magen Broshi; Emanuel Tov (1995). "Radiocarbon Dating of Scrolls and Linen Fragments from the Judean Desert". Radiocarbon. 38 (1): 14. Diakses tanggal 26 November 2014. 
  6. ^ Dead Sea Scrolls Bible Translations - Ezekiel 16
  7. ^ Ulrich 2010, hlm. 588.
  8. ^ Yehezkiel 16:3
  9. ^ Yehezkiel 16:14

Pustaka[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]