Umar Kayam

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Untuk tokoh Iran abad ke-11, lihat Umar Khayyām.
Umar Kayam
Umar Kayam, Indonesia Literary Pioneers, 00.53.jpg
Lahir 30 April 1932
Bendera Indonesia Ngawi, Hindia Belanda
Meninggal 16 Maret 2002 (umur 69)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Pekerjaan Aktor
Sastrawan
Sosiolog
Budayawan
Tahun aktif 1966 - 2002

Umar Kayam atau Umar Khayam (lahir di Ngawi, Jawa Timur, 30 April 1932 – meninggal di Jakarta, 16 Maret 2002 pada umur 69 tahun) adalah seorang sastrawan, sosiolog, dan seorang guru besar di Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (1988-1997-pensiun).[1][2] Umar Kayam wafat setelah menderita patah tulang paha pangkal kiri. Umar Kayam meninggalkan seorang istri dan dua anak.

Pendidikan dan Karier[sunting | sunting sumber]

Umar Kayam (dalam konteks percakapan antar teman biasa disapa UK), lulus sarjana muda di Fakultas Pedagogik Universitas Gadjah Mada (1955), meraih M.A. dari Universitas New York, Amerika Serikat (1963), dan meraih Ph.D. dari Universitas Cornell, Amerika Serikat (1965).

Di bidang pemerintahan ia pernah menjabat Direktur Jenderal Radio, Televisi, dan Film Departemen Penerangan RI (1966-1969), anggota MPRS (Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara), dan Ketua Dewan Film Nasional (1978-1979).

Di bidang pendidikan ia pernah menjadi Direktur Pusat Latihan Ilmu-ilmu Sosial Universitas Hasanudin, Ujungpandang (1975-1976), dosen Universitas Indonesia, dosen Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta, senior fellow pada East-West Centre, Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat (1973), Guru Besar Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada, dan Direktur Pusat Penelitian Kebudayaan Universitas Gadjah Mada (1977-), dan Ketua Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (1981-),

Di bidang budaya ia pernah menjadi anggota penyantun/penasihat majalah ''Horison'' (mengundurkan diri sejak 1 September 1993), bersama-sama dengan Ali Audah, Arif Budiman, Goenawan Mohamad, Aristides Katopo, Ketua Dewan Kesenian Jakarta (1969-1972), dan anggota Akademi Jakarta (1988-seumur hidup).[1]

Ia pernah terlibat di bidang film. Sebagai aktor, ia pernah memerankan Presiden Soekarno, pada film Pengkhianatan G 30 S/PKI. Selain itu, ia pernah menjadi pemeran pembantu dalam Karmila (1974) dan Kugapai Cintamu (1976). Ia juga pernah menulis skenario film. Skenarionya, Yang Muda Yang Bercinta, difilmkan oleh Sjumandjaja pada tahun 1977. Pada tahun 1978 ia menulis skenario Jalur Penang dan Bulu-Bulu Cendrawasih.[3]

Ia adalah kolumnis tetap di surat kabar Kedaulatan Rakyat, Yogyakarta. Kolom-kolomnya dikumpulkan ke dalam buku.

Umar Kayam termasuk yang banyak melakukan terobosan dalam banyak bidang kehidupan yang melibatkan dirinya. Ketika menjadi mahasiswa di Universitas Gadjah Mada, ia dikenal sebagai salah seorang pelopor dalam terbentuknya kehidupan teater kampus. Ketika menjadi Dirjen Radio dan Televisi, ia dikenal sebagai tokoh yang membuat kehidupan perfilman menjadi semarak. Sewaktu menjadi Ketua Dewan Kesenian Jakarta (1969-1972), dia mempelopori pertemuan antara kesenian modern dengan kesenian tradisional. Pada saat menjadi dosen di almamaternya, ia mengembangkan studi sosiologis mengenai sastra, memperkenalkan metode grounded dengan pendekatan kultural untuk penelitian sosial, memberikan inspirasi bagi munculnya karya-karya seni kreatif yang baru, baik di bidang sastra, seni rupa, maupun seni pertunjukan, mendirikan pasar seni di kampus, dan sebagainya.[4]

Karya[sunting | sunting sumber]

Tentang karya-karyanya, Kayam mengatakan, "semuanya itu menggelinding dalam upaya memahami gejala dan memaparkan usaha pemahaman itu. Proses penggelindingan itu tidak dilihatnya sebagai suatu proses Sysiphian, yakni bagai Sysiphus (dalam mitologi Yunani) yang kena kutukan dewa terus-menerus harus mengangkat kembali batu besar yang dengan terengah-engah telah berhasil dibawa ke puncak bukit untuk kemudian akan dijatuhkan kembali." Syiphus menurut Kayam, "adalah alegori nasib manusia modern yang gelisah mencoba-coba. Dialog yang lahir dari proses perekmbangan yang Sysiphian adalah ingin menaklukkan berbagai medan dan kancah." Kayam menegaskan, ia bukan seperti itu. Ia tidak ingin menaklukkan apa pun, melainkan hanyalah ingin menjelajah kemungkinan-kemungkinan.[5]

  • Seribu Kunang-kunang di Manhattan (kumpulan cerpen, 1972)
  • Totok dan Toni (cerita anak, 1975)
  • Sri Sumarah dan Bawuk (1975)
  • Seni, Tradisi, Masyarakat (kumpulan esai, 1981)
  • Sri Sumarah (kumpulan cerpen, 1985, juga terbit dalam edisi Malaysia, 1981)
  • Semangat Indonesia: Suatu Perjalanan Budaya (bersama Henri Peccinotti, 1985)
  • Para Priyayi (novel, 1992)
  • Parta Karma (kumpulan cerpen, 1997)
  • Jalan Menikung (novel, 2000)
  • Cerpen-cerpennya diterjemahkan oleh Harry Aveling dan diterbitkan dalam Sri Sumarah and Other Stories (1976) dan From Surabaya to Armageddon (1976).
  • Mangan Ora Mangan Kumpul (kumpulan kolom, 1990)
  • Sugih Tanpa Banda (kumpulan kolom, 1994)
  • Mandhep Ngalor Sugih-Mandep Ngidul Sugih (kumpulan kolom, 1998)
  • Lebaran di Karet, di Karet (kumpulan cerpen, 2002)

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Cerpennya, "Seribu Kunang-Kunang di Manhattan", mendapatkan hadiah majalah Horison 1966/1967.[6] Novelnya, Para Priyayi, mendapatkan Hadiah Yayasan Buku Utama Departemen P dan K pada tahun 1995.[1] Umar Kayam memperoleh Hadiah Sastra Asean pada tahun 1987.[6]

Kajian atas karya Umar Kayam[sunting | sunting sumber]

Aprinus Salam (ed.). 1998. Umar Kayam dan Jaringan Semiotik.[5]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c Rampan, Korrie (2000). Leksikon susastra Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. ISBN 9796663589.  Halaman 501.
  2. ^ "Desember Hitam". historia.id. Diakses tanggal 2018-03-04. 
  3. ^ Sinematek Indonesia & Badan Penelitian dan Pengembangan, Penerangan, Departemen Penerangan RI. (1979). Apa Siapa Orang Film Indonesia 1926-1978. hlm. 518
  4. ^ Umar Kayam luar dalam : 30 April 1932-16 Maret 2002. Yogyakarta: Kerjasama Yayasan Seribu Kunang-Kunang & Penerbit Pinus. 2005. ISBN 9796546760.  Halaman 5-6.
  5. ^ a b Dewan Redaksi Ensiklopedi Sastra Indonesia. (2004). Ensiklopedi Sastra Indonesia. Bandung: Titian Ilmu. ISBN 9799012120 hlm. 821
  6. ^ a b Eneste, Pamusuk (2001). Buku pintar sastra Indonesia : biografi pengarang dan karyanya, majalah sastra, penerbit sastra, penerjemah, lembaga sastra, daftar hadiah dan penghargaan. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. ISBN 9799251788.  Halaman 249.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]