Arief Budiman

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Arief Budiman
Arief budiman.jpg
Lahir Soe Hok Djin
3 Januari 1941 (umur 76)
Bendera Belanda Jakarta, Hindia Belanda
Tempat tinggal Bendera Australia Melbourne, Australia
Kebangsaan Bendera Indonesia Indonesia
Almamater Universitas Indonesia
Pekerjaan Guru Besar
Dikenal karena Aktivis reformasi
Agama Islam
Pasangan Leila Chairani Budiman
Anak Adrian, Santi
Orang tua Soe Lie Piet
Kerabat Soe Hok Gie
(saudara)

Arief Budiman (lahir di Jakarta, 3 Januari 1941; umur 76 tahun), dilahirkan dengan nama Soe Hok Djin,[1] adalah seorang aktivis demonstran Angkatan '66 bersama dengan adiknya, Soe Hok Gie ketika ia masih menjadi mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Jakarta. Kini Arief mengajar sebagai Guru Besar di Universitas Melbourne, Australia. Ia juga banyak terlibat dalam bidang budaya di Indonesia.

Pendidikan dan Karier[sunting | sunting sumber]

Ia pernah memperdalam ilmu di bidang pendidikan di College d'Europe, Brugge, Belgia pada tahun 1964. Ia menyelesaikan studi di Fakultas Psikologi di Universitas Indonesia pada tahun 1968. Ia kuliah lagi di Paris pada tahun 1972, dan meraih Ph.D. dalam bidang sosiologi dari Universitas Harvard, Amerika Serikat pada tahun 1980. Kembali dari Harvard, Arief mengajar di UKSW (Universitas Kristen Satya Wacana) di Salatiga sejak 1985 sampai 1995[2]. Ketika UKSW dilanda kemelut yang berkepanjangan karena pemilihan rektor yang dianggap tidak adil, Arief melakukan mogok mengajar, dipecat, dan akhirnya hengkang ke Australia, serta menerima tawaran menjadi profesor di Universitas Melbourne.

Ia pernah menjadi redaktur majalah Horison (1966-1972). Sejak 1972 sampai 1922 ia menjadi anggota Dewan Penasehat majalah ini. Ia pernah menjadi anggota Dewan Kesenian Jakarta (1968-1971). Sejak tahun 1968-1971 ia menjadi anggota Badan Sensor Film.[3]

Ia dianggap sebagai tokoh Metode Ganzheit sejak Diskusi Sastra 31 Oktober 1968 di Jakarta dan terlibat polemik dengan M.S Hutagalung sebagai perwakilan Aliran Rawamangun. Ia juga dianggap sebagai tokoh dalam perdebatan Sastra Kontekstual sejak Sarasehan Kesenian di Solo (Oktober 1984).[4]

Ia pernah menghadiri Konferensi PEN Club International di Seoul pada tahun 1970.[4]

Keterlibatan Politik[sunting | sunting sumber]

Sejak masa mahasiswa, Arief sudah aktif dalam kancah politik Indonesia, karena ia ikut menandatangani Manifesto Kebudayaan pada tahun 1963 yang menentang aktivitas LEKRA yang dianggap memasung kreativitas kaum seniman.

Kendati ikut melahirkan Orde Baru, Arief bersikap sangat kritis terhadap politik pemerintahan di bawah Soeharto yang memberangus oposisi dan kemudian diperparah dengan praktik-praktik korupsinya. Pada pemilu 1973, Arief dan kawan-kawannya mencetuskan apa yang disebut Golput atau Golongan Putih, sebagai tandingan Golkar yang dianggap membelokkan cita-cita awal Orde Baru untuk menciptakan pemerintahan yang demokratis.

Ia pernah ditahan karena terlibat dalam demonstrasi menentang pendirian Taman Miniatur Indonesia Indah (1972).[5]

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Ayahnya seorang wartawan yang bernama Soe Lie Piet. Arief menikah dengan Leila Chairani Budiman, teman kuliahnya di Fakultas Psikologi UI, yang dikenal sebagai pengasuh rubrik psikologi padPembagian Kerja Secara Seksual (1981)a harian Kompas.

Karya[sunting | sunting sumber]

  • Chairil Anwar: Sebuah Pertemuan (skripsi sarjana psikologi UI) (Pustaka Jaya, 1976)
  • Perdebatan Sastra Kontekstual (editor Ariel Heryanto; memuat tulisan Arief Budiman tentang topik ini) (1985)
  • Transmigrasi di Indonesia: Ringkasan Tulisan dan Hasil-Hasil Penelitian (1985)
  • Jalan Demokrasi ke Sosialisme: Pengalaman Chile di Bawah Allende (Desertasi untuk gelar Doktor sosiologi pada Universitas Harvard) (terbit 1986)
  • Pembagian kerja secara seksual: sebuah pembahasan sosiologis tentang peran wanita di dalam masyarakat (Gramedia, 1982)

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Esainya, "Manusia dan Seni", mendapatkan Hadiah Ketiga majalah Sastra pada tahun 1963.[6]

Pada bulan Agustus 2006 ia menerima penghargaan Bakrie Award, acara tahunan yang disponsori oleh keluarga Bakrie dan Freedom Institute untuk bidang penelitian sosial.

Kutipan[sunting | sunting sumber]

  • "Saya terima penghargaan ini sebagai penghinaan. Saya ini orang kiri yang menolak paradigma modernisasi dan pembangunanisme, tetapi saya malah mendapatkan penghargaan dari orang kanan.", Pidatonya saat menerima penghargaan Achmad Bakrie 2006.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Suryadinata 1995, hlm. 9
  2. ^ Dewan Redaksi Ensiklopedi Sastra Indonesia. (2004). Ensiklopedi Sastra Indonesia. Bandung: Titian Ilmu. ISBN 9799012120 hlm. 79
  3. ^ Dewan Redaksi Ensiklopedi Sastra Indonesia. (2004). Ensiklopedi Sastra Indonesia. Bandung: Titian Ilmu. ISBN 9799012120 hlm. 79
  4. ^ a b Dewan Redaksi Ensiklopedi Sastra Indonesia. (2004). Ensiklopedi Sastra Indonesia. Bandung: Titian Ilmu. ISBN 9799012120 hlm. 79
  5. ^ Dewan Redaksi Ensiklopedi Sastra Indonesia. (2004). Ensiklopedi Sastra Indonesia. Bandung: Titian Ilmu. ISBN 9799012120 hlm. 79
  6. ^ Dewan Redaksi Ensiklopedi Sastra Indonesia. (2004). Ensiklopedi Sastra Indonesia. Bandung: Titian Ilmu. ISBN 9799012120 hlm. 79

Pustaka[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]