Diska lepas USB

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari USB flash drive)

Usbkey internals.jpg
Komponen-komponen internal sebuah
diska lepas yang umum

1 Sambungan USB
2 Perangkat pengendali penyimpanan massal USB
3 Titik uji
4 Cip memori kilat
5 Osilator kristal
6 LED
7 Write-protect switch
8 Ruang kosong untuk cip memori kilat kedua

Diska lepas USB atau dikenal juga kandar kilas USB (bahasa Inggris: USB flash drive) adalah alat penyimpanan data memori kilat tipe NAND yang memiliki alat penghubung USB yang terpadu. Diska lepas ini biasanya berukuran kecil, ringan, serta bisa dibaca dan ditulisi dengan mudah. Sekarang, daya tampung yang tersedia untuk diska lepas USB ada dari 8 gigabita sampai 512 gigabita. Besarnya daya tampung media ini tergantung dari teknologi memori kilat yang digunakan.

Diska lepas USB memiliki banyak kelebihan dibandingkan alat penyimpanan data lainnya, khususnya disket atau cakram padat. Alat ini lebih cepat, kecil, dengan daya tampung lebih besar, serta lebih dapat diandalkan (karena tidak memiliki bagian yang bergerak) daripada disket.

Namun diska lepas USB juga memiliki umur penyimpanan data yang singkat, biasanya ketahanan data pada diska lepas USB ini rata-rata 5 tahun. Ini disebabkan oleh memori kilat yang digunakan tidak bertahan lama. Bandingkan dengan cakram keras yang memiliki ketahanan data hingga 12 tahun, CD/DVD berkualitas (dan bermerek terkenal) selama 15 tahun jika cara penyimpanannya benar.

Diska lepas USB dalam sistem operasi Windows[sunting | sunting sumber]

Sistem operasi Microsoft Windows mengimplementasikan Diska Lepas USB sebagai USB Mass Storage Device(dalam Bahasa Indonesia Penyimpanan Masal USB), dan menggunakan pengandar peranti usbstor.sys. Karena memang sistem operasi Windows memiliki fitur auto-mounting, dan diska lepas USB merupakan sebuah perangkat pasang dan pakai (plug and play), Windows akan mencoba menjalankannya sebisa mungkin sesaat perangkat tersebut dicolokkan ke dalam soket USB. Sietem operasi Windows XP atau yang terbaru bahkan memiliki fitur Autoplay, yang mengizinkan diska lepas USB tersebut diakses secara keseluruhan untuk menentukan apa isi dari diska lepas USB tersebut kemudian menjalankannya.
Namun USB Flash Drive menjadi media yang empuk untuk penyebaran virus, karena kemampuan virus untuk menyalin dirinya sendiri ke USB Flash Drive dan kemudian dijalankan otomatis ketika dicolokkan pada porta USB (di mana fungsi Autoplay pada sistem operasi Windows tidak dimatikan. Khususnya pada sistem operasi Windows XP keatas atau terbaru yang memiliki fitur Autoplay). Banyak virus komputer lokal seperti halnya Brontok/RontokBro, PendekarBlank, dan virus lokal lainnya menggunakan USB Flash Drive sebagai media transmisi virus dari satu inang ke inang lainnya, menggantikan disket. Virus-virus yang sebagian besar berjalan di atas Windows tersebut akan semakin cepat beredar ketika memang Windows mengakses penggerak tersebut menggunakan fitur Autoplay yang dimiliki oleh Windows. Karenanya, ada baiknya untuk menonaktifkan fitur Autoplay, meski hal ini kurang begitu membantu mencegah penyebaran virus.

Cara penggunaan USB Flash Drive sangat mudah karena menggunakan USB sebagai antarmukanya. Hanya cukup menancapkan ke port USB pada PC dan akan langsung dikenali sebagai removable drive tanpa perlu proses rebooting atau menghidupkan ulang (bersifat “pasang dan pakai”) karena hampir semua sistem operasi terbaru dapat menginisialisasi pengandar (driver). Tapi, untuk sistem operasi Windows 98 masih memerlukan pemasangan pengandar yang biasanya sudah tersedia dalam paket diska lepas USB. Berbeda dengan cakram liuk maupun CDR/RW, diska lepas USB memiliki keunggulan yaitu tidak perlu menggunakan alat tambahan untuk memakainya. Jadi tidak perlu mengeluarkan uang lagi untuk membeli alat tambahan seperti floppy disk drive atau CD-ROM/RW. Diska lepas USB juga sangat ringan.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]