Tanjungmedar, Sumedang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kecamatan Tanjungmedar
Kecamatan
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Barat
KabupatenSumedang
Pemerintahan
 • CamatDrs. E. Heri Purnama[1]
Kodepos45354[2]
Kepadatan373,06 jiwa/km²
Desa/kelurahan9[5]

Tanjungmedar[6] adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, Indonesia.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Dulunya termasuk ke dalam Kecamatan Tanjungkerta, yang dipecah menjadi dua, yaitu Kecamatan Tanjungkerta itu sendiri dan Kecamatan Tanjungmedar pada Tahun 2008[7]. Kecamatan ini memiliki luas wilayah 65.14 km2[8] dengan jumlah penduduk 26.895 jiwa terdiri dari Laki-laki 13.605 jiwa, perempuan 13.290. Mayoritas penduduk bermata pencahariannya adalah wirausaha dan petani. Daerah ini merupakan daerah perbukitan yang memiliki potensi alam dengan tanahnya yang gembur sehingga tumbuh rempah - rempah yaitu kencur.

Kecamatan Tanjungmedar terdapat lokasi indah yang perlu dikembangkan yaitu Blok 4. Disana dapat melihat pemandangan alam dan lampu kota Subang dimalam hari. Semua komoditas dan potensi itu sedang dikembangkan, selain agar lebih maju dan dikenal luas, juga mampu meningkatkan produksi dan arus wisatawan yang datang. Salah satu upaya mengembangkan potensi - potensi tersebut, dengan membangun berbagai simpul seperti ekonomi dan wisata dengan cara penataan tempat.

Kecamatan Tanjungmedar terletak di sebelah utara Kecamatan Surian, sebelah selatan Kecamatan Tanjungkerta, sebelah barat Kabupaten Subang dan Sebelah timur Kecamatan Buahdua.

Kecamatan ini terdapat sembilan desa diantarannya adalah :

  1. Desa Cikaramas
  2. Desa Jingkang
  3. Desa Kamal
  4. Desa Kertamukti
  5. Desa Sukamukti
  6. Desa Sukatani
  7. Desa Tanjungmedar
  8. Desa Tanjungwangi
  9. Desa Wargaluyu

Sementara itu, Tanjungmedar di belahan timur sekitar daerah desa Tanjungmedar terdapat Gunung Geulis yang dijadikan tempat ziarah. Gunung Geulis yang berasal dari bahasa sunda Geulis yang berarti Cantik, menurut warga gunung ini masih dipercaya sebagai tempat pengabul permintaan seperti jodoh, karir dan sebaginya, namun itupun sedikit berkurang seiring dengan perubahan zaman. Selain itu tebing Gunung Geulis yang memiliki karakteristik batunya yang kuat pernah digunakan sebagai sarana latihan militer namun itupun tidak berlangsung lama karena mistiknya yang masih kental.[9]

Referensi[sunting | sunting sumber]