Sutopo Juwono

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Sutopo Yuwono)
Lompat ke: navigasi, cari
Letjen TNI (Purn.)
Sutopo Juwono
Sutopo Juwono saat menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Intelijen
Gubernur Lemhannas ke-5
Masa jabatan
1978–1983
Didahului oleh Sayidiman Suryohadiprojo
Digantikan oleh Soebijakto
Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara ke-7
Masa jabatan
21 November 1968 – Januari 1974
Presiden Soeharto
Didahului oleh Soedirgo
Digantikan oleh Yoga Soegomo
Pangdam X/Lambung Mangkurat ke-5
Masa jabatan
15 November 1965 – 19 Maret 1966
Didahului oleh Brigjen TNI Amir Machmud
Digantikan oleh Brigadir Jenderal TNI Sabirin Mochtar
Informasi pribadi
Lahir 14 Mei 1927
Bendera Belanda Klaten, Jawa Tengah
Meninggal 19 Februari 1999 (umur 71)
Bendera Singapura Singapura
Suami/istri Sunarni Gondosaputro
Agama Islam
Dinas militer
Pengabdian  Indonesia
Dinas/cabang Lambang TNI AD.png TNI Angkatan Darat
Pangkat Pdu letjendtni staf.png Letnan Jenderal TNI
Unit Infanteri

Letnan Jenderal TNI (Purn.) Sutopo Juwono (lahir di Klaten, 14 Mei 1927 – meninggal di Singapura, 19 Februari 1999 pada umur 71 tahun)[1] adalah seorang purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang pernah menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Intelijen pada tahun 1970 hingga 1974 dan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional dari tahun 1978 sampai 1983. Ia menikah dengan Sunarni Gondosaputro dan dianugerahi lima anak (satu di antaranya meninggal pada tahun 1980).

Selepas STM jurusan kimia teknik, ia berkesempatan masuk Akademi Militer di Tokyo, Jepang. Bergabung dengan BKR (cikal bakal TNI) pada masa Revolusi Kemerdekaan, anak kedua dari tiga bersaudara pasangan, Prodjohandoko dan RA Rosmi ini bertugas di bagian R (rahasia). Ia tercatat sebagai salah seorang pendiri Badan Rahasia Negara yang dipimpin Kolonel Zulkifli Lubis. Pada tahun 1955, Sutopo masuk Seskoad bersama sejumlah perwira yang kelak berperan dalam masa Orde Baru, seperti Daryatmo, Makmun Murod, Widodo, Poniman dan Rais Abin. Kembali dari tugas belajar pada Sekolah Staf dan Komando Tentara AS di Fort Leavenworth, Kansas, Amerika Serikat, ia mengajar mata kuliah Serangan Khusus dan Kerja Sama AD dan AU di Seskoad.

Ketika menjadi Kabakin, Sutopo mencatat sejumlah sukses, di antaranya membongkar penyamaran chief intelijen militer Soviet yang masuk ke Indonesia. Kariernya di Bakin berakhir bersamaan dengan meletusnya peristiwa Malari.

Kepala Staf Kodam V Jaya dalam masa penumpasan G-30-S/PKI ini juga pernah menjadi Duta Besar RI di Belanda periode 1974-1978. Pada masa itulah lahir Kesepakatan Wassenaar antara Indonesia dan Belanda mengenai penyelesaian orang Maluku yang menetap di sana, baik yang terlibat gerakan separatis RMS di Maluku Selatan maupun yang tidak.

Sutopo meninggal dunia pada hari Jumat, 19 Februari 1999 pukul 06.45 di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura, karena penyakit paru-paru basah yang dideritanya.[1] Jenazah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, pada hari Minggu, 22 Februari 1999.

Referensi[sunting | sunting sumber]