Sungai Alas

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Lae Alas
Lawe Alas, Sungai Alas
Sungai alas.jpg
Sungai Alas dari atas udara
Lokasi
Negara Indonesia
Ciri-ciri fisik
Sumber  
 - elevasi 3.403 m
Mulut sungai Samudra Hindia

Sungai Alas (Lae Alas) adalah sungai yang terletak di Provinsi Aceh, Indonesia, dan merupakan sungai terpanjang di Provinsi Serambi Mekkah ini, sungai ini melewati kawasan taman nasional Gunung Leuser, terus mengalir sampai ke Samudera Hindia, sungai ini berada di sepanjang Kabupaten Aceh Tenggara, Kabupaten Gayo Lues dan Kabupaten Aceh Selatan.

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Asal nama Sungai ini berasal dari Suku Alas, suku asli yang mendiami Kabupaten Aceh Tenggara, dikarenakan sungai ini melintasi seluruh tanah di Masyarakat Alas, masyarakat setempat menamainya dengan Lawe Alas (Lae Alas)

Pemanfaatan[sunting | sunting sumber]

Sungai ini memiliki arus yang luar biasa menarik perhatian penggemar arung jeram dari seluruh dunia. Salah satu keunggulan Sungai Alas adalah dikelilingi hutan yang masih asri di Taman Nasional Gunung Leuser.Terletak di 165 km tenggara Takengon, Sungai Alas mengalir membelah Taman Nasional Gunung Leuser. Daerah ini sangat populer di kalangan anak muda Kabupaten Aceh Tenggara maupun Kabupaten Gayo Lues. Apabila Anda melakukan pengarungan lebih dari satu hari, maka bisa beristirahat dan tidur di tenda-tenda di tepi sungai Alas sambil membakar ikan. Jika Anda memilih menginap sembari merasakan suasana hutan yang asri maka dapat pula bermalam di penginapan pinggir hutan dekat sungai, tepatnya 15 kilometer arah barat dari Blankenjeren, kabupaten Gayo Lues.

Di sini tidak banyak penjual barang maupun makanan. Pilihan lebih lengkap tentunya Anda perlu menuju Kutacane

Sungai Alas seakan satu paket petualangan dengan Taman Nasional Gunung Leuser, jadi jangan lewatkan ditemani pemandu setempat untuk menjelajah berkeliling hutannya yang masih asri.[1]

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Untuk menuju Sungai Alas maka bisa ditempuh melalui tiga jalur. Pertama, jalur darat dari Medan, Sumatera Utara, melalui Berastagi dengan jarak tempuh 8 jam tetapi jalur ini terbilang kurang baik kondisi jalannya namun tetap layak untuk kendaraan SUV dan mobil L300. Kedua, melalui jalur udara dari Medan-Kutacane, dan ketiga jalur darat melalui Banda Aceh, Beureun, Takengon, dengan waktu tempuh 14 jam. Pilihan paling sederhana ke Sungai Alas menggunakan Penginapan di pinggir hutan menyediakan pelayanan makanan terutama di sekitaran Ketambe. Lebih ideal Anda membeli perbekalan makanan dari Kutacane.

Mulailah pengarungan dari Muarasitulan di Kota Kutacane hingga Kota Gelombang yang berdekatan dengan Samudera Hindia Rute ini terbilang tepat untuk Anda yang masih pemula. Sementara itu, husus untuk profesional, Anda dapat menaklukkan arus Sungai Alas bisa mengambil rute lebih jauh, mulai dari Angusan dekat Blangkejeran.

Tips Saat Berwisata di Sungai Alas[sunting | sunting sumber]

Apabila Anda melakukan pengarungan lebih dari satu hari, maka bisa beristirahat dan tidur di tenda-tenda di tepi sungai Alas sambil membakar ikan.

Jika Anda memilih menginap sembari merasakan suasana hutan yang asri maka dapat pula bermalam di penginapan pinggir hutan dekat sungai, tepatnya 15 kilometer arah barat dari Blankenjeren di distrik Gayo Lues. Di sini tersedia beberapa gubuk kayu panggung yang masing-masing menampung dua orang. Setiap pondok mempunyai kamar yang luas dan balkon. Harga menginap per malamnya sekitar Rp70 ribu per orang. Untuk makan malamnya dikenakan biaya Rp30 ribu per orang sedangkan sarapan Rp15 ribu per orang.

Beberapa batang yang perlu di bawah saat bertandang ke Taman Nasional Gunung Leuser dan Sungai Alas.

Akomodasi[sunting | sunting sumber]

Akomodasi terdiri dari pondok-pondok kayu berbentuk panggung, yang bisa menampung dua orang, kelambu untuk dua orang. Setiap pondok dengan satu kamar yang luas dan balkon.

Ada air bersih untuk mandi di dekat sungai hutan, kamar mandi bersama dan toilet. Listrik tidak tersedia karena hutan hujan Kedah mendukung Eco-wisata, karena itu mereka tidak menjalankan generator. Namun jika Anda juga tertarik untuk menjelajahi Bukit Lawang, Anda dapat menemukan akomodasi lain yang dikelola oleh warga setempat. Beberapa di antaranya adalah pengunjung asing yang memutuskan untuk tinggal.

Nama Hotel Penginapan[sunting | sunting sumber]

  1. Wisma Cinta Alam (rafting and jungle trekking). Alamat : Jl. Blang Kejeren - Kuta cane Km 32 Ketambe Cp Johan Hp : 0852 7086 4580
  2. Hotel Brundihe Alamat : Jl. Cut Nyak Dhien No. 10 Telp : (0629) 21444
  3. Hotel Jambu Alas Alamat : Jl. Kuta Cane, Blang Kejeren Km.2 Telp : (0629) 21430
  4. Hotel Lawes Mamas Alamat: Jl. Jend. Ahmad Yani No.9 Kutacane Telp : (0629) 522798
  5. Wisma Maroon Alamat : Jl. Jend. Ahmad Yani No. 15 - 17 Kutacane Telp : (0629) 21078

Galeri Foto[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Riduwan Philly Created