Sulis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Sulis
Sulis.jpg
Pekerjaan
Suami/istri
Alfin Febrian Karim
(m. 2014; c. 2021)
AnakAlisadat Salahuddin Karim
Karier musik
Genre
Label

Sulistyowati yang lebih dikenal sebagai Sulis (lahir 23 Januari 1990) adalah penyanyi lagu-lagu rohani. Nama Sulis melejit setelah berduet bersama penyanyi rohani Haddad Alwi dalam album-album Cinta Rasul.[1]

Biografi[sunting | sunting sumber]

Sebuah nama yang sederhana, Sulistyowati atau biasa dipanggil dengan Sulis. Sulis dilahirkan di Solo Jawa tengah, 23 Januari 1990, dari keluarga biasa-biasa saja tapi bahagia. Sumadi nama ayahnya dan nama ibunya Siti Satinem. Sulis adalah anak bungsu dari tiga bersaudara, Rina anak pertama dan Devi anak kedua, sedangkan Sulis anak yang terakhir. Kegemaran Sulis melantunkan shalawat sejak kelas satu SD ternyata berbuah manis. Sulis adalah putri bungsu dari tiga bersaudara pasangan Sumadi dan Siti, dan kini bersama pasangan duetnya, Haddad Alwi, dikenal luas masyarakat Indonesia lewat lagu-lagu yang bernuansa Islami. Pengalaman rekaman pertamanya adalah saat dia masih berusia 9 tahun kelas III SD.

Awal karir di Cinta Rasul hingga Solo Karier[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1998, Haddad Alwi bersama teman-temannya yang dipimpin oleh Haydar Yahya membentuk sebuah grup dengan nama “Studio 12” yang melahirkan dua buah album solo Haddad Alwi berjudul “Nur Muhammad Shallallahu’ Alaihi Wa Alihi Wa Sallam” dan” Ziarah Rasul”. Album sederhana ini mendapatkan perhatian dari masyarakat luas khususnya dari kalangan anak-anak.

Dari situ mulailah dicari pelantun shalawat cilik, dengan cara melakukan seleksi yang di sebuah yayasan di Kota Solo, kota kelahiran Haddad Alwi dan Haydar Yahya, pilihan pun jatuh pada Sulis yang juga kelahiran solo. Rencana penerbitan album Shalawat remaja dan anak-anak pun semakin mendekati kenyataan.

Sulis mengaku, tak pernah bercita-cita menjadi seorang penyanyi. Dia mengaku hanya mengikuti takdir yang telah ditetapkan. Kala itu, Sulis yang sering mengaji sore bersama teman-teman di kampung tempat tinggalnya, diajarkan menyanyi."Diajarin sama dua orang, Kak Anis dan Kak Ali, dari ratusan anak dibilangin mau cari backing vocal. Dari ratusan, kepilih puluhan anak," kata Sulis. Sulis mengatakan, dari puluhan anak yang terpilih itu kemudian disaring kembali dan dia terpilih untuk duet dengan Haddad Alwi.

Sulis mengaku pernah menangis saat proses rekaman album Cinta Rasul karena kondisi ruangan studio yang gelap. Setelah selesai rekaman, Sulis juga menangis haru kala mendengar suaranya sendiri. "Pas selesai Kak Haddad minta aku duduk, dengerin hasilnya, aku nangis dengar suaraku sendiri, aku enggak nyangka," kata Sulis.

Waktu itu tahun 1999, menyongsong bulan Maulid Nabi Muhammad SAW, 1420 Hijriyah adalah waktu yang dipilih sebagai album perdana legendaris “Cinta Rasul 1” ini terjual jutaan copy, mengalahkan album Nasyid manapun yang pernah hit sebelumnya. Haydar Yahya dan Haddad Alwi menetapkan sulis sebagai keluarga besar Cinta Rasul, berdasarkan istikharah Haydar Yahya menetapkan nama ”Sholla” sebagai 'Studio Cinta Rasul', yang sampai saat ini telah menerbitkan albumnya "Cinta Rasul 1", "Cinta Rasul 2", "Seribu Salam Bagi Rasul", "Cinta Rasul 3", "Love For The Messenger With Orchestra", "Cinta Rasul 5", dan "Cinta Rasul 6" yang berduet bersama Haddad Alwi dari awal karier tahun 1999 hingga 2004.

Kini dunia Islam telah mengenalnya, bila “Cinta Rasul 1” sampai “Cinta Rasul 3” Sulis bersama Hadad alwi, maka pada “Cinta Rasul 4” adalah album solo Sulis yang rilis tahun 2002, kini sudah dikenal diseluruh dunia, bahkan banyak mendapatkan telepon, fax, surat, email setiap hari diterimanya, ada dari luar negeri seperti Singapura, Mesir, Syiria, Malaysia, Brunei Darussalam, Turki dan masih banyak lagi dan juga "Cinta Rasul 7" yang dirilis 2004. Untuk album Indonesia religi yang dikeluarkan Sulis yakni bertajuk "Cinta Rasul: Sulis With Orchestra" pada tahun 2004 dengan beberapa lagu pilihan pernah menjadi soundtrack "KUASA ILLAHI" dan "SURATAN TAKDIR" yang pernah tayang di stasiun televisi Indosiar dan SCTV, Album tersebut juga dirilis berbarengan dengan "Cinta Rasul Pop" & "Cinta Rasul 7".

Pada tahun 2006, album solo Sulis terbaru bertajuk "Ya Allah". "Album ini tetap bernuansa Islam. Tapi, iramanya sedikit nge-beat dan lebih dinamis". "Ini merupakan warna baru. Bukan hanya musik tapi lagunya juga lebih sufi kafe. Di album ini tantangannya tetap pada membawakan lagu selembut mungkin dan seindah mungkin. Itu complicated, berbeda dengan shalawat yang pernah saya bawakan sebelumnya," Di album tersebut, Lagu Ya Allah yang menjadi hit single perdana Sulis memang kental sekali dengan sufi café yang ditelurkan Haydar. Musiknya bertempo cepat dan dinamis. Namun liriknya tetap mengingatkan kita kepada Tuhan. Menurut Haydar, ia sengaja memilih jenis musik ini untuk album baru Sulis. Pada album tersebut, Sulis juga tak sekadar merangkum lagu puji-pujian pada Sang Pencipta. Beberapa lagu ditawarkan dengan lirik berbeda, yakni tentang masalah sosial yang akan menggugah keimanan sang pendengar. Di antara lagu tersebut, sudah ada yang menjadi soundtrack sinetron di layar kaca seperti "Misteri Illahi", "Misteri Dua Dunia", "Do'aku" dan "Ya Nabi Salam". Sementara untuk proses produksi, Sulis mengaku lebih banyak terlibat dalam pembuatan album terbarunya tersebut.

2009, kembali lagi menelurkan album "The Best Of Sulis", Album tersebut terdapat 10 lagu pilihan yang dimana lagu lagu nya tersebut diambil dari album Cinta Rasul 1 saat berduet dengan Haddad Alwi hingga Sulis With Orchestra dengan konsep musik baru dan fresh. Sebut saja hitsnya "Ya Thoybah", "Ibu" dan lain-lain. Seluruh lagu tersebut diarranger oleh Anwar Fauzi. Meski telah merilis belasan album, Sulis tetap berusaha meningkatkan kualitas bernyanyinya. Ia berguru pada Anwar Fauzi yang juga pencipta beberapa lagu yang dia bawakan.

Main film ataupun sinetron[sunting | sunting sumber]

Sulis juga terlibat dalam pembuatan film Baik-Baik Sayang bersama Wali Band. Ini merupakan film perdananya bagi Sulis setelah sekian lama dikenal publik sebagai penyanyi rohani, namun sebelumnya Sulis sudah pernah bermain Sinetron yang bertajuk Cinta 2020 pada tahun 2006 hingga 2007.

Diskografi[sunting | sunting sumber]

Single[sunting | sunting sumber]

  • "Tuntunlah Hamba" (2007)
  • "Bumi Anbiya" (2008)
  • "MerinduMu" (OST. Emak Ingin Naik Haji) (2009)
  • "Generasi Indonesia" (2010)
  • "Ummi" (OST. Air Mata Ummi & OST. Ummi) (2010)
  • "Dzikir Anak" (2011)
  • "Pesan Rasul" (2012)
  • "Bunga Seroja" (2013)
  • "Paris Barantai" (2013)
  • "Energi Of Harmoni" (2014)
  • "Ummi wa Abi" (2017)
  • "Sholatun Bissalamil Mubin" (2018)
  • "Ma Zam Zama" (2020)
  • "Ya Asyiqol Musthofa-Ya Habibal Qolbi" [MEDLEY] (2021)

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Film[sunting | sunting sumber]

Tahun Judul Peran Produksi
2011 Baik-Baik Sayang Nurul Big Pictures

Sinetron[sunting | sunting sumber]

Tahun Judul Peran Produksi
2006—2007 Cinta 2020 Sulis Multivision Plus

Acara televisi[sunting | sunting sumber]

  • Voice of Ramadan (GTV) 2021
  • Syair Ramadan (GTV) 2022

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Lama Tak Terlihat Karena Vakum Ini 4 Potret Terbaru Sulis Cinta Rasul". Merdeka.com. Diakses tanggal 21 April 2021.