Sisipan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Sisipan atau infiks adalah afiks yang dibubuhkan pada tengah-tengah kata. Beberapa bahasa yang memiliki sisipan misalnya bahasa Jawa, bahasa Indonesia, dan bahasa Tagalog, dan beberapa bahasa lainnya.

Sisipan dalam bahasa Indonesia[sunting | sunting sumber]

Penurunan kata dengan memakai sisipan tidaklah produktif lagi dalam bahasa Indonesia. Kita temukan kini beberapa contoh yang sudah membatu dan oleh banyak orang dianggap sebagai kata yang monomorfemis. Berikut daftar kata dalam bahasa Indonesia yang memiliki/dapat diberi sisipan:

Sisipan -el-
  • Jajah -> jelajah
  • Geber -> geleber
  • Gembung -> gelembung
  • Getar -> geletar
  • Gigi -> geligi
  • Gogok -> gelogok
  • Gosok -> gelosok
  • Luhur -> leluhur
  • Maju -> melaju
  • Patuk -> pelatuk
  • Sidik -> selidik
  • Tapak -> telapak
  • Tunjuk -> telunjuk
  • Tangkup/tungkup -> telangkup/telungkup
Sisipan -er-
  • Sabut -> serabut
  • Suling -> seruling
  • Gendang -> genderang
  • Gigi -> gerigi
  • Kudung -> kerudung
  • Runtuh -> reruntuh(an)
  • Panjat -> peranjat
  • Cerita -> ceritera
Sisipan -em-
  • Cerlang -> cemerlang
  • Jari -> jemari
  • Kuning -> kemuning
  • Kelut -> kemelut
  • Kilau -> kemilau
  • Serbak -> semerbak
  • Tali -> temali
  • Turun -> temurun
  • Kata berawalan huruf "g"
    • Gembung -> gelembung
    • Gebyar -> gemebyar
    • Geletuk -> gemeletuk/gemeretuk/gemertuk/gemeretup
    • Gelugut -> gemelugut
    • Geretak -> gemeretak/gemeletak
    • Gerencang -> gemerencang
    • Gerincing -> gemerincing
    • Gerisik -> gemerisik
    • Gerlap -> gemerlap
    • Gertak -> gemertak
    • Getar/gentar -> gemetar/gementar
    • Gilang -> gemilang
    • Gilap -> gemilap
    • Girang -> gemirang
    • Gulung -> gemulung
    • Guntur -> gemuntur
    • Guruh -> gemuruh

Bedakan dengan kata berawalan "m" yang dilekati awalan "me-" dan kata berawalan "p" yang dilekati awalan "pe-" (yang kemudian luluh menjadi "pem-"), misalnya "memasak" bukan "masak" yang diberi imbuhan "-em-", "pemimpin" bukan "pimpin" yang diberi infiks "-em-" melainkan "pimpin" yang diberi awalan "pe-"

Sisipan -in-
  • Kerja -> kinerja
  • Sambung -> sinambung
  • Tambah -> tinambah

Dikarenakan tidak ada suatu daftar kata-kata yang dapat diimbuhi sisipan, maka diperlukan pengetahuan kosakata bahasa Indonesia untuk misalnya membedakan bahwa kata "keledai" bukanlah kata "kedai" yang diberi sisipan "-el-".

Pengerutan bunyi "ha"[sunting | sunting sumber]

Kita sering menemukan dua bentuk kata yang bermiripan dan diguna­kan secara bersilihan. Misalnya, baru - baharu, cari - cahari, dan bagian - bahagian. Secara umum diakui bahwa bentuk yang lebih panjang me­rupakan bentuk yang lebih dahulu ada (bahasa Melayu kuno). Bentuk lama itu kemudian mengalami “pengerutan” bunyi. Pada bentuk-bentuk di atas ada kesamaan bentuk yang mengalami “pengerutan”, yakni bunyi /ha/.

Bentuk baharu dewasa ini hanya dipakai pada kata pembaharuan, memperbaharui atau diperbaharui. Kata pembaharuan bersaing dengan bentuk pembaruan. Karena bentuk baru Iebih luas pemakaiannya sebaiknya kita gunakan satu bentuk itu, yaitu baru, membarui, memperbarui, pembaruan. Demikian pula bentuk cahari dan bahagi. Gunakanlah bentuk cari dan bagi sebagai dasar dan dari kata dasar itu kemudian kita turunkan bentuk-bentuk seperti pencarian dan bagian.[1]

  • Bagian -> bahagian
  • Baru -> baharu
  • Basa -> bahasa
  • Cari -> cahari (dalam "mata pencaharian")
  • Saja -> sahaja
  • Saya -> sahaya (dalam "hamba sahaya")
  • Tadi -> tahadi
  • Asmaradana -> asmaradahana [2]
  • Garu -> gaharu
  • Mardika -> mahardika
  • Dulu -> dahulu

Sisipan dalam bahasa Jawa[sunting | sunting sumber]

Dalam bahasa Jawa memiliki empat sisipan, misalkan sisipan –in– yang menyatakan bentuk pasif, sisipan -um-, -er-, dan -el-, dan jumlahnya pun cukup banyak.

Contoh:

  • karya -> kinarya ("dikerjakan")
  • carita -> cinarita ("diceritakan")

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  • (Indonesia) Alwi, Hasan et al., Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, 2003