Afiks

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Imbuhan)
Lompat ke: navigasi, cari

Afiks atau imbuhan adalah bunyi yang ditambahkan pada sebuah kata - entah di awal, di akhir, di tengah, atau gabungan dari antara tiga itu - untuk membentuk kata baru yang artinya berhubungan dengan kata yang pertama.

Kata berimbuhan adalah kata yang telah mengalami proses pengimbuhan atau (afiksasi). Imbuhan atau afiksasi adalah morfem terikat yang digunakan dalam bentuk dasar untuk membentuk kata. Hasil dari proses pengimbuhan itu disebut kata berimbuhan atau kata turunan.

Jenis-jenis Imbuhan[sunting | sunting sumber]

Imbuhan menurut posisinya terbagi ke dalam empat bentuk

  • Awalan atau prefiks, Contoh: meN-, ber-, di-, ter-, peN-, per-, se-, dan ke-.
  • Sisipan atau infiks, Contoh: -el, -er, -e-, dan –in-
  • Akhiran atau sufiks, Contoh: -kan, -an, -I, dan –nya
  • Konfiks atau simulfiks : berupa awalan dan akhiran yang pemakaiannya sekaligus. Contoh: ke-an, per-an, peN-an, ber-an, dan se-nya.

Di samping itu, dikenal pula imbuhan yang diserap dari bahasa asing, yaitu: -i ; -man ; -wan ; -wati ; -iyah ; - is ; -sasi ; -isme.

Imbuhan yang diserap dalam bahasa asing.Imbuhan tersebut di antaranya sebagai berikut:

  • Dari bahasa Arab:-ah, -i.Fungsinya sebagai penbentuk atau penanda kata sifat. Contohnya; manusiawi, alamiah, alami
  • Dari bahasa Sansekerta: -man, -wan, -wati,.Fungsinya sebagai pembentuk kata benda. Contohnya, budiman, wartawan, pragawati.
  • Dari bahasa Inggris: -is, -if, -al. Fungsinya sebagai pembentuk kata sifat. Contohnya, egois, deskriptif, formal

Fungsi Imbuhan[sunting | sunting sumber]

Pemakaian imbuhan dapat mengubah kelas kata. Kata benda misalnya, setelah diberi imbuhan bisa menjadi kata kerja, kata sifat, atau kata lainnya.

Contoh:

  • batu (benda) -> membatu (sifat)
  • indah (sifat) -> seindah-indahnya (keterangan)
  • mandi (kerja) -> pemandian (benda)

Fungsi imbuhan adalah:

  • Membentuk kata benda, yakni peN-, pe-, per-, ke-, -isme, -wan, -sasi, -tas, peN-an, pe-an, per-an, dan ke-an. Contoh: pelaut, penyapu, wartawan, dll.
  • Membentuk kata kerja, yakni me-, ber-, per-, ter-, di, -kan, ter-kan,dan di-i. Contohnya: melaut berlayar, terlihat diminum, bawakan, lempari, menaiki.
  • Membentuk kata sifat,yakni –I, -wi,-iah, dan –is. Contohnya: manusiawi, duniawi, ilmiah, agamis
  • Membentuk kata bilangan yakni se- dan ke-. Contohnya: sepuluh dan kedua.
  • Membentuk kata keterangan, se-nya ; -nya ; -an, Contoh: sepertinya, habis-habisan, seindah-indahnya, dll.

Awalan peN-[sunting | sunting sumber]

Imbuhan peN- merupakan salah satu awalan yang pemakaiannya sangat produktif. Makna yang dikandung awalan peN- bermacam- macam antara lain:

  • Menyatakan yang melakukan perbuatan. Contoh: penulis, & pembaca.
  • Menyatakan pekerjaan. Contoh: pengusaha, pedagang.
  • Menyatakan alat. Contoh: pengerat, penggaris
  • Menyatakan memiliki sifat. Contoh: pemaklum, penggembira.
  • Menyatakan penyebab. Contoh: pemanis, pemutih.

Awalan ber-[sunting | sunting sumber]

Awalan ber- mempunyai kaidah sebagai berikut:

  • Apabila diikuti kata dasar yang berawalan dengan huruf /r/ dan beberapa kata dasar yang suku pertamanya berakhir dengan /er/, maka ber- menjadi be-. Contoh: beramal, bekerja
  • Apabila diikuti kata dasar ajar, maka ber- menjadi bel-. Contoh: bel + ajar = belajar
  • Apabila diikuti kata dasar selain yang disebutkan di atas, maka ber- tetap tanpa perubahan. Contoh: ber + balik = berbalik

Makna yang terkandung oleh awalan ber-, antara lain:

  • Mempunyai, contoh: beratap, beranak, berhasil.
  • Menggunakan contoh: bersepeda, bersepatu
  • Mengeluarkan contoh: bertelur, berbau, berkata.
  • Menyatakan sikap mental, contoh: berbahagia, berhati-hati,
  • Dalam jumlah, contoh berdua, bertiga.

Dalam beberapa tulisan atau berbagai percakapan sering dijumpai pelesapan-pelesapan imbuhan ber-. Perhatikan kalimat berikut:

  • Usahanya belum hasil.
  • Pendapat kita memang beda
  • Murid-murid sudah kumpul di muka kelas.

Bentuk-bentuk tanpa ber- seperti pada contoh di atas merupakan pemakaian kalimat yang tidak baku. Hal tersebut antara lain merupkan unsur pengaruh dari bahasa daerah. Kalimat-kalimat tersebut seharusnya diucapkan:

  • Usahanya belum berhasil
  • Pendapat kita memang berbeda
  • Murid-murid sudah berkumpul di muka kelas

Awalan meN-[sunting | sunting sumber]

Apabila awalan afiks me- dihubungkan dengan kata dasar (bahasa Inggris: ''word stem,root word'') dengan fonem awal tertentu, terjadi variasi bentuk, yakni me, mem-, men, meng-, dan meny-.

Kaidah imbuhan meN-

Imbuhan meN- apabila ditambahkan pada kata dasar berfonem awal vokal, /J/ /k/, /h/, /g/ , /kh/ berubah menjadi meng- Contoh:

  • meN- + ambil = mengambil
  • meN- + elak = mengelak
  • meN- + kalah = mengalah
  • meN- + harap = mengharap
  • meN- + khawatirkan = mengkhawatirkan

Jika imbuhan meN- ditambahkan pada kata dasar dengan fonem awal /l/, /m/, /n/, /ny/, /ng/, /r/, /y/, atau /w/, bentuknya berubah menjadi me-

  • meN- + latih = melatih
  • meN- + makan = memakan
  • meN- + namai = menamai
  • meN- + nyatakan = menyatakan
  • meN- + nganga = menganga
  • meN- + rusak = merusak
  • meN- + yakinkan = meyakinkan
  • meN- + wabah = mewabah

Jika meN- ditambahkan pada kata dasar yang berfonem awal /d/, atau /t/ bentuknya berubah menjadi men-

  • meN- + datang = mendatang
  • meN- + tanam = menanam

Jika meN- ditambahkan pada kata dasar berfonem awal /b/, /p/, atau /f/, bentuknya berubah menjadi mem-

  • meN- + babat = membabat
  • meN- + pukul = memukul
  • meN- + fokuskan = memfokuskan

Jika meN- ditambahkan pada kata dasar berfonem awal /c/, /j/, /s/, dan /sy/, bentuknya berubah menjadi meny- .

  • meN- + satu = menyatu
  • meN- + cari = mencari
  • meN- + jadi = menjadi
  • meN- + syukuri = mensyukuri

Jika meN- ditambahkan pada kata dasar yang bersuku satu, bentuknya berubah menjadi menge-.

  • meN- + bom = mengebom
  • meN- + cek = mengecek

Jika dirasakan masih baru, proses peluluhan kata-kata yang berasal dari bahasa asing tidak berlaku. Namun, jika kata dasar itu tidak asing lagi, proses penggabungan mengikuti kaidah yang umum.

  • meN- + produksi = memproduksi

Jika kata kerja berkata dasar tunggal direduplikasi, kata dasarnya diulangi dengan mempertahankan peluluhan konsonan pertamanya.

  • tulis = menulis-nulis; tulis-menulis
  • karang = mengarang-ngarang; karang-mengarang
  • cek = mengecek-ngecek
  • ulangi = mengulang-ulangi

Makna awalan meN- adalah sebagai berikut:

  • Melakukan perbuatan, tindakan; Contoh: mengambil, menjual
  • Melakukan perbuatan dengan alat: Contoh: mengambil, menyabit
  • Menjadi atau dalam keadaan; contoh: menurun, meluap
  • Membuat kesan; contoh: mengalah, membisu
  • Menuju ke; contoh;mendarat, menepi
  • Mencari;contoh: mendamar

Fonem /p/ menjadi luluh ke dalam fonem /m/. Namun, peluluhan tidak terjadi jika fonem /p/ adalah permulaan dari prefiks per- atau kata dasarnya mulai dengan per- atau pe- tertentu.

  • meN- + pertinggi = mempertinggi
  • meN- + pertaruhkan = mempertaruhkan

Penulisan yang benar untuk makna ‘membuat jadi lebih tinggi’ adalah mempertinggi atau meninggikan bukan mempertinggikan.

Awalan di-[sunting | sunting sumber]

Awalan di- bermakna suatu perbuatan yang pasif, sebagai kebalikan dari awalan (me-(N)) yang bermakna aktif. Contoh: di- + baca = dibaca ; ambil = diambil ; jual = dijual Jika di- diikuti oleh kata yang menunjukkan tempat, maka penulisannya dipisah.

Awalan ter-[sunting | sunting sumber]

Imbuhan ter- menyatakan makna sebagai berikut:

  • Sudah di- atau dapat di-; contoh: tertutup, terbuka.
  • Ketidaksengajaan; contoh: terbawa, terambil.
  • Tiba-tiba; contoh: teringat, terjatuh
  • Paling/superlatif; contoh: terindah, terbagus

Awalan se-[sunting | sunting sumber]

Awalan se- mengalami variasi-variasi makna, yakni sebagai berikut:

  • Satu; contoh: seeekor, sebutir
  • Seluruh, seisi; contoh: serumah, sekampung.
  • Sama-sama; contoh: sepermainan, seperjuangan.
  • Sama dengan, seperti; contoh: setinggi, selebar, seenaknya, semaumu.
  • Menyatakan waktu; contoh: sesudah, selagi

Awalan per-[sunting | sunting sumber]

Imbuhan per- berubah menjadi pe-, apabila ditambahkan pada kata dasar yang berfonem awal /r/ atau kata dasar yang suku pertamanya berakhir /er/

  • per- + ringan = peringan
  • per- + kerja = pekerja

Imbuhan per- berubah menjadi pel- apabila ditambahkan pada bentuk dasar ajar

  • per- + ajar = pelajar

Akhiran –an[sunting | sunting sumber]

Pada umumnya akhiran –an membentuk kata benda misalnya, pukulan, manisan, satuan, ratusan. Makna akhiran –an adalah sebagi berikut;

  • Menyatakan tempat: contoh: pangkalan, kubangan
  • Menyatakan alat; contoh: timbangan, ayunan
  • Menyatakan hal atau cara: contoh: didikan, pimpinan.
  • Menyatakan akibat, hasil perbuatan: contoh: hukuman, balasan.
  • Menyatakan sesuatu yang di; contoh: catatan,suruhan.
  • Menyatakan seluruh, kumpulan; contoh: lautan, sayuran.

Akhiran –kan dan -i[sunting | sunting sumber]

Fungsi

  • Membentuk kata kerja. Semua kata yang berakhiran –kan dan –i dengan atau tanpa awalan merupakan kata kerja. Tanpa awalan, akhiran –kan dan –i itu merupakan kata kerja bentuk imperatif. Contoh:
    • panas (kata sifat)
    • panaskan (kata kerja)
    • panasi (kata kerja)
  • Menjadikan kata kerja taktransitif menjadi kata kerja transitif. Contoh:
    • Didi duduk di kursi (traktransitif)
    • Didi menduduki kursi (transitif)
    • Didi mendudukkan Adik di kursi (transitif)
  • Mengintensifkan arti. Contoh:
    • Polisi menangkap penjahat
    • Polisi menangkapi penjahat (pekerjaan itu dilakukan berulng-ulang karena objeknya lebih dari satu)

Perbedaan-perbedaan[sunting | sunting sumber]

  • Objek yang mengikkuti kata kerja berakhiran –kan berpindah tempatnya dan objek itu merupakan alat. Objek yang mengikuti kata kerja berakhiran –i tetap tempatnya, tak berpindah, dan objek itu merupakan tempat berlakunya pekerjaan itu: Contoh:
    • Petani itu menanamkan benih di sawahnya.
    • Petani itu menanami sawahnya.
  • Kata kerja berakhiran –kan diikuti oleh objek penderita, sedangkan kata kerja berakhiran –i diikuti objek penyerta. Contoh:
    • Dia menawarkan pekerjaan kepada saya.
    • Dia menawari saya pekerjaan.
  • Adakalanya perbedaan kedua akhiran itu kurang jelas sehingga pemakaiannya seolah-olah sama saja dan dapat saling menggantikan. Contoh:
    • Dia menamai anaknya Alam (menamai = memberi nama)
    • Dia menamakan anaknya Alam (menamakan = menyebabkan bernama)

Konfiks ke-an[sunting | sunting sumber]

Konfiks ke-an berfungsi sebagai pembentuk kata benda abstrak. Misalnya, kepandaian, kecepatan, keindahan, kesehatan. Konfiks ke-an­ memiliki makna sebagai berikut:

  • Menyatakan keadaaan: contoh; kedinginan, kesakitan
  • Menyatakan intensitas (terlalu, terlampau); contoh: kebesaran, kemahalan.
  • Menyatakan agak, menyerupai: contoh: kehijau-hijauan, kebarat-baratan.

Konfiks pe(N)-an[sunting | sunting sumber]

Konfiks pe(N) –an mempunyai variasi bentuk pe-an, pem-an, peng-an, peny-an. Makna konfiks pe(N)-an adalah sebagai berikut:

  • Menyatakan hal yang berhubungan dengan kata dasar. Contoh: penanaman, pendidikan.
  • Menyatakan proses/perbuatan. Contoh pemberontakan, pendaftaran.
  • Menyatakan hasil. Contoh: penyamaran, pengakuan.
  • Menyatakan alat. Contoh: penciuman.
  • Menyatakan tempat. Contoh: penampungan, pemandian.

Konfiks per-an[sunting | sunting sumber]

Makna konfiks per-an adalah sebagai berikut:

  • Menyatakan tempat. Contoh: perhentian, percetakan
  • Menyatakan daerah. Contoh: perkebunan.
  • Menyatakan hasil perbuatan. Contoh: pernyataan, pertahanan
  • Menyatakan perihal. Contoh: peristilahan, perhukuman
  • Menyatakan banyak, bermacam-bermacam. Contoh; peralatan, persyaratan.

Konfiks se-nya[sunting | sunting sumber]

Konfiks se-nya umumnya disertakan pada kata ulang. Fungsinya membentuk kata keterangan. Contoh: Se-nya +putih = seputih-putihnya ; pintar = sepintar-pintarnya

Konfiks se-nya menyatakan superlative atau tingkat paling tinggi yang dapat dicapai. Contoh: Seputih-putihnya = seputih mungkin ; sepintar-pintarnya = sepintar mungkin

Klitika –ku, -mu, nya[sunting | sunting sumber]

Fungsi

  • Sebagai penunjuk kepunyaan. Contoh:
    • rumahku, rumahmu, rumahnya
  • Sebagai alat pembentuk kata benda. Contoh:
    • salah (kata sifat) = salahmu (kata benda);
    • duduk (kata benda) = duduknya(kata benda)
  • Sebagai objek penderita Contoh:
    • Sudah beberapa kali ia membujukku.
    • Ia memandangnya tajam-tajam.
  • Sebagai objek penyerta. Contoh:
    • Surat itu telah kukirimkan kepadanya.
    • Barang-barang ini sengaja dia bel untukmu.

Khusus untuk –nya, selain sebagai klitika atau kata ganti orang, juga berfungsi sebagai imbuhan.

Fungsi imbuhan –nya adalah sebagai berikut;

  • Sebagai pembentuk kata keterangan. Contoh:
    • Agaknya akan turun hujan hari ini.
    • Tidak selamanya orang menderita.
  • Sebagai penunjuk. Contoh:
    • Penyakit seperti ini sukar dicari obatnya.
    • Rumah kami besar, kamar-kamarnya luas.
  • Bersama-sama dengan awalan se- menyatakan superlative. Contoh:
    • Sepandai-pandainya tupai melompat, sekali gagal juga.
    • Sepeda adik yang baru dibeli bercat merah.

Pemakaian –nya pada kata rumah & sepeda adalah tidak perlu karena rujukannya sudah dinyatakan langsung. Perhatikan kalimat di bawah ini:

  • a) Rumah paman bertingkat dua. ; b) Rumahnya bertingkat dua.
  • a) Sepeda adik yang baru dibeli bercat merah. ; b) Sepedanya bercat merah.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]