Lompat ke isi

Pronomina

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Pronomina atau kata ganti merupakan suatu kata atau kelompok kata yang dapat menggantikan nomina (kata benda) atau frasa nomina. Contohnya adalah saya, kapan, -nya, ini, dan sebagainya.

Pronomina telah dianggap sebagai suatu kelas kata sejak dahulu, tetapi para pakar modern tidak lagi menganggap pronomina hanya sebagai suatu kelas kata tunggal karena mengingat banyaknya kegunaan pronomina pada wacana yang ada di berbagai bahasa. Oleh karena itu, pronomina umumnya terbagi menjadi beberapa subkelas, yakni pronomina persona, posesif, reflektif, resiprokal, demonstratif, relatif, interogatif, dan indefinit.[1]:1–34[2]

Beberapa pronomina identik dengan determinator-determinator yang maknanya berhubungan. Pronomina umumnya berfungsi sebagai "proforma", yakni dengan menggantikan kata, frasa, atau kalimat lain yang disebut "anteseden". Konsep penggantian tersebut disebut "anafora".

Bentuk adjektiva (kata sifat) dari kata "pronomina" adalah pronominal.[3]

Kelas kata pronomina muncul sebagai satu dari delapan kelas kata yang disebutkan dalam risalah Tekhne Grammatike yang berasal dari abad ke-2 SM dan memuat tentang tata bahasa Yunani Kuno. Pronomina, yang disebut sebagai ἀντωνυμία (antōnumía) dalam risalah tersebut, dideskripsikan sebagai "kelas kata yang dapat menggantikan nomina dan digunakan untuk (merujuk pada) orang." Dalam bahasa Latin, pronomina disebut pronomen dan dianggap menjadi salah satu kelas kata bahasa Latin.

Pronomina Determinator
Posesiva ours our freedom
Demonstrativa this this gentleman
Indefinit some some frogs
Negatif none no information
Interogativa which which option

Pronomina-pronomina tertentu sering kali memiliki bentuk yang serupa atau bahkan identik dengan determinator-determinator yang maknanya mirip dan berhubungan. Tabel di sebelah merupakan perbandingan beberapa pronomina dan determinator terkait dalam bahasa Inggris. Beberapa pakar bahasa menyimpulkan bahwa pronomina merupakan determinator yang dapat berdiri sendiri, dengan atau tanpa perubahan tertentu, tanpa memerlukan adanya nomina atau frasa nomina.[1] Sementara itu, beberapa pakar lainnya mengambil pendekatan yang berbeda, yakni dengan menganggap determinator sebagai subkelas dari pronomina atau sebaliknya, atau bahkan memasukkan keduanya ke dalam kelompok tunggal yang disebut "pronomina-determinator"; pendekatan tersebut mirip dengan pembagian verba ke dalam verba transitif dan intransitif.[4]

Pronomina umumnya berfungsi sebagai "proforma" (pro-form), yakni kata tugas atau ungkapan yang menggantikan kata, frasa, atau kalimat lain yang maknanya dapat dipahami dari konteks.[5] Meskipun demikian, tidak semua pronomina merupakan proforma. Misalnya dalam bahasa Inggris, sistem gramatikalnya mengenal apa yang disebut "pronomina ekspletif" (expletive/dummy pronoun), yakni pronomina yang tidak merujuk pada hal apapun dan hanya digunakan untuk memenuhi syarat sintaktis dalam suatu tata bahasa. Tata bahasa Inggris umumnya memerlukan subjek dan tidak memperbolehkan peluruhan pronomina (pronoun dropping), yakni penghilangan pronomina dalam kalimat dari wacana tertentu selama konteks kalimat tersebut masih jelas meski tanpa pronomina dan selama tata bahasa memperbolehkannya. Contohnya pada kalimat "It was very concerning to leave him there," gramatika bahasa Inggris mewajibkan it (was) ada sebelum very concerning. Bahasa Indonesia sendiri tidak memiliki sistem pronomina ekspletif dan memperbolehkan peluruhan pronomina dalam beberapa kasus, meskipun peluruhan tersebut mungkin saja membuat kalimat tersebut terlihat tidak alami secara sintaktis.

Fungsi pronomina sebagai proforma tidak lepas dari konsep yang disebut anafora, yakni bergantungnya makna pronomina pada suatu anteseden, yang merupakan sesuatu yang telah disebutkan sebelumnya atau telah diketahui dalam suatu wacana. Contohnya, dalam kalimat: "Ani terlihat cantik, tetapi kelakuannya jelek," arti pronomina -nya bergantung pada antesedennya, yakni Ani. Pronomina sering digunakan untuk menghindari pengulangan kata nomina yang sama dalam satu kalimat, sehingga menyebabkan kalimat tersebut menjadi tidak efektif.[6]

Cara pembagian kata ganti bermacam-macam tergantung rujukan yang digunakan. Berikut adalah salah satu cara penggolongan pronomina.[7]

  1. Pronomina persona (kata ganti orang), yang berfungsi sebagai pengganti nama atau panggilan seseorang. Pronomina persona umumnya terbagi tiga (kata ganti orang pertama, kedua, dan ketiga), dapat bersifat tunggal maupun jamak, serta dapat berupa kata maupun frasa pronomial. Hanya dapat digunakan untuk mengganti nomina orang, nama orang, atau hal-hal lain yang dipersonifikasikan. Perkecualian adalah "ia", yang dalam kalangan terbatas sering digunakan untuk menggantikan nomina tak bernyawa.[8] "Pronomina persona" perlu dibedakan dari "sapaan" seperti Saudara, Bapak, Ibu, Tuan, Nyonya, Yang Mulia, dsb. Sebagian dari mereka termasuk nomina.[8]
  2. Pronomina posesiva (kata ganti kepemilikan), yang berfungsi untuk menyatakan kepemilikan atau kepunyaan. Misalnya imbuhan -ku, -mu, -nya. Untuk "-nya" dapat digunakan untuk kata ganti selain nomina orang.[8]
  3. Pronomina interogativa (kata ganti penanya) yang berfungsi menanyakan benda, waktu, tempat, keadaan, atau jumlah, dan sebagainya. Misalnya kata apa, kapan, mengapa, siapa, bagaimana, berapa, di mana, atau ke mana.
  4. Pronomina demonstrativa (kata ganti petunjuk), yang berfungsi untuk menunjuk secara khusus orang atau benda. Misalnya kata ini atau itu.
  5. Pronomina relativa (kata ganti penghubung), yang berfungsi mirip atau sama seperti konjungsi. Misalnya kata yang.
  6. Pronomina indefinit (kata ganti taktentu/taktakrif), yang berfungsi untuk merujuk pada orang atau benda yang belum jelas. Misalnya barang siapa, seseorang, suatu, dan anu.

Pronomina bahasa Indonesia

[sunting | sunting sumber]

Dalam bahasa Indonesia, hampir semua pronomina berfungsi sebagai proforma dengan beberapa pengecualian kecil, seperti klitik "-nya" pada kata: sebenarnya, sesungguhnya, akhirnya, tampaknya, sayangnya, dan sebagainya yang lebih berfungsi seperti afiks (imbuhan) pembentuk adverbia (kata keterangan);[9] atau kata "itu" yang terkadang berfungsi seperti kopula (seperti kata adalah, ialah, atau merupakan) yang disebut "prokopula" (pro-copula), misalnya kalimat: "Saya 'itu' seorang penjual di pasar."[10]

Menurut Harimurti Kridalaksana pronomina dalam bahasa Indonesia dapat dibagi sebagai berikut:[8]

Intratekstual Ekstratekstual
Anaforis Kataforis Takrif Tak takrif
ia/dia
-nya
-nya I II III sesuatu, seseorang,
barang siapa, siapa,
apa, apa-apa,
anu, masing-masing,
sendiri, swa-
T J T J T J
saya
aku
kami (eksklusif)
kita (inklusif)
kamu
kau/engkau
Anda
kamu[11]
kalian
kamu/Anda semua
kamu/Anda sekalian
ia/dia
dia
mereka
mereka semua

Pronomina yang menggantikan nomina yang referennya jelas disebut sebagai pronomina takrif (misalnya pronomina persona), sedangkan yang tidak menunjuk pada orang atau benda tertentu disebut sebagai pronomina taktakrif.[8]

Dalam ragam takbaku, jumlah pronomina lebih banyak dari yang tersebut di atas, bergantung dari bahasa daerah masing-masing.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 Bhat, Darbhe Narayana Shankara (2007). Pronouns (Edisi Paperback). Oxford: Oxford University Press. hlm. 1. ISBN 978-0199230242.
  2. Börjars, Kersti; Burridge, Kate (2010). Introducing English grammar (Edisi 2nd). London: Hodder Education. hlm. 50–57. ISBN 978-1444109870.
  3. Loos, Eugene E.; Anderson, Susan; Day, Dwight H. Jr.; Jordan, Paul C.; Wingate, J. Douglas (3 December 2015). "What is a pronominal?". Glossary of linguistic terms. SIL International. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 November 2018. Diakses tanggal 14 November 2018.
  4. For detailed discussion see George D. Morley, Explorations in Functional Syntax: A New Framework for Lexicogrammatical Analysis, Equinox Publishing Ltd., 2004, pp. 68–73.
  5. Crystal, David (1985). A dictionary of linguistics and phonetics (Edisi 2nd). Basil Blackwell.
  6. "Apa Itu Pronomina? Mengenal Jenis-Jenis Kata Ganti dan Contohnya". Xerpihan. Diakses tanggal 2021-08-26.
  7. Yasa (2021-07-08). "Apa Itu Pronomina? Mengenal 6 Jenis Kata Ganti dan Contohnya". Xerpihan. Diakses tanggal 2022-05-05.
  8. 1 2 3 4 5 Harimurti Kridalaksana, "Kelas kata dalam bahasa Indonesia", Jakarta: Gramedia, 1986.
  9. "Pengertian, Bentuk, dan Contoh Kalimat Adverbia dalam Bahasa Indonesia". CNN Indonesia. Diakses tanggal 2026-02-05.
  10. Mustaffa, Amir Rashad (2025-03-01). "Copular Clauses in Malay with Distal Demonstrative Itu". Arbitrer (dalam bahasa Inggris). 12 (1). doi:10.25077/ar.12.1.69-81.2025. ISSN 2339-1162.
  11. Arti kata GALAT! URL tidak ditemukan atau tidak sah. dalam situs web {{{ver}}} oleh lembaga penyusun kamus.
  1. H. Alwi; Soenjono Dardjowidjojo, Hans Lapoliwa, Anton M. Moeliono (1998). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)