Lompat ke isi

Sirikit dari Thailand

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Sirikit)
Sirikit
Kebawah Duli Yang Maha Mulia Ratu Sirikit, Sang Ibu Suri
Ratu Sirikit pada tahun 1960-an
Ratu Thailand
Berkuasa28 April 1950–13 Oktober 2016
Penobatan5 Mei 1950
PendahuluRambhai Barni
PenerusSuthida
Ibu Suri Thailand
Berkuasa5 Mei 2019–24 Oktober 2025
PendahuluSaovabha Phongsri
Anggota paling senior dari Dinasti Chakri
Berkuasa13 Oktober 2016–24 Oktober 2025
PendahuluBhumibol Adulyadej (Rama IX dari Thailand)
PenerusPutri Ubolratana Rajakanya
KelahiranMom Rajawongse Sirikit Kitiyakara
(1932-08-12)12 Agustus 1932
Thailand Pathumwan, Phra Nakhon, Siam
Kematian24 Oktober 2025(2025-10-24) (umur 93)
Bangkok, Thailand
Pasangan
(m. 1950; meninggal 2016)
Keturunan
WangsaKitiyakara (lahir)
Mahidol (melalui pernikahan)
DinastiChakri
AyahNakkhatra Mangala, Pangeran Chanthaburi
IbuMom Luang Bua Snidvongs
AgamaBuddha
Tanda tanganSirikit

Sirikit[a][1] (lahir dengan nama Mom Rajawongse Sirikit Kitiyakara) (RTGS: Mom Ratchawong Sirikit Kitiyakon);[b] 12 Agustus 1932  24 Oktober 2025) adalah anggota keluarga kerajaan Thailand yang menjadi Ratu Thailand dari 28 April 1950 hingga 13 Oktober 2016 sebagai istri Raja Bhumibol Adulyadej. Ia merupakan ibu dari Raja Vajiralongkorn.

Ia bertemu dengan Bhumibol di Paris, tempat ayahnya menjabat sebagai duta besar Thailand. Mereka menikah pada tahun 1950, tak lama sebelum penobatan Raja Bhumibol. Sirikit diangkat menjadi ratu wali pada tahun 1956, ketika sang raja menjalani kehidupan sebagai biksu Buddha untuk sementara waktu. Sirikit memiliki empat orang anak bersama sang raja. Sebagai permaisuri dari raja yang pada masanya merupakan kepala negara dengan masa pemerintahan terlama di dunia, ia juga menjadi permaisuri dengan masa pengabdian terlama di dunia. Sirikit mengalami stroke pada tahun 2012 dan sejak itu tidak lagi tampil di hadapan publik. Pada 24 Oktober 2025, istana mengumumkan bahwa ia telah meninggal.[2][3]

Kehidupan awal

[sunting | sunting sumber]

Sirikit lahir pada 12 Agustus 1932 dengan nama Mom Rajawongse Sirikit Kitiyakara[c] di kediaman Lord Vongsanuprabhand, kakek dari pihak ibu. Ia merupakan putri sulung dan anak ketiga dari Pangeran Nakkhatra Mangkala Kitiyakara, putra Pangeran Kitiyakara Voralaksana, dan Mom Luang Bua Snidvongs (1909–1999). Namanya, yang diberikan oleh Ratu Rambai Barni, berarti "kemuliaan Kitiyakara".[4]

Sirikit dibesarkan oleh kakek-nenek dari pihak ibu selama setahun setelah kelahirannya, karena ayahnya berada di Amerika Serikat untuk bekerja sebagai sekretaris Kedutaan Siam di Washington, D.C. Ibunya menyusul suaminya tiga bulan kemudian. Ketika Sirikit berusia satu tahun, orang tuanya kembali ke Thailand. Sirikit tinggal bersama keluarganya di Istana Deves, dekat Sungai Chao Phraya, Bangkok.[5]

Sebagai anak-anak, Sirikit sering mengunjungi nenek dari pihak ayahnya. Pada tahun 1933, ia pernah melakukan perjalanan bersama Putri Absornsaman Devakula mengikuti tur Raja Prajadhipok di Songkhla.[6]

Sirikit lulus dari sekolah menengah atas Sekolah Biara St. Fransiskus Xaverius, sebuah sekolah Katolik Perancis di Bangkok. Selama masa kecilnya, ayahnya merupakan duta besar Thailand di Perancis, Denmark, dan Inggris. Sirikit pernah bersekolah di negara tersebut dan Swiss.

Pernikahan

[sunting | sunting sumber]

Selama mengenyam pendidikan di Swiss, ia bertemu dengan Raja Bhumibol, yang saat itu belajar di sana. Ketika Raja Bhumibol mengalami kecelakaan sepeda motor dan dibawa ke rumah sakit di Lausanne, Sirikit kerap membesuknya atas perintah dari Ayahnya. Pada 19 Juli 1949, mereka bertunangan di Lausanne.[7] Pada Maret 1950, Bhumibol kembali ke Thailand dan Sirikit menyertainya hingga mereka melangsungkan pernikahan pada 28 April 1950 di Istana Pathumwan.

Bhumibol dan Sirikit memiliki empat anak:

Salah satu cucunya, Bhumi Jensen (dikenal juga sebagai Khun Poom) meninggal sebagai salah satu korban Gempa bumi Samudra Hindia 2004. Ia adalah putera dari Puteri Ubol Ratana dengan suaminya yang berkebangsaan Amerika Serikat. Seperti suaminya, Sirikit sangat terkenal dan dihormati di Thailand. Hari ulang tahunnya menjadi hari libur nasional dan ditetapkan sebagai Hari Ibu di Thailand. Sirikit dikenal pada kegiatan amalnya. Ia merupakan presiden Palang Merah Thailand sejak tahun 1956. Ia juga menaruh perhatian yang besar pada pengungsi dari Kamboja dan Myanmar yang melarikan diri ke Thailand.

Beberapa hal di Thailand yang dinamakan dari nama Sirikit:

Gelar, gaya, gelar kehormatan dan penghargaan

[sunting | sunting sumber]
Gelar bangsawan untuk
Ratu Sirikit dari Thailand
Gaya referensiKebawah Duli Yang Maha Mulia
Gaya penyebutanKebawah Duli Seri Paduka Baginda
Gaya alternatifPhra Phanphee Laung

Gelar dan gaya

[sunting | sunting sumber]
  • 12 Agustus 1932 – 28 April 1950 : Yang Amat Berbahagia Mom Rajawongse Sirikit Kitiyakara
    (Thai: หม่อมราชวงศ์สิริกิติ์ กิติยากร)
  • 28 April 1950 – 5 Mei 1950 : Ratu Sirikit
    (Thai: สมเด็จพระราชินีสิริกิติ์)[8]
  • 5 Mei 1950 – 5 Mei 2019 : Kebawah Duli Yang Maha Mulia Ratu Sirikit
    • 5 Mei 1950 – 5 Desember 1956 : สมเด็จพระนางเจ้าสิริกิติ์ พระบรมราชินี[9] (sebagai Ratu Permaisuri)
    • 5 Desember 1956 – 5 Mei 2019 : สมเด็จพระนางเจ้าสิริกิติ์ พระบรมราชินีนาถ[10] (sebagai Ratu Bupati)
  • 13 Oktober 2016 – 5 Mei 2019 : Kebawah Duli Yang Maha Mulia Ratu Sirikit dari Raja Rama IX
    (Thai: สมเด็จพระนางเจ้าสิริกิติ์ พระบรมราชินีนาถ ในพระบาทสมเด็จพระปรมินทรมหาภูมิพลอดุลยเดช บรมนาถบพิตร)
  • 5 Mei 2019 – 24 Oktober 2025 : Kebawah Duli Yang Maha Mulia Ratu Sirikit, Sang Ibu Suri
    (Thai: สมเด็จพระนางเจ้าสิริกิติ์ พระบรมราชินีนาถ พระบรมราชชนนีพันปีหลวง)[11]

Kehormatan

[sunting | sunting sumber]

Selama bertakhta 66 tahun sebagai permaisuri Raja Bhumibol Adulyadej yang merupakan salah satu monarki terlama di dunia, Ratu Sirikit menerima berbagai tanda kehormatan kenegaraan baik dari dalam maupun luar negeri sebagai bentuk penghormatan kepada beliau, diantaranya;[12]

Dalam Negeri

[sunting | sunting sumber]

Luar Negeri

[sunting | sunting sumber]
  1. Thai: สิริกิติ์, pelafalan [sì.rì.kìt] listen.
  2. Thai: สิริกิติ์ กิติยากร; RTGS: Sirikit Kitiyakon.
  3. Gelar "Mom Rajawongse" menunjukkan bahwa ia adalah putri dari "Mom Chao" (Yang Mulia Pangeran). Gelar ini hanya menyatakan bahwa dia adalah keturunan keluarga kerajaan tetapi bukan anggota keluarga kerajaan.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Rare royal photos of Queen Sirikit released for 90th birthday". nationthailand (dalam bahasa Inggris). 13 August 2022. Diakses tanggal 6 August 2023.
  2. "สมเด็จพระนางเจ้าสิริกิติ์ พระบรมราชินีนาถ พระบรมราชชนนีพันปีหลวง สวรรคต" (PDF). Diakses tanggal 25 October 2025. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. https://laotiantimes.com/2025/10/25/thailands-queen-sirikit-the-queen-mother-passes-away-at-93/
  4. "Archived copy". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 August 2018. Diakses tanggal 29 August 2018. Pemeliharaan CS1: Salinan terarsip sebagai judul (link)Templat:Nonspecific
  5. "พระราชประวัติการศึกษา สมเด็จพระนางเจ้าสิริกิติ์ฯ | รอยยิ้มของในหลวง ร.9". 18 October 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 August 2018. Diakses tanggal 29 August 2018.
  6. "สมเด็จพระนางเจ้าสิริกิติ์ฯ - แขกเลี้ยงวัวทำนาย เด็กผู้หญิงคนนี้มีบุญวาสนาเป็นราชินี". 11 August 2018. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 August 2018. Diakses tanggal 29 August 2018.
  7. Handley, Paul M. (2006). The King Never Smiles: A Biography of Thailand's Bhumibol Adulyadej, pp. 103–4. Yale University Press.
  8. พระบรมราชโองการ ประกาศ สถาปนาสมเด็จพระราชินี (ทรงสถาปนา หม่อมราชวงศ์ สิริกิติ์ พระอัครมเหษี เป็น สมเด็จพระราชินีสิริกิติ์) ฉบับพิเศษ  หน้า ๑ เล่ม ๖๗ ตอนที่ ๒๔, ๒๘ เมษายน พ.ศ. ๒๔๙๓
  9. พระบรมราชโองการ ประกาศ สถาปนาสมเด็จพระบรมราชินี (ทรงสถาปนาพระเกียรติยศ สมเด็จพระราชินีสิริกิติ์ ขึ้นเป็น สมเด็จพระนางเจ้าราชินีสิริกิติ์ พระบรมราชินี) ฉบับพิเศษ  หน้า ๑๐ เล่ม ๖๗ ตอนที่ ๒๖, ๕ พฤษภาคม พ.ศ. ๒๔๙๓
  10. พระบรมราชโองการ ประกาศ เฉลิมพระอภิไธย สมเด็จพระนางเจ้า ฯ พระบรมราชินี (สมเด็จพระนางเจ้าสิริกิติ์ พระบรมราชินีนาถ ประกาศ ณ วันที่ ๕ ธันวาคม พุทธศักราช ๒๔๙๙)   หน้า ๑๖๔๐ เล่ม ๗๓ ตอนที่ ๑๐๓, ๕ ธันวาคม พ.ศ. ๒๔๙๙
  11. "ประกาศสถาปนา" (PDF). ราชกิจจานุเบกษา. 136 (15ง): 2. 5 พฤษภาคม พ.ศ. 2562.
  12. A.i.l (2013-01-17). "WARISAN RAJA & PERMAISURI MELAYU: Her Majesty Permaisuri Sirikit..Lambang Keunggulan Wanita Thailand." WARISAN RAJA & PERMAISURI MELAYU. Diakses tanggal 2023-06-13.
  13. Saad719 (2020-10-04). "Thai State Visit to Belgium, 1960". The Royal Watcher (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-12-29. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  14. Saad719 (2020-09-08). "Thai State Visit to Denmark, 1960". The Royal Watcher (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-12-29. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  15. Kunjungan Presiden Soeharto ke Thailand (1970), diakses tanggal 2024-02-15
  16. "S.M. Sirikit Regina di Tailandia, Cavaliere di Gran Croce Ordine al Merito della Repubblica Italiana" (dalam bahasa Italia). Diakses tanggal 8 May 2013.
  17. Saad719 (2018-09-27). "Japanese State Visit to Thailand, 1991". The Royal Watcher (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-12-29. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  18. Saad719 (2020-10-17). "Thai State Visit to Luxembourg, 1960". The Royal Watcher (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-12-29. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  19. "Boletín Oficial del Estado" (PDF). boe.es. Diakses tanggal 6 September 2015.
  20. "Boletín Oficial del Estado" (PDF). boe.es. Diakses tanggal 6 September 2015.
  21. Saad719 (2020-09-23). "Thai State Visit to Sweden, 1960". The Royal Watcher (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-12-29. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  22. "Two Ancient Lands Strengthen Their Ties". Taiwan Today. 1 July 1963. Diakses tanggal 13 April 2020. President Chiang decorated King Bhumibol with the Special Grand Cordon of the Order of Brilliant Jade and Queen Sirikit with the Special Grand Cordon of the Order of Propitious Clouds.