Sirikit dari Thailand
| Sirikit | |
|---|---|
| Kebawah Duli Yang Maha Mulia Ratu Sirikit, Sang Ibu Suri | |
Ratu Sirikit pada tahun 1960-an | |
| Ratu Thailand | |
| Berkuasa | 28 April 1950–13 Oktober 2016 |
| Penobatan | 5 Mei 1950 |
| Pendahulu | Rambhai Barni |
| Penerus | Suthida |
| Ibu Suri Thailand | |
| Berkuasa | 5 Mei 2019–24 Oktober 2025 |
| Pendahulu | Saovabha Phongsri |
| Anggota paling senior dari Dinasti Chakri | |
| Berkuasa | 13 Oktober 2016–24 Oktober 2025 |
| Pendahulu | Bhumibol Adulyadej (Rama IX dari Thailand) |
| Penerus | Putri Ubolratana Rajakanya |
| Kelahiran | Mom Rajawongse Sirikit Kitiyakara 12 Agustus 1932 |
| Kematian | 24 Oktober 2025 (umur 93) Bangkok, Thailand |
| Pasangan | |
| Keturunan |
|
| Wangsa | Kitiyakara (lahir) Mahidol (melalui pernikahan) |
| Dinasti | Chakri |
| Ayah | Nakkhatra Mangala, Pangeran Chanthaburi |
| Ibu | Mom Luang Bua Snidvongs |
| Agama | Buddha |
| Tanda tangan | |
Sirikit[a][1] (lahir dengan nama Mom Rajawongse Sirikit Kitiyakara) (RTGS: Mom Ratchawong Sirikit Kitiyakon);[b] 12 Agustus 1932 – 24 Oktober 2025) adalah anggota keluarga kerajaan Thailand yang menjadi Ratu Thailand dari 28 April 1950 hingga 13 Oktober 2016 sebagai istri Raja Bhumibol Adulyadej. Ia merupakan ibu dari Raja Vajiralongkorn.
Ia bertemu dengan Bhumibol di Paris, tempat ayahnya menjabat sebagai duta besar Thailand. Mereka menikah pada tahun 1950, tak lama sebelum penobatan Raja Bhumibol. Sirikit diangkat menjadi ratu wali pada tahun 1956, ketika sang raja menjalani kehidupan sebagai biksu Buddha untuk sementara waktu. Sirikit memiliki empat orang anak bersama sang raja. Sebagai permaisuri dari raja yang pada masanya merupakan kepala negara dengan masa pemerintahan terlama di dunia, ia juga menjadi permaisuri dengan masa pengabdian terlama di dunia. Sirikit mengalami stroke pada tahun 2012 dan sejak itu tidak lagi tampil di hadapan publik. Pada 24 Oktober 2025, istana mengumumkan bahwa ia telah meninggal.[2][3]
Kehidupan awal
[sunting | sunting sumber]Sirikit lahir pada 12 Agustus 1932 dengan nama Mom Rajawongse Sirikit Kitiyakara[c] di kediaman Lord Vongsanuprabhand, kakek dari pihak ibu. Ia merupakan putri sulung dan anak ketiga dari Pangeran Nakkhatra Mangkala Kitiyakara, putra Pangeran Kitiyakara Voralaksana, dan Mom Luang Bua Snidvongs (1909–1999). Namanya, yang diberikan oleh Ratu Rambai Barni, berarti "kemuliaan Kitiyakara".[4]
Sirikit dibesarkan oleh kakek-nenek dari pihak ibu selama setahun setelah kelahirannya, karena ayahnya berada di Amerika Serikat untuk bekerja sebagai sekretaris Kedutaan Siam di Washington, D.C. Ibunya menyusul suaminya tiga bulan kemudian. Ketika Sirikit berusia satu tahun, orang tuanya kembali ke Thailand. Sirikit tinggal bersama keluarganya di Istana Deves, dekat Sungai Chao Phraya, Bangkok.[5]
Sebagai anak-anak, Sirikit sering mengunjungi nenek dari pihak ayahnya. Pada tahun 1933, ia pernah melakukan perjalanan bersama Putri Absornsaman Devakula mengikuti tur Raja Prajadhipok di Songkhla.[6]
Sirikit lulus dari sekolah menengah atas Sekolah Biara St. Fransiskus Xaverius, sebuah sekolah Katolik Perancis di Bangkok. Selama masa kecilnya, ayahnya merupakan duta besar Thailand di Perancis, Denmark, dan Inggris. Sirikit pernah bersekolah di negara tersebut dan Swiss.
Pernikahan
[sunting | sunting sumber]Selama mengenyam pendidikan di Swiss, ia bertemu dengan Raja Bhumibol, yang saat itu belajar di sana. Ketika Raja Bhumibol mengalami kecelakaan sepeda motor dan dibawa ke rumah sakit di Lausanne, Sirikit kerap membesuknya atas perintah dari Ayahnya. Pada 19 Juli 1949, mereka bertunangan di Lausanne.[7] Pada Maret 1950, Bhumibol kembali ke Thailand dan Sirikit menyertainya hingga mereka melangsungkan pernikahan pada 28 April 1950 di Istana Pathumwan.
Bhumibol dan Sirikit memiliki empat anak:
- (Dulu YTM) Putri Ubol Ratana, lahir 5 April 1951 di Lausanne, Swiss.
- KDYMM Raja Maha Vajiralongkorn, lahir 28 Juli 1952;
- DYTM Putri Maha Chakri Sirindhorn, Putri Kerajaan, lahir 2 April 1955;
- YTM Putri Chulabhorn Walailak, Putri Srisavangavadhana, lahir 4 Juli 1957.
Salah satu cucunya, Bhumi Jensen (dikenal juga sebagai Khun Poom) meninggal sebagai salah satu korban Gempa bumi Samudra Hindia 2004. Ia adalah putera dari Puteri Ubol Ratana dengan suaminya yang berkebangsaan Amerika Serikat. Seperti suaminya, Sirikit sangat terkenal dan dihormati di Thailand. Hari ulang tahunnya menjadi hari libur nasional dan ditetapkan sebagai Hari Ibu di Thailand. Sirikit dikenal pada kegiatan amalnya. Ia merupakan presiden Palang Merah Thailand sejak tahun 1956. Ia juga menaruh perhatian yang besar pada pengungsi dari Kamboja dan Myanmar yang melarikan diri ke Thailand.
Eponim
[sunting | sunting sumber]Beberapa hal di Thailand yang dinamakan dari nama Sirikit:
- Balai Sidang Nasional Ratu Sirikit di Bangkok
- Taman Ratu Sirikit di Bangkok
- Bendungan Sirikit pada Sungai Nan di Provinsi Uttaradit
- Taman Botani Ratu Sirikit di Provinsi Chiang Mai
- Piala Ratu Sirikit, sebuah perlombaan golf tahunan Asia-Pasifik
- Mawar Ratu Sirikit
Gelar, gaya, gelar kehormatan dan penghargaan
[sunting | sunting sumber]| Gelar bangsawan untuk Ratu Sirikit dari Thailand | |
|---|---|
| Gaya referensi | Kebawah Duli Yang Maha Mulia |
| Gaya penyebutan | Kebawah Duli Seri Paduka Baginda |
| Gaya alternatif | Phra Phanphee Laung |
Gelar dan gaya
[sunting | sunting sumber]- 12 Agustus 1932 – 28 April 1950 : Yang Amat Berbahagia Mom Rajawongse Sirikit Kitiyakara
(Thai: หม่อมราชวงศ์สิริกิติ์ กิติยากร) - 28 April 1950 – 5 Mei 1950 : Ratu Sirikit
(Thai: สมเด็จพระราชินีสิริกิติ์)[8] - 5 Mei 1950 – 5 Mei 2019 : Kebawah Duli Yang Maha Mulia Ratu Sirikit
- 13 Oktober 2016 – 5 Mei 2019 : Kebawah Duli Yang Maha Mulia Ratu Sirikit dari Raja Rama IX
(Thai: สมเด็จพระนางเจ้าสิริกิติ์ พระบรมราชินีนาถ ในพระบาทสมเด็จพระปรมินทรมหาภูมิพลอดุลยเดช บรมนาถบพิตร) - 5 Mei 2019 – 24 Oktober 2025 : Kebawah Duli Yang Maha Mulia Ratu Sirikit, Sang Ibu Suri
(Thai: สมเด็จพระนางเจ้าสิริกิติ์ พระบรมราชินีนาถ พระบรมราชชนนีพันปีหลวง)[11]
- Monogram kerajaan Ratu Sirikit
- Bendera pribadi Ratu Sirikit
Kehormatan
[sunting | sunting sumber]Selama bertakhta 66 tahun sebagai permaisuri Raja Bhumibol Adulyadej yang merupakan salah satu monarki terlama di dunia, Ratu Sirikit menerima berbagai tanda kehormatan kenegaraan baik dari dalam maupun luar negeri sebagai bentuk penghormatan kepada beliau, diantaranya;[12]
Dalam Negeri
[sunting | sunting sumber]
Thailand :
Dame of the Most Illustrious Order of the Royal House of Chakri (MChK)
Dame of the Most Ancient and Auspicious of the Order of the Nine Gems (NR)
Dame Grand Cross (First Class) of the Most Illustrious Order of Chula Chom Klao (PCh)
Dame Grand Cordon (Speccial Class) of the Most Exalted Order of the White Elephant (MPCh)
Dame Grand Cordon (Special Class) of the Most Noble Order of the Crown of Thailand (MVM)
Dame Grand Cross of the Most Admirable Order of the Direkgunabhorn (PBh)
Member of the Order of Symbolic Propitiousness Ramkeerati
Recipient of the Freeman Safeguarding Medal (First Class)
Recipient of the Civil Dushdi Mala Medal
Recipient of the Border Service Medal
Recipient of the King Rama IX Royal Cypher Medal (First Class)
Recipient of the King Rama X Royal Cypher Medal (First Class)
Sovereign of the Red Cross Medal of Merit
Luar Negeri
[sunting | sunting sumber]
Austria :
Grand Star of the Decoration of Honour for Services to the Republic of Austria
Belanda :
Knight Grand Cross of the Order of the Netherlands Lion
Brunei :
Darjah Kerabat Laila Utama Yang Amat Dihormati (DK) (1990)
Belgia :
Grand Cordon of the Order of Leopold (1960)[13]
Denmark :
Dame of the Order of the Elephant (RE) (1960)[14]
Kekaisaran Etiopia :
Grand Cordon of the Order of the Queen of Sheba
Filipina :
Grand Collar of the Order of the Golden Heart (GCGH)
Indonesia :
Kekaisaran Iran :
1st Class of the Order of the Pleiades
Italia :
Knight Grand Cross of the Order of Merit of the Italian Republic (OMRI)[16]
Jepang :
Grand Cordon of the Order of the Precious Crown[17]
Jerman :
Grand Cross Special Class of the Order of Merit of the Federal Republic of Germany (1960)
Korea Selatan :
Laos :
Grand Cross of the Order of the Million Elephants and the White Parasol
Phoxay Lane Xang
Luksemburg :
Grand Cross of the Order of the Oak Crown (1960)[18]
Malaysia :
Nepal :
Member of the Nepal Pratap Bhaskara
Norwegia :
Grand Cross of the Royal Norwegian Order of St. Olav
Portugal :
Grand Cross of the Order of Saint James of the Sword (GCSE)
Pakistan :
Nishan-e-Pakistan (NPk)
Romania :
First Class of the Order of the Star of the Romanian Socialist Republic
Spanyol :
Knight Grand Cross of the Royal and Distinguished Spanish Order of Charles III (13 November 1987)[19]
Knight Grand Cross (First Class) of the Order of Isabella the Catholic (gcYC) (3 November 1960)[20]
Swedia :
Dame of the Royal Order of the Seraphim (LSerafO)[21]
Taiwan :
Special Grand Cordon of the Order of Propitious Clouds (1963)[22]
Yunani :
Dame Grand Cross of the Royal Order of Beneficence
Catatan
[sunting | sunting sumber]- ↑ Thai: สิริกิติ์, pelafalan [sì.rì.kìt] ⓘ.
- ↑ Thai: สิริกิติ์ กิติยากร; RTGS: Sirikit Kitiyakon.
- ↑ Gelar "Mom Rajawongse" menunjukkan bahwa ia adalah putri dari "Mom Chao" (Yang Mulia Pangeran). Gelar ini hanya menyatakan bahwa dia adalah keturunan keluarga kerajaan tetapi bukan anggota keluarga kerajaan.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Rare royal photos of Queen Sirikit released for 90th birthday". nationthailand (dalam bahasa Inggris). 13 August 2022. Diakses tanggal 6 August 2023.
- ↑ "สมเด็จพระนางเจ้าสิริกิติ์ พระบรมราชินีนาถ พระบรมราชชนนีพันปีหลวง สวรรคต" (PDF). Diakses tanggal 25 October 2025. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ https://laotiantimes.com/2025/10/25/thailands-queen-sirikit-the-queen-mother-passes-away-at-93/
- ↑ "Archived copy". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 August 2018. Diakses tanggal 29 August 2018. Pemeliharaan CS1: Salinan terarsip sebagai judul (link)Templat:Nonspecific
- ↑ "พระราชประวัติการศึกษา สมเด็จพระนางเจ้าสิริกิติ์ฯ | รอยยิ้มของในหลวง ร.9". 18 October 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 August 2018. Diakses tanggal 29 August 2018.
- ↑ "สมเด็จพระนางเจ้าสิริกิติ์ฯ - แขกเลี้ยงวัวทำนาย เด็กผู้หญิงคนนี้มีบุญวาสนาเป็นราชินี". 11 August 2018. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 August 2018. Diakses tanggal 29 August 2018.
- ↑ Handley, Paul M. (2006). The King Never Smiles: A Biography of Thailand's Bhumibol Adulyadej, pp. 103–4. Yale University Press.
- ↑ พระบรมราชโองการ ประกาศ สถาปนาสมเด็จพระราชินี (ทรงสถาปนา หม่อมราชวงศ์ สิริกิติ์ พระอัครมเหษี เป็น สมเด็จพระราชินีสิริกิติ์) ฉบับพิเศษ หน้า ๑ เล่ม ๖๗ ตอนที่ ๒๔, ๒๘ เมษายน พ.ศ. ๒๔๙๓
- ↑ พระบรมราชโองการ ประกาศ สถาปนาสมเด็จพระบรมราชินี (ทรงสถาปนาพระเกียรติยศ สมเด็จพระราชินีสิริกิติ์ ขึ้นเป็น สมเด็จพระนางเจ้าราชินีสิริกิติ์ พระบรมราชินี) ฉบับพิเศษ หน้า ๑๐ เล่ม ๖๗ ตอนที่ ๒๖, ๕ พฤษภาคม พ.ศ. ๒๔๙๓
- ↑ พระบรมราชโองการ ประกาศ เฉลิมพระอภิไธย สมเด็จพระนางเจ้า ฯ พระบรมราชินี (สมเด็จพระนางเจ้าสิริกิติ์ พระบรมราชินีนาถ ประกาศ ณ วันที่ ๕ ธันวาคม พุทธศักราช ๒๔๙๙) หน้า ๑๖๔๐ เล่ม ๗๓ ตอนที่ ๑๐๓, ๕ ธันวาคม พ.ศ. ๒๔๙๙
- ↑ "ประกาศสถาปนา" (PDF). ราชกิจจานุเบกษา. 136 (15ง): 2. 5 พฤษภาคม พ.ศ. 2562.
- ↑ A.i.l (2013-01-17). "WARISAN RAJA & PERMAISURI MELAYU: Her Majesty Permaisuri Sirikit..Lambang Keunggulan Wanita Thailand." WARISAN RAJA & PERMAISURI MELAYU. Diakses tanggal 2023-06-13.
- ↑ Saad719 (2020-10-04). "Thai State Visit to Belgium, 1960". The Royal Watcher (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-12-29. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ↑ Saad719 (2020-09-08). "Thai State Visit to Denmark, 1960". The Royal Watcher (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-12-29. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ↑ Kunjungan Presiden Soeharto ke Thailand (1970), diakses tanggal 2024-02-15
- ↑ "S.M. Sirikit Regina di Tailandia, Cavaliere di Gran Croce Ordine al Merito della Repubblica Italiana" (dalam bahasa Italia). Diakses tanggal 8 May 2013.
- ↑ Saad719 (2018-09-27). "Japanese State Visit to Thailand, 1991". The Royal Watcher (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-12-29. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ↑ Saad719 (2020-10-17). "Thai State Visit to Luxembourg, 1960". The Royal Watcher (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-12-29. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ↑ "Boletín Oficial del Estado" (PDF). boe.es. Diakses tanggal 6 September 2015.
- ↑ "Boletín Oficial del Estado" (PDF). boe.es. Diakses tanggal 6 September 2015.
- ↑ Saad719 (2020-09-23). "Thai State Visit to Sweden, 1960". The Royal Watcher (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-12-29. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ↑ "Two Ancient Lands Strengthen Their Ties". Taiwan Today. 1 July 1963. Diakses tanggal 13 April 2020.
President Chiang decorated King Bhumibol with the Special Grand Cordon of the Order of Brilliant Jade and Queen Sirikit with the Special Grand Cordon of the Order of Propitious Clouds.
- Articles containing Thai-language text
- Halaman dengan teks IPA berbahasa Thai
- Kelahiran 1932
- Kematian 2025
- Meninggal usia 93
- Dinasti Chakri
- Anggota paling senior dari Dinasti Chakri
- Permaisuri Thailand
- Mom Rajawongse
- Wangsa Kitiyakara
- Wangsa Mahidol
- Bhumibol Adulyadej
- Tokoh Buddha Thailand
- Alumni Sekolah Biara Santo Fransiskus Xaverius (Bangkok)