Sawangan, Airmadidi, Minahasa Utara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Sawangan
Kelurahan
Negara  Indonesia
Provinsi Sulawesi Utara
Kabupaten Minahasa Utara
Kecamatan Airmadidi
Kodepos 95371

Sawangan merupakan salah satu desa di kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Indonesia. Desa ini dikenal dengan obyek wisata budaya Taman Purbakala Waruga-Waruga Sawangan dan juga obyek wisata alam berupa rafting dan hiking. Selain itu, di desa ini terdapat sumber tenaga air dan microhydro. Desa Sawangan terbagi menjadi sembilan wilayah jaga dengan jumlah penduduk 2.351 orang dan jumlah keluarga 690 rumah tangga.[butuh rujukan]

Geografis[sunting | sunting sumber]

Desa Sawangan dialiri dua sungai besar yaitu Sungai Tondano dan Sungai Saduan. Desa ini terletak di kaki Gunung Klabat yang adalah gunung tertinggi di Sulawesi Utara. Gunung Klabat dulu gunung berapi tetapi sekarang ini sudah tidak aktif. Keadaan udara di desa ini masih alami dan sejuk.

Luas wilayah Desa Sawangan adalah 2.001,17 Ha yang terdiri dari 44,09 Ha untuk pemukiman, 2 Ha untuk pekuburan, 1.698,01 Ha untuk perkebunan, 14,06 Ha untuk persawahan dan 243,01 Ha untuk lainnya.[butuh rujukan]

Berikut merupakan batas wilayah Desa Sawangan:

Utara Kelurahan Airmadidi Bawah dan Kelurahan Rap-Rap
Selatan Tanggari, Airmadidi, Minahasa Utara
Barat Desa Sampiri, Desa Kuwil, dan Desa Kaleosan
Timur Desa Tumaluntung

Waruga Sawangan[sunting | sunting sumber]

Waruga di Sawangan (foto diambil pada tahun 1930-an)

Desa Sawangan dikenal dengan kompleks waruga atau tempat pemakaman kuno era megalitik di Minahasa. Taman Purbakala Waruga-Waruga Sawangan diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Dr. Daud Yusuf pada tanggal 18 Oktober 1978. Taman ini sering dikunjungi wisatawan baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Adam Malik dan isterinya Nelly Adam Malik termasuk yang sering berkunjung ke taman ini.[butuh rujukan] Bahkan Raja, Ratu, dan Pangeran dari Negeri Belanda dan Inggris pernah berkunjung ke taman ini.[butuh rujukan]

Tempat ibadah[sunting | sunting sumber]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

  • TK GMIM Sawangan
  • SD Inpres Sawangan
  • SD Negeri Sawangan
  • SMP Negeri 3 Airmadidi

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah nama-nama kepala desa / hukum tua Desa Sawangan. Sumber data dari Pemerintah Desa Sawangan dan Panitia Sejarah, Budaya, dan HUT Wanua Sawangan tahun 2011.

  1. Kaidupan Mantiri (1796–1816)
  2. Datu Karamoy (1816–1841)
  3. Elisa Wangke (1841–1868)
  4. Christian Rompis (1868–1889)
  5. Arkelaus Kaseger (1889–1899)
  6. Wellem Bolung (1899–1901)
  7. Yan Mantiri (1901–1912)
  8. Theodorus Wangke (1912–1937)
  9. Yusop Montung (1937–1940)
  10. Timotius Wangke (1940–1942)
  11. Hanock Kaseger (1942–1943)
  12. Yusop Montung (1943–1945)
  13. Daniel Ticoalu (1945–1947)
  14. Yacop Mantiri (1947–1962)
  15. Paul Runtukahu (1962–1964)
  16. Yan G.Kalalo (1964–1970)
  17. Palenewen Mantiri (1970–1974)
  18. Anthon Poli Oley (1974–1977)
  19. Anthon Maramis (1977–1981)
  20. Soleman Bolang (1981–1986)
  21. W. Montung (Pj.) (1986–1986)
  22. Soleman Bolang (1986–1986)
  23. Meity Oley-Tulong (1986–1988)
  24. Elias B.Mantiri (1988–1996)
  25. Marlien Humbas (1996–2004)
  26. Marthen M.L. Oley, SE (2004–2010)
  27. Djemmy R. Maramis (2010–2016)
  28. Stendry Wangke, SH (Petahana)