Sawangan, Airmadidi, Minahasa Utara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

PROFIL DESA[sunting | sunting sumber]

Desa Sawangan merupakan salah satu desa di kecamatan Airmadidi kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara. Luas Wilayah 2.001,17 Ha yang terdiri dari Pemukiman 44,09 Ha, Pekuburan 2 Ha, Perkebunan 1.698,01 Ha, Sawah 14,06 Ha dan lainnya 243,01 Ha. Berbatasan sebelah Utara dengan Kelurahan Airmadidi Bawah dan Kelurahan Rap-Rap, sebelah Timur dengan Desa Tumaluntung, sebelah Selatan dengan Desa Tanggari dan sebelah Barat dengan Desa Sampiri, Desa Kuwil dan Desa Kaleosan. Terbagi menjadi 9 (sembilan) wilayah jaga, jumlah KK 690 dan penduduk 2.351 jiwa. Jumlah Anggota BPD sebanyak 11 orang dan Perangkat Desa 51 orang.

Sarana Ibadah dan Jumlah Jemaat[sunting | sunting sumber]

Sarana Pendidikan di Sawangan[sunting | sunting sumber]

  • TK GMIM Sawangan
  • SD Negeri Sawangan
  • SD Inpres Sawangan
  • SMP Negeri 3 Airmadidi.

POTENSI DESA[sunting | sunting sumber]

  • Pertanian dan Pekebunan,
  • Peternakan dan Perikanan Darat,
  • Industri Rumah Tangga (Kerajinan Tangan dan Kue Tradisional),
  • Wisata Alam (Rafting dan Hiking),
  • Wisata Budaya (Taman Purbakala Waruga Sawangan),
  • Seni dan Budaya (Kolintang, Maengket dan Kabasaran),
  • Sumber Energy (Microhydro dan Hydro Power),

Sejarah Pemerintahan Desa[sunting | sunting sumber]

NAMA-NAMA KEPALA DESA / HUKUM TUA

  1. KAIDUPAN MANTIRI 1796 – 1816,
  2. DATU KARAMOY 1816 – 1841,
  3. ELISA WANGKE 1841 – 1868,
  4. CHRISTIAN ROMPIS 1868 – 1889,
  5. ARKELAUS KASEGER 1889 – 1899,
  6. WELLEM BOLUNG 1899 – 1901,
  7. YAN MANTIRI 1901 – 1912,
  8. THEODORUS WANGKE 1912 – 1937,
  9. YUSOP MONTUNG 1937 – 1940,
  10. TIMOTIUS WANGKE 1940 – 1942,
  11. HANOCK KASEGER 1942 – 1943,
  12. YUSOP MONTUNG 1943 – 1945,
  13. DANIEL TICOALU 1945 – 1947,
  14. YACOP MANTIRI 1947 – 1962,
  15. PAUL RUNTUKAHU 1962 – 1964,
  16. YAN G.KALALO 1964 – 1970,
  17. PALENEWEN MANTIRI 1970 – 1974,
  18. ANTHON POLI OLEY 1974 – 1977,
  19. ANTHON MARAMIS 1977 – 1981,
  20. SOLEMAN BOLANG 1981 – 1986,
  21. W.MONTUNG (PJS) 1986 – 1986,
  22. SOLEMAN BOLANG 1986 – 1986,
  23. NY. MEITY OLEY-TULONG 1986 – 1988,
  24. ELIAS B.MANTIRI 1988 – 1996,
  25. MARLIEN HUMBAS 1996 – 2004,
  26. MARTHEN M.L. OLEY, SE 2004 – 2010,
  27. DJEMMY R. MARAMIS 2010 – 2016,
  28. STENDRY WANGKE,SH 2016 - Sekarang

Indrakusuma Oley, sumber data : 1. Pemerintah Desa Sawangan, 2. Panitia Sejarah, Budaya dan HUT Wanua Sawangan 2011

Legenda[sunting | sunting sumber]

Waruga di Sawangan (foto diambil pada tahun 1930-an)

Desa ini terkenal dengan kompleks Waruga (Pemakaman kuno era megalitik Minahasa). Taman Purbakala Waruga - Waruga Sawangan kecamatan Airmadidi diresmikan Oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Bapak Dr. Daud Yusuf pada tanggal 18 Oktober 1978.Taman Purbakala Waruga-waruga Sawangan sering dikunjungi wisatawan Luar Negeri dan Dalam Negeri. Raja, Permasuri dan Pangeran dari Negeri Belanda, Inggris sering berkunjung ke Taman Purbakala Waruga Sawangan. Bapak Adam Malik dan Ibu Nelly Adam Malik termasuk sering berkunjung ke Taman Waruga Sawangan. Dan banyak tamu2 penting baik dari Dalam Negeri maupun dari Luar Negeri yang tidak bisa disebut satu persatu banyak yang datang ke desa Sawangan.

Desa Sawangan dialiri dua Sungai besar (sungai Tondano dan sungai Saduan)diapit pergunungan pergunungan yang masih alami. Desa Sawangan kecamatan Airmadidi terletak di kaki Gunung Kalabat gunung tertinggi di Sulawesi Utara. Gunung Kalabat dulu gunung berapi tetapi sekarang ini sudah tidak aktif. Keadaan Udara desa Sawangan masih alami dan sejuk.

Desa Sawangan sedang berbenah memekarkan desanya menjadi tiga desa (desa Sawangan Bawah, desa Sawangan Atas, desa Tumpaan)ditambah desa Patar, desa Tanggari satu, desa Tanggari dua dan desa Sampiri dalam rencana akan membentuk kecamatan Tonsea hasil permekaran dari Kecamatan Airmadidi. Kecamatan Tonsea dengan Ibu Kota di desa Tumpaan. Masyarakat di wilayah Tonsea mengharapkan Pemerintah daerah mengsahkan terbentuknya kecamatan Tonsea secapatnya demi tahap kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat di Wilayah Tonsea. (Sonny Maramis Mingkid, DKI Jakarta)