SMA Negeri 1 Bandung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
SMA Negeri 1 Bandung
Informasi
Didirikan1950
JenisNegeri
AkreditasiA[1]
Nomor Statistik Sekolah301026006037
Nomor Pokok Sekolah Nasional20219271
Kepala SekolahYanyan Supriatna R. S., S.Pd. (plt) (2020-sekarang)
Ketua KomiteDrs. Arief Syaifudin, S.H.
Jumlah kelas11 kelas setiap tingkat
Jurusan atau peminatanIPA dan IPS
Rentang kelasX MIPA, X IPS, XI IPA, XI IPS, XII IPA, XII IPS
KurikulumKurikulum 2013
Sistem Kredit Semester
Jumlah siswa1.003 siswa (35 siswa per kelas)
StatusNegeri
NEM terendah377,50 (Dalam Wilayah 2019) 378,00 (Luar Wilayah 2019)
NEM tertinggi398,50 (2019)
Nilai masuk rata-rata382,88 (2019)
Alamat
LokasiJl. Ir. H. Juanda No. 93, Kelurahan Lebak Siliwangi, Kecamatan Coblong, Bandung, Jawa Barat,  Indonesia
Tel./Faks.Telp. +62 22 2503948
WA. +62 811 1851 193
Koordinat-6.895333, 107.612584
Situs webhttps://sman1bdg.sch.id
Surelinfo@sman1bdg.sch.id
Lain-lain
LulusanIKA SMA Negeri 1 Bandung[2]
Moto
MotoBERSATU (Berilmu Santun Agamis Tekun dan Unggul)

SMA Negeri (SMAN) 1 Bandung, merupakan salah satu Sekolah menengah atas Negeri favorit yang ada di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Indonesia.[3] Sama dengan SMA pada umumnya di Indonesia masa pendidikan sekolah di SMA Negeri 1 Bandung ditempuh dalam waktu tiga tahun pelajaran, mulai dari Kelas X sampai Kelas XII. Didirikan pada tahun 1950.

Pada tahun 2016, sekolah ini menggunakan Kurikulum 2013. Mulai tahun 2019, sekolah ini mencoba untuk menggunakan sistem kredit semester (SKS) yang telah disempurnakan untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan dengan memanfaatkan TIK sehingga kami menjadi sekolah berbasis TIK. Hal ini menandakan bahwa SMA Negeri 1 Bandung adalah sekolah pertama di Jawa Barat yang menggunakan sistem kredit semester berbasis TIK[4].

SMA Negeri 1 Bandung sebagai sekolah rujukan bagi sekolah-sekolah imbas sekitarnya[5]. Tahun 2019 SMA Negeri 1 Bandung juga menjadi Sekolah Integritas dengan motto "SMANSA INTEGRITAS BERSATU", Sekolah Ramah Anak dan sebagai Sekolah Berbasis TIK yang memanfaatkan teknologi sebagai kebutuhan kegiatan pembelajaran.[6]

Akreditasi[sunting | sunting sumber]

  • Nilai Akreditasi: 95[1]
  • Peringkat Akreditasi: A (Sangat Baik)
  • Tanggal Penetapan: 04 Desember 2018

Sejarah Sekolah[sunting | sunting sumber]

1950
Pada tahun-tahun setelah pengakuan kedaulatan, di Bandung telah berdiri sebuah SMA yang dikenal dengan sebutan SMA PARKI (Pasundan) di bawah pimpinan Bapak Among Praja. Sekolah ini menempati sebuah bangunan di Jalan Pasundan, kemudian pindah ke Jalan Sumatra 36A Bandung (sekarang gedung tersebut dipakai oleh SMP Negeri 5 Bandung). Tahun pelajaran 1950/1951 atau tepatnya tanggal 1 Agustus 1950, SMA PARKI menjadi SMA Negeri. Sejak itu SMA PARKI menjadi SMA NEGERI 3 A/B Bandung (Pada waktu itu ada tiga SMA Negeri di Bandung, yaitu SMA 1 B/C dan SMA 2 B/C di Jl. Belitung, dan SMA 3 A/B Jl. Sumatra 36A Bandung) dengan dua jurusan, yaitu bagian A dan Bagian B yang dipimpin oleh ibu Sutjinah. Sayang ibu Sutjiah tidak bisa lebih lama mengasuh SMA Negeri III ini, karena harus mengikuti suaminya yang bertugas di luar Pulau Jawa. Dan sebagai gantinya adalah bapak Nawawi.
1951
Di bawah asuhan Pak Nawawi, roda perkembangan SMA ini semakin hari semakin lancar. Sayang, pada tahun pelajaran 1952/1953 Pak Nawawi meninggalkan SMA III karena kesibukannya sebagai anggota DPR. Jabatan Kepala SMA Negeri III dilanjutkan oleh wakilnya.
1953
Pak M.I.Kartadipradja tak henti-hentinya memeras otak untuk kemajuan SMA III ini. Pada tahun ajaran 1953/1954, SMAN III memasuki tahun ketiga- masa bayi telah lewat untuk segera menginjak masa kanak-kanak. Kemudian tibalah surat keputusan dari pemerintah. Kepemerintahan Pendidikan dan Kebudayaan memutuskan bahwa SMA III dibagi dua, yaitu:
  • SMA IIIA Bagian Bahasa dipimpin oleh Pak MI. Kartadipradja dan
  • SMA IIIB Bagian Ilmu Pasti dipimpin oleh Pak Tjetje Djajadisastra
Kedua sekolah ini menggunakan gedung di Jl. Sumatra No. 36A dab Jl. Jawa No. 5 yang sekarang dipakai oleh SMP Negeri 2 Bandung dan SMP Negeri 5 Bandung.
1956
Tiga tahun kemudian tepatnya bulan Agustus 1956, sekolah mendapat pergantian nama SMA Negeri IIIA menjadi SMA Negeri IA, sedangkan SMA Negeri IIIB menjadi SMA Negeri IVB.
1958
Pada tanggal 1 Agustus 1958 kedua ‘saudara kandung’ ini berpisah. SMA IA dipindahkan ke daerah Bandung Utara, menempati sebuah gedung Lyceum di Jl. Dago. Sedangkan SMA IVB berubah status menjadi SMA Negeri IV. Menjelang pindahnya SMA IA ke daerah Dago, Pak M.I. Kartadipradja memasuki masa pensiun. Sehingga pada saat hijrah tersebut pimpinan sekolah ditangani oleh Pak Otong Suraatmadja. Suasana dan keadaan sekolah banyak mengalami kemajuan. Formasi staf pengajar dan tata usaha lebih lengkap. Sarana sekolah disempurnakan, mutu pelajaran dan prestasi siswanya terus meningkat. Bidang olahraga bisa dibanggakan, demikian pula di bidang kesenian. Setelah sekitar enam tahun Pak Otong Suraatmadja membaktikan dirinya untuk SMA Negeri IA. Tibalah saatnya ia menikmati masa pensiunnya.
1964
Drs. Abdullah Djumantradja secara resmi memimpin SMA IA mulai 2 November 1964. Sebelumnya ia adalah Kepala SMA Negeri Purwakarta. Di bawah kepemimpinannya SMA IA bertambah harum. Ruangan guru bertambah, ketertiban sekolah, bidang olahraga, dan bidang kesenian pun semakin dikenal di masyarakat.
1965
Juli 1965 merupakan tahun penyempuraan di bidang pendidikan. Untuk pertama kalinya SMAN IA membuka jurusan Ilmu Hayat, Ilmu Sosial dan Sastra Budaya. Sesuai dengan penamban jurusan yang didasarkan pada peraturan pemerintah, nama SMAN IA pun diubah menjadi SMA Negeri 1 Bandung.
1968
SMA Negeri 1 Bandung diubah lagi namanya menjadi SMAN Jl. Ir.H.Djuanda 81/17 Bandung. Pada tahun 1971, Drs. H. Abdullah Djumantradja mendapatkan hak pensiun. Untuk sementara pimpinan sekolah dijabat oleh Pengawas dari Kantor Pembina SMA Provinsi Jabar, yakni Drs. Sidharta.
1972
Mulai 11 Januari 1972, SMA 1 dipimpin oleh Drs. Asep Setiadi. Sebelumnya ia adalah pimpinan SMAN Purwakarta. Ialah yang bercita-cita ingin membangun aula, yang kini dikenal dengan Aula SMAN 1. Aula ini sering digunakan sebagai tempat pertemuan antar Kepala SMP/SMA se-Kodya/Kabupaten Bandung bahkan se-Jabar, yang langsung dipimpin baik oleh Kepala Bidak Dikmenum maupun oleh Kepala Kanwil Depdikbud Provinsi Jabar. Pada tahun 1974 Drs. Asep Setiadi ditarik ke Kanwil Depdikbud Prop. Jabar sebagai Pengawas.
1975
Drs. Hanafi yang sebelumnya sebagai Kepala SMAN Ujungberung mengisi jabatan yang ditinggalkan oleh Bapak Drs. Asep Setiadi. Pada tahun ini pula SMAN Jl. Ir. H. Djuanda berubah nama menjadi SMA Negeri 1 Bandung hingga sekarang. Di bawah kepemimpinannya sekolah ini mencapai kemajuan yang pesat. Dalam waktu yang relatif singkat berbagai bidang mengalami peningkatan. Antara lain:
Di bidang edukatif secara berkala diadakan berbagai penataran, meningkatkan prestasi siswa, meningkatkan disiplin, mempertinggi taraf mutu pendidikan, mengembangkan keterampilan dan kesenian, mendirikan laboratorium Bahasa (untuk sementara memakai ruangan belajar) demikian pula bidang olahraga tidak luput dari perhatiannya.
1985
Bidang edukatif mengalami perubahan sistem, tepatnya pada awal tahun pelajaran 1985/1986, jurusan menjadi 3 Program, yaitu terdiri dari Program A.1 (ilmu-ilmu Fisika); Program A.2 (Ilmu-ilmu Biologi) dan Program A.3 (Ilmu-ilmu Sosial). Pada pertengahan bulan April 1985, Pak Hanafi meninggalkan SMAN 1. Setelah sekitar sepuluh tahun ia membina, SMA 1 ini menjadi sekolah yang mempunyai nama di masyarakat. Sebelum ia pindah ke Kanwil Depdikbud Provinsi Jabar sebagai pengawas, semangat mengelola Filial SMAN 1 Bandung di daerah Lembang. Yang kini telah mandiri sebagai SMAN 1 Lembang.
1986
Drs. Eddy Permadi menggantikan Pak Hanafi, ia sebelumnya adalah Kepala SMA Sumedang. Ia berusaha meningkatkan kemajuan sekolah ini, antara lain di bidang sarana sekolah, yaitu merampungkan pembangunan ruangan belajar berikut sarananya, penyempurnaan ruang perpustakaan, merehab aula. Dan atas usahanya pembangunan ruangan Laboratorium Bahasa dimulai dengan dana bantuan Proyek Pelita. Namun sebelum pembangunannya rampung, ia mendapat tugas baru di Kanwil Depdikbud Provinsi Jabar sebagai Pengawas.
Bulan Juli 1986 Bapak Muharam yang sebelumnya adalah Kepala SMAN 11 Bandung memimpin sekolah ini. Banyak hal mendapat perhatiannya, antara lain pembangunan ruang Piket Guru, reboisasi lingkungan sekolah dan lain-lain. Namun pada 12 Desember 1989 ia mendapat tugas baru sebagai Pengawas di lingkungan Kanwil Depdikbud Provinsi Jabar
1989
Sejak tanggal 2 Desember 1989 secara resmi Drs. Solichin Riva’i memimpin SMAN 1 Bandung. Usahanya antara lain merenovasi dua ruangan belajar, menyediakan seperangkat komputer guna keperluan siswa dan guru dalam menunjang KBM serta membangun ruangan khusus bagi para Pembantu Kepala Sekolah dan menambah perlengkapan ruangan Kepala Sekolah.
1991
Ia mendapat kepercayaan dari Depdikbud Prov. Jabar mengikuti pendidikan di Inggris, yaitu mengikuiti “Coutses of Further Professional Study” di University of Nottingham School of Nottingham, London.
1994
Dra. Saetje Nitimihardja meneruskan kepimpinan Drs. Solichin Riva’i sebagai Kepala SMAN 1 tepatnya mulai 1 November 1994, yang sebelumnya adalah Kepala SMAN 22 Bandung. Dalam melaksanakan kepemimpinannya, ia menerapkan motto 3D, yaitu Disiplin dalam bertugas, Dewasa dalam bertindak, dan Dinamis dalam kegiatan. Langkah awal dari pelaksanaan motto tersebut antara lain dimulai dengan meningkatkan kembali disiplin siswa, menutup pintu belakang dan pintu depan sebelah utara. Jadi keluar masuk ke lingkungan sekolah hanya melalui pintu depan sebelah selatan. Kemudian menyediakan dua tenaga satpam berikut ruangannya. Program lain yang sempat dilaksanakan selama kepemimpinannya antara lain adalah mempercantik lingkungan sekolah sedemikian rupa sehingga bersih, hijau dan membuat betah berada di lingkungan sekolah. Tempat parkir motor guru, karyawan dan siswa disatukan di suatu tempat, yaitu di depan ruangan Perpurtakaan. Begitu pula sarana dan prasarana pendidikan lainnya yaitu merenovasi Aula, meningkatkan pengadaan Sound System, Wireless dan memasang paving blok di seputar lapangan Basket dan tempat lainnya. Membangun taman Biologi, penataan sarana ibadah dan membangun sumber air baru dengan Jet Pump sebagai pengganti penggunaan air dari PDAM.
Kegiatan intrakurikuler semakin baik dengan adanya peningkatan NEM yang didapat siswa tahun ajaran 1995/1996. Kegiatan ekstrakurikuler semakin tertib dan meningkat dengan diperolehnya berbagai gelar juara oleh para siswanya. Dan pada awal tahun ajaran 1994/1995 mulai diberlakukan kurikulum baru 1994, yang menggantikan Kurikulun 1984. Sistem Program A.1, A.2 dan A.3 Diganti dengan sistem jurusan IPA jurusan IPS dan jurusan Bahasa.
1996
Dra. Sadiyah Winarsih mulai 23 Desember 1996 memimpin SMA Negeri 1 ini menggantikan kepemimpinan Pak Kriyodono, yang sebelumnya ibu Sadiyah adalah Kepala SMA Negeri 2 Cimahi ia adalah seorang pengajar senior di SMA Negeri 5 Bandung.
Langkah-langkah yang telah ditempuh oleh ibu Sadiyah, antara lain, merenovasi mushola, kantin, aula, pagar halaman samping kiri dan depan sekolah berikut pembenahan tamannya baik yang berada di halaman dengan sekolah maupun di lingkungan dalam sekolah berikut kolam ikannya, pengaspalan halaman sekolah, merenovasi ruangan Perpustakaan pemasangan lantai keramik ruangan Tata Usaha. Guru Kepala Sekolah, membangun empat ruangan kegiatan ekstra kurikuler, ruangan piket guru, ruangan Koperasi Bina Sejahtera, membangun ruangan parkir motor khusus untuk guru dan siswa, membuat saluran baru khusus untuk pengadaan air minum dari PDAM, membangun Lab IPS, serta pemasangan jaringan internet. Dan yang paling membanggakan adalah bahwa ibu Hj. Sadiyah telah berhasil mengurus Sertikat Tanah SMA Negeri 1, ini terbukti dengan telah keluarnya Sertifikat (Tanda Bukti Hak) tertanggal 19 Agustus 1999 dari Kantor Pertanahan Kotamadya Bandung dengan nomor. 10.15.02.06.4.00011 dengan luas tanahnya sebesar 8.450 Meter persegi. Hal ini dapat menepis berbagai issue/gosip di masyarakat bahwa SMA Negeri 1akan dipindahkan ke lokasi/tempat lain.
Di bidang tenaga pengajar telah mengijinkan tiga orang tenaga pengajar (Fisika dan Biologi ke Australia, Texas dan Mexico untuk menimba ilmu setingkat S2. Ia juga telah berhasil membenahi Koperasi Guru dan Karyawan SMA Negeri 1 dengan baik sebagaimana layaknya koperasi yang telah berbadan hukum. Sementara prestasi siswa-siswinya pun tidak kalah menariknya. hal ini dapat dilihat pada rubrik tentang Prestasi siswa Tahun Pelajaran 1998/1999.
2000
Bertempat di Aula SMA Negeri 1 Bandung, Dra. Hj. Sadiyah Winarsih pada hari Senin, 1 Mei 2000 menyerahkan tanggung jawab pengelolaan sekolah ini kepada Drs. H. Ruhaendi W sebagai Pejabat sementara dengan disaksikan oleh Kakandep Diknas Kota Bandung dan Staf. Beberapa Kepala SMA Negeri se-sub rayon Bandung Utara serta Staf Guru dan Tata Usaha SMAN 1. Pada tanggal tersebut di atas merupakan hari pertama ibu Hj Sadiyah memasuki masa pensiunnya setelah mengabdikan dirinya di dunia pendidikan selama sekitar tiga dasawarsa, sementara Drs. Ruhaedi merupakan Kepala SMA Negeri 2 Bandung definitif. Mulai tanggal 11 Agustus 2000 secara resmi Drs. H. Ili Setiadi adalah Kepala SMA Negeri 7 Bandung. Bahkan sebelumnya sejak diangkat sebagai Kepala SMA Negeri Jasinga Kab Bogor (1989) ia telah memimpin beberapa SMA, yaitu SMA Majalaya Kab. Bandung, Pymt Kepala SMAN Baleendah, Pymt Kepala SMAN Ciparay dan Kepala SMAN 24 Bandung (dulu SMA Negeri Ujungberung). Program yang dilaksanakan pada tahun 2000/2001 setelah melanjutkan program sebelumnya yang sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada, juga harus mengikuti berbagai perubahan yang berkaitan dengan pelaksanaan Nuu No 22/1999 dan UU No.25/19999 tentang Otonomi Daerah dan Pembagian Kewenangan Pusat dan daerah yang membawa nuansa baru dalam pengelolaan sistem pendidikan. Nuansa baru itu antara lain dengan berkembangnya pemikiran yang bermuara pada upaya peningkatan kualitas pengelolaan pendidikan pada tataran tingkat sekolah, yaitu melalui penerapan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). MBS sebagai suatu model implementasi kebijakan desentralisasi pendidikan merupakan suatu konsep inovatif dan strategis ke arah peningkatan mutu pendidikan melalui pendekatan manajemen sekolah. Dalam hubungannya dengan model MBS, keberadaan Dewan Sekolah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan Dewan Sekolah, artinya secara substantif peran dan fungsi kelembagaan BP3/Kopmite sekolah akan larut dan melebur dengan Dewan Sekolah. Berkaitan dengan harapan untuk menghasilkan mutu yang baik konsep MBS haru memperhatikan aspek-aspek mutu yang harus dikendalikan secara komperensip yaitu:
  • Karakter mutu pendidikan, baik input, proses maupun output
  • Pembiayaan
  • Metode penyampaian bahan pelajaran
  • Pelayanan kepada siswa dan orang tua/masyarakat
Sesuai dengan aspek-aspek yang harus dikendalikan tersebut di atas, maka mulai tahun pelajaran 2001/2002, sekolah kita akan mengupayakan optimalisasi penggunaan waktu belajar dari dua ship menjadi satub ship ( KBM semua kelas berlangsung pagi). Salah satu alternatif pemecahan yang dapat dipilih untuk itu adalah denggan cara mengurangi jumlah rombongan belajar secara bertahap, misalnya, untuk tahun pelajaran 2001/2002 jumlah rombongan belajar kelas 1 hanya menerima 9 (sembilan) kelas. Diharapkan pada tahun pelajaran 2003/2004 semua tingkatan dapat belajar pada waktu pagi hari saja. Pada waktu siang harinya dapat dimanfaatkan unt7uk peningkatan lainnya, seperti ekskul, komputer, pemantapan belajar, dll.
2003
Pada 1 Juni 2003 Pak Drs. H. Ili Setiadi memasuki masa purna bakti/ pensiun. Telah banyak yang telah diperbuat olehnya selama memimpin sekolah ini. Di antaranya, mulai tahun pelajaran 2002/2003 KBM dilaksanakan pada pagi hingga siang untuk seluruh kelas. Sehingga jumlah kelaspun menyusut, yang pada tahun pelajaran sebelumnya jumlah kelas sebanyak 33 kelas (kelas 1,2 dan 3 masing-masing berjumlah 11 kelas). Kini jumlah hanya 27 kelas, yakni kelas 1, 2 dan kelas 3 maing-masing berjumlah 9 kelas. Kemudian pada awal tahun pelajaran 2002/2003 Pak H. Ili telah membentuk Komite Sekolah SMA Negeri 1 Bandung, sesuai dengan Keputusan Mendiknas No. 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan Kota dan Komite Sekolah. Berdasarkan Surat Tugas dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung No. 800/1714/TU/2003 tentang Penugasan sebagai Pelaksana Tugas/PLT Kepala SMA Negeri 1 Bandung, mulai tanggal 5 Juni 2003 Drs. Nana Suarna H.MM memimpin SMA Negeri 1 Bandung sebagai PLT. Sebelumnya Drs. Nana Suarna H.MM, diangkat menjadi Kepala Sekolah di:
  1. SMA Negeri Malangbong Kab. Garut tahun 1993-1994
  2. SMA Negeri 1 Garut Kota, tahun 1994-1998
  3. Pymt di SMAN Leeuwigoong Kab Garut
  4. Pymt di SMAN Pameungpeuk Kab Garut
  5. Pymt di SMAN Samarang Kab Garut
  6. SMA Negeri 15 Bandung Tahun 1998-2001
  7. SMA Negeri 22 Bandung tahun 2001-2002
  8. SMA Negeri 5 Bandung tahun 2002
Kemudian pada tanggal 27 Juni 2003 keluar Surat Perintah sebagai Pelaksana Tugas Kepala SMU Negeri 1 Bandung dari Wali kota Bandung kepada Drs Enjang Wirahmana menggantikan Drs. Nana Suarna. MM. Drs. Toni Sutisna, M.Pd dilahirkan di Bandung pada bulan November 1955. Adapun perjalanan kariernya hingga menjadi Kepala SMA Negeri 1 Bandung, diawali menjadi tenaga guru tidak tetap di SMA Negeri 9 Bandung pada tahun 1982-1983. Kemudian terhitung mulai tanggal 1 Maret 1983 ia diangkat menjadi guru tetap di SMA Negeri Jatibarang Kabupaten Indramayu. Mulai tahun 1986 sampai dengan tahun 1995 selain sebagai guru tetap di SMA Negeri Jatibarang, ia juga memangku jabatan sebagai Kepala SMA Swasta PUI Jatibarang Kabupaten Indramayu berdasarkan Surat Keputusan Yayasan PUI dan izin pimpinan dari Kepala Bidang Dikmenum Kanwil Depdikbud Provinsi Jawa Barat. Adapun perjalanan kariernya secara lengkap, antara lain:
  1. Tahun 1996 diangkat Kepala SMA Negeri 1 Cibeber Kabupaten Cianjur
  2. Tahun 1998 merangkap sebagai Pejabat Yang Melaksanakan Tugas (PYMT) Kepala SMA Negeri Warung Kondang Kabupaten Cianjur
  3. Tahun 1999 alih tugas, menjadi Kepala SMA Negeri 17 Bandung
  4. Tahun 2001 beralih tugas ke SMA Negeri 15 sebagai Kepala Sekolah dan pada tahun 2002 mendapat penghargaan dari Kepala Dinas Pendidikan Prop[insi Jawa Barat sebagai Kepala Sekolah Berprestasi.
  5. Pada tanggal 1 April 2004 dilantik oleh Wali kota Bandung menjadi Kepala SMA Negeri 1 Bandung
2006
Drs. H. Djedje Djaenudin terhitung tanggal 1 April 2006 menggantikan Drs .Toni Sutisna,M.Pd untuk mempin SMA Negeri 1 Bandung. Ia merupakan Kepala Sekolah SMA Negeri 13 Bandung. Adapun yang patut dipuji adalah ia berhasil mendirikan Masjid Al’Mamur dengan terlebih dahulu memindahkan rumah penduduk yang berada di lingkungan SMA Negeri 1 Bandung
2008
Dra. Hj. Emi Yuliaty, M.Pd terhitung efektif mulai tanggal 1 April 2008. menjadi Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bandung. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Bandung.

Komite Sekolah[sunting | sunting sumber]

Semenjak diluncurkannya konsep Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah dalam sistem manajemen sekolah, Komite Sekolah sebagai organisasi mitra sekolah memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya turut serta mengembangkan pendidikan di sekolah. Kehadirannya tidak hanya sekedar sebagai stempel sekolah semata, khususnya dalam upaya memungut biaya dari orang tua siswa, namun lebih jauh Komite Sekolah harus dapat menjadi sebuah organisasi yang benar-benar dapat mewadahi dan menyalurkan aspirasi serta prakarsa dari masyarakat dalam melahirkan kebijakan operasional dan program pendidikan di sekolah serta dapat menciptakan suasana dan kondisi transparan, akuntabel, dan demokratis dalam penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan yang bermutu di sekolah.

Agar Komite Sekolah dapat berdaya, maka dalam pembentukan pengurus pun harus dapat memenuhi beberapa prinsip/kaidah dan mekanisme yang benar, serta dapat dikelola secara benar pula. Ketua Komite SMA Negeri 1 Bandung adalah Drs. Arief Syaifudin, S.H.[7]

Fasilitas Sekolah[sunting | sunting sumber]

Berbagai fasilitas dimiliki SMA Negeri 1 Bandung untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Melanjutkan pembangunan aula[8]

Fasilitas Sekolah Berwawasan Lingkungan

  • Green House
  • Keran air cuci tangan
  • Taman sekolah, dilengkapi biopori
  • Sumur resapan
  • Area tanaman siswa dan tanaman obat
  • Area daur ulang dan pengolahan kompos
  • Area Taman
  • Taman Berseri
  • Gazebo

Fasilitas Olahraga dan Kesehatan

Laboratorium

  • Laboratorium Bahasa
  • Laboratorium Biologi
  • Laboratorium Fisika
  • Laboratorium Kimia
  • Laboratorium Matematika
  • Laboratorium Komputer

Organisasi Siswa[sunting | sunting sumber]

Organisasi Siswa Intra Sekolah[9][sunting | sunting sumber]

Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di SMA Negeri 1 Bandung merupakan satu dari dua organisasi kesiswaan resmi di SMA Negeri 1 Bandung, selain Majelis Perwakilan Kelas. Organisasi ini diurus dan dikelola oleh para siswa yang terpilih menjadi pengurus OSIS. Di SMA Negeri 1 Bandung, OSIS dibimbing oleh Majelis Bimbingan Organisasi (MBO), yang dipimpin langsung oleh Kepala SMA Negeri 1 Bandung bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan.

Seluruh siswa SMA Negeri 1 Bandung memiliki hak untuk menjadi pengurus OSIS, dengan mengikuti tahapan seleksi yang disebut dengan Pemilihan OSIS Dua (POD). Selanjutnya, para pengurus OSIS tersebut melaksanakan program kerja yang telah disusun, dengan memperhatikan usulan dan arahan dari MBO serta Majelis Perwakilan Kelas.

Musyawarah Perwakilan Kelas[sunting | sunting sumber]

Musyawarah Perwakilan Kelas (MPK) adalah lembaga legislatif siswa yang juga mengawasi OSIS yang anggotanya berkedudukan sejajar dengan Ketua OSIS. MPK berfungsi sebagai aspirator dari seluruh warga SMA Negeri 1 Bandung, evaluator kerja dan kinerja OSIS dalam satu periode, dan planner untuk merencanakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta program kerja OSIS dan MPK sendiri selama satu periode.

Seperti halnya pengurus OSIS, seluruh siswa SMA Negeri 1 Bandung berhak untuk menjadi pengurus MPK dengan mengikuti tahapan seleksi yang disebut dengan Pemilihan MPK Dua (PMD).

Dalam komunikasi sehari-hari, MPK sering disebutkan bersamaan dengan OSIS dengan sebutan OSIS-MPK.

Kegiatan ekstrakurikuler[10][sunting | sunting sumber]

Kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Bandung dilaksanakan di bawah MBO dan OSIS, dan ditetapkan setiap tahunnya berdasarkan Surat Keputusan Kepala SMA Negeri 1 Bandung. Berikut ekstrakurikuler SMA Negeri 1 Bandung:

  • AGD (Autodidact Group Discussion)
  • ANGKLUNG
  • ASCOT (Futsal Club)
  • PB Djuanda 93 (BADMINTON)
  • SMANSA BASKET BALL
  • BIG BAND
  • KB SENI RUPA CAKRAWALA
  • RODA ANGIN (CLUB SEPEDA)
  • OCM (Remaja Rohani Kristiani)
  • HIJI (HIMPUNAN JURNALISTIK)
  • IKARIS (IKATAN REMAJA MASJID)
  • KIR (KARYA ILMIAH REMAJA)
  • LSS (LINGKAR SENI SUNDA)
  • NIHONBU
  • PPRPG GIDEON
  • PADUAN SUARA
  • PASKIBRA
  • PENCAK SILAT
  • PMR
  • PRAMUKA
  • SECRET (ONE’S CINEMATOGRAPHY CREATIVE TEAM)
  • TEATER AH
  • TAEKWONDO
  • TECH-ONE

Logo Sekolah[sunting | sunting sumber]

Berikut makna dari unsur-unsur logo SMA Negeri 1 Bandung:

  • Tiang Satu yang berfungsi sebagai tanda keteguhan dan persatuan.
  • Api yang berfungsi sebagai semangat menggali ilmu.
  • Kujang sebelah kanan menandakan keberadaan laki-laki di SMA Negeri 1 Bandung.
  • Kujang sebelah kiri menandakan keberadaan perempuan di SMA Negeri 1 Bandung.
  • Buku tiga lapis menandakan sumber ilmu pengetahuan SMA Negeri 1 Bandung.
  • Dua buah titik melambangkan proses belajar mengajar.

Hymne SMANSA[sunting | sunting sumber]

Ciptaan: Harry Roesli[11]

Sebuah permata terang bercahaya

Tempat aku slalu bernaung

SMA Negeri 1 Bandung

Tangan terlentang

Tangan berpegang

Menegakan namanya

Kami dibina

Kami ditempa

Demi Indonesia

SMA-ku Negeri 1

Permata bercahaya ilmu

SMA-ku Negeri 1

Jayalah kau selalu

Visi Misi dan Program Kerja[sunting | sunting sumber]

Visi[sunting | sunting sumber]

Mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, berprestasi, dan berwawasan lingkungan menuju perkembangan abad 21

Misi[sunting | sunting sumber]

  1. Meningkatkan ketakwaan kepada tuhan yang Maha Esa
  2. Meningkatkan rasa kebangsaan dan nasionalisme
  3. Mengembangkan seni budaya lokal dan nasional
  4. Menerapkan sekolah berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
  5. Membudayakan kegiatan literasi
  6. Mengembangkan sikap mandiri serta berjiwa kewirausahaan
  7. Menerapkan pembelajaran abad 21
  8. Meningkatkan pengetahuan dan perilaku yang berwawasan lingkungan

Program Kerja[12][sunting | sunting sumber]

1)   Meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa

  • Mengembangkan pembelajaran Pendidikan Agama.
  • Mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam proses belajar mengajar dan kegiatan ekstrakurikuler.
  • Menyelenggarakan kegiatan keagamaan secara intensif.

2)   Meningkatkan rasa kebangsaan dan nasionalisme

  • Mengintegrasikan pendidikan karakter bangsa dalam kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler.
  • Mengembangkan nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme di dalam lingkungan sekolah.
  • Menanamkan rasa patriotisme melalui proses belajar mengajar dan kegiatan ekstrakurikuler.
  • Menyelenggarakan kegiatan yang kreatif dan inovatif dalam memperingati hari besar nasional untuk lebih menghayati kebanggaan berbangsa dan bernegara.

3)   Mengembangkan seni budaya lokal dan nasional

  • Menanamkan kecintaan terhadap seni budaya lokal dan nasional.
  • Mengembangkan sikap toleransi melalui pendekatan seni dan budaya.
  • Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengekspresikan seni dan budaya.
  • Menyelenggarakan ekspresi dan apresiasi seni dan budaya yang berbasis budaya lokal dan nasional.

4)   Menerapkan Sekolah berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK)

  • Menerapkan pembelajaran berbasis TIK.
  • Menerapkan bimbingan dan konseling berbasis TIK.
  • Menerapkan pelayanan administrasi berbasis TIK.

5)   Membudayakan kegiatan literasi

  • Menumbuhkan minat membaca dan menulis.
  • Meningkatkan kebiasaan membaca dan menulis.
  • Menerapkan pembelajaran berbasis literasi.
  • Meningkatkan kemampuan berkomunikasi.
  • Meningkatkan apresiasi dalam bidang literasi.

6)   Mengembangkan sikap mandiri serta berjiwa kewirausahaan

  • Meningkatkan kemampuan inovasi dan kreativitas.
  • Meningkatkan kemampuan berwirausaha.

7)   Menerapkan pembelajaran abad 21

  • Meningkatkan peran tenaga pendidik sebagai fasilitator, pembimbing, konsultan, dan pembantu belajar peserta didik.
  • Menerapkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
  • Menerapkan pembelajaran bersifat terbuka, fleksibel, dan sesuai minat.
  • Menerapkan pembelajaran berbasis masalah dan proyek.
  • Mengedepankan pembelajaran sesuai dunia nyata dan konkret.
  • Menguatkan pembelajaran dengan aksi dan refleksi.
  • Menerapkan pembelajaran berbasis inkuiri.

8)   Meningkatkan pengetahuan dan perilaku yang berwawasan lingkungan

  • Menyelenggarakan pendidikan lingkungan dalam kegiatan intrakurikuler.
  • Menanamkan kecintaan terhadap lingkungan melalui kegiatan-kegiatan nyata.
  • Menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler yang berwawasan lingkungan.

Aplikasi Sistem Manajemen Sekolah (E-SMANSA)[sunting | sunting sumber]

E-SMANSA adalah sebuah aplikasi web base yang dapat diakses melalui aplikasi browser maupun dapat diinstal pada perangkat android. E-SMANSA sebagai pusat aplikasi yang dipakai di SMA Negeri 1 Bandung dalam sistem informasi manajemen sekolah.

Di dalam E-SMANSA memiliki banyak aplikasi lainnya yang terdiri dari[13]:

  • Edubox SMANSA : Fitur Edubox Guru Siswa untuk kegiatan pembelajaran online dan ujian berbasis komputer (CBT)
  • UKBM Online SMANSA : Pembelajaran UKBM (Unit Kegiatan Belajar Mandiri) untuk siswa dalam Sistem SKS
  • E-Library SMANSA : Sistem Perpustakaan Digital yang dapat memberikan informasi terkait koleksi perpustakaan
  • E-Book SMANSA : Kumpulan buku-buku ajar untuk guru dan siswa setiap mata pelajaran
  • E-Modul SMANSA : Kumpulan modul pembelajaran pada setiap mata pelajaran untuk siswa belajar mandiri
  • E-Read SMANSA : Kumpulan bacaan seperti Novel, Drama, Puisi, Cerpen dan Esai untuk menunjang kegiatan literasi
  • Bank Soal SMANSA : Kumpulan soal-soal untuk UNBK, UTBK, dan lain-lain
  • SIAKAD SMANSA : Sistem Informasi Akademik SMA Negeri 1 Bandung untuk menunjang pada manajemen akademik
  • SIPOIN SMANSA : Sistem Informasi Poin Pelanggaran SMA Negeri 1 Bandung untuk menunjang pada manajemen pelanggaran siswa
  • SILULU SMANSA : Sistem Informasi Kelulusan SMA Negeri 1 Bandung bagi siswa-siswi kelas XII
  • SIALUM SMANSA : Sistem Informasi Alumni SMA Negeri 1 Bandung untuk tracer study alumni
  • SIRANA SMANSA : Sistem Informasi Sarana Prasarana SMA Negeri 1 Bandung untuk manajemen sarana
  • E-Rapor SMANSA : Sistem Rapor Elektronik untuk membantu proses penilaian guru terhadap siswa
  • E-Forum SMANSA : Forum SMANSA Dimana kalian dapat mengajukan pertanyaan dan menerima jawaban dari anggota atau komunitas lainnya.
  • E-Voting SMANSA : Aplikasi voting pemilihan OSIS dan lainnya
  • Mail SMANSA : Layanan Email Sekolah @sman1bdg.sch.id untuk Guru, Tenaga Kependidikan, Siswa dan Alumni
  • DAPODIK SMANSA : Aplikasi Dapodikdasmen SMAN 1 Bandung untuk Akademisi
  • Direktori File SMANSA : Memuat data sekolah untuk menunjang siswa dan guru dalam pengambilan data sekolah
  • Angket Online SMANSA : Sistem Angket Online SMAN 1 Bandung
  • PPDB SMANSA : Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru SMAN 1 Bandung
  • PPID SMANSA : Layanan Informasi Publik
  • GOOGLE CLASSROOM : Aplikasi untuk membentuk pembelajaran kelas dalam sebuah jaringan online
  • KAHOOT : Aplikasi permainan dalam evaluasi pembelajaran
  • QUIZIZZ : Aplikasi permainan dalam evaluasi pembelajaran
  • GOOGLE DOCS : Aplikasi evaluasi pembelajaran dalam jaringan online
  • PMP SMANSA : Sistem Pemetaan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan
  • SKP JAWA BARAT : Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) Provinsi Jawa Barat
  • OPAK JAWA BARAT : Online Penetapan Angka Kredit Provinsi Jawa Barat
  • SIAP JAWA BARAT : Sistem Informasi Aparatur Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • CEK NUPTK : Cek NUPTK Guru dan Tenaga Kependidikan
  • CEK NISN : Cek NISN siswa secara online dan terpadu
  • SIDAKEP GTK : Sistem Pendataan Guru dan Tenaga Kependidikan

Sekolah Pelopor[sunting | sunting sumber]

Sekolah Berintegritas[sunting | sunting sumber]

SMAN 1 Kota Bandung menjadi pelopor sekolah integritas pertama, dengan jargon "Smansa Integritas Bersatu". Membentuk karakter berintegritas, di antaranya melalui kecerdasan intelektual, terampil berpikir, mempunyai visi misi hidup, memiliki kecerdasan emosional, dan bijak mengelola sumber daya yang ada.[14] Pada tanggal 05 November 2019 SMA Negeri 1 Bandung resmi menjadi sekolah berintegritas yang disematkan langsung oleh Plt Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum di Aula Bersatu SMA Negeri 1 Bandung.

Integritas sekolah menjadi prasyarat dalam melahirkan peserta didik yang berkarakter baik, berprestasi unggul ke depannya. Integritas sekolah dibangun melalui pembentukan integritas personal, integritas institusional, integritas leader, academic integrity, moral integrity dan lainnya. Pelaku pendidikan yang berintegritas tinggi ditandai dengan kejujuran), trust (kepercayaan), fairness (keadilan), respect (menghargai), responsibility (tanggung jawab), dan humble (rendah hati) mampu memberikan kontribusi bagi pembentukan karakter siswa yang baik dan berprestasi tinggi, ditandai dengan 17 perilaku positif; Religius, Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja Keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin Tahu, Semangat Kebangsaan, Cinta Tanah Air, menghargai Prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, Peduli Lingkungan. Semua perilaku itu bisa dilihat dan dirasakan dalam aktivitas sehari-hari di sekolah, di luar sekolah maupun di tempat kerja. Tugas sekolah adalah melakukan transformasi, menanamkan dan membelajarkan semua pihak yang ada di sekolah tersebut untuk merawat dan menjaga integritas diri dan sekolah dalam mencapai tujuan pendidikan.[15]

Sekolah Ramah Anak[sunting | sunting sumber]

Sekolah Ramah Anak  adalah sekolah yang secara sadar berupaya menjamin dan memenuhi hak-hak anak dalam setiap aspek kehidupan secara terencana dan bertanggung jawab. Prinsip utama adalah non diskriminasi kepentingan, hak hidup serta penghargaan terhadap anak. Sebagaimana dalam bunyi pasal 4 UU No.23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, menyebutkan bahwa anak mempunyai hak untuk dapat hidup tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.Disebutkan di atas salah satunya adalah berpartisipasi yang dijabarkan sebagai hak untuk berpendapat dan didengarkan suaranya. Sekolah Ramah Anak adalah sekolah yang terbuka melibatkan anak untuk berpartisipasi dalam segala kegiatan, kehidupan sosial,serta mendorong tumbuh kembang dan kesejahteraan anak.

SMA Negeri 1 Bandung telah mendeklarasikan diri pada tanggal 05 November 2019 dihadiri Plt. Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum sebagai Sekolah Ramah Anak dengan mempertimbangkan pengalaman sebelumnya tidak terjadi kekerasan dan non diskriminasi kepentingan di SMA Negeri 1 Bandung. Bentuk kegiatan sekolah ramah anak muncul dari kesadaran seluruh keluarga SMA Negeri 1 Bandung dalam setiap bertindak. Maka dengan demikian, SMA Negeri 1 Bandung adalah sekolah ramah anak yang aman, bersih, sehat, hijau, inklusif dan nyaman bagi perkembangan fisik, kognisi dan psikososial anak perempuan dan anak laki-laki termasuk anak yang memerlukan pendidikan khusus dan/atau pendidikan layanan khusus.

Sekolah Berbasis TIK[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 20 November 2019 telah dinyatakan sebagai sekolah berbasis TIK di Jawa Barat. Hal ini didukung dengan adanya inovasi dan ide-ide baru dalam proses pembelajaran. Inovasi yang dilakukan tentu harus sejalan dengan visi SMA Negeri 1 Bandung yaitu menerapkan sekolah berbasis TIK. Maka inovasi dan kebijakan yang diberlakukan pun selalu berbasis pada Teknologi Informasi dan Komunikasi. Sejalan dengan hal tersebut pada proses pengelolaan manajemen dan administrasi sekolah baik itu yang berhubungan dengan peserta didik, pendidik ataupun tenaga kependidikan semua dikelola dengan berbasis TIK.

Salah satu kekhasan yang dimiliki oleh SMA negeri 1 Bandung yaitu, segala bentuk kebijakan ataupun inovasi di Bidang TIK yang diberlakukan selalu melibatkan sumber daya manusia yang ada di SMA negeri 1 Bandung. Kebijakan ini bertujuan agar SDM yang ada di SMA Negeri 1 Bandung, ikut berproses dalam pengembangan sekolah. Sumber daya manusia yang terlibat dan berproses ini pada akhirnya akan meningkatkan kompetensi SDM di SMA negeri 1 Bandung.Penggunaan TIK di SMAN 1 Bandung dikelola oleh sumber daya lokal dengan menggunakan aplikasi-aplikasi open source. Hanya ada satu aplikasi yang dibeli dari pihak ketiga yaitu untuk keperluan computer base test (CBT). Hal ini kami maksudkan karena sumber daya manusia lokal sangat mengetahui keadaan sekolah sepenuhnya dan didapatkan dari kebutuhan sistem informasi yang nyata.

Hadirnya tablet sekolah yaitu Creative and INtegrated digiTal Access, disingkat dengan CINTA adalah nama dari sistem hardware yang menampung aplikasi-aplikasi yang digunakan di sistem digital di SMAN 1 Bandung. Nama lengkapnya adalah SMANSA SMART CINTA yang juga berarti Sistem pintar di SMANSA dengan penuh cinta. Sistem ini menggunakan perangkat berupa tablet atau smartphone yag dilengkapi dengan aplikasi-apikasi yang ada yang sesuai dengan kebutuhan digitalisasi di SMAN 1 Bandung.

Dengan menggunakan sistem ini, dimana aplikasi yang ada hanyalah aplikasi yang diperlukan saja, dan perangkat ini tidak bisa dikustom oleh pengguna, maka perangkat ini bisa dipergunakan untuk pembelajaran yang lebih fokus. Berikut ini adalah beberapa fasilitas yang ada pada tablet atau smartphone CINTA.

Kunjungan Studi[sunting | sunting sumber]

Sebagai sekolah model, SMA Negeri 1 Bandung sering mendapat kunjungan studi dari berbagai sekolah, baik dari dalam maupun luar negeri, di antaranya:

Alumni Ternama[sunting | sunting sumber]

Beberapa alumni yang cukup ternama dari SMA Negeri 1 Bandung antara lain:[16]

Klemen Trial, Wakil Gubernur Papua Periode ke-2

Filial[sunting | sunting sumber]

Salah satu sekolah Filial SMA Negeri 1 Bandung yang terbaik adalah SMA Negeri 24 Bandung yang merupakan sekolah terbaik di Kota Bandung.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Akreditasi SMA Negeri 1 Bandung Diakses 06 Desember 2019
  2. ^ SMA Negeri 1 Bandung. "Situs untuk wadah IKA SMA 1 Bandung". Diakses tanggal 27-12-2019. 
  3. ^ Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. "Pencarian DAPODIKMEN Jenjang: SMA, Provinsi: Prop. Jawa Barat, Kabupaten: Kota Bandung". Diakses tanggal 15-01-2014. 
  4. ^ Ramdani, Rijki (23 November 2019). "SMAN 1 Bandung sebagai Sekolah Berbasis TIK pada Anugerah Atikan JABAR 2019". Diakses tanggal 27 Desember 2019. 
  5. ^ "SMA Negeir 1 Bandung sebagai Sekolah Rujukan". Diakses tanggal 27 Desember 2019. 
  6. ^ Imilida, Rika Y (11 Oktober 2019). "SMAN 1 Bandung Pelopor Sekolah Berintegritas". SMAN 1 Bandung Pelopor Sekolah Berintegritas. Diakses tanggal 27 Desember 2019. 
  7. ^ Admin. "Komite SMA Negeri 1 Bandung". Diakses tanggal 27 Desember 2019. 
  8. ^ Admin. "Sarana Prasarana - SMAN 1 BANDUNG". Diakses tanggal 27 Desember 2019. 
  9. ^ Ramdani, Rijki. "OSIS SMA Negeri 1 Bandung". Diakses tanggal 27 Desember 2019. 
  10. ^ Ramdani, Rijki. "Ekstrakurikuler SMA Negeri 1 Bandung". Diakses tanggal 27 Desember 2019. 
  11. ^ Admin. "Hymne SMANSA". Diakses tanggal 27 Desember 2019. 
  12. ^ Admin. "Visi dan Misi SMA Negeri 1 Bandung". Diakses tanggal 27 Desember 2019. 
  13. ^ "Sistem Manajemen Sekolah E-SMANSA". Diakses tanggal 27 Desember 2019. 
  14. ^ "SMAN 1 Bandung Pelopor Sekolah Berintegritas". Diakses tanggal 28 Desember 2019. 
  15. ^ Arwildayanto (24 Oktober 2016). "Integritas Sekolah Berkontribusi Membentuk Peserta Didik Berkarakter". Diakses tanggal 28 Desember 2019. 
  16. ^ Admin. "Daftar Alumni SMA Negeri 1 Bandung". Diakses tanggal 27 Desember 2019. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]