RDX

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
RDX
RDX.svg
RDX 3D BallStick.png
RDX crystal.jpg
RDX crystal
Nama
Nama IUPAC (preferensi)
1,3,5-Trinitro-1,3,5-triazinan
Nama lain
1,3,5-Trinitroperhidro-1,3,5-triazina
RDX
cyclonite, hexogen
1,3,5-Trinitro-1,3,5-triazasiklooheksana
1,3,5-Trinitroheksahidro-s-triazina
Siklotrimetilenatrinitramina
Heksahidro-1,3,5-trinitro-s-triazina
Trimetilenetrinitramina
Penanda
Model 3D (JSmol)
ChEBI
ChemSpider
Nomor UN 0072, 0391, 0483
Sifat
C3H6N6O6
Massa molar 222,12 g·mol−1
Penampilan kristal tak berwarna atau agak kuning
Densitas 1.858 g/cm3
Titik lebur 205,5 °C (401,9 °F; 478,6 K)
Titik didih 234 °C (453 °F; 507 K)
tak larut [1]
Data eksplosif
Sensitivitas goncangan Low
Sensitivitas gesekan Low
Kecepatan ledakan 8750 m/s
Faktor RE 1.60
Bahaya
Bahaya utama Bahan peledak, ledakan dapat dipicu kontak dengan raksa fulminat [1], sangat beracun
Piktogram GHS Templat:GHS01 The skull-and-crossbones pictogram in the Globally Harmonized System of Classification and Labelling of Chemicals (GHS) The health hazard pictogram in the Globally Harmonized System of Classification and Labelling of Chemicals (GHS)
Keterangan bahaya GHS Danger
H201, H301, H370, H373
P210, P250, P280, P370, P372, P373, P501
Titik nyala Explosive [1]
Dosis atau konsentrasi letal (LD, LC):
100 mg/kg
Batas imbas kesehatan AS (NIOSH):
PEL (yang diperbolehkan)
none [1]
REL (yang direkomendasikan)
TWA 1.5 mg/m3 ST 3 mg/m3 [skin][1]
IDLH (langsung berbahaya)
N.D.[1]
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada temperatur dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
YaY verifikasi (apa ini YaYN ?)
Sangkalan dan referensi

RDX adalah sebuah senyawa organik dengan rumus (O2NNCH2)3. Senyawa ini berwujud padatan putih tanpa bau maupun warna, dan banyak digunakan sebagai bahan peledak.[2] Dalam kimia, senyawa ini termasuk kelompok nitramida, dan memiliki kemiripan dengan HMX. Senyawa ini merupakan bahan peledak yang lebih kuat daripada trinitrotoluena (TNT), dan banyak digunakan selama Perang Dunia II, dan banyak aktivitas militer hingga kini.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f "NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards #0169". National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH). 
  2. ^ Field, Simon Quellen (July 1, 2017). Boom!: The Chemistry and History of Explosives. Chicago Review Press. hlm. 89–94. ISBN 978-1613738054.