Perkembangan internet

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search


Internet[sunting | sunting sumber]

Interconnection-networking adalah sebuah sistem global jaringan komputer yang saling menghubungkan antara satu dengan yang lain di seluruh penjuru dunia dengan menggunakan standart Internet Protocol Suite. Sejarah internet di Indonesia pertama kali dikenal pada tahun 1990 an. Adanya teknologi informasi seperti internet ini telah membuka mata dunia akan sebuah dunia baru, interaksi baru, market place baru, dan sebuah jaringan bisnis dunia yang tanpa batas. Dunia di dalam Internet disebut juga dengan dunia maya (cyberspace). Hadirnya Internet sebagai sebuah infrastruktur dan jaringan telah menunjang efektifitas dan efisiensi operasional sebuah perusahaan, terutama peranannya sebagai sarana komunikasi, publikasi, serta sarana untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan. Informasi dalam Internet umumnya disebarkan melalui suatu halaman website yang dibuat dengan format bahasa pemrograman HTML (Hypertext Markup Languange). Internet ini merupakan jenis media massa modern, dimana dapat dilihat bahwa tidak semua jejaring social yang ada di dalam internet merupakan media massa, namun akan sangat menjadi salah jika kita berpendapat bahwa internet merupakan media massa bentuk baru atau pun modern. Internet sendiri merupakan ruang komunikasi baru yang salah satu fungsinya adalah dapat menjadi media massa. Perlu diketahui bahwa Internet tidak memiliki sentralisasi pemerintahan baik dalam implementasi teknologi atau kebijakan untuk akses dan penggunaan dalam setiap jaringan, konstituen menetapkan kebijakan sendiri.

Computer Mediated Communication (CMC)[sunting | sunting sumber]

Komunikasi dalam Internet disebut computer mediated communication (CMC). CMC ini memfasilitasi manusia dengan aplikasi yang beragam, salah satunya media sosial. Kemunculan situs jejaring sosial ini diawali dari adanya inisiatif untuk menghubungkan orang-orang dari seluruh belahan dunia. Menurut Kaplan & Heinlein (2010) bahwa media sosial terdiri dari :

  1. Collaborative project : Suatu media social yang dapat membuat sebuah konten dan di dalam pembuatannya dapat di akses oleh seluruh khalayak secara global, contohnya : Wiki, dan aplikasi bookmark social.
  2. Blogs and Microblogs : Suatu website yang menyampaikan mengenai opini, pengalaman, atau kegiatan sehari – hari, dimana aplikasi ini dapat membantu penggunanya untuk tetap posting mengenai pernyataan apapun
  3. Content Communities : Sebuah aplikasi yang bertujuan untuk saling berbagi dengan orang lain, baik dengan jarak jauh maupun dekat (berbagi gambar, video, eboook, dan lain – lain)
  4. Social Networing Sites : Sebuah situs yang membantu seseorang untuk membuat sebuah profile dan dapat menghubungkannya dengan pengguna lain (Instagram, Path, Facebook, Twitter, dan lain – lain)
  5. Virtual Games : Permainan dunia virtual, dimana mereplikasikan lingkungan 3D, dan user bisa muncul dengan avatar – avatar yang diinginkannya.
  6. Virtual Social : Merupakan sebuah aplikasi yang mensimulaskan kehidupan melalui internet, situs ini memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan menggunakan sebuah avatar yang mirip kehidupannya.

Kegunaan Internet[sunting | sunting sumber]

Pada umumnya Internet biasa digunakan untuk bisa terhubung dengan jaringan komputer di seluruh dunia dan sebagai media komunikasi. Kegunaan Internet mempunyai banyak kegunaan yang menguntungkan dalam berbagai bidang (bisnis, akademis, pemerintahan, organisasi, dan lain - lain) antara lain :

  1. Informasi yang didapatkan lebih cepat dan murah dengan menggunakan berbagai aplikasi antara lain : email, NewsGroup, www, FTP. Dll
  2. Mengurangi biaya kertas dan biaya distribusi, contoh : koran, majalah dan brosur.
  3. Sebagai media promosi, contoh : pengenalan dan pemesanan produk.
  4. Komunikasi interaktif, meliputi : email, dukungan pelanggan dengan www, video,conferencing, internet relay chat, internet phone.
  5. Sebagai alat untuk research dan development atau pertukaran data

Internet sebagai Media Komunikasi[sunting | sunting sumber]

Beberapa fenomena dan kelebihan internet sebagai media informasi dan komunikasi dibandingkan dengan media lain, Informasi yang didapatkan lebih mudah, cepat dan murah dengan jangkauan global. Hal ini didukung dengan fakta bahwa untuk menjangkau pengguna sebanyak 60 juta orang,

  1. Butuh 30 tahun untuk radio
  2. Butuh 15 tahun untuk televisi, dan
  3. Hanya Butuh 3 tahun untuk web dengan aplikasi: mail,WWW, NewsGroup FTP Gopher dan lain-lain

Kalau dilihat dari fakta demikian, tentu Kegunaan Internet semakin berkembang dalam memenuhi tuntutan para penggunanya yang mencakup media online, transportasi, transaksi, dan lain sebagainya.Perbedaan internet dibandingkan media komunikasi lain dapat di lihat dari dua sisi, yaitu pengunaannya oleh komunikator dan komunikan serta dari sisi karakteristik internet itu sendiri sebagai sebuah media komunikasi. Perbedaan karakteristik internet dibandingkan dengan media lain dalam system operasional adalah sebagai berikut :

  1. Perbedaan yang utama dan makro tersebut yaitu, internet adalah media berbasiskan komputer.
  2. Internet sebagai media komunikasi yang memiliki penawaran interaktif dan dinamis terhadap para penggunanya.
  3. Media internet mampu menjadi pusat informasi dimana internet adalah sumber informasi yang tidak terbatas.
  4. Luas jangkauan dari media internet tentu saja melintas antar benua, antar negara, serta antar budaya.
  5. Fungsi internet sebagai media, selain sama dengan fungsi media lain, media internet juga memiliki banyak penawaran untuk pengembangan bidang jasa maupun bisnis dimana hal ini menjadi satu bagian dari gaya hidup.

Sisi Positif dan Negatif Internet[sunting | sunting sumber]

Pemerintah Indonesia mulai mendorong kepada seluruh warganya untuk meggunakan media Internet seperti yang dilakukan oleh Depkominfo yang mensponsori penayangan berbagai iklan di media televisi, tapi apakah penggunaan Internet dapat memberikan manfaat positif atau malah dapat berdampak negatif pada para penggunanya masih belum dipastikan, seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa ada banyak manfaat positif yang didapat dari penggunaan media Internet, tapi ada juga beberapa dampak negatif yang dapat dialami oleh para pengguna Internet.

Sisi positif[sunting | sunting sumber]

Pada awalnya orang awam dengan teknologi informasi menggunakan internet untuk sarana hiburan saja tetapi dalam perkembangannya, pengguna lebih cerdas dalam memanfaatkan teknologi dunia tanpa batas ini. Internet telah menyentuhaspek kehidupan manusia. Adanya jejaring social pun memungkinkan terjadinya pertukaran informasi tentang ilmu pengetahuan dan teknologi bagi para pelajar. Begitu pula dengan transaksi perbankan, listrik pembelian tiket, toko online dan lain – lain. Tempat dan waktu bukanlah masalah lagi bagi para user untuk melakukan trannsaksi.

Sisi negatif[sunting | sunting sumber]

Kemudahan akses internet membawa masalah yang cukup rumit juga. Tidak adanya batasan minimal usia dan kurangnya pendampingan dari sisi orangtua, dimana celah bagi anak-anak untuk membuka situs-situs yang tidak sesuai, dan hal ini merupakan warning sekaligus tanatangan bagi para orang tua untuk memberikan filter bagi anak – anaknya saat mengakses internet. Terlepas dari apapun, setiap perubahan teknologi akan memberikan risiko yang perlu mendapatkan perhatian dari semua pihak. Kelemahan lain dari internet adalah kekuatannya untuk menjaukan orang – orang dari dunia nyata . Clifford stoll seorang pengarang buku mengenai internet menyatakan bahwa masalahnya adalah waktu tiga atau empat jam habis hanya untuk berdiam di depan komputer tetapi tidak dengan keluarga

WEB 1.0, 2.0, dan 3.0[sunting | sunting sumber]

Web 1.0[sunting | sunting sumber]

Web 1.0 merupakan teknologi awal dari website, dimana pembuat sebagai pemberi informasi dan pengguna hanya sebagai pembaca (seperti membaca koran lewat komputer, aktifitasnya hanya searching saja). Bahasa yang digunakan pada web ini masih berupa HTML saja. Contohnya web 1.0 adalah cnn.com

Web 2.0[sunting | sunting sumber]

Web 2.0 muncul sekitar tahun 2003 atau 2004, dimana para pengguna website-pun dapat berkomunikasi 2 arah dan memiliki berbagai kelebihan lainnya. Kelebihan dari web ini adalah sebagai berikut :

  1. Web sebagai platform
  2. Data sebagai pengendali utama
  3. Efek jaringan diciptakan oleh arsitektur partisipasi
  4. Inovasi disusun dengan menyatukan fitur dari pengembang yang terdistribusi dan independen
  5. Model bisnis yang ringan, yang dikembangkan dengan gabungan isi dan layanan
  6. Akhir dari siklus peluncuran (release cycle) perangkat lunak.
  7. Mudah untuk digunakan dan diadopsi oleh user
  8. Teknologi yang dipakai adalah AJAX

Web 3.0[sunting | sunting sumber]

Web ini masih dalam tahap pengembangan dan akan berkembang pada tahun 2010-2020. Teknologi web generasi ketiga ini merupakan perkembangan lebih maju dari Web 2.0 dimana disini web seolah-olah sudah seperti kehidupan di alam nyata. Web 3.0 memiliki ciri-ciri umum seperti suggest, happen dan provide.Web 3.0 mempunyai kemampuan interaksi di dalamnya menyediakan apa yang kita butuhkan dengan bisa memberi saran atau nasihat. Semantic Web (web dengan kemampuan membaca situs semudah manusia membacanya sehingga informasi dapat disajikan dengan cepat dan tepat)

Perbedaan Web 1.0, 2.0, dan 3.0[sunting | sunting sumber]

Web adalah suatu ruang informasi di mana sumber-sumber daya yang digunakan diidentifikasi oleh pengenal global yang disebut Uniform Resource Identifier (URI). Secara umum, Web 1.0 ini mulai dikembangkan untuk pengaksesan informasi dan memiliki sifat yang sedikit interaktif.Secara garis besar, sifat Web 1.0 adalah Read. Lalu, tak lama kemudian muncullah Web 2.0 yang merupakan revolusi bisnis di industri komputer yang disebabkan oleh penggunaan internet sebagai platform, juga merupakan suatu percobaan untuk memahami aturan untuk mencapai keberhasilan platform baru.Sifat Web 2.0 adalah Read-Write. Era Web 2.0 tidak membutuhkan orang jenius yang hanya berkutat sendiri di ruang tertutup atau laboratorium untuk membuat teknologi baru yang dipatenkan agar membuat dirinya menjadi terkenal. Tapi era ini lebih membutuhkan orang untuk saling berbagi ilmu, pengalaman atau lainnya sehingga terbentuk komunitas online besar yang menghapuskan sifat-sifat individu. Selanjutnya adalah Web 3.0, jika dunia seluler dikenal istilah 3G, maka di Internet ada yang namanya Web 3.0. Aplikasi – aplikasi online dalam website dapat saling berinteraksi, kemampuan interaksi ini dimulai dengan adanya web service. Di web 3.0 ini, sudah terjadi konvergensi yang sangat dekat antara dunia IT dengan dunia telekomunikasi. Penggunaan perangkat IT dan telekomunikasi nantinya sudah seperti sama saja tidak ada bedanya. Saat ini saja pertanda seperti itu sudah mulai bisa kita rasakan walaupun masih belum sempurna. Kita bisa menonton tv di ponsel atau komputer, bisa mengakses internet di ponsel, bisa melakukan SMS dan telepon dari komputer. Ya karena konvergensi terhadap berbagai perangkat seperti hukum alam yang tidak bisa dielakkan. Semua mengalami evolusi menuju dunia yang lebih maju.

Perkembangan teknologi komputer dan internet, telah mengubah pola pikir maupun interaksi masyarakat, yaitu; interaksi bisnis, ekonomi, sosial, dan budaya. Dimana internet telah memberikan kontribusi besar dalam komunikasi bagi masyarakat, perusahaan, industri maupun pemerintahan. Jaringan internet pun dapat difungsikan antar belahan dunia secara instan dan global. Kemampuan peralatan teknologi informasi yang dapat digunakan pada berbagai peralatan teknologi informasi dan komunikasi lainnya atau disebut juga konvergensi media. Konvergensi media adalah penggabungan atau pengintegrasian media – media yang ada untuk dapat digunakan dan diarahkan kedalam suatu titik tujuan diamana konvergensi media ini biasanya merujuk pada perkembangan teknologi komunikasi digital yang memungkinkan dengan adanya konvergensi jaringan. Penggunaan beberapa mode komunikasi dalam jaringan tunggal menawarkan kenyamanan dan fleksibilitas bukan tidak mungkin dengan prasarana yang terpisah.

Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari di dalam kehidupan saat ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia.

Contoh Perkembangan Internet di Indonesia[sunting | sunting sumber]

Dengan berkembangnya teknologi khususnya internet maka kejahatan pun banyak berkembang dalam dunia internet yang disebut cybercrime, hal ini terjadi pada penyerangan terhadap jaringan internet KPU. Jaringan internet di Pusat Komisi Pemilihan Umum sempat terganggu beberapa kali. Adapun modusnya adalah untuk mengacaukan proses pemilihan suara di KPU, ini merupakan bentuk tindakan cybercrime dikarenakan penyerang dengan sengaja melakukan pengacauan pada tampilan halaman tabulasi nasional hasil dari pemilu. Kejahatan cybercrime ini termasuk pada kategori jenis data forgery, hacking-cracking sabotage and extortion. Tujuan dari pencurian itu hanya untuk mencuri informasi saja. Pihak yang kecurian tidakakan merasakan kehilangan. Namun efeknya akan terasa jika informasi tersebut digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal tersebut akan membuat semua beban biaya pengguna account oleh si pencuri dibebankan kepada si pemilik account yang sebenarnya.Kasus ini banyak terjadi di ISP (Internet Service Provider).

Referensi[sunting | sunting sumber]