Perjalanan ke Barat
Edisi paling awal yang diketahui dari buku ini, diterbitkan oleh Balai Jinling Shidetang, dari abad ke-16 | |
| Pengarang | Wu Cheng'en |
|---|---|
| Judul asli | 西遊記 |
| Negara | Dinasti Ming |
| Bahasa | Tionghoa |
| Genre | Fiksi shenmo, mitologi Tiongkok, fantasi, petulangan |
| Latar tempat/waktu | Dinasti Tang, Abad ke-7 Masehi |
Tanggal terbit | ca 1592 (cetak)[1] |
Tgl. terbit (bhs. Inggris) | 1942 (disingkat) 1977–1983 (lengkap) |
| 895.1346 | |
Teks asli | 西遊記 at Tionghoa Wikisource |

Perjalanan ke Barat (Hanzi: 西遊記; Pinyin: Xi You Ji) adalah sebuah karya sastra terkenal dari zaman Dinasti Ming. Novel ini menceritakan banyak mitologi klasik pertentangan antara baik dan buruk yang bertemakan seorang pendeta dari zaman Dinasti Tang yang mengambil kitab suci ke barat, dalam hal ini ke India. Di kalangan Tionghoa di Indonesia, novel ini dikenal dengan nama See Yu Ki yang merupakan pelafalan bahasa Hokkien.
Walaupun tokoh pendeta yang digambarkan di dalam novel ini merupakan pendeta Xuanzang (唐三藏) yang lebih dikenal dengan nama Tong Samcong di Indonesia. Namun, deskripsi pendeta Tong bertolak belakang dengan karakter asli Xuanzang yang hidup pada masa Dinasti Tang itu.
Novel ini selesai ditulis oleh Wu Chengen (吳承恩) sekitar pertengahan abad ke-16 dan kemudian populer sebagai bacaan di seluruh Tiongkok dan juga merupakan salah satu dari 4 karya sastra terbaik dalam sejarah sastra Tionghoa bersama Kisah Tiga Negara, Batas Air dan Impian di Bilik Merah.
Tokoh-tokoh novel
[sunting | sunting sumber]Tokoh utama yang diceritakan di dalam novel adalah:
- Pendeta Tong, guru pendeta
- Sun Go Kong, raja monyet, murid pertama
- Tie Pat Kay, karakter berwajah babi, murid kedua
- Sam Cheng, karakter rahib, murid terakhir
Di dalam ekspedisi ke langit barat, empat tokoh ini melewati 14 musim panas dingin, 81 kali bahaya menghadapi gangguan dari siluman dan setan-setan yang ingin menawan Pendeta Tong sebelum akhirnya mencapai tujuan dan membawa kembali kitab suci pulang ke Tiongkok.