Pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta 2012

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta 2012
Bendera Daerah Khusus Ibukota Jakarta
2007 ←
11 Juli dan 20 September 2012 → 2017

  Kandidat Nomor 3 Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012 Jokowi-Ahok.jpg Kandidat Nomor 1 Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012 Foke-Ramli.jpg
Calon Joko Widodo Fauzi Bowo
Partai PDI-P Demokrat
Pendamping Basuki T. Purnama Nachrowi Ramli
Suara rakyat 2.472.130 2.120.815
Persentase 53,82% 46,18%

District results of the 2012 Jakarta gubernatorial election.png

Hasil pemilihan berdasarkan kecamatan. Kecamatan-kecamatan yang dimenangkan oleh Joko Widodo: , Fauzi Bowo: . Warna yang lebih terang(atau) menandakan mayoritas di bawah 5%.

Gubernur dan Wakil Gubernur petahana

Fauzi Bowo dan Prijanto
Demokrat

Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih

Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama
PDI-P

Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2012 diselenggarakan pada Rabu, 11 Juli 2012 [1] dan Kamis, 20 September 2012 untuk memilih Gubernur Jakarta untuk jangka waktu lima tahun berikutnya. Gubernur petahana Fauzi Bowo yang kembali mencalonkan diri[2] harus mengikuti babak penentuan (putaran kedua) pada tanggal 20 September.

Deklarasi Kandidat[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan peraturan, hanya partai politik yang memiliki 15 kursi atau lebih di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang dapat mengajukan kandidat.[3] Partai politik yang memiliki kursi kurang dapat mengajukan calon hanya jika mereka telah memperoleh dukungan dari partai politik lainnya. Calon independen dapat mengajukan diri jika mereka telah mengumpulkan setidaknya 407.340 tanda tangan dari penduduk lokal sebagai dukungan untuk mendaftarkan pencalonan mereka ke Komisi Pemilihan Umum.

Kandidat[sunting | sunting sumber]

Pemilihan umum ini diikuti oleh enam calon pasangan gubernur dan wakil gubernur, 4 pasangan diusung oleh partai politik dan dua pasang berasal darì calon independen. Berikut ini merupakan daftar calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta sesuai dengan nomor urut:[4]

Salah satu poster untuk Kandidat Peserta Pilgub DKI Jakarta 2012
Nomor
urut
Kandidat Partai pendukung
1
Kandidat Nomor 1 Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012 Foke-Ramli.jpg
Democratic Party (Indonesia).svg Partai Demokrat
Logo Partai Amanat Nasional.jpg PAN
HANURA.jpg Hanura
Pkb.jpg PKB
Bulan Bintang.jpg PBB
Logopmb.jpg PMB
PKNU.jpg PKNU
Fauzi Bowo
(Kader Partai Demokrat)
Nachrowi Ramli
(Kader Partai Demokrat)
Gubernur DKI Jakarta petahana
(2007–2012)
Kepala Lembaga Sandi Negara RI
(2002–2008)
2
Kandidat Nomor 2 Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012 Soepandji-Patria.jpg
Calon Independen.jpg Independen
Hendardji Soepandji
(Non–Partai)
Ahmad Riza Patria
(Non–Partai)
Komandan Pusat Polisi Militer
(2006–2007)
3
Kandidat Nomor 3 Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012 Jokowi-Ahok.jpg
PDIPLogo.png PDIP
Gerindra.jpg Partai Gerindra
Joko Widodo
(Kader PDIP)
Basuki Tjahaja Purnama
(Kader Partai Gerindra)
Wali Kota Surakarta
(2005–2015)
Anggota DPR RI
(2009–2014)
4
Kandidat Nomor 4 Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012 Hidayat-Didik.jpg
PKS Logo.svg PKS
Hidayat Nur Wahid
(Kader PKS)
Didik J. Rachbini
(Kader PAN)
Ketua MPR RI
(2004–2009)
Anggota DPR RI
(2004–2009)
5
Kandidat Nomor 5 Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012 Batubara-Biem.jpg
Calon Independen.jpg Independen
Faisal Batubara
(Non–Partai)
Biem Triani Benjamin
(Non–Partai)

Anggota DPD RI
(2004–2009)
6
Kandidat Nomor 6 Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012 Alex-Nono.jpg
Logo GOLKAR.jpg Partai Golkar
Ppp-logo.jpg PPP
Pds.gif PDS
Partai patriot pancasila.jpg Partai Patriot
PKPB.gif PKPB
PKDI.jpg PKDI
Logo RepublikaN.jpg Partai RepublikaN
LogoPIBbaru.jpg PPIB
Logo partai buruh.jpg Partai Buruh
PNUI.gif PPNUI
Logo PNI Marhaenisme.jpg PNI Marhaenisme
Alex Noerdin
(Kader Partai Golkar)
Nono Sampono
(Non–Partai)
Gubernur Sumatera Selatan
(2008–2013)
Kepala Badan SAR Nasional
(2010–2011)

Hitung cepat[sunting | sunting sumber]

Putaran pertama hitung cepat (quick count) yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) menghasilkan; Foke-Nara (34,42%), Hendardji-Riza (1,85%), Jokowi-Ahok (42,85%), Hidayat-Didik (11,80%), Faisal-Biem (4,75%), dan Alex-Nono (4,41%).

Sementara, hitung cepat pada hari pemilu putaran kedua tanggal 20 September 2012 yang ditayangkan sejumlah stasiun televisi mengunggulkan pasangan Jokowi-Ahok meraih suara sekitar 54-56%, sementara Foke-Nara berkisar 46-44%. Publikasi sejumlah media cetak sehari setelah pemilu (21/9) mengungkapkan, pasangan Jokowi-Ahok tetap unggul atas pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli; LSI dengan (53,81%:46,19%), Indobarometer (54,11%:45,89%), Indonesian Network Election Survey (57,39%:42,61%), Jaringan Suara Indonesia (53,28%:46,72%), Saiful Mujani Research and Consulting (53,27%:46,73%), dan Lingkaran Survei Indonesia (53,68%:46,32%), Kompas (52,97%:47,03%).

Hasil resmi direncanakan diumumkan pada tanggal 28 September 2012.

Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah[sunting | sunting sumber]

Hasil pemilukada DKI Jakarta putaran 1 diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta pada tanggal 20 Juli 2012.[5] Memasuki putaran kedua, Partai Golongan Karya dan Partai Persatuan Pembangunan memberikan dukungan kepada pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli. Sementara, hasil pemilukada DKI Jakarta putaran 2 diumumkan pada Sabtu, 29 September 2012. Penetapan dilakukan sesuai dengan hasil rekapitulasi penghitungan suara di tingkat provinsi sehari sebelumnya. Pasangan Jokowi-Ahok meraih 2.472.130 (53,82%) suara, sedang Foke-Nara mendapatkan 2.120.815 (46,18%) suara. Dengan selisih 351.315 (7,65%) suara, Ketua KPUD DKI Jakarta Dahliah Umar menyatakan, "Pasangan nomor urut 3 meraih suara terbanyak dalam putaran kedua."

No Calon Gubernur-Wakil Gubernur Partai Politik Putaran 1 Putaran 2
Pemilih % Pemilih %
1 Foke-Nara PD, PAN, Hanura, PKB, PBB, PMB, dan PKNU 1.476.648 34,05% 2.120.815 46,18%
2 Hendardji-Ariza Independen 85.990 1,98%
3 Jokowi-Ahok PDIP dan Gerindra 1.847.157 42,60% 2.472.130 53,82%
4 Hidayat-Didik PKS 508.113 11,72%
5 Faisal-Biem Independen 215.935 4,98%
6 Alex-Nono Golkar, PPP, PDS, PP, PKPB, PKDI, RepublikaN, PPIB, Partai Buruh, PPNUI, PNI Marhaenisme 202.643 4,67%
Jumlah suara sah 4.336.486 4.592.945
Jumlah suara tidak sah 93.047
Golput 2.555.207 36,6% 2.349.657
Jumlah seluruh suara 4.429.533
Jumlah Total DPT 6.962.348 100% 6.996.951 100%
Sumber [6]
Hasil berdasarkan kecamatan
Daerah Foke-Nara Jokowi-Basuki Total
Jakarta Barat[7]
Kebon Jeruk 76,477 (51.27%) 72,690 (48.73%) 149,167
Taman Sari 25,414 (39.33%) 39,197 (60.67%) 64,611
Grogol 34,984 (32.16%) 73,797 (67.84%) 108,781
Kalideres 82,551 (48.18%) 88,797 (51.82%) 171,348
Palmerah 50,838 (51.03%) 48,794 (48.97%) 99,632
Kembangan 56,902 (49.22%) 58,699 (50.78%) 115,601
Cengkareng 95,656 (43.74%) 123,029 (56.26%) 218,685
Tambora 51,476 (41.61%) 72,229 (58.39%) 123,705
Total 474,298 (45.11%) 577,232 (54.89%) 1,051,530
Jakarta Pusat[8]
Cempaka Putih 21,700 (48.84%) 22,730 (51.16%) 44,430
Tanah Abang 40,672 (54.06%) 34,564 (45.94%) 75,236
Sawah Besar 22,935 (37.59%) 38,073 (62.41%) 61,008
Menteng 22,984 (54.97%) 18,830 (45.03%) 41,814
Senen 29,883 (51.57%) 28,069 (48.43%) 57,952
Johar Baru 34,792 (53.89%) 29,765 (46.11%) 64,557
Gambir 22,331 (46.68%) 25,509 (53.32%) 47,840
Kemayoran 54,130 (47.85%) 58,989 (52.15%) 113,119
Total 249,427 (49.30%) 256,529 (50.70%) 505,956
Jakarta Timur[9]
Pulo Gadung 59,161 (43.48%) 76,894 (56.52%) 136,055
Cipayung 54,587 (50.47%) 53,578 (49.53%) 108,165
Cakung 102,388 (48.55%) 108,514 (51.45%) 210,902
Kramat Jati 65,330 (50.76%) 63,382 (49.24%) 128,712
Matraman 42,867 (50.08%) 42,737 (49.92%) 85,604
Ciracas 52,182 (42.29%) 71,220 (57.71%) 123,402
Jatinegara 72,977 (49.68%) 73,924 (50.32%) 146,901
Duren Sawit 84,139 (45.12%) 102,356 (54.88%) 186,495
Pasar Rebo 38,452 (42.74%) 51,525 (57.26%) 89,977
Makasar 39,283 (43.47%) 51,090 (56.53%) 90,373
Total 611,366 (46.79%) 695,220 (53.21%) 1,306,586
Jakarta Selatan[10]
Setiabudi 27,146 (51.21%) 25,866 (48.79%) 53,012
Pancoran 40,594 (55.22%) 32,922 (44.78%) 73,516
Mampang 38,614 (54.59%) 32,119 (45.41%) 70,733
Pesanggrahan 43,566 (42.98%) 57,803 (57.02%) 101,369
Kebayoran Baru 29,748 (42.21%) 40,720 (57.79%) 70,468
Tebet 58,274 (52.55%) 52,609 (47.45%) 110,883
Pasar Minggu 65,732 (48.18%) 70,703 (51.82%) 136,435
Kebayoran Lama 58,644 (43.05%) 77,577 (56.95%) 136,221
Jagakarsa 72,649 (52.68%) 65,255 (47.32%) 137,904
Cilandak 41,775 (44.70%) 51,683 (55.30%) 93,458
Total 476,742 (48.45%) 507,257 (51.55%) 983,999
Jakarta Utara[11]
Cilincing 85,266 (52.72%) 76,463 (47.28%) 161,729
Penjaringan 38,340 (29.87%) 90,007 (70.13%) 128,347
Koja 68,068 (49.90%) 68,328 (50.10%) 136,396
Pademangan 24,572 (34.66%) 46,318 (65.34%) 70,890
Tanjung Priok 67,669 (38.81%) 106,669 (61.19%) 174,338
Kelapa Gading 16,273 (26.59%) 44,929 (73.41%) 61,202
Total 300,188 (40.96%) 432,714 (59.04%) 732,902
Kepulauan Seribu[12]
Kep. Seribu Selatan 3,475 (73.22%) 1,271 (26.78%) 4,746
Kep. Seribu Utara 5,319 (73.61%) 1,907 (26.39%) 7,226
Total 8,794 (73.45%) 3,178 (26.55%) 11,972

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "11 Juli 2012, Pemilu DKI Jakarta" (dalam bahasa Indonesia). Tempo. 15 December 2011. Diakses tanggal 18 March 2012. 
  2. ^ "Lewat Twitter, Anas Umumkan Pasangan Foke-Nachrowi" (dalam bahasa Indonesia). Tempo. 19 March 2012. Diakses tanggal 19 March 2012. 
  3. ^ "Koalisi Alex-Nono Terancam Pecah" (dalam bahasa Indonesia). Tempo. 14 March 2012. Diakses tanggal 18 March 2012. 
  4. ^ Nomor Urut Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Tahun 2012-2017 -- RenumerasiPNS.com
  5. ^ Hasil Pilkada DKI akan diumumkan 20 Juli
  6. ^ [1] Detik
  7. ^ [2] Jakbar
  8. ^ [3] Jakpus
  9. ^ [4] Jaktim
  10. ^ [5] Kep. Seribu
  11. ^ [6] Jakut
  12. ^ [7] Kep. Seribu

Pranala luar[sunting | sunting sumber]