Parmaksian, Toba Samosir

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Parmaksian
Kecamatan
(Peta Lokasi) Kecamatan Nassau, Toba Samosir.svg
Peta lokasi Kecamatan Parmaksian
Negara  Indonesia
Provinsi Sumatera Utara
Kabupaten Toba Samosir
Pemerintahan
 • Camat Paiman Butarbutar
Luas 45,98 km²
Jumlah penduduk 10.663
Kepadatan 231,91 jiwa/km²
Desa/kelurahan 11 Desa

Parmaksian adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Indonesia.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Parmaksian memiliki luas wilayah 45,98 km² atau 2,27% dari total luas Kabupaten Toba Samosir.

Kecamatan Parmaksian berada pada 2°24’- 2°37’ Lintang Utara dan 99°03’ - 99°16’ Bujur Timur.

Kecamatan Parmaksian berada diatas sekitar 902 hingga 1.500 meter dari permukaan laut.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kecamatan Bonatua Lunasi & Kabupaten Asahan
Selatan Kecamatan Siantar Narumonda
Barat Kecamatan Porsea
Timur Kecamatan Pintu Pohan Meranti

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Parmaksian terdiri dari 11 desa yang terbagi habis dalam 31 dusun. Desa Pangombusan adalah ibukota dan pusat pemerintahan Kecamatan Parmaksian.

Desa Lumban Huala merupakan desa dengan wilayah terluas yaitu 7,83 km² atau 17,03% dari total luas Kecamatan Parmaksian, sementara Desa Lumban Manurung merupakan wilayah terkecil yaitu 1,95 km² atau 4,24% dari total luas Kecamatan Parmaksian.

Desa Lumban Huala merupakan desa yang paling jauh dari ibukota Kecamatan Parmaksian yaitu berjarak sekitar 3,5 kilometer.

Sejarah Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Ketika pembentukan Kabupaten Toba Samosir sebagai hasil pemekaran Kabupaten Tapanuli Utara pada tahun 1998, Pangombusan masih bagian dari Kecamatan Porsea. Pembentukan Kecamatan Parmaksian didasarkan pada Peraturan Daerah Kabupaten Toba Samosir No. 5 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kecamatan Parmaksian (dimekarkan dari Kecamatan Porsea) dan Kecamatan Bonatua Lunasi (dimekarkan dari Kecamatan Lumban Julu).

Daftar desa/kelurahan di Kecamatan Parmaksian[sunting | sunting sumber]

Pembagian Wilayah di Kecamatan Parmaksian
Desa /
Kelurahan
Nama Kepala Desa /
Lurah
Luas (km²) /
Rasio Terhadap Luas Kecamatan
Jumlah penduduk /
Kepadatan (2015)
Desa Banjar Ganjang Safri Manurung 3,50 km² (7,61%) 853 (243,71 jiwa/km²)
Desa Bius Gu Barat Martahan Sirait 3,79 km² (8,24%) 871 (229,82 jiwa/km²)
Desa Dolok Nauli Pandapotan Sirait 3,95 km² (8,60%) 598 (151,39 jiwa/km²)
Desa Jonggi Manulus Helifalber Manurung 3,85 km² (8,37%) 425 (110,39 jiwa/km²)
Desa Lumban Huala Pangaloan Manurung 7,83 km² (17,03%) 910 (116,22 jiwa/km²)
Desa Lumban Manurung Hasoloan Sitorus 1,95 km² (4,24%) 512 (262,56 jiwa/km²)
Desa Lumban Sitorus Jisman Sitorus 2,08 km² (4,52%) 615 (295,67 jiwa/km²)
Desa Pangombusan Tunggul Sibuea 3,48 km² (7,57%) 3.354 (963,79 jiwa/km²)
Desa Siantar Utara Rumondang Sitorus 3,02 km² (6,57%) 701 (232,12 jiwa/km²)
Desa Tangga Batu I Jonggi Sitorus 5,39 km² (11,72%) 1.351 (250,65 jiwa/km²)
Desa Tangga Batu II Rudi Butarbutar 7,14 km² (15,53%) 473 (66,25 jiwa/km²)

Daftar Camat yang pernah menjabat di Kecamatan Parmaksian[sunting | sunting sumber]

Sosial Kemasyarakatan[sunting | sunting sumber]

Suku[sunting | sunting sumber]

Mayoritas penduduk Kecamatan Parmaksian berasal dari suku Toba.

Agama[sunting | sunting sumber]

Mayoritas penduduk Kecamatan Parmaksian memeluk agama Kristen.

Di Kecamatan Parmaksian terdapat 22 sarana ibadah yang terdiri dari 17 bangunan Gereja, 4 Masjid, dan 1 Langgar.

Sarana ibadah menurut desa/kelurahan di Kecamatan Parmaksian[sunting | sunting sumber]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2015, terdapat 16 bangunan sekolah di Kecamatan Parmaksian yang terdiri dari 9 sekolah SD, 3 sekolah SMP 2 sekolah SMA, dan 2 sekolah SMK.[2]

Sarana pendidikan menurut desa/kelurahan di Kecamatan Parmaksian[sunting | sunting sumber]

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Parmaksian memiliki 25 unit sarana kesehatan yang terdiri dari:

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Pertanian & Peternakan[sunting | sunting sumber]

Sumber penghasilan utama penduduk di Kecamatan Parmaksian adalah di sektor pertanian dan perkebunan rakyat. Kopi merupakan komoditi tanaman perkebunan rakyat yang mempunyai prospek yang baik di Kecamatan Parmaksian.

Dari jenis ternak besar yang diusahakan di Kecamatan Parmaksian pada umumnya adalah sapi dan kerbau. Sedangkan pada ternak kecil, yang paling dominan diusahakan adalah ternak babi. Untuk pemeliharaan pada ternak unggas, masyarakat di Kecamatan Parmaksian umumnya memelihara ternak itik.

Usaha perikanan pada umumnya juga dikelola sebagai usaha rumah tangga, baik sebagai kegiatan budidaya maupun kegiatan penangkapan ikan. Budidaya perikanan dilakukan di kolam, sawah, dan jaring apung.

Perdagangan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Parmaksian memiliki 1 unit pasar yang terdiri dari:

  • 1 unit pasar dengan bangunan semi-permanen, terletak di Desa Pangombusan.

Industri[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Parmaksian memiliki satu perusahaan besar pengolahan kayu menjadi bubur kertas dan merupakan salah satu perusahaan raksasa di Kabupaten Toba Samosir yang berlokasi di Desa Pangombusan.

Sarana & Prasarana[sunting | sunting sumber]

Seluruh desa di Kecamatan Parmaksian telah dialiri oleh listrik PLN.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Parmaksian telah memiliki akses yang mudah ditempuh melalui transportasi darat, kondisi jalan yang sudah diaspal sangat mendukung untuk kelancaran mobilitas barang sebagai input untuk kegiatan usaha maupun barang hasil produksi yang didistribusikan

Komunikasi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Parmaksian memiliki 2 menara BTS yaitu di Desa Dolok Nauli, Lumban Sitorus, Tangga Batu I, dan Tangga Batu II, oleh sebab itu semua desa di Kecamatan Parmaksian dapat terjangkau oleh sinyal seluler.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]