Megakota

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Sebuah megakota biasanya didefinisikan sebagai wilayah metropolitan dengan populasi total lebih dari 10 juta jiwa.[1] Beberapa definisi juga menetapkan tingkat kepadatan penduduk terendah (sedikitnya 2.000 jiwa/km persegi).[2]Sebuah megakota dapat berupa sebuah wilayah metropolitan tunggal atau dua wilayah metropolitan atau lebih yang bergabung. Sebutan konurbasi, metropolis dan metropleks juga digunakan untuk wilayah metropolitan lebih dari satu. Sebutan megapolis dan megalopolis kadang digunakan sama seperti megakota.[3]

Tahun 2000, ada 18 megakota – konurbasi seperti Mumbai,[4] Tokyo, New York City, dan Mexico City yang memiliki populasi lebih dari 10 juta jiwa. Tokyo Raya dihuni 35 juta jiwa, lebih banyak dibanding jumlah seluruh penduduk Kanada.[5]

Berikut adalah 25 megakota terbesar di dunia:

Peringkat Megakota Negara Benua Populasi Pertumbuhan Tahunan
1 Tokyo Jepang Jepang Asia 34.000.000 0.60%
2 Chongqing Tiongkok Tiongkok Asia 24.200.000 4.00%
3 Seoul Korea Selatan Korea Selatan Asia 24.200.000 1.40%
4 Mexico City Meksiko Meksiko Amerika Utara 23.400.000 2.00%
5 Delhi India India Asia 23.200.000 4.60%
6 Mumbai India India Asia 22.800.000 2.90%
7 New York City Amerika Serikat AS Amerika Utara 22.200.000 0.30%
8 São Paulo Brasil Brasil Amerika Selatan 20.900.000 1.40%
9 Manila [6] Filipina Filipina Asia 19.600.000 2.50%
10 Shanghai Tiongkok Tiongkok Asia 18.400.000 2.20%
11 Los Angeles Amerika Serikat AS Amerika Utara 17.900.000 1.10%
12 Osaka Jepang Japan Asia 16.800.000 0.15%
13 Kolkata India India Asia 16.300.000 2.00%
14 Karachi Pakistan Pakistan Asia 16.200.000 4.90%
15 Jakarta Indonesia Indonesia Asia 15.400.000 2.00%
16 Kairo Mesir Mesir Afrika 15.200.000 2.60%
17 Moskow Rusia Rusia Eropa 13.600.000 0.20%
17 Beijing Tiongkok Tiongkok Asia 13.600.000 2.70%
17 Dhaka Bangladesh Bangladesh Asia 13.600.000 4.10%
20 Buenos Aires Argentina Argentina Amerika Selatan 13.300.000 1.00%
21 Istanbul Turki Turki Eropa & Asia 12.800.000 2.80%
21 Tehran Iran Iran Asia 12.800.000 2.60%
23 Rio de Janeiro Brasil Brasil Amerika Selatan 12.600.000 1.00%
24 London Britania Raya Britania Raya Eropa 12.400.000 0.70%
25 Lagos Nigeria Nigeria Afrika 11.800.000 3.20%

Sumber: Th. Brinkhoff: The Principal Agglomerations of the World, 2010-01-23

Daftar lain menetapkan megakota sebagai aglomerasi urban daripada wilayah metropolitan.[7] Pada 2007, ada 22 megakota menurut definisi ini.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "How Big Can Cities Get?" New Scientist Magazine, 17 June 2006, page 41.
  2. ^ apa perbedaan kota metropolitan dan megapolitan (di Brainly.co.id)
  3. ^ Pekerjaan rumah jakarta menunu megakota dunia
  4. ^ ""Mumbai" - Type of Geographical entity". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-02-10. Diakses tanggal 2010-10-30. . "World-gazetteer.com". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-12-04. Diakses tanggal 2010-10-30. . Accessed May 2010.
  5. ^ "The world goes to town". Economist.com. Diakses tanggal 2010-09-01. 
  6. ^ Ketika menghitung populasi negara ini, populasi kota meluas hingga WIlayah Metropolitan meskipun entri yang dimasukkan hanya untuk satu kota saja
  7. ^ http://www.demographia.com/db-megacity.pdf

Bahan pustaka[sunting | sunting sumber]

  • Soja, Edward W., "Postmetropolis, Critical Studies of Cities and Regions", Blackwell Publishing Ltd., 2000 (alk. paper, ISBN 1557180003; paperback, ISBN 1557180011)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]