Lembah Kematian
| Death Valley | |
|---|---|
Death Valley, dilihat dari Pesawat Ulang-alik Columbia pada bulan Oktober 1995 | |
| Elevasi dasar | −282 ft (−86 m)[1] |
| Luas | 3,000 mil persegi (7,77 km2) |
| Geografi | |
| Koordinat | 36°14′49″N 116°49′01″W / 36.24694°N 116.81694°W [2] |
| Sungai | Sungai Furnace Sungai Amargosa |
Lembah Kematian atau Death Valley adalah gurun lembah yang terletak di negara bagian California.[3] Padang pasir ini terkenal sebagai tempat percobaan bom atom pertama pada tahun 1945.[3] Death Valley adalah daerah yang sangat panas, kering dan terendah di Amerika Serikat (90 m di bawah permukaan air laut).[3] Sebagian besar wilayah di padang pasir ini merupakan Taman Nasional Death Valley.[4] Selain itu, Death Valley juga memiliki sebuah kastel yang bernama Scotty.[5] Kastil ini dibangun oleh pengusaha kaya dari Chicago, Albert Johnson.[5]
Death Valley memiliki luas sekitar 3.000 mil persegi (7.800 km persegi).[4] Daerah ini berbatasan dengan Amargosa Range di bagian timur, Panamint Range di bagian barat, Pegunungan Sylvania di bagian utara dan Pegunungan Owlshead di bagian selatan.[4] Suhu rata-rata di Death Valley pada saat musim panas adalah 100 °F (37 °C) dan rata-rata suhu pada bulan Agustus adalah 113,9 °F (45,5 °C).[4] Suhu terpanas yang pernah tercatat di Death Valley adalah 134 °F (56,7 °C) pada 10 Juli 1913.[4]
Selain karakteristik geografis dan suhunya yang ekstrem, Death Valley juga terkenal dengan fenomena geologi unik berupa batu berjalan (sailing stones) di kawasan Racetrack Playa. Fenomena ini pertama kali didokumentasikan secara ilmiah pada tahun 1948 oleh ahli geologi Jim McAllister dan Allen Agnew. Di wilayah dasar danau yang mengering ini, batu-batu besar, bahkan ada yang beratnya mencapai lebih dari 300 kg tampak berpindah tempat dengan sendirinya dan meninggalkan jejak lintasan di tanah hingga sejauh 0,46 kilometer. Selama berdekate-dekade, fenomena ini memicu berbagai spekulasi mulai dari tiupan angin kencang, medan magnet, hingga keterlibatan alien.[6]
Misteri ini akhirnya berhasil terpecahkan secara ilmiah pada tahun 2014 melalui penelitian langsung oleh tim ilmuwan yang terdiri dari Richard Norris, James Norris, dan Ralph Lorenz.[6] Melalui pengamatan jangka panjang menggunakan alat pelacak GPS pada 15 batu serta pendirian stasiun cuaca, ditemukan bahwa pergerakan batu disebabkan oleh kombinasi langka antara air, es, dan angin.
Saat curah hujan musim dingin menggenangi dataran gurun tersebut, air akan membeku di malam hari akibat penurunan suhu yang drastis dan membentuk lapisan es tipis berkisar antara 3 hingga 6 milimeter. Pada keesokan harinya, sinar matahari mencairkan sebagian es tersebut, sementara embusan angin ringan berkecepatan 4–5 m/s memecah lapisan es menjadi panel-panel besar yang mengapung di atas air.[6] Panel es yang bergerak karena dorongan angin inilah yang kemudian perlahan mendorong batu-batu di jalurnya dengan kecepatan sekitar 2–5 meter per menit. Berdasarkan penelitian, batu-batu di Racetrack Playa ini rata-rata hanya berpindah posisi sekali dalam kurun waktu 2 hingga 3 tahun, dan bekas lintasan yang ditinggalkannya dapat tetap terlihat selama 3 hingga 4 tahun sebelum akhirnya terhapus secara alami.[6]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "USGS National Elevation Dataset (NED) 1 meter Downloadable Data Collection from The National Map 3D Elevation Program (3DEP) – National Geospatial Data Asset (NGDA) National Elevation Data Set (NED)". United States Geological Survey. September 21, 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-03-25. Diakses tanggal September 22, 2015.
- ↑ "Feature Detail Report for: Death Valley". Geographic Names Information System. Survei Geologi Amerika Serikat, Departemen Dalam Negeri Amerika Serikat. ;
- 1 2 3 Ichtiar Baru Van Hoeve; Hassan Shadily. Ensiklopedia Indonesia, Jilid 7. Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
- 1 2 3 4 5 "Geography of Death Valley". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-07-11. Diakses tanggal 11 Juni 2014.
- 1 2 "The History of Death Valley". Diakses tanggal 11 Juni 2014.
- 1 2 3 4 "Misteri Batu Berjalan di Death Valley Terpecahkan, Ini Penjelasannya!". Retoria.id. Diakses tanggal 9 Juni 2026.
Lihat juga
[sunting | sunting sumber]Pranala luar
[sunting | sunting sumber]| Cari tahu mengenai Lembah Kematian pada proyek-proyek Wikimedia lainnya: | |
| Definisi dan terjemahan dari Wiktionary | |
| Gambar dan media dari Commons | |
| Berita dari Wikinews | |
| Kutipan dari Wikiquote | |
| Teks sumber dari Wikisource | |
| Buku dari Wikibuku | |
| Panduan wisata di Death Valley National Park dari Wikivoyage | |
- Official Death Valley National Park website—National Park Service
- Historical photographs of Death Valley (1926), The Bancroft Library
- UNESCO Biosphere Preserve: Mojave and Colorado Deserts
- Strange moving rocks of the valley Diarsipkan 2010-12-05 di Wayback Machine.
- Death Valley Area Interactive Map
- Surficial Geologic Map of the Death Valley Junction 30′ × 60′ Quadrangle, California and Nevada United States Geological Survey
- Death Valley Weather
- U.S. Geological Survey Geographic Names Information System: Death Valley
- Death Valley Nonprofit Support Organization
- Death Valley Diarsipkan 2014-02-28 di Wayback Machine. on National Geographic
- Strauss, Brandon (January 18, 2018). "Rare Photos from the Wild West You Wouldn't Believe Existed: Death Valley". Eternal Lifestyle.