Komando Resor Militer 071

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Untuk kegunaan lain dari Wijayakusuma, lihat Wijayakusuma (disambiguasi).
Komando Resort Militer 071/Wijayakusuma
Logo Korem 071.png
Lambang Korem 071/Wijayakusuma
Dibentuk 1 September 1961
Negara Indonesia
Cabang TNI Angkatan Darat
Tipe unit Komando Teritorial
Moto Wijayakusuma
Situs web www.korem071.mil.id

Komando Resort Militer 071/Wijayakusuma, disingkat Korem 071/WK, adalah Komando Teritorial bawah Kodam IV/Diponegoro. Korem 071/WK mimiliki wilayah tugas meliputi wilayah eks Karesidenan Banyumas dan Karesidenan Pekalongan.

Satuan[sunting | sunting sumber]

  1. Kodim 0701/Banyumas
  2. Kodim 0702/Purbalingga
  3. Kodim 0703/Cilacap
  4. Kodim 0704/Banjarnegara
  5. Kodim 0710/Pekalongan
  6. Kodim 0711/Pemalang
  7. Kodim 0712/Tegal
  8. Kodim 0713/Brebes
  9. Kodim 0736/Batang

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kelahiran Korem 071/Wijayakusuma tidak dapat dipisahkan dari jiwa dan semangat Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, sejak dikeluarkannya pengumuman dari Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 23 Agustus 1945 dan disyahkannya pembentukan Badan Keamanan Rakyat tanggal 30 Agustus 1945, maka di daerah Banyumas dibentuk pula Badan Keamanan Rakyat yang dipimpin oleh Bapak Soedirman, Bapak Gatot Soebroto dan Bapak Sutirto. Sedangkan untuk Eks Karesidenan Pekalongan, Badan Keamanan Rakyat ini dipimpin oleh Bapak Rochim Gondosuwito dan Bapak Iskandar Idris. Selanjutnya pada tanggal 5 Oktober 1945 dibentuk 16 Divisi Tentara Keamanan Rakyat.

Dua Divisi di antaranya untuk Eks Wilayah Karesidenan Banyumas dan Karesidenan Pekalongan dengan susunan sebagai berikut :

  1. Divisi IV meliputi wilayah Pekalongan, Semarang dan Pati di bawah pimpinan Kolonel GPH. Jatikusumo.
  2. Divisi V meliputi wilayah Cirebon, Banyumas sebagian dari daerah Pekalongan, sebagian daerah Kedu di bawah pimpinan Kolonel Soedirman dan bermarkas di Purwokerto.

Kemudian pada tanggal 23 Mei 1946 Panitia Besar Reorganisasi menyetujui pembagian wilayah menjadi 7 Divisi Tentara Rakyat Indonesia yang disyahkan oleh Presiden dan Menteri Pertahanan. Dalam susunan organisasi tersebut daerah Banyumas masuk dalam Divisi II TRI, yang meliputi daerah Cirebon, Tasikmalaya, Tegal dan Banyumas dengan pimpinan Mayjen Abdul Kadir dengan Letkol Bambang Sugeng sebagai Kepala Stafnya. Di Jawa Tengah, berdasarkan Instruksi Panglima Divisi Diponegoro/Teritorium IV Nomor : 37 / B.4/D.III/1950 tanggal 10 Oktober 1950 Jawa Tengah tersusun 3 Sub Teritorium. Khusus untuk daerah Eks Karesidenan Banyumas dan Pekalongan menjadi Sub Teritorium yang meliputi daerah Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap, Brebes, Tegal, Pemalang yang berlaku surut mulai tanggal 26 September 1950. Kemudian berdasarkan Surat Keputusan Panglima Teritorium IV/Divisi Diponegoro Nomor : 6/E.D/D.III/1952 tanggal 28 Februari 1952 Sub Teritorium I menjadi Resimen 12 Wijayakusuma.

Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor : Kpts-45 / I / 1962 tanggal 16 Januari 1962 Resimen 12 Wijayakusuma diubah menjadi Korem 071/Wijayakusuma. Korem 071/Wijayakusuma telah terbentuk pada tahun 1950 semenjak disatukannya dua daerah Eks Karesidenan Pekalongan dan Karesidenan Banyumas di dalam satu Sub Teritorium, namun keabsahannya ditetapkan pada tanggal 1 September 1961 dan sekaligus tanggal tersebut ditentukan sebagai hari kelahiran Korem 071/Wk yang membawahi 9 Kodim, 3 Yonifter dan 156 Koramil. Berdasarkan Keputusan Kasad Nomor: Kep / 12 / III / 2007 tanggal 20 Maret 2007 tentang pembentukan pengaktifan Brigif 4/Dewa Ratna di jajaran Kodam IV/Diponegoro maka satuan Yonif 405/Surya Kusuma, Yonif 406/Candra Kusuma dan Yonif 407/Padma Kusuma secara organisasi telah berubah statusnya menjadi Brigif 4/Dewa Ratna yang bermarkas di Slawi, Kabupaten Tegal, dan sekarang ini organisasi Korem 071/Wijayakusuma membawahi 9 Kodim yang terdiri dari 156 Koramil. Salah satu pengobar semangat dan kebanggaan prajurit Korem 071/Wk yaitu adanya Pahlawan TNI yang terlahir di wilayah Korem 071/Wk pada tanggal 24 Januari di Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga 1916 yang tersohor sebagai Bapak TNI, yaitu Panglima Besar Jenderal Soedirman, seorang Jenderal Besar yang mengukir sejarah dunia dengan pemikiran serta konsep-konsep Perang gerilya.

Komandan Korem 071/WK[sunting | sunting sumber]

  1. Kolonel Inf Moch. Bachroen (1950-1951)
  2. Kolonel Inf Achmad Yani (1951-1956)
  3. Kolonel Inf Hartoyo (1956-1958)
  4. Kolonel Inf Soeryo S. (1958-1959)
  5. Kolonel Inf Soedjono (1959-1961)
  6. Kolonel Inf Soekirman (1961-1963)
  7. Kolonel Inf Soegiarto (1963-1965)
  8. Kolonel Inf Tjiptono Setya B. (1965-1969)
  9. Kolonel Inf Amir Yudowinarno (1969-1971)
  10. Kolonel Inf Djatmiko (1971-1974)
  11. Kolonel Inf Zaini Dahlan (1974-1977)
  12. Kolonel Czi Sarwono (1977-1978)
  13. Kolonel Inf Soegiarto (1978-1981)
  14. Kolonel Czi Soedarto (1981-1983)
  15. Kolonel Kav Saryono (1983-1988)
  16. Kolonel Inf RS. Soeranto (1988-1990)
  17. Kolonel Inf R. Widagdo (1990-1991)
  18. Kolonel Inf Sunarto (1991-1993)
  19. Kolonel Inf Andi Subur A. (1993-1995)
  20. Kolonel Inf Lintang Waluyo (1995-1996)
  21. Kolonel Inf Amirul Isnaini (1996-1998)
  22. Kolonel Inf M. Noer Muis (1998-1999)
  23. Kolonel Inf Haryadi Soetanto (1999-2000)
  24. Kolonel Inf Supiadin AS (2000-2001)
  25. Kolonel Czi Mufad S., SIP, MSc (2001-2003)
  26. Kolonel Czi Sudirman, SE (2003-2004)
  27. Kolonel Inf Siswondo, S.IP (2004-2006)
  28. Kolonel Inf Hardiono Saroso (2006-2008)
  29. Kolonel Kav Teguh Rahardjo (2008-2010)
  30. Kolonel Inf Nono Suharsono (2010-2011)
  31. Kolonel Inf Cecep R. M., M.Sc (2011-2013)
  32. Kolonel Kav Nugroho Tj., S.H. (2013-2014)
  33. Kolonel Inf Dwi Wahyu Winarto, S.I.P, M.M (2014-2016)
  34. Kolonel Inf Suhardi (2016-Sekarang)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]