Kobra Mesir

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Kobra Mesir
L14cobra.jpg
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Subordo: Serpentes
Famili: Elapidae
Genus: Naja
Spesies: N. haje
Nama binomial
Naja haje
(Linnaeus, 1758)[1]

Kobra Mesir atau aspis Mesir (Bhs Ingg: Egyptian Cobra atau Egyptian Asp) adalah jenis ular sendok yang tersebar di wilayah Afrika bagian utara dan timur laut.

Deskripsi fisik[sunting | sunting sumber]

Kobra Mesir adalah kobra terbesar di benua Afrika. Kepalanya dapat dibedakan dari leher. Seperti halnya jenis ular sendok lain, ular ini memiliki tulang rusuk panjang yang mampu berkembang untuk membentuk tudung. Moncong berukuran lebar dan membulat, mata besar dengan pupil bundar. Tubuh kobra Mesir berbentuk silindris dan gemuk dengan ekor panjang. Panjang kobra Mesir sebagian besar tergantung pada subspesies, lokasi geografis, dan populasi. Panjang total rata-rata (termasuk ekor) adalah antara 1 dan 2 meter (3,3 dan 6,6 kaki), dengan panjang total maksimum hanya sampai 3 meter (9,8 kaki). Karakteristik yang paling dikenal dari spesies ini adalah kepala dan tudungnya. Warnanya sangat bervariasi, tetapi sebagian besar spesimen memiliki warna cokelat tua, sering dengan bintik-bintik yang lebih terang atau lebih gelap, dan sering kali ada tanda "air mata" di bawah mata. Beberapa lebih berwarna tembaga-merah atau abu-abu kecoklatan. Spesimen dari Afrika barat laut (Maroko, Sahara barat) hampir seluruhnya berwarna hitam. Sisi perut sebagian besar berwarna putih krem, kuning kecokelatan, keabu-abuan, biru abu-abu, coklat gelap atau kehitaman, ditambah dengan bintik-bintik pekat.[2]

Kebiasaan dan habitat[sunting | sunting sumber]

Kobra Mesir adalah spesies yang beraktivitas sepenuhnya di atas tanah (terestrial) dan aktif pada malam hari. Namun, ular ini sering terlihat berjemur di bawah sinar matahari pada waktu pagi atau siang. Ular ini memilih menggunakan liang hewan yang ditinggalkan, gundukan rayap atau sela-sela batu untuk beristirahat. Ular ini juga terkadang memasuki habitat manusia, terutama ketika berburu tikus dan bahkan unggas. Seperti spesies kobra lainnya, ular ini umumnya mencoba untuk melarikan diri ketika didekati, setidaknya untuk kesempatan pertama, tetapi jika benar-benar terancam, ia akan mengangkat kepala dan memipihkan lehernya, selain itu, ular ini juga termasuk jenis kobra penyembur (spitting cobra), ular ini mampu menyemburkan racun atau bisa dari taring mulutnya ke arah mata pengganggu sampai jarak sekitar 2,5 meter. Makanan ular ini sendiri adalah hewan kecil seperti tikus, burung, telur, kadal, katak, dan kadang ular lain yang lebih kecil daripada badannya.[3][4]

Egyptian cobra (Naja haje) at Jacksonville Zoo.jpg

Kobra Mesir biasanya dapat dijumpai di daerah padang rumput (stepa), gurun, atau tepian hutan, terkadang juga ditemukan dekat dengan sumber air seperti sungai. Ular ini juga sering dijumpai di daerah persawahan dan perkebunan. Ular ini juga sering memasuki pemukiman dan sering terjadi kontak yang fatal dengan manusia. Hal itu karena ular ini mencari mangsanya seperti tikus dan bahkan anak ayam, mengharuskannya untuk mencari hingga masuk pemukiman sehingga kasus gigitan kobra Mesir cukup sering terjadi.[3]

Penyebaran[sunting | sunting sumber]

Tersebar di sebagian besar Afrika utara dan wilayah padang pasir Sahara, mulai dari Mesir, Kongo, lalu ke timur sampai Tanzania dan Kenya.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ ITIS Standard Report Page: Naja haje
  2. ^ Mastenbroek, Richard. "Captive Care of the Egyptian Cobra (Naja haje)" (PDF). Devenomized. www.devenomized.com. Diakses tanggal 13 January 2012. 
  3. ^ a b "Naja haje - General Details, Taxonomy and Biology, Venom, Clinical Effects, Treatment, First Aid, Antivenoms". WCH Clinical Toxinology Resource. University of Adelaide. Diakses tanggal 14 January 2012. 
  4. ^ Filippi, E., Petretto, M, Naja haje (Egyptian Cobra) Diet/Ophiophagy in Herpetological Review 2013; 44: 155-156