Lompat ke isi

Neurotoksin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Neurotoksin adalah sebuah toksin yang bekerja pada sel saraf —neuron— biasanya dengan berinteraksi pada protein membran.

Neurotoksin yang terkait dengan makanan dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok utama, di antaranya: senyawa logam dan organologam; racun laut dan air tawar yang berasal dari ganggang; dan bahan beracun yang sengaja ditambahkan atau dihasilkan pada kegiatan industri dan terakumulasi pada pangan, misalnya Poliklorinasi Bifenil (PCB).[1]

Beberapa spesies berbisa juga menghasilkan senyawa beracun yang merupakan neurotoksin kuat. Banyak bisa dan toksin lainnya yang digunakan organisme untuk bertahan melawan vertebrata adalah neurotoksin.[1]

Efek umum yang terjadi adalah kelumpuhan, yang terjadi dengan cepat. Sengatan lebah, kalajengking, ikan lepu, laba-laba, dan ular dapat memiliki toksin yang berbeda. Dalam beberapa kasus, zat ini dapat digunakan dalam terapi kesehatan.[1]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 3 Fernández-Sánchez, M.-T.; Ferrero, A.; Pérez-Gómez, A.; Novelli, A. (2005). TOXINS | Neurotoxins. Elsevier. hlm. 134–143.

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]