Kehidupan di Titan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Pemandangan Titan.

Kehidupan di Titan (satelit alami terbesar Saturnus) masih diteliti dan diperdebatkan. Titan jauh lebih dingin dari Bumi dan di permukaannya tidak ada air, sehingga kehidupan dianggap tidak mungkin ada di tempat tersebut. Namun, atmosfernya yang tebal kaya akan senyawa-senyawa karbon. Di permukaannya juga terdapat lautan metana dan etana; beberapa ilmuwan berspekulasi bahwa cairan-cairan tersebut dapat menggantikan air dalam sel-sel kehidupan yang mungkin ada di Titan.

Pada Juni 2010, ilmuwan-ilmuwan menganalisis data dari misi Cassini–Huygens dan melaporkan anomali di atmosfer Titan di dekat permukaan. Data ini dapat ditafsirkan sebagai bukti keberadaan organisme yang menghasilkan metana, tetapi dapat pula dipicu oleh proses kimia yang bukan dihasilkan oleh kehidupan atau proses meteorologi.[1] Misi Cassini–Huygens tidak dilengkapi dengan peralatan untuk mencari mikroorganisme atau senyawa organik.

Kimia[sunting | sunting sumber]

Kehidupan dianggap mungkin di Titan karena satelit alami ini memiliki keanekaragaman kimia organik di atmosfernya. Beberapa bahan kimia ini telah dideteksi di atmosfer atas Titan oleh wahana Cassini:

Jenis Magee, 1050 km Cui, 1050 km Cui, 1077 km Waite et al., 1000–1045 km
Kepadatan (cm−3) (3.18±0.71) x 109 (4.84±0.01) x 109 (2.27±0.01) x 109 (3.19, 7.66) x 109
Nitrogen (96.3±0.44)% (97.8±0.2)% (97.4±0.5)% (95.5, 97.5)%
14N15N (1.08±0.06)%
Metana (2.17±0.44)% (1.78±0.01)% (2.20±0.01)% (1.32, 2.42)%
13CH4 (2.52±0.46) x 10−4
Hidrogen (3.38±0.23) x 10−3 (3.72±0.01) x 10−3 (3.90±0.01) x 10−3
Asetilena (3.42±0.14) x 10−4 (1.68±0.01) x 10−4 (1.57±0.01) x 10−4 (1.02, 3.20) x 10−4
Etilena (3.91±0.23) x 10−4 (5.04±0.04) x 10−4 (4.62±0.04) x 10−4 (0.72, 1.02) x 10−3
Etana (4.57±0.74) x 10−5 (4.05±0.19) x 10−5 (2.68±0.19) x 10−5 (0.78, 1.50) x 10−5
Hidrogen sianida (2.44±0.10) x 10−4
40Ar (1.26±0.05) x 10−5 (1.25±0.02) x 10−5 (1.10±0.03) x 10−5
Propuna (9.20±0.46) x 10−6 (9.02±0.22) x 10−6 (6.31±0.24) x 10−6 (0.55, 1.31) x 10−5
Propena (2.33±0.18) x 10−6 (0.69, 3.59) x 10−4
Propana (2.87±0.26) x 10−6 <1.84 x 10−6 <2.16e-6(3.90±0.01) x 10−6
Diasetilena (5.55±0.25) x 10−6 (4.92±0.10) x 10−6 (2.46±0.10) x 10−6 (1.90, 6.55) x 10−6
Sianogen (2.14±0.12) x 10−6 (1.70±0.07) x 10−6 (1.45±0.09) x 10−6 (1.74, 6.07) x 10−6
Sianoasetilena (1.54±0.09) x 10−6 (1.43±0.06) x 10−6 <8.27 x 10−7
Akrilonitril (4.39±0.51) x 10−7 <4.00 x 10−7 <5.71 x 10−7
Propanenitril (2.87±0.49) x 10−7
Benzena (2.50±0.12) x 10−6 (2.42±0.05) x 10−6 (3.90±0.01) x 10−7 (5.5, 7.5) x 10−3
Toluena (2.51±0.95) x 10−8 <8.73 x 10−8 (3.90±0.01) x 10−7 (0.83, 5.60) x 10−6

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Mckay, Chris (2010). "Have We Discovered Evidence For Life On Titan?". New Mexico State University, College of Arts and Sciences, Department of Astronomy. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-04-20. Diakses tanggal 2014-05-15.  Hapus pranala luar di parameter |publisher= (bantuan)