Akrilonitril

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Akrilonitril
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Identifikasi
Nomor CAS 107-13-1
PubChem 7855
KEGG C01998
ChEBI 28217
ChemSpider 7567
Nomor RTECS AT5250000
SMILES N#CC=C
InChI 1/C3H3N/c1-2-3-4/h2H,1H2
Sifat
Rumus kimia C3H3N
Massa molar 53.06 g mol−1
Penampilan Colourless liquid
Densitas 0.81 g/cm3
Titik lebur
Titik didih
Kelarutan dalam air 70 g/L
Tekanan uap 83 mmHg[1]
Bahaya
Bahaya utama Dapat terbakar,
reaktif,
beracun,
karsinogen[1]
NFPA 704
NFPA 704.svg
3
4
2
 
Ambang ledakan 3–17%
Batas imbas kesehatan Amerika Serikat (NIOSH):
LC50 500 ppm (rat, 4 hr)
313 ppm (mouse, 4 hr)
425 ppm (rat, 4 hr)[2]
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku
pada temperatur dan tekanan standar (25 °C, 100 kPa)

Sangkalan dan referensi

Akrilonitril adalah sebuah senyawa organik dengan rumus kimia CH2CHCN. Senyawa ini adalah cairan tidak berwarna yang mudah menguap, meskipun sampel komersial dapat menjadi kuning karena kotoran. Dari segi struktur molekul, senyawa ini terdiri dari gugus vinil yang terikat dengan sebuah nitril. Senyawa ini adalah monomer penting untuk pembuatan plastik seperti poliakrilonitril. Senyawa ini reaktif dan beracun pada dosis rendah.[3]

Produksi[sunting | sunting sumber]

Akrilonitril dihasilkan oleh amoksidasi katalitik dari propilena, juga dikenal sebagai proses SOHIO. Pada tahun 2002, kapasitas produksi sedunia diperkirakan mencapai 5 juta ton per tahun.[3][4] Asetonitril dan hidrogen sianida adalah produk samping yang diambil kembali untuk dijual.[3] Dalam kenyataannya, lumpuhnya permintaan asetonitril pada tahun 2008-2009 disebabkan oleh penurunan permintaan akrilonitril.[5]

2CH3-CH=CH2 + 2NH3 + 3O2 → 2CH2=CH-C≡N + 6H2O

Dalam proses SOHIO, propilena, amonia, dan air (oksidator) yang melewati fluidized bed reactor yang berisi katalis pada 400-510 °C dan bertekanan 50-200 kPag. Reaktan melewati reaktor hanya sekali, sebelum dipadamkan dalam larutan asam sulfat. Kelebihan propilena, karbon monoksida, karbon dioksida, dan dinitrogen yang tidak larut yang dibuang langsung ke atmosfer atau dibakar. Larutan terdiri dari akrilonitril, asetonitril, asam hidrosianat, dan amonium sulfat (dari kelebihan amonia). Sebuah kolom recovery akan membuang sebagian besar air, akrilonitril dan asetonitril dipisahkan dengan distilasi. Secara historis, salah satu katalis pertama yang berhasil adalah bismuth fosfomolibdat sebagai katalis heterogen.[3]

Penggunaan[sunting | sunting sumber]

Akrilonitril digunakan terutama sebagai monomer untuk pembuatan poliakrilonitril, homopolimer, atau beberapa kopolimer penting, seperti stirena-akrilonitril (SAN), Akrilonitril butadiena stiren (ABS), akrilonitril stirena akrilat (ASA), dan karet sintetik lainnya seperti akrilonitril butadiena (NBR). Dimerisasi dari akrilonitril menghasilkan adiponitril, yang digunakan dalam sintesis poliamida. Dalam jumlah kecil juga digunakan sebagai fumigan. Akrilonitril dan turunannya, seperti 2-kloro-akrilonitril, adalah dienofil pada reaksi Diels-Alder. Akrilonitril juga merupakan prekursor dalam industri pembuatan akrilamida dan asam akrilat.[3]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e "NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards #0014". National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH). 
  2. ^ "Acrylonitrile". Immediately Dangerous to Life and Health. National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH). 
  3. ^ a b c d e James F. Brazdil (2005), "Acrylonitrile", Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry, Weinheim: Wiley-VCH, doi:10.1002/14356007.a01_177.pub3 
  4. ^ "The Sohio Acrylonitrile Process".
  5. ^ A. Tullo.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]