Kaharudin Datuk Rangkayo Basa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kombes. Pol. (Purn.)
Kaharudin
Datuk Rangkayo Basa
Kaharudin Datuk Rangkayo Basa.jpg
Gubernur Sumatra Barat 1
Masa jabatan
1958–1965
PresidenSoekarno
WakilSofjan Djunaidi
PendahuluTidak ada, jabatan baru
PenggantiSoepoetro Brotodihardjo
Informasi pribadi
Lahir(1906-01-17)17 Januari 1906
Bendera Belanda Maninjau, Agam, Sumatra Barat
Meninggal dunia1 April 1981(1981-04-01) (umur 75)
Bendera Indonesia Padang, Sumatra Barat
PasanganMariah
HubunganLoetan St. Toenaro (adik)
AnakAdrin Kahar
Djohari Kahar
Amrin Kahar
Alma materOSVIA, Fort de Kock
Dinas militer
Pihak Indonesia
Dinas/cabangLambang Polri.png Kepolisian Negara Republik Indonesia
PangkatKOMBESpol.png Komisaris Besar Polisi

Kombes. Pol. (Purn.) Kaharudin Datuk Rangkayo Basa (lahir di Maninjau, Agam, Sumatra Barat, 17 Januari 1906 – meninggal di Padang, Sumatra Barat, 1 April 1981 pada umur 75 tahun) merupakan seorang anggota polisi Republik Indonesia dengan jabatan terakhir Kepala Kepolisian Sumatra Tengah[1] dan kemudian menjadi Gubernur Sumatra Barat yang pertama (1958-1965), setelah provinsi Sumatra Tengah kemudian dimekarkan berdasarkan Undang-undang Darurat Republik Indonesia nomor 19 tahun 1957.

Profil singkat[sunting | sunting sumber]

Kaharudin Datuk Rangkayo Basa merupakan tamatan Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren (OSVIA) (Sekolah Pangreh-praja) di Fort de Kock (Bukittinggi) dan istrinya Mariah yang dinikahinya dalam tahun 1926 merupakan tamatan Hollandsch-Inlandsche School (HIS) (SD 7 tahun) di Sigli, Aceh.

Dalam perjalanan kariernya ia pernah menduduki jabatan mulai dari Asisten Demang, Asisten Wedana Polisi, Kepala Polisi Padang Luar Kota, Kepala Polisi Keresidenan Riau, Kepala Polisi Kota Padang, Kepala Polisi Provinsi Sumatra Tengah dan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatra Barat.

Pada masa kariernya menjadi Gubernur di Sumatra Barat, dia mengalami tekanan berat atas munculnya PRRI, satu sisi sebagai wakil bagi perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah dan disisi lain sebagai pemimpin pada kawasan wilayah yang masyarakatnya bergejolak atas ketidak-puasan kepada pemerintah pusat.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Marwati Djoened Poesponegoro, Nugroho Notosusanto, (1992), Sejarah nasional Indonesia: Jaman Jepang dan zaman Republik Indonesia, Jakarta: PT Balai Pustaka, ISBN 979-407-412-8.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Jabatan politik
Posisi baru Gubernur Sumatra Barat
1958–1965
Diteruskan oleh:
Soepoetro Brotodihardjo